
Proses sidang pengadilan Peachu berlangsung lancar. Apalagi Peachu sendiri tidak berbelit belit terlebih lagi karena Louisa berhasil menemukan Mayi.
Pihak Louisa sendiri hanya diwakili oleh Marco. Sedangkan Louisa sendiri terus menerus melakukan kunjungan ke setiap kota untuk melihat lahan percontohan ditiap wilayah di distrik satu.
Saat ini Louisa sedang berada diwilayah Sky, tepatnya di kota Mount.
Saat penduduk tahu ada utusan dari kerajaan datang ke lahan percontohan, mereka mengutus beberapa orang untuk bertemu dengan Louisa.
Salah satu perwakilan penduduk datang menjumpai kepala kota Amsar menyampaikan maksud kedatangan mereka. Kepala kota menjumpai Louisa dan mengatakan keinginan penduduk desa.
"Nona, beberapa perwakilan warga desa disekitar lahan percontohan ini datang ingin bertemu. Apakah anda bersedia menjumpai mereka?"
"Berapa orang tuan Amsar?"
"Sekitar tiga puluh orang nona?"
"Apa kita ada tempat untuk mengadakan pertemua?"
"Ada nona, di gudang yang baru di bangun. Hanya saja belum ada kursi dan meja sebagai tempat duduk. "
"Jika begitu dilantai juga boleh"
"Baik nona. Segera kami siapkan"
*****
Saat pertemuan
"Perkenalkan nama saya Louisa. Saya perwakilan kerajaan untuk mengecek lahan pelatihan dan percontohan pertanian diseluruh wilayah distrik satu. Kedepannya ini akan menjadi urusan menteri pertanian kita."
"Jika ada yang ingin bertanya berkaitan dengan program kerajaan dibidang pertanian, tuan tuan sekalian bisa bertanya kepada saya. Silahkan.."
Seorang pria tua berdiri.
"Perkenalkan saya Mulgan, perwakilan desa Laven. Nona, kami warga desa Laven senang dengan adanya perhatian kerajaan untu bidang pertanian.. Tapi kami ada sedikit masalah dengan tanaman yang diajukan kerajaan nona. "
"Kenapa dengan tanamannya tuan?"
"Nona, selama bertahun tahun desa kami dan beberapa desa sekitar kami merupakan pemasok bunga untuk wilayah Sky. Dan kami hidup dari itu. Mohon pertimbangan nona untuk itu. Terimakasih"
"Apakah dari tanaman bunga bisa memberikan kalian hidup yang mencukupi?"
"Kami memang tidak kaya nona. Tapi kami juga tidak kekurangan"
"Baik. Saya tampung dahulu. Apa ada pertanyaan lain?"
"Perkenalkan saya Gustav nona. Saya perwakilan dari desa Jasmine. Sama dengan desa Laven, desa kami juga merupakan pemasok bunga. Disini saya mewakili warga desa meminta solusi."
"Apa persoalannya tuan Gustav?"
__ADS_1
"Menanam bunga sangat menguntungkan nona, jika kita tepat waktu menjualnya. Tapi jika bunga telah mekar dan terlambat dipetik, terpaksa bunga bunga itu tua dan terbuang karena bunga yang lewat masa mekarnya tidak ada yang mau membeli. Ini menjadi kendala kami. Mungkin ada solusi dari nona untuk kami"
"Mengapa bunga terkadang terlambat dipanen?"
"Kami memanen berdasarkan permintaan..Ada saat saat tertentu permintaan yang masuk hanya sedikit, dan saat itu bunga bunga kami tidak laku dijual"
"Aku mungkin ada solusi. Tapi nanti kami diskusikan dahulu dengan kepala kota mengenai hal ini. Ada lagi yang lain?"
Semua terdiam.
"Berarti semua keluhan kalian sama? Jika begitu, ini tidak akan terlalu sulit. Kami akan berdiskusi dengan kepala kota. Satu jam lagi kami akan mengeluarkan keputusan kami."
Louisa dan kepala kota keluar dari ruangan itu. Mereka mereka menuju kesebuah menara pengawas dan berdiskusi disana.
"Kepala kota, berapa jumlah desa yang merupakan petani bunga?"
"Ada lima desa nona. "
"Berarti ada desa lain yang masih bisa menjalankan program pertanian kita untuk tanaman pangan. "
"Benat nona."
"Jika begitu, kita dukung petani bunga kita. Untuk persoalan yang dialami mereka, apa kepala kota ada solusi?"
"Sebenarnya banyak permintaan dari luar wilayah Sky. Tapi jarak merupakan kendala utama. Sedangkan bunga gampang rusak jika terlalu lama dijalan."
"Berarti armada pengangkutan juga harus diperbaiki"
"Mengenai jalan, itu sudah ada program sendiri dari menteri pembangunan dan penataan wilayah. Selain dikirim keluar wilayah, sebenarnya saya ada satu solusi. Tapi sebelumnya saya ingin bertanya?"
"Bagaimana kondisi keuangan wilayah Mountain?"
"Sangat stabil nona."
"Bagus jika begitu. Begini kepala kota, solusi untuk bunga bunga itu sederhana. Bunga disuling, untuk menghasilkan extrak atau wangi wangian. Hasil penyulingan dikemas kedalam wadah khusus. Tapi sebaiknya hal ini dibuat semacam kelompok."
"Maksud nona? Maaf saya kurang mengerti"
Louisa menjelaskan secara singkat tentang pembuatan parfum dengan cara disuling. Juga membuat sekilas gambaran tentang cara penyulingan. Kepala kota mengangguk angguk kan kepalanya tanda mengerti.
"Mengapa tadi saya bertanya tentang keuangan, saya ingin pemerintah kota yang menanggung biaya pembuatannya. Karena saya yakin penduduk desa tidak akan mampu menyediakan biaya pembuatannya"
"Jika dibuat menjadi parfum, berapa lama bisa tahan nona?"
"Bertahun tahun kepala kota. Dan harga jualnya juga tinggi."
"Jika terlalu mahal apa akan laku nona? Nona tentu tahu, penghasilan penduduk Lembah Angin masih rendah. Mereka tentu merasa berat membeli sesuatu yang mahal hanya sekedar membuat wangi"
"Ini memang ditujukan untuk kalangan atas. Keluarga bangsawan dan pedagang kaya tidak akan keberatan tentang hal itu. Jika anda ragu tentang pemasaran, saya akan membantu"
__ADS_1
"Terimakasih nona . Jadi tanggung jawabku sekarang menghubungi pengerajin untuk membuat alat alat yang diperlukan."
"Benar. Sediakan paling tidak dua set alat penyulingan untuk tiap desa. Jika memang banyak pengerajin, gerakkan juga untuk pembuatan tempat kemasan penjualan nanti. Jadi semua roda perekonomian berjalan beriringan"
"Baik nona"
"Jika begitu kita bisa segera memberitahukan kepada perwakilan penduduk"
Mereka kemudian kembali menuju gudang untuk menemui perwakilan penduduk.
Kepala kota menjelaskan hasil keputusan yang dibuat bersama Louisa. Penduduk menerima dengan sangat gembira. Apalagi Louisa berjanji akan mengirim beberapa jenis bibit bunga baru yang belum pernah mereka tanam sebelumnya.
Hari menjelang sore. Mereka kembali ke kota Sky. Rombongan Louisa memutuskan bermalam dikota itu sebelum besok melanjutkan perjalanan ke kota Yuritz.
*****
Keesokan paginya diatas kereta kuda.
"Nona, setelah dari kota Yuritz kita akan kemana lagi?"
"Kita akan pulang ke Hinom Bu Ren. Seharusnya dalam beberapa hari ini ayah dan ibu sudah sampai di Hinom"
"Kita sudah hampir mengelilingi semua distrik satu. Tinggal kota Yuritz dan wilyah Hilton. Wilayah Hilton terkenal dengan batu batu alam. Apa yang nona harapkan dari sana?"
"Kita tidak pernah tahu apa yang diberikan alam untuk kita Bu Ren. Saya hanya yakin satu hal, setiap tempat pasti ada keistimewaan sendiri"
Rombongan itu terus berjalan, dan hanya berhenti saat makan. Menjelang sore mereka telah memasuki desa terakhir sebelum mencapai kota Yuritz.
Tiba tiba kereta kuda berhenti.
"Ada apa? Kenapa berhenti?" tanya Louisa kepada Shine yang berkuda disamping jendela.
"Maaf nona. Shadow minta berhenti, sepertinya ia melihat sesuatu."
"Bu Ren, coba ibu keluar. Lihat apa yang ada disekitar kita"
"Baik Nona" kata Reneisme sambil turun.
Reneisme turun merapal mantera, tapi tidak melihat sesuatu yang mencurigakan.
"Tidak ada yang aneh nona"
"Panggil Shadow"
Tidak berapa lama Shadow datang, wajahnya tersenyum.
"Nona, ayo turun. Anda harus melihat ini..."
>>> Hallo readers. Jika berkenan baca juga karya author yang baru rilis ya.. judulnya The Diamond and Minasa.
__ADS_1
Terimakasih telah membaca karyaku