
"Haruskah aku kembali lagi ke istana?" pikirnya gelisah.
"Mungkin inilah maksud permaisuri Sofia, sehingga menahanku untuk kembali besok. Tapi aku yang tidak sabaran untuk pulang."
Hati Puteri Resta begitu kacau. Ia merasa serba salah.
"Ibunda Ratu selalu berkata jika aku harus menjaga keanggunan seorang Puteri dari Lingkar Awan"
"Baiklah. Aku pulang dahulu. " katanya menenangkan hatinya.
Ia memejamkan matanya. Berusaha menikmmati perjalanannya.
*****
Sementara di depan istana Lembah Angin
Permaisuri yang baru memberangkatkan Puteri Resta hendak masuk kedalam istana. Samar ia mendengar suara derap langkah kaki kuda.
Tidak berapa lama di kejauhan tampak pasukan prajurit mengendarai kuda. Di belakangnya sebuah kereta kuda mengikuti.
"Untung dia telah pulang. Jika tidak, mungkin lebih panjang lagi sandiwara kami" gumamnya tersenyum.
Tidak berapa lama rombongan itu akhirnya berhenti didepan istana.
Pangeran Lark turun dari kereta kuda.
"Salam ibu" katanya menghampiri permaisuri Sofia.
"Selamat datang anakku. Ayo masuk, engkau pasti lelah"
"Ayah ada dimana?"
"Biasa, diruang kerjanya. Sudah kau berikan hadiahku kepada Puteri Reva?"
"Sudah ibu. Lengkap dengan pesan ibu"
"Begitu baru puteraku. Kamu istirahatlah baik baik dahulu. Nanti malam kita kerumah leluhur membicarakan hal ini dengan kakek dan nenekmu"
"Baiklah ibu"
*****
Di desa Alma.
Setelah mendapat pesan dari permaisuri Sofia tentang keberhasilan lamaran pangeran Lark, Louisa segera mengirim pesan kepada The power of night yang ada di kota Malwa.
Perintahnya cuma satu, yaitu melindungi Puteri Reva.
Selama berada di desa Alma, Louisa berlatih dengan sungguh sungguh. Shine memperlakukannya dengan sangat keras.
"Cepat nona. Gerakan Anda terlalu lambat.. Bahkan tuan Muda Lucio, bisa berlari lebih cepat dari pada anda"
Saat ini Louisa sedang berusaha mempercepat gerakan larinya. Tapi masih tetap dianggap terlalu lambat oleh Shine.
__ADS_1
"Kencang lagi mama" kata Lucio yang ikut melihat latihan Louisa.
Begitu Louisa mendengar suara Lucio, ia seolah mendapat suntikan tenaga yang luar biasa.
Ia berkonsentrasi, merapal mantera. Alhasil kecepatannya bertambah dengan menakjubkan. Kecepatannya sekarang setara dengan tiga perempat lari kuda tunggangan.
Ditambah, ia berlari menggunakan rintangan. Satu hektar tanaman jagung sudah menjadi korban latihan larinya seminggu terakhir.
"Akhirnya ketua berhasil memadukan gerakannya dengan mantera" kata Light yang bersandar di dada Shadow.
"Iya, setelah merusak satu hektar kebun jagung baru beliau berhasil menguasainya" jawab Shadow.
"Shadow, besok berarti giliran kita. Aku berharap ketua bisa menguasai mantera itu dengan cepat"
"Seharusnya tidak ada masalah lagi berlatih mantera itu. Dengan kekuatan fisik ketua yang sekarang, aku yakin sudah bisa menanggungnya"
Percakapan mereka terhenti saat Shine tiba tiba berteriak.
"Cukup ketua. Berhenti"
Louisa menghentikan larinya dan memandang heran ke arah Shine.
"Ada apa?" katanya dengan napas masih tak beraturan.
"Pagi ini cukup ini dahulu. Yang penting ketua sudah bisa menyeimbangkan tubuh dengan mantera kecepatan. Hasil hari ini masih baru permulaan. Tapi aku yakin, seminggu lagi kemampuan ketua akan sempurna"
"Jika sudah sempurna, berapa kecepatan yang bisa ditempuh ketua?" tanya Marco.
"Seimbang dengan Deep, satu setengah kecepatan kuda. Itu target yang harus dicapai ketua"
"Persiapan perang terbuka.." kata Louisa yang tiba tiba muncul dari belakang.
"Ketua.."
"Tidak sekarang. Mungkin beberapa tahun lagi. Tapi aku yakin akan terjadi. Dan aku ingin, bila saat itu tiba aku bisa melindungi diri sendiri dan orang yang aku sayangi" katanya sambil melihat kearah puteranya Lucio.
"Mengapa ketua begitu yakin akan terjadi perang?" tanya Marco
"Ada pergerakan beberapa kerajaan secara diam diam. Berita tentang tambang batu mulia kerajaan Lembah Angin membuat banyak orang menjadi rakus. Mereka belum berani bergerak karena masih takut kepada Gordon" kata Shine.
"Bagaimana dengan Gordon sendiri?" tanya Shadow
"Gordon tidak akan melakukan itu selama Peter masih menjadi raja. Tapi jika ia juga memaksa seperti yang lain, terpaksa aku menggunakan kartus as yang aku punya"
"Maksud ketua, tuan muda Lucio?"
"Iya. Walau Lucio aku persiapkan untuk kembali ke Gordon, tapi rencanaku itu baru aku jalankan setelah bencana kemarau lewat. Tapi jika keadaan memaksa, apa boleh buat aku akan mengirimnya lebih cepat"
"Tuan Muda anak yang cerdas, aku yakin kelak dia akan menjadi raja yang hebat" kata Light.
"Aku ingin ia menjadi orang yang tangguh. Baik dari segi fisik maupun pemikirannya. Dari segi fisik, kemampuannya aku serahkan kepada kalian. Buat sistem pelatihan yang sesuai dengan usianya. Untuk segi pemikiran telah aku serahkan kepada ibu Reneisme"
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin ketua" jawab mereka serempak.
__ADS_1
"Aku mau istirahat dahulu. Lucio, ayo kerumah. Mama ada manisan untukmu" kata Louisa sambil menggendong puteranya.
"Ma...aku sudah besar. Mau jalan..." katanya memberontak dalam gendongan Louisa.
"Baik tuan muda" kata Louisa menurunkan Lucio dari gendongannya.
Setelah Louisa dan Lucio berlalu..
"Nanti sore, giliran kalian melatih ketua" kata Shine kepada Light dan Shadow.
"Baik senior"
"Marco, kau gantikan posisi Deep melatih pasukan khusus kerajaan. Aku ada keperluan nanti sore dengan Deep" kata Shine lagi.
"Siap senior"
*****
Di kota Malwa
"Yang Mulia, mengapa Baginda menerima lamaran pangeran dari Lembah Angin itu?" tanya permaisuri Lila
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja karena aku menyukainya"
"Apa keuntungan untuk kerajaan kita dari pernikahan mereka? Kerajaan Lembah Angin begitu miskin. Bisa bisa dimasa yang akan datang, mereka akan menjadi beban kerajaan kita karena harus dibantu terus menerus"
"Ha...ha...permaisuri. Cara berpikirmu begitu sempit dan ketinggalan jaman. Kau sudah lama tidak pernah ke kota Hinom. Coba kau cari puteramu .. tanyakan bagaimana keadaan kota itu sekarang. Dia baru dari sana dua bulan yang lalu"
Wajah permaisuri terlihat kesal karena ditertawai Raja Tejza.
"Walau begitu, bukankah lebih baik jika Puteri Reva dijodohkan dengan pangeran Carlos dari kerajaan Yard?"
"Jika ada seorang putera mahkota ingin melamarnya dan kelak menjadi permaisuri, kenapa harus menerima lamaran pangeran tanpa kuasa untuk menjadi selir?"
"Tapi kerajaan Yard adalah kerajaan yang sangat makmur. Tentu yang kita dapat lebih banyak bila dibandingkan pemberian Lembah Angin"
"Permaisuri, apa kau mau aku menerima lamaran pangeran Carlos?"
"Tentu"
"Jadi bagaimana dengan puterimu? Bukankah putera kedua raja Carly ingin melamarnya? Jika aku menerima lamaran pangeran Carlos, berarti aku harus menolak lamaran pangeran Nathan untuk puterimu. Tidak mungkin Puteri Serly memanggil kakaknya dengan bibi karena menikah dengan keponakan kakaknya. Ha...ha..."
"Ini...tapi pangeran itu bahkan tidak memberikan apapun pada Puteri Reva saat melamarnya"
"Kau yakin permaisuri? Adakah kau bertanya pada Puteri Reva? Atau irikah hatimu karena Puteri Reva dilamar seorang putera mahkota sementara puterimu hanya dilamar pangeran kedua?"
"Tentu tidak. Kenapa harus iri? Walaupun hanya pangeran kedua, aku yakin kekayaannya tidak lebih sedikit dari putera mahkota kerajaan miskin"
"Jika demikian berarti tidak ada masalah lagi. Lagi pula, dengan pertunangan Puteri Reva, maka Puteri Serly dan pangeran Nathan dapat segera bertunangan juga. Jadi persiapkan acaranya semeriah mungkin"
.
..
__ADS_1
.... Jangan lupa like dan comment ya.