Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Lucio Patrick Valley Henry


__ADS_3

"Tapi mengapa aku tidak tahu?" tanya Louisa bingung.


"Ada yang menyampaikannya ke ayah dan ada juga yang menyampaikannya ke pamanmu Landen" jelas jendral Lucky.


"Tetapi selama ini paman tidak pernah bercerita kepadaku"


" Itu karena permintaan ibu, Lorine"


"Maksud ibu?"


"Ibu tidak mau itu menjadi beban untukmu.. Biarlah semuanya mengalir seperti air. Pada akhirnya semua selesai pada waktunya"


"Tapi ibu, ini menyangkut kerajaan. Bukan hanya pribadiku"


"Nah, ibu sudah berpikir jika kamu akan berkata demikian. Makanya ibu sengaja tidak memberitahukannya"


"Jadi bagaimana cara ayah mengatasinya agar tidak menyinggung pihak pelamar?"


"Sama seperti pamanmu. Ayah selalu mengatakan, jika itu tergantung kepadamu. Dan kami tidak bisa memberikan jawaban"


"Maksud ayah?"


"Ayah mengatakan jika kamu ada di kota Hinom. Dan pamanmu mengatakan kami sedang mengunjungi Gordon"


"Tapi ayah, itu hanya solusi jangka pendek. Pada akhirnya semua lamaran itu harus kita tolak, dan aku takut jika itu nanti mempengaruhi hubungan kerajaan"


"Ayah dan pamanmu juga sadar akan hal itu. Yang berhak menjawab lamaran mereka hanya kamu. Tapi dengan keadaanmu saat ini jika diketahui oleh kerajaan lain, bukankah akan menambah kekacauan?"


"Memang benar ayah. Jika kerajaan lain tahu aku sedang mengandung, pasti banyak hal akan terjadi.." keluh Louisa.


"Nanti setelah kamu melahirkan, baru kamu temui para utusan mereka dan memberikan jawaban langsung. Jangan dipikirkan hal hal yang belum tentu terjadi" kata Margaret.


"Yang melamar kepada ayah ada berapa dan dari mana saja ayah?"


"Ada dari kerajaan Moon kingdom dari benua Utara. Dan ada juga dari kerajaan Kite, belum lagi beberapa bangsawan berpengaruh dari benua timur."


"Ahh...ntah apa yang mereka pikirkan sebelumnya. Menurut ayah, apakah pihak istana Gordon mengetahui tentang hal ini?"

__ADS_1


"Beberapa lamaran mereka tahu. Tapi mereka sendiri tentu tidak bisa berbuat banyak" kata Jendral Lucky dengan tenang.


"Ha...ha... Mereka seperti orang yang kebakaran jenggot Lorine. Apa lagi ibu suri Anita" kata Margaret .


"Dari mana ibu tahu?"


"Ibu diundang keistana oleh ibu suri Anita. Beliau sangat marah saat tahu ada yang mencoba melamarmu.. Karenanya beliau mengundang ibu untuk mengetahui reaksi keluarga kita dengan adanya lamaran itu"


"Jadi apa yang ibu katakan?"


"Ibu bilang, seluruh keluarga besar menyerahkan keputusan itu ditanganmu. Apapun keputusanmu, leluarga besar akan selalu mendukungmu"


"Terima kasih ibu"


Setelah percakapan itu, Louisa hanya tinggal di Hinom. Sekali sebulan ia datang ke lahan pertaniannya. Bahkan Margaret dan Lucky juga ikut.


Apa lagi saat panen pertama tiba, kegembiraan terasa diseluruh wilayah pertanian Louisa. Yang pertama dipanen adalah ubi jalar. Hasilnya sekitar tiga puluh ton perhektar.


Ubi berkwalitas baik dipisahkan dengan yang berkwalitas kurang baik. Atau kwalitasnya baik, tapi dari segi ukuran tidak masuk kategori pasar.


Untuk itu, yang tidak masuk kategori pasar , dibagikan cuma cuma kepada para pekerja dan juga warga Alma dan Akna.


*****


Terlihat kesibukan diseluruh rumah leluhur. Terlihat gelak tawa disana sini. Beberapa saat yang lalu Louisa baru melahirkan seorang putera, yang disambut kegembiraan semua orang.


Kegembiraan juga terasa dihati diseluruh penghuni istana Hinom. Hanya saja, seluruh penghuni istana cukup tahu bahwa kegembiraan itu tidak bisa disebar luaskan diluar wilayah istana dan rumah leluhur.


"Tampan sekali sayang.. Wajahnya sangat mirip dengan ayahnya, tapi rambut dan matanya menurun darimu puteriku" kata Margaret dengan gembira.


"Itu lebih baik. Jika nanti ia besar dan kembali ke istana Gordon, kukira orang akan melihat raja Peter sewaktu masih muda" kata Lucky


"Tapi sikap ceroboh ayahnya kuharap tidak menurun padanya"kata nenek Eliz.


"Kebijaksanaan keluarga Valley pasti akan menurun kepadanya. Bagaimanapun, cinta seluruh keluarga besar Valley akan membuat hatinya hangat" kata kakek Franklin ikut berkomentar.


Louisa hanya tersenyum. Ada kebahagiaan yang membuncah didalam hatinya. Walaupun ia sadar akan suatu hal, seharusnya Raja Peter hadir disini mendampinginya menyambut kelahiran putera nya.

__ADS_1


"Siapa namanya sayang?" tanya Margaret.


"Lucio Patrick Valley Henry"


******


Disuatu tempat di ujung timur kerajaan Gordon.


Tampak seorang pria tua yang terlihat sudah sangat sepuh. Ia tersentak dari posisi tapanya.


Ia keluar dari gubuk sederhana tempatnya bernaung. Melihat langit dan posisi bintang. Tiba tiba ia tertawa dan berteriak lantang


"Ha...ha... Akhirnya sang bintang yang diberkati telah lahir.. aku telah menunggu selama lebih dari seratus tahun. Selamat datang saudara kecilku"


*****


Diistana Gordon.


Ibu suri Anita terbangun dari tidurnya. Ia mengalami mimpi yang aneh.


Didalam mimpinya, Ia melihat sebuah bintang bersinar sangat terang. Ia ingin menggenggamnya dengan tangannya, tapi bintang yang semula terasa dekat dengannya menjauh.


Semakin ia mengejarnya, maka bintang itu semakin jauh. Ia menangis terisak dan entah mengapa ia meminta maaf pada bintang itu, dan saat itulah ia terbangun dari tidurnya dengan air mata yang membasahi wajahnya.


"Apa artinya itu? Hah, itu mungkin hanya bunga tidur saja. Semenjak selir Diana melahirkan Puteri Autum, aku memang tidak bisa tidur nyenyak. Hanya sekali lihat saja aku langsung tahu, jika Puteri Autum bukanlah cucuku. Didalam tubuhnya bahkan tidak ada mengalir darah keturunan Henry."


Tiga bulan yang lalu memang selir Diana melahirkan. Tapi apa yang ditunggu raja Peter kelahiran seorang putera mahkota, dengan terpaksa ia kecewa. Karena selir Diana melahirkan seorang puteri, dan tidak memiliki kemiripan sedikitpun dengannya.


Hal ini menjadi pergunjingan seluruh penghuni istana, apa lagi kelahirannya sangat cepat. Membuat apa yang ditutupi raja Peter selama ini menjadi terbongkar. Bahwa ia telah berselingkuh dengan Diana sebelum menceraikan permaisuri Lorine.


*****


Dikediaman raja Peter.


"Hah...hah..." raja Peter terbangun dari tidurnya. Bajunya basah oleh keringat.


Sama seperti ibu Suri Anita, ia juga bermimpi aneh. Ia melihat mahkota kerajaan dipakai seorang pemuda tampan yang sangat mirip dirinya. Hanya rambut dan matanya yang tidak sama.

__ADS_1


Rambut dan mata yang mengingatkannya pada seseorang yang sangat dia kenal. Tapi entah kenapa didalam mimpi itu, ia sama sekali tidak ingat siapa pemilik rambut dan mata itu.


Ia ingin bertanya, tapi pemuda itu menjauh darinya. Ia mengejarnya, tapi pemuda itu semakin jauh. Pemuda itu berkata sesuatu, tapi raja Peter tidak ingat apa yang dikatakan pemuda itu dan ia terbangun.


__ADS_2