Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Nasehat Shine


__ADS_3

"Jika begitu tidak ada kendala lagi. Kapan prajurit mulai bisa diberangkatkan?" tanya Raja Landen.


"Prajurit tidak mungkin diberangkatkan serentak Yang Mulia. Jadi untuk tiga hari kedepan, lima ribu prajurit akan berangkat menuju gerbang Utara. Hari ke empat lima ribu berangkat menuju gerbang Timur. Hari kelima, lima ribu prajurit berangkat menuju gerbang Barat, dan Hari ke enam lima ribu prajurit berangkat menuju gerbang Selatan. Demikian seterusnya, dan Jendral akan ikut rombongan terakhir yang berangkat dengan pasukan berkuda." kata Jendral Lucky


"Jadi yang terakhir berangkat pasukan berkuda?"


"Benar Yang Mulia"


"Dan untuk pelatihan prajurit selama diperbatasan, saya akan memberangkatkan seratus orang anggota the power of night untuk tiap gerbang sebagai pelatih. Mereka akan bekerja sama dengan para Kapten, sehingga perhatian para Jendral bisa ke lebih strategi menghadapi perang. Aku harap itu akan membantu" kata Louisa yang membuat ke empat Jendral lega, termasuk Marco.


Segera setelah itu, pertemuan pun dibubarkan. Sebelum Jendral Arsen pergi, ia ditahan oleh Louisa sehingga tinggal mereka berdua di ruang pertemuan itu.


"Jendral, kita tahu perang dengan Lingkar Awan pasti akan terjadi. Dan tanggung jawab yang anda pegang lebih berat dari yang lain. Anda adalah orang yang sudah lama mengikutiku. Aku ingin membantu, tapi seperti yang anda ketahui, the power of night tidak seperti yang dulu. Dipihakku, hanya tertinggal seribu orang anggota. Selebihnya ada Hendrikus. Belum lagi kelima anggota intiku kecuali Shine, tidak lagi mengikutiku." kata Louisa


Jendral Arsen sedikit terkejut.


"Aku tahu jika Nyonya Reneisme sudah menikah dan tinggal dengan suaminya, serta Jendral Marco yang bergabung dengan prajurit kerajaan. Tapi selain senior Shine bukankah masih ada senior Shadow, senior Deep dan senior Light, Tuan Puteri?"


"Untuk saat ini Light dan Shadow masih mengawalku, tetapi paling dua atau tiga tahun lagi mereka akan kembali ke benua barat. Tergantung cepat lambatnya perang berlangsung. Semakin cepat perang selesai, semakin cepat mereka pergi. Untuk Deep, dia sudah memutuskan menjadi pengawal pribadi Lucio. Jadi dia bukan orangku lagi, walaupun Lucio puteraku." kata Louisa


"Jadi kabar Tuan muda Lucio akan pergi ke Gordon itu benar Tuan Puteri?"


"Iya. Saat usianya lima belas tahun, ia akan mulai tinggal di Gordon. Itu perjanjian yang kubuat dengan Leluhur Kendrick" kata Louisa


"Jadi... apakah Tuan Puteri...?" tanya Jendral Arsen ragu ragu


"Kembali ke Raja Peter?" tanya Louisa tersenyum


"Maaf Tuan Puteri. Hanya kejadian dahulu masih membekas di ingatanku. Sekali lagi maaf Tuan Puteri jika hamba terlalu lancang.."


Louisa agak terkejut mendengarnya. Jendral Arsen memang salah satu orang yang kepercayaan Lorine. Usianya lima tahun lebih tua dari Lorine. Sehingga dulu menganggapnya seperti kakaknya sendiri, dan salah satu anggota the power of night yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kelima anggota inti.


"Aku mengerti Jendral. Bagaimanapun anda adalah salah satu orang yang cukup dekat denganku dari dahulu. Aku sendiri belum bisa memutuskan apakah kembali kepada Peter atau tidak. Seperti kata anda, ingatan itu seperti sebuah luka. Sudah sembuh seiring waktu, tapi masih tetap meninggalkan bekas yang tidak terlihat. Saat ini yang menjadi prioritasku, agar Lucio mendapatkan apa yang menjadi haknya."

__ADS_1


"Tuan Muda Lucio sendiri bagaimana, Tuan Puteri?"


"Dia anak yang baik. Dia berkata bahwa ia hanya ingin aku bahagia, baik dengan ayahandanya atau tanpa ayahandanya. Tapi semua keputusan akan dibuat setelah aku mengantar Lucio ke istana Gordon. Terus terang dalam hatiku aku tetap tidak ingin berbagi. Satu suami, satu isteri.." kata Louisa dan menghela napas.


Mereka berdua terdiam sejenak.


"Oh iya, hampir lupa. Alasanku menahan anda tadinya, untuk memberitahukan jika khusus untuk gerbang Utara aku akan memberangkatkan lima ratus anggota the power of night. Lima puluh orang diantaranya merupakan perapal mantera, dan seratus orang pemanah terbaikku. Aku berharap, jendral dapat memanfaatkan mereka sebaik mungkin." kata Louisa


"Tentu Tuan Puteri, dan terimakasih. Ini merupakan bantuan yang sangat besar "


"Sudah malam. Aku akan pulang mau beristirahat" kata Louisa.


"Perlu ku antar Tuan Puteri?"


"Tidak usah jendral. Shine menunggu di luar" kata Louisa.


"Baik Tuan Puteri." kata Jendral Arsen sambil mengikuti Louisa keluar dari gedung pertemuan.


"Sudah selesai, Ketua?" tanyanya


"Iya." jawab Louisa singkat


"Jendral, kami pergi lebih dahulu" kata Shine


"Hati hati Tuan Puteri, senior" jawab Jendral Arsen


"Kami besok sudah berangkat ke kota Alma, jadi aku tidak bisa melihat keberangkatan anda. Hati hati sewaktu diperbatasan. Segera beri kabar jika ada sesuatu diluar prediksi" kata Louisa


"Tentu Tuan Puteri" jawab Jendral Arsen


Louisa berjalan kekediaman leluhur bersama Shine sambil berbincang tentang hasil pertemuan. Dibelakang mereka Jendral Arsen melihat kepergian Louisa tanpa berkedip. Ada rasa tidak rela dihatinya saat mendengar ada kemungkinan Louisa kembali menjadi permaisuri Gordon.


"Ah... apa yang kupikirkan? Tuan Puteri adalah seorang yang sangat mengagumkan. Tidak sepantasnya aku berpikiran yang tidak tidak tentangnya. Siapakah aku, seperti pungguk merindukan bulan atau seperti katak ingin menggigit angsa.. Tuan Puteri sudah mempercayakan banyak hal kepadaku, aku harus melakukan hal terbaik untuk membuat dia bangga" gumamnya lirih dan menuju kompleks pelatihan prajurit kerajaan.

__ADS_1


....


Sementara itu Louisa dan Shine hampir sampai di kediaman leluhur. Tapi sebelum Louisa masuk kedalam rumah, Shine memanggilnya.


"Ketua..."


"Ada apa Shine?" tanya Louusa heran


"Aku sudah mengikuti Ketua selama bertahun tahun. Dan menganggap Ketua seperti puteriku sendiri. Karenanya apa yang akan kusampaikan ini hanya pendapatku pribadi. Boleh diterima, boleh juga tidak."


"Hmm.."


"Menurutku Jendral Arsen tidak buruk. Dia masih lajang, kepribadiannya baik dan dapat dipercaya"


"Maksud Shine? Aku tidak pernah mengatakan Jendeal Arsen buruk" kata Louusa bingung


"Jika aku diposisi Ketua, dibandingkan dengan Raja Peter yang tidak punya pendirian dan tidak setia, aku lebih memilih Jendral Arsen. Baik dan buruknya, Ketua pikirkan lebih dahulu. Aku hanya melihat dari sudut pandang seorang ayah angkat yang tidak dianggap" kata Shine tersenyum.


"Ayah angkat yang tidak dianggap? Ha...ha.." Louisa tertawa terbahak mendengar perkataan Shine


"Shine, aku belum tahu apa keputusanku tentang Peter. Dan tentang Arsen, dia memang 'orang yang baik'. Tapi seperti Shine bilang, dia lajang dan belum tentu kepeduliannya padaku seperti seorang pria pada wanita. Mungkin hanya kepedulian seorang kakak kepada adiknya. Atau seorang bawahan kepada atasannya. Sedangkan aku..."


"Janda terhormat, ibu kerajaan Lembah Angin, yang dikejar oleh banyak Raja dan pangeran. Hanya Ketua sendiri yang tidak berkenan pada mereka. Bukan sebaliknya. Dan tentang Arsen, aku dapat melihat dari sorotan matanya tentang perasaannya yang tulus kepada Ketua. Hanya saja sama seperti Ketua, dia merasa tidak percaya diri karena merasa memiliki status jauh dibawah Ketua."


Louisa terkejut sejenak sebelum tersenyum.


"Akan kupikirkan nanti. Bagaimanapun prioritasku sekarang adalah tentang perang dan keberangkatan Lucio ke istana Gordon. Dua hal yang pasti terjadi"


"Ketua, walaupun Leluhur Kendrick sesekali masih datang menjumpai Tuan muda, tapi Raja Peter belum pernah datang. Kukira ia tidak setulus hati menginginkan anda kembali."


"Sudahlah, kita pikirkan itu nanti. Tapi Shine, terima kasih atas nasehatnya. Aku masuk dahulu. Selamat malam"


"Selamat malam ketua"

__ADS_1


__ADS_2