
Tiga hari kemudian di kota Kapur Putih.
"Selamat datang di balai pengobatan Sidney Valley. Ada yang bisa kami bantu tuan?"
"Saya hanya diminta mengantarkan surat ini kepada anda berdua"
"Dari siapa tuan?"
"Dari tuan Sidney"
"Terimakasih"
Ketika pengantar surat itu sudah pergi, Zul segera membuka suratnya, dan seketika wajahnya berubah.
"Ada apa?" tanya Lan melihat Zul heran.
"Tuan tidak akan kembali lagi. Nanti malam akan ada orang yang datang menjemput barang yang dikotak kayu."
" Jadi kita bagaimana?"
"Penjualan beberapa hari ini menjadi milik kita. Termasuk sisa stock obat herbal. Juga ada uang yang disimpan di kotak obat herbal di ruang keluarga"
"Sebentar saya ambilkan"
"Ini dia" kata Lan sambil membuka tutup kotak obat itu.
"Satu, dua, tiga,...,sepuluh koin emas" kata Lan terkejut.
"Kata tuan, itu untuk upah kita selama dua tahun bekerja disini. Sementara pendapatan selama tiga hari ini, sebagai bayaran kita untuk membersihkan rumah ini sebelum pergi, membantu orang pengangkut barang, dan untuk mengembalikan kunci kepada pemilik rumah"
"Sayang sekali mereka tidak kembali. Bertahun tahun bekerja pada orang, tapi baru kali ini aku mendapat tuan seperti tuan dan nyonya. Kenapa mereka pergi ya?"
"Kata tuan, kedua tuan muda harus mengikuti pelatihan pengobatan di kota Hinom. Jadi nyonya merasa sunyi disini"
"Bagaimana dengan barang barang yang ditinggalkan?"
"Selain kotak kayu, dan barang pemilik rumah, semuanya milik kita. Nanti kita bagi rata"
"Kita bagi sekarang?"
"Jangan, tunggu nanti sore setelah balai pengobatan kita tutup. Tuan berpesan, sebisa mungkin jangan membuat orang curiga"
"Jadi sampai kapan kita buka?"
"Besok lusa."
******
Beberapa hari kemudian di istana Hinom.
"Permaisuri. Surat dari Ratu Tania, dari kerajaan Lingkar Awan" kata asisten Permaisuri Sofia.
Permaisuri Sofia dan Louisa yang tengah berbincang terkejut.
"Kapan tiba suratnya?"
"Tadi pagi Permaisuri"
"Baik. Terimakasih Yen, lanjutkan pekerjaanmu"
__ADS_1
Permaisuri Sofia meraih surat itu, dan membacanya. Wajahnya menunjukkan keheranan.
"Ada apa bibi? Apa ada yang salah?"
"Coba kau baca Lorine." katanya sambil menyerahkan surat itu kepada Louisa.
Louisa membaca surat itu. Sama seperti Permaisuri Sofia, raut mukanya sedikit berubah. Tapi kemudian dia tersenyum.
"Apa tanggapanmu Lorine?"
"Mereka lucu sekali bibi"
"Aku juga berpikir demikian. Ratu Tania menulis bahwa dia ingin belajar kebudayaan Lembah Angin, tapi malah mengirim puterinya kemari. Aku merasa mereka tidak setulus itu Lorine"
"Bibi, alasan sebenarnya yang aku tangkap adalah ia ingin menjadi besan bibi"
"Maksudmu Lorine?"
"Karena putera mahkota mereka gagal mempersuntingku, mereka berubah haluan ingin Puteri mereka yang dipersunting Putera Mahkota kita"
"Maksudmu mereka mengincar Lark kita?"
"Tentu, bibi. Pesona seorang putera mahkota tentu mereka tidak ingin ketinggalan. Menguasai Lembah Angin dengan segala cara"
"Tidak akan kubiarkan itu terjadi. Lark sudah setahun menjalin hubungan dengan Puteri Reva dari Fatma. Kelihatannya Yang Mulia Raja Julius juga setuju. Menurutku sudah seharusnya kita melamar Puteri Reva, Lorine."
"Beberapa hari ini jika aku tidak salah sepupu Lark akan pergi ke Fatma untuk menandatangani kesepakatan perdagangan sapi kita. Bibi bisa memintanya membicarakan hal ini dengan puteri Reva"
"Nanti akan bibi bicarakan hal ini dengannya. Menurut surat ini, Puteri Resta akan tiba seminggu lagi. Kau sendiri apa yang ingin kau lakukan? Tidakkah kau ingin bertemu dengannya?"
"Aku akan pergi ke desa Alma bersamaan dengan sepupu Lark pergi ke Fatma. Mungkin akan sedikit lama disana."
"Apakah ada masalah disana?"
"Pamanmu bilang jika kamu melatih prajurit khusus kerajaan disana. Benarkah begitu?"
"Iya bibi. Aku memprediksi jika cepat atau lambat, kita akan berperang dengan kerajaan Lingkar Awan. Paling lama dua sampai lima tahun lagi"
"Aku harap itu tidak terjadi Lorine. Tapi jika memang dengan berperang kita baru bisa mempertahankan kerajaan kita, bibi kira tidak ada yang perlu kita takutkan. Yang pasti satu hal, bukan kita yang memancing peperangan"
"Itulah sebabnya aku mendahulukan pembangunan tembok tembok perbatasan, terutama yang berbatasan langsung dengan kerajaan lain. Tapu untuk enam bulan ini fokus kita lebih dengan perbatasan dengan kerajaan Lingkat Awan"
*****
Lima hari kemudian.
Dua buah kereta kuda telah bersiap didepan istana Lembah Angin.
Satu merupakan kereta kuda dengan lambang kerajaan di kedua sisinya, sementara yang satu lagi kereta kuda biasa tapi terlihat cukup mewah.
Kedua kereta kuda itu akhirnya berangkat bersama dengan dikawal sejumlah prajurit. Tapi tampak juga ada beberapa orang yang menunggang kuda, hanya berpakaian serba hitam mengiringi mereka.
Setelah berkendara selama dua jam, rombongan itu akhirnya berhenti sejenak di sebuah persimpangan jalan.
Louisa turun dari kereta kuda.
"Lucio, tunggu mama sebentar ya. Ada yang mau mama beri pada paman Lark"
"Iya" jawab Lucio yang dipangku Reneisme.
__ADS_1
Louisa berjalan mendekati kereta kuda kerajaan.
"Sepupu, kamu sudah ingat pesan bibi kan? Kami menanti kabar gembira darimu."
"Bagaimana jika ia menolak sepupu.."
"Kalau ia menolak, kamu harus merayunya supaya mau"
"Tapi aku tidak tahu caranya sepupuku"
"Kamu itu seorang putera mahkota kebanggaan Lembah Angin. Kami yakin, kamu pasti bisa. Ini bawa oleh oleh untuk calon puteri mahkota. Aku tidak mau jika hadiah itu kembali kepadaku. Hati hati dijalan" kata Louisa sambik memberikan sebuah kotak kecil yang sangat indah.
"Aku akan berusaha. Jika perlu, aku tidak mau pulang jika ia menolakku"
"Ha...ha... itu baru sepupuku. Sudah, berangkatlah"
Louisa mendekati kepala pasukan.
"Jendral, aku titip putera mahkota padamu"
"Siap ketua. Akan kujaga dengan nyawaku"
"Jika terjadi sesuatu, ingat minta bantuan pada anggota kita di kota Muna."
"Aku mengerti"
Akhirnya rombongan itu berpisah.
Prajurit berjumlah tiga puluh orang mengawal kepergian Lark ke Fatma. Sedangkan Louisa dan anggotanya melanjutkan perjalanan menuju desa Alma.
******
Seminggu sebelumnya di istana Kapur Putih, Kerajaan Lingkar Awan.
"Aku tidak setuju Yang Mulia. Bagaimana mungkin Puteri berhargaku disandingkan dengan Putera Mahkota boneka"
"Semua itu sudah kupikirkan Permaisuri. Aku juga sudah memerintahkan kepada pangeran Hurex untuk menyelidiki kebenarannya. Perempuan itu tidak akan naik tahta"
"Bagaimana Yang Mulia bisa seyakin itu?"
"Karena ia berniat kembali ke Gordon."
"Mana mungkin seperti itu Yang Mulia?"
"Peraturan di Gordon tentang seorang permaisuri berbeda dengan kerajaan lain. Bahkan setelah menceraikan seorang permaisuri yang mandul, setelah raja mendapatkan seorang putera dari selirnya, ia dapat menjemput kembali permaisurinya"
"Penjelasan yang masuk akal. Mungkin itu yang diharapkannya, maka perempuan itu menolak lamaran
datang padanya"
"Apakah Raja Peter akan punya putera dari selirnya, itulah yang menjadi masalah. Aku pernah mendengar jika salah satu selirnya telah melahirkan. Tapi sayangnya yang lahir adalah perempuan, makanya tidak begitu disambut meriah"
"Jika memang kebenarannya seperti itu, baiklah akan kukirim surat kepada permaisuri mereka. Kuharap puteriku bisa memanfaatkan kunjungannya ke Hinom untuk mendekati putera mahkota."
"Ananda Puteri Resta sangat cantik dan menggoda. Tidak mungkin putera mahkota itu tidak akan jatuh cinta setelah melihatnya"
.
..
__ADS_1
...
... Stt..jangan lupa like dan comment ya.