
Dua tahun kemudian kemarau menunjukkan tanda tanda berakhir dengan ditandainya suhu mulai terasa lebih dingin. Sesekali gerimis turun. Tapi bencana sebenarnya baru dimulai.
Karena kemarau yang panjang, hampir setengah dari penduduk benua tengah pergi mengungsi ke benua lain. Terutama kerajaan kerajaan kecil dan menengah, hanya kerajaan kerajaan besar saja yang yang penduduknya masih bertahan diatas delapan puluh persen.
Kekosongan kerajaan kerajaan ini, menimbulkan keserakahan banyak kerajaan. Perebutan wilayah wilayah subur dan wilayah yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah terjadi dimana mana.
Hanya beberapa kerajaan kuat yang tidak terlibat perang. Tapi jelas penjagaan setiap wilayah diperketat.
....
Istana Hinom
Diruang pertemuan terlihat wajah wajah serius menunggu kedatangan Louisa dan Raja Landen.
"Yang Mulia Raja Landen Valley tiba..!"
"Yang Mulia Puteri Lorine Valley tiba..!"
Terdengar teriakan prajurit yang berjaga di depan ruang pertemuan. Semua yang hadir segera berdiri dan membungkukkan badan.
"Salam untuk Yang Mulia Raja Landen Valley. Panjang umur dan kejayaan untuk kerajaan Lembah Angin..!" terdengar gema dari semua yang hadir.
Raja Landen dan Louisa duduk ditempat yang sudah tersedia.
__ADS_1
Raja Landen berdiri dan membuka pertemuan itu. Setelah pembukaan Marco yang sekarang menjabat sebagai seorang jendral menyampaikan laporannya.
"Menurut mata mata kita di kerajaan Long Beach, ada pergerakan di kerajaan Lingkar Awan. Beberapa bulan yang lalu, Raja Hurex mengadakan pertemuan dengan Raja Tiger dari Kerajaan Dark Forest di kota Midle Beach. Walaupun kedua menyadari sebagai pedagang di Long Beach, tapi mata mata kita dapat mengenali keduanya" kata Marco
"Sebulan yang lalu, mata mata kita juga mendapat informasi adanya perekrutan besar besaran prajurit di kerajaan Lingkar Awan dan di kerajaan Dark Forest. Bahkan banyak bandit dari kerajaan Long Beach diterima sebagai prajurit bayaran" kata Marco menutup laporannya.
"Terimakasih Jendral Marco. Bagaimana dengan perbatasan Jendral Rico?"
"Tiga bulan terakhir prajurit perbatasan menangkap seratus orang yang dicurigai sebagai mata mata dari Kerajaan Lingkar Awan yang berusaha menyusup ke dalam kerajaan kita. Sejauh ini prajurit penjaga perbatasan sudah berusaha mencegah penyusupan, tapi mungkin saja kami tetap melewatkan satu atau dua orang yang tidak terduga, Yang Mulia "
"Terima kasih atas laporannya Jendral Rico. Nah, kita sudah mendengar laporan dari kedua Jendral Muda kita. Kita juga sudah mendengar kejatuhan kerajaan Gema karena diserang Kerajaan Hagibis. Belum lagi beberapa kerajaan lain. Sekarang bagaimana tanggapan kita sekalian?" tanya Raja Landen
"Dulu sebelum pangeran Hurex menjadi raja, kerajaan Lingkar Awan sudah beberapa kali berkonflik dengan kita karena masalah mata mata sehingga kita terpaksa memutuskan hubungan diplomatik dengan kerajaan Lingkar Awan. Apalagi sekarang kita tidak miliki hubungan antar kerajaan, saya yakin jika tinggal menunggu waktu sebelum mereka akan menyerang kerajaan kita. Menurut pendapat hamba Yang Mulia, kita sudah harus mempersiapkan diri untuk perang." kata Jendral Arsen
"Dua Jendral sudah mengatakan untuk mempersiapkan prajurit untuk berperang, bagaimana pendapat Jendral Besar?"
"Saya setuju dengan pendapat kedua jendral. Prajurit harus lebih dilatih lebih keras. Juga pembagian prajurit dan penanggung jawab. Kita mempunyai empat gerbang masuk kerajaan. Masing masing jendral memegang tanggung jawab satu gerbang kerajaan termasuk daerah perbatasan dan sekitarnya. Saat ini, yang kita dapatkan informasi masih dari Kerajaan Lingkar Awan tapi jika terjadi serangan terhadap kerajaan kita, tidak menutup kemungkinan kerajaan lain akan memanfaatkan hal itu untuk menyerang dari gerbang yang lain" jelas Jendral Lucky yang bertanggung jawab sebagai Jendral Besar kerajaan Lembah Angin
"Saya setuju dengan Jendral Besar. Bagaimana pendapat yang lain?" tanya Raja Lucky
"Saya juga setuju Yang Mulia " kata Jendral Marco
"Saya juga setuju Yang Mulia " kata yang lain mengikuti
__ADS_1
"Jika kita semua telah setuju, sekarang pembagian penempatan?"
"Jendral Arsen bertanggung jawab atas gerbang Utara, dan berhadapan langsung dengan kerajaan Lingkar Awan. Jendral Rico bertanggung jawab atas gerbang Timur, dan berhadapan langsung dengan kerajaan Fatma, Jendral Marco bertanggung jawab atas gerbang Barat, dan berhadapan langsung dengan laut Hinnamor yang berbatasan dengan kerajaan Hongdari. Dan terakhir Jendral Gio bertanggung jawab atas gerbang Selatan dan berhadapan langsung dengan kerajaan Gordon. Ada pertanyaan?" tanya Louisa.
"Maaf Tuan Puteri, selama ini hubungan kita sangat baik dengan kerajaan Gordon dan kerajaan Fatma. Penempatan Jendral Rico untuk gerbang Timur masih bisa saya mengerti karena yang kita waspadai bukan kerajaan Fatma, tapi kerajaan kerajaan yang ada disekitar kerajaan Fatma. Tapi penempatan saya di gerbang Selatan, apakah masih diperlukan Tuan Puteri? Tidakkah lebih baik saya membantu Jendral Arsen mengawal gerbang Utara yang lebih rentan perang? Maafkan atas kelancangan hamba Tuan Puteri" kata Jendral Gio
"Saya mengerti pemikiran anda Jendral Gio. Tetapi sama dengan gerbang Timur, yang kita waspadai bukan kerajaan Gordon, tapi kerajaan yang lain yang mungkin menyusup melalui kerajaan Gordon karena tahu hubungan baik kita, dan mengharap kelengahan kita. Kita tidak bisa bergantung kepada kerajaan Gordon untuk perlindungan dan keamanan kerajaan kita. Gordon belum sepenuhnya memiliki tembok perbatasan seperti kerajaan kita. Dan itu dapat dimengerti mengingat luasnya wilayah mereka. Dan beberapa tahun terakhir daripada tembok perbatasan, mereka lebih mengutamakan tembok kota. Jadi kesempatan penyusupan dari wilayah Gordon sangat mungkin terjadi" jelas Louisa.
"Terima kasih atas penjelasannya Tuan Puteri. Hamba mengerti" kata Jendral Gio
"Sekarang tentang pembagian prajurit. Bagaimana menurut ayah?"
"Sekarang kerajaan kita memiliki seratus ribu prajurit. Masing masing Jendral membawahi lima belas orang Kapten, seratus lima puluh komandan kecil, dan lima belas ribu prajurit. Setiap Jendral akan membawa anggotanya, dan sisanya menjaga ibukota. Jika terjadi perang dan jumlah musuh lebih banyak dari prajurit penjaga , Jendral dapat meminta bantuan ke ibukota. Dan saya akan mengirimkan bantuan" kata Jendral Lucky
"Jendral, saat ini darurat perang ada di gerbang Utara. Menurut pendapat saya, ada baiknya untuk gerbang Utara kita kirim sedikit lebih banyak prajurit dibandingkan gerbang yang lain." kata Raja Landen
"Ada benarnya juga. Jika begitu, khusus untuk gerbang Utara kita tambah lima ribu prajurit, menjadi dua puluh ribu prajurit. Apakah sudah cukup?"
"Saya rasa cukup ayah. Bagaimana dengan bahan makanan?" tanya Louisa
"Diperbatasan Utara cukup untuk tiga bulan kedepan untuk tiga puluh ribu orang, sepupu. Jika nanti ternyata kurang, masih bisa kita kirim dari sini. Jadi untuk keberangkatan ke Utara, dari segi bahan pangan tidak ada kendala. Dan untuk gerbang yang lain, juga sama" kata pangeran Lark.
"Jika begitu tidak ada kendala lagi. Kapan prajurit mulai bisa diberangkatkan?" tanya Raja Landen.
__ADS_1
"Prajurit tidak mungkin diberangkatkan serentak."