
"Kita tidak bisa asal menuduh mereka tanpa bukti yang kuat. Sebab apa yang kami katakan tadi hanya pernyataan sekilas dari beberapa penduduk desa Akna "kata Light.
"Apakah berita ini sudah menyebar di kalangaan penduduk desa?" tanya Louisa
"Sepertinya kepala desa sengaja menutupinya ketua"
"Kita harus membahas ini, serta mencari solusinya. Aku menduga ini juga berkaitan dengan kecemburuan penduduk desa Akna karena desa Alma sekarang jauh lebih maju dari desa desa lainnya"
"Menurutku juga demikian nona "
"Marco, tolong kamu sekarang pergi ke rumah kepala desa. Katakan aku mengundangnya makan malam disini"
"Baik ketua. Aku segera pergi"
"Shine, tolong kamu atur penjaga untuk melakukan patroli saat malam hari. Terutama blok blok yang berdekatan jalan setapak itu"
"Baik ketua. Tapi menurut pendapat saya, kita melakukan patroli secara diam diam. Sekaligus menjebak pelaku, karena saya yakin mereka pasti akan melakukannya lagi"
"Begitu juga baik. Bu Ren, katakan pada Jen agar pelayan mempersiapkan makan malam"perintah Louisa. Jen diangkat menjadi kepala pelayan di kediaman Louisa.
"Baik nona"
"Aku mau istirahat sebentar dikamar"kata Louisa.
"Mari ketua saya temani"kata Light.
"Shadow, tolong bawa Strix jalan jalan. Agar lebih mengenal kawasan lahan pertanian ini."
"Apa perlu saya biarkan dia berburu nanti malam ketua?"
"Boleh saja. Tapi bisakah kamu pastikan dia kembali sebelum pagi? Karena kita akan berangkat ke Lake Blue sebelum matahari terbit. "
"Tentu ketua"
*****
Hari menjelang gelap. Louisa duduk bersama Reneisme dan Light diteras rumah. Mereka memandang arah danau yang berada tidak jauh dari rumah.
"Hari yang sungguh tenang"gumam Louisa pelan.
"Dan juga indah"sambung Light.
"Nona, Shine bilang ada rencana membangun menara pengawas ditiap blok. Apa benar ?" tanya Reneisme
"Benar ibu. Tapi nanti kita bicarakan setelah pulang dari Lake Blue"
__ADS_1
"Itu tentu lebih gampang dari membangun pagar tembok sekeliling lahan pertanian, ketua"timpal Light.
"Itu juga akan kita buat. Tapi secara bertahap. Mengikuti setiap blok yang kita kerjakan"
Dari dalam rumah keluar Jen menemui mereka bertiga.
"Nona, makan malam sudah siap."
"Tunggu yang lain datang ang Jen. Kaupun duduklah dulu bersama kami"
"Baik, nona"
Mereka berbincang ringan seputar kondisi di lembah angin, mulai dari geliat ekonomi yang mulai tampak ramai, juga tentang kedatangan tunangan putra mahkota untuk dilatih menjadi calon Permaisuri lembah angin sampai akhirnya kepala desa Alma datang.
"Selamat datang kepala desa.. Mari masuk"
"Terimakasih nona"
Mereka memasuki ruangan. Tidak berapa lama Shine dan yang lainnya datang. Mereka makan bersama dengan hikmat.
Setelah selesai makan, dan meja sudah dibersihkan mereka memulai pembicaraan yang serius.
"Kepala desa Turman, kami sudah memeriksa lahan yang rusak. Dan laporan saudara Brandy memang benar. Itu dilakukan sekelompok orang" kata Louisa.
"Dan setelah kami menyelidiki, kami menemukan sesuatu yang cukup menarik"
"Desa Akna. Apa persoalan antara desa Alma dan desa Akna?"
"Maaf nona karena tidak pernah menceritakan hal ini sebelumnya. Sebenarnya ini masalah keluarga. Pendiri desa Alma dan desa Akna adalah kakak beradik. Menurut kakek buyut saya, mereka bertengkar karena uang warisan peninggalan orang tua mereka sebesar satu koin emas. "
"Maksud kepala desa, mereka memperebutkan yang itu?" potong Marco tidak sabar.
"Bukan tuan. Uang itu hilang tidak diketahui keberadaannya. Kakek Akna menuduh kakek Alma sengaja menyembunyikannya agar bisa memilikinya sendiri. Sementara Kakek Alma juga merasa kalau kakek Akna lah yang menyembunyikan uang itu dan sengaja menuduhnya agar tidak ketahuan sebagai pelaku"
"Sudah berapa lama hal itu terjadi?"
"Mungkin sekitar enam puluh tahunan nona. Semenjak itu, hubungan kedua desa menjadi tidak harmonis. Walaupun tidak pernah ada perkelahian terbuka, tapi setiap ada pertemuan antara dua orang dari pemuda desa pasti akan ada adu mulut."
"Ha...ha...."tawa Marco terdengar memenuhi ruangan.
"Kau kenapa?"tanya Reneisme
"Aduh nyonya. Gara gara uang satu koin emas bisa menyebabkan pertengkaran puluhan tahun."
"Hey Marco. Bagi penduduk desa, uang satu koin emas bisa untuk biaya hidup satu keluarga selama satu tahun. Lagi pula awalnya mungkin gara gara uang, tapi kenyataannya ini tentang harga diri" jelas Reneisme
__ADS_1
"Benar yang nyonya katakan. Sebenarnya selama beberapa tahun terakhir, kondisinya sudah agak lebih kondusif. Jika saya bertemu dengan kepala desa Aknapun, kami masih bisa mengobrol santai. Tapi kehadiran lahan pertanian ini, mungkin kembali memancing rasa cemburu sebagian penduduk desa Akna dan melakukan perusakan"
"Kami juga berpikir demikian tuan Turma. Tapi kita akan mengatasinya. Ibu Ren, tolong buatkan surat undangan kepada kepala desa Akna agar datang kemari seminggu lagi"
"Apa yang hendak ketua lakukan?"
"Lahan kita sangat luas berbatasan langsung dengan desa Akna juga. Bahkan yang kita kerjakan sekarang bahkan belum sampai seperempat luas wilayah. Kita membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak."
"Baik nona. Segera saya kerjakan"
"Tuan Turma bisa tolong besok Anda kirim suratnya kepada kepala desa Akna? Karena saya harus pergi ke Lake Blue besok pagi"
"Tentu nona. Saya sendiri yang akan mengantar. Lagi pula, kami masih memiliki ikatan keluarga karena berasal dari leluhur yang sama"
Hari semakin malam. Setelah surat selesai ditulis Reneisme dan diberikan kepada kepala desa Turma, mereka membubarkan diri
Louisa langsung beristirahat dikamarnya, Reneisme dan Light juga ikut beristirahat. Sementara Shine memastikan penjaga melakukan patroli seperti yang diminta Louisa.
Marco dan Shadow membawa Strix dan dua burung hantu lainnya untuk berburu. Diantara lima anggota inti the power of night, hanya Deep yang ditinggalkan di kota Hinom untuk melatih prajurit kerajaan.
*****
Saat tengah malam.
Sepuluh orang anggota penjaga yang dibuat dua orang satu kelompok berpatroli dalam diam.
Gerakan mereka hampir tidak terlihat dalam balutan baju seragam berwarna hitam ditambah pekatnya malam tanpa bulan benar benar mendukung mereka.
Saat satu kelompok tiba di blok sepuluh, mereka menangkap suara langkah kaki menuju kearah mereka.
Segera keduanya bersembunyi, menanti kedatangan orang orang itu.
Suara suara itu semakin mendekat, dan tidak berapa lama tampak tampak seluit sepuluh orang berdiri dipinggir lahan.
"Jon, apa kau yakin ini akan berhasil?"
"Pasti... Mereka akan menyalahkan pihak kepala desa Alma karena tidak bisa menjaga keamanan lahan mereka"
"Tapi aku sedikit takut?"
"Dasar pegecut! Apa yang kau takutkan hah!"
"Menurut salah satu temanku yang bekerja disini, pemilik lahan ini masih keluarga kerajaan. Aku tidak mau jika ketahuan akan berdampak pada desa Akna"
"Sok tahu kau. Dari mana temanmu itu tahu?"
__ADS_1
"Namanya Louisa Valley. Nama Valley hanya dimiliki oleh anggota keluarga kerajaan"?