
Louisa memasuki kamar yang dibukakan oleh pelayan.
"Silahkan Nona"
"Terima kasih. Siapa namamu?"
"Zeva Nona"
"Aku mau mandi dulu, tolong siapkan baju untukku"
"Baik Nona"
Louisa segera masuk kedalam kamar mandi. Ternyata segala sesuatu telah disiapkan nenek Eliz. Air mandi herbal, persis sama dengan yang pernah dipakai Louisa saat dikediaman jendral Lucky ketika baru pulang dari istana Gordon setelah sidang putus cerainya dengan raja Peter.
Louisa berendam sebentar, menikmati aroma herbal di air mandinya.
"Tubuhku benar benar nyaman, segala letih rasanya menghilang. Nenek Eliz benar benar tabib yang hebat. Kukira aku bisa belajar membuat ramuan ini dari nenek Eliz" katanya tersenyum.
*****
Ditempat lain, istana Gordon didalam ruang kerja raja.
Tok!!Tok!!!
"Siapa?"tanya Raja Peter.
"Hamba Yang Mulia, Jendral Lucky"
Raja Peter sedikit terkejut, tapi kemudian,
"Masuk Jendral"
Pintu terbuka, Jendral Lucky masuk kedalam ruangan raja.
"Salam hormat hamba untuk Paduka Yang Mulia Raja Peter Henry"
"Salam paman aku terima, silahkan duduk Jendral"
"Terimakasih Yang Mulia.."
__ADS_1
"Ada keperluan apa Paman menemuiku?" katanya berusaha akrab, bagaimanapun Jendral Lucky adalah mantan mertuanya.
"Hamba mau menyerahkan surat titipan dari putri hamba Lorine, Yang Mulia" kata Jendral Lucky sambil menyerahkan sebuah gulungan kertas tersegel.
"Suratnya mengenai apa Paman?"
"Hamba kurang tahu Paduka. Tapi menurut hamba mungkin ada hubungannya dengan bandit Kelelawar Hitam, karena Lorine juga menulis surat kepada hamba mengenai itu"
Raja Peter merobek segel surat dan membuka gulungan surat itu.
Entah kenapa hatinya begitu kacau saat membacanya.
..."Salam Yang Mulia Raja Peter. Semoga Yang Mulia senantiasa sehat dan semakin berjaya senantiasa....
...Yang Mulia, surat ini hanyalah laporan bagian tentang hasil perjalanan Yang Mulia ke kerajaan Mordan. Jika Yang Mulia pulang dari kerajaan Mordan membawa hasil seorang perempuan dari kerajaan Lite yang melarikan diri ke Mordan, sementara Jendral Lucky berhasil membuat bandit Kelelawar Hitam sebagian besar terbunuh serta sisanya melarikan diri dan berhasil melukai pimpinannya sang Scream hingga akhirnya meninggal dalam pelariannya, hamba berhasil menghancurkan organisasi bandit terbesar itu dan menyisakan lima belas bandit dalam keadaan bernyawa sebagai hadiah untuk kebaikan Yang Mulia memberikan distrik dua puluh yang masih dalam suasana perang antar suku kepada hamba....
...Jangan kawatir, hamba pasti bisa mengatasinya....
...Hamba juga melakukannya untuk sekedar memenuhi sebuah sumpah kepada seorang leluhur keluarga Henry untuk menjaga kerajaan Gordon selama hamba hidup. Tapi perlu anda tahu Yang Mulia, yang bersumpah adalah Lorine. Dan dia telah mati bersamaan dengan pencabutan gelar permaisuri dari padanya. Dengan demikian dia telah terbebas dari sumpahnya. Dan penghancuran organisasi bandit Kelelawar Hitam anggaplah sebagai bonus dari sumpahnya, dan setelah itu ia telah lenyap selamanya dari Anda....
...Hamba berharap, jika di masa depan kita bertemu lagi, maka anda tidak akan mengenaliku sebagai Lorine lagi....
..."Lorine Bruswick Valley"...
Kening Raja Peter berkerut.
"Benarkah ia ingin aku benar benar melupakannya? Dan benarkah Diana berasal dari Lite dan melarikan diri ke Mordan? Kenapa ia lari, aku harus menyelidikinya sendiri."batinnya.
"Apa benar isi surat Lorine tentang bandit Kelelawar Hitam sudah habis habis Jendral?" tanya Raja Peter, sebab penghancuran dan pembasmian bandit Kelelawar Hitam adalah tugas Jendral Lucky.
"Benar Yang Mulia, selain surat Lorine yang menjelaskan tentang hal itu, hamba juga menerima surat dari kepala kota Wills yang menyatakan hal serupa. Dan saat ini, kelima belas tawanan sedang dalam perjalanan kemari dibawah pengawalan prajurit elit kerajaan untuk diadili. Sementara mayat dari para bandit yang tersisa, telah dikuburkan kepala kota Wills" jelas Jendral Lucky.
"Baiklah Paman. Ada lagi yang mau paman sampaikan?"
"Ini Yang Mulia" kata Jendral Lucky menyerahkan gulungan surat yang lain. Raja Peter membacanya, kepalanya sangat pusing setelah setelah tahu isi surat itu adalah surat pengajuan pensiun Jendral Lucky.
"Jendral ini..."
"Aku merasa perpisahan Yang Mulia dengan putriku terjadi karena kesalahanku. Aku berangkat bersama paduka ke Mordan, tapi karena terlalu bersemangat untuk segera melaksanakan tugas negara, aku lupa dengan tugasku sebagai seorang Ayah agar tetap menjaga menantuku untuk putriku.
__ADS_1
Seandainya aku mengawal paduka terlebih dahulu, mengantar menantuku sampai keistana ini, maka perempuan itu tidak akan punya kesempatan menawarkan pesonanya kepada Yang Mulia.
Karena tugas terakhirku memburu bandit Kelelawar Hitam telah selesai, maka sekarang waktunya aku untuk menebus rasa bersalahku pada putriku."
Raja Peter terdiam cukup lama, sekarang ia benar benar merasa bersalah. Baru menyadari jika keputusannya telah melukai hati begitu banyak orang, bukan hanya Lorine seorang tapi seluruh keluarga besar Valley yang telah berbuat banyak untuk kerajaan Gordon. Dan sekarang ia yakin, pengunduran diri Jendral Lucky akan diikuti oleh keluarga Valley lainnya.
"Paman, apakah sudah membicarakannya dengan Jendral Besar Niko?"
"Sudah Yang Mulia.. Beliau setuju asal hamba mempersiapkan pengganti hamba."
"Siapa yang paman ajukan?"
"Kapten Kepala Zen Yang Mulia. Selama tiga tahun terakhir ini dia menunjukkan prestasi yang bagus dan sudah dua tahun mengikuti hamba sebagai tangan kanan hamba. Dia juga memiliki jiwa kepemimpinan yang membuat anak buahnya sangat segan dan menghormatinya. Hamba yakin dia akan menjadi seorang jendral yang hebat nantinya"
"Baiklah jika begitu paman. Tapi sesuai peraturan, paman masih harus bertugas sampai setahun kedepan dengan enam bulan aktif dan enam bulan berikutnya pasif."
"Terima kasih Yang Mulia. Hamba mengerti, selama enam bulan kedepan hamba akan menempa serta melatih Kapten Zen agar benar benar siap menggantikan hamba. Hamba undur diri Yang Mulia"
"Baik, silahkan Paman"
Saat Jendral Lucky hampir sampai dipintu
"Paman..."
"Ya.. Yang Mulia. Ada lagi?"
Raja Peter berjalan kearah Jendral Lucky, dan tiba tiba ia berlutut memberikan hormat sebanyak tiga kali. Tindakannya membuat Jendral Lucky terkejut.
"Yang Mulia..."serunya
"Paman...maafkan aku. Aku telah melukai hati seorang ayah yang telah mempercayakan putrinya kepadaku. Tapi aku malah menyakiti hati putrinya dengan penghianatanku dan bahkan saat tahu aku berhianat, ia tidak menggunakan kesempatan itu untuk mempermalukanku... Ibu Suri benar, aku memang tidak pantas untuk Lorine. Bahkan setelah tersakiti dan tanpa ikatan apapun lagi denganku, ia masih melindungi kerajaanku. Paman...sampaikan maafku untuk semua keluarga besar Valley."
Jendral Lucky diam...air mata menggenang disudut matanya. "Akhirnya dia minta maaf juga" batinnya
"Bangunlah nak. Nanti aku sampaikan pesan Peter kepada seluruh keluarga besar Valley. Jadilah lebih bijaksana seperti ayahmu, Yang Mulia George Henry. Sayang sekali beliau cepat sekali pergi. Sesekali jika ada waktu, pergilah berziarah ke makam beliau. Hargailah apa yang telah kita miliki, jangan terlalu bernafsu untuk memiliki apa yang belum tentu akan jadi milik kita dengan mengorbankan apa yang telah ada ditangan kita sebelumnya"
"Paman..terimakasih. Akan kuingat selalu pesan paman."
Jendral Lucky menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari ruangan itu, meninggalkan Raja Peter yang masih tenggelam dalam penyesalannya.
__ADS_1
> Penyesalan selalu datang belakangan, jika datang duluan namanya pembukaan...he...he... (author)