Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Permintaan Margaret


__ADS_3

"Tawanan apa maksudnya tuan putri?"


"Tadi anak buahku diserang sekelompok orang. Mereka ada sepuluh orang. Saat ini sedang dijemput pengawal kota"


Louisa meminta Light menjelaskan kepada kepala kota Mike tentang penyerangan yang dialaminya dengan Shadow.


"Apa tuan putri ingin mereka diadili di ibu kota?"


"Aku ingin memberi mereka hukuman dengan wajib masuk menjadi prajurit kerajaan. Disana mereka akan ditempa ulang"


"Apa itu tidak akan membahayakan Puteri?"


"Tidak. Persiapkan saja mereka. Juga kereta kuda pengangkut tawanan."


"Puteri, mereka adalah begal yang meresahkan masyarakat selama ini. Pengawal kota sangat sulit menangkap mereka. Aku kawatir jika mereka akan menyulitkan perjalanan tuan Puteri"


"Tidak akan tuan Mike. Walaupun anak buahku hanya enam orang, tapi mereka semua mempunyai kemampuan diatas rata rata."


"Enam orang?"


"Termasuk kusir tuan Mike"


"Nyonya Reneisme?"


"Karena beliau sudah paruh baya, bukan berarti beliau tidak memiliki kemampuan tuan Mike" kata Louisa.


"Jika begitu, saya akan mempersiapkan segala sesuatu untuk perjalanan kalian"


"Kami pamit undur diri dahulu tuan Mike."


"Baik tuan Puteri"


*****


Keesokan paginya.


Saat Louisa dan rombongan tiba di balai kota, tampak tiga kereta kuda telah menunggu.


Dua kereta merupakan kereta tahanan, dan satu kereta untuk membawa tuan muda Jeremy.


"Tuan Puteri yakin membawa mereka?" tanya kepala kota lagi


"Tentu tuan Mike" jawab Louisa sambil tersenyum.


"Selamat jalan tuan Puteri. Nyonya Light, aku titip puteraku kepada anda" kata kepala kota karena Light naik kereta juga, untuk mengawasi keadaan Jeremy selama diperjalanan.


"Saya akan menjaganya tuan Mike, anda tidak usah kawatir"


Kereta kuda mulai berjalan perlahan meninggalkan kota Yuritz.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga hari akhirnya mereka tiba di kota Hinom.


Selama menjadi ibu kota kerajaan, kota Hinom mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak pedagang dari berbagai kerajaan datang untuk mengadu peruntungan disana.


Jalan yang dulunya lengang, kini penuh dengan hiruk pikuk orang yang berlalu lalang. Itu juga yang menghambat laju kereta kuda yang dikendarai Louisa dan rombongan. Mereka harus bergerak perlahan.

__ADS_1


Setengah jam kemudian mereka tiba di istana Lembah Angin. Louisa mengatur tugas anak buahnya, dimana Shine, Shadow dan Marco mengantar tahanan kepenjara, sementara Reneisme dan Light membawa tuan muda Jeremy ke rumah leluhur untuk beristirahat. Louisa berencana melaporkan hasil perjalanannya kepada Raja Landen.


Tok...tok...


"Masuk" terdengar suara raja Landen dari dalam ruang kerjanya.


Louisa membuka pintu, dan terkejut karena didalam juga terdapat ayahnya Jendral Lucky .


"Ayah, paman.." kata Louisa


"Sudah sampai rupanya.. " kata Jendral Lucky sambil memeluk Louisa erat.


"Apa kabar putri ayah dan calon cucu ayah?"


"Baik ayah. Hanya agak lelah setelah perjalanan jauh"


"Kau sudah bertemu ibumu?"


"Belum. Begitu sampai, aku langsung berhenti disini, mau melapor dulu pada paman"


"Louisa, pulanglah dulu kerumah leluhur." kata Raja Landen.


"Nanti saja paman. Biar aku jelaskan dahulu hasil perjalananku"


"Masih ada hari esok. Kak, temani Lorine pulang. Aku tidak mau mendapat amarah kakak ipar" kata raja Landen kepada Jendral Lucky .


"Ha...ha... ternyata paman takut dimarahi ibu. Baiklah. Ayo ayah temani aku pulang. Aku juga masih rindu ayah" kata Louisa.


"Kau memang tidak berubah. Selalu suka menggoda pamanmu. Landen, kami pulang dahulu" kata Jendral Lucky.


"Kapan ayah dan ibu sampai??"


"Kemarin malam sayang. Kami sekalian dengan tabib Kurd. Ia sangat mengkawatirkanmu"


"Paman Kurd? Apa beliau telah pensuin ayah?"


"Iya sayang. Dia telah memboyong seluruh keluarga besarnya pindah kemari. Katanya dia mau membantu kakekmu membuka sekolah pengobatan kerajaan"


"Itu berita yang sangat baik ayah. Tapi apakah nantinya sekolahnya dibuka untuk umum? Atau khusus untuk keluarga Valley saja.."


"Kalau mengenai itu nanti kamu sendiri yang bicarakan dengan kakek serta pamanmu."


Tanpa terasa mereka sampai juga di rumah leluhur. Tampak dipintu masuk utama Margaret sedang berbincang dengan seorang pengawal yang berjaga.


Melihat kedatangan Louisa dan Jendral Lucky, Margaret langsung tersenyum.


"Selamat datang putriku.. Tapi bisanya yang kamu cari ketika pulang adalah pamanmu. Padahal ibumu sudah menunggumu dari kemarin malam" sungut Margaret sambil memeluk Louisa.


"Maaf ibu. Aku tidak tahu jika ayah dan ibu sudah datang"


"Kamu sehat kan? Tidak ada masalahkan dengan kandunganmu?"


"Aku sehat ibu. Calon bayiku juga."


"Ayo mengobrol didalam, jangan dipintu. Menghalangi orang masuk" kata Jendral Lucky .

__ADS_1


Mereka berjalan masuk kedalam rumah.


"Mandilah dahulu. Tadi Reneisme sudah menyiapkan air mandi untukmu"


"Baik ibu"


Louisa mandi sambil berendam di air herbal yang telah disiapkan oleh Reneisme. Selesai mandi ia kembali menjumpai Margaret dan Lucky diruang keluarga, dan disana juga telah menunggu nenek Eliz dan kakek Franklin.


"Salam nenek, dan kakek"


"Cucuku duduklah" ujar keduanya


"Bagaimana perjalananmu kali ini?" tanya nenek Eliz.


Beliau memang paling bersemangat mendengar cerita setiap perjalanan Louisa keliling distrik satu.


Louisa menceritakan seluruh perjalanannya termasuk tentang tuan muda Jeremy dan para tahanan.


"Jadi aku harap kakek mau membantu mengobati tuan muda Jeremy. Karena tuan muda Jackson akan menjadi wakil menteri, tuan muda Jackson lah yang akan menjadi calon kepala kota Yuritz berikutnya"


"Iya.. Light tadi sudah menjelaskan kepada kakek. Kakek pasti membantu" kata kakek Franklin.


"Terimakasih kakek"


"Mengenai tahanan, apa kau yakin dengan rencanamu Lorine?"


"Aku yakin, mereka tidak benar benar jahat ayah. Dan masih bisa kita ubah dengan disiplin ala Deep dan Jendral Count. Lagi pula, mulai sekarang masih ada ayah"


"Apa yang dilakukan Lorine ada benarnya. Kebanyakan orang berbuat jahat karena terpaksa. Aku percaya jika mereka diberi kesempatan, mereka pasti berubah kearah yang lebih baik" kata kakek Franklin.


"Apa semua telah kau jalani Lorine?" tanya Margaret.


"Tinggal satu wilayah lagi ibu. Hilton."


"Sayang...kandunganmu semakin besar. Ibu takut terjadi sesuatu nanti dijalan denganmu dan bayimu"


"Jadi maksud ibu?"


"Untuk Hilton, undur saja setelah kau selesai melahirkan. Atau utus salah satu anak buahmu kesana"


"Tidak bisa ibu. Aku akan baik baik saja" jawab Louisa


"Lorine, bukankah kau bilang sudah mendapat calon menteri dan wakil menteri pertanian dan peternakan? Tinggal Lantik mereka dan mereka bisa bekerja meringankan pekerjaanmu"


"Apa yang ibumu katakan ada benarnya Lorine.. Kandunganmu sudah masuk bulan kedelapan. Kamu bisa saja melahirkan sewaktu waktu"kata Jendral Lucky membantu Margaret.


"Tapi selama ini segala sesuatunya baik baik saja ayah"


"Sudahlah cucuku.. Dengarkanlah permintaan ibumu. Lagi pula ada beberapa hal yang harus kamu tahu"


"Tentang apa itu nenek?" tanya Louisa


"Sebenarnya ada beberapa lamaran untukmu yang diajukan oleh beberapa raja dan pangeran dari kerajaan lain" kata jendral Lucky.


"Apa?"

__ADS_1


> Jangan lupa like dan comment ya.. Obrigada...thank you...terimakasih.


__ADS_2