
"Louisa..." gumam raja Peter dengan wajah sendu.
"Nanti kita bicarakan tentang Louisa. Sekarang kita bicarakan tentang selir ketigamu. Diana Cornor atau nama aslinya Diba Renzo.."
"Diba Renzo ?"
"Iya. Itu adalah nama aslinya. Sedangkan nama Diana Cornor merupakan sasaran yang dibuatnya untuk menghilangkan jejak"
"Sebenarnya apa kesalahan yang diperbuatnya leluhur, sehingga ia harus menghilangkan jejak?"
"Menurutmu apa yang diperbuat seseorang sehingga ia menjadi buronan suatu kerajaan?"
"Pemberontakan atau membunuh keluarga istana.. Pemberontakan.. itu kemungkinan kecil. Membunuh keluarga istana?"
"Iya. Ia membunuh cucu seorang Count di kerajaan Kite"
"Bukannya ia penduduk asli Mordan..? Mengapa bisa mendekati keluarga istana Kite. ?" tanya Raja Peter bingung
"Dasar anak bodoh . Bukannya tadi aku sudah katakan jika nama aslinya adalah Diba Renzo.. Diana Cornor hanya nama samaran yang dibuatnya saat di kerajaan Mordan"
"Berarti Diana... bukan Diba Renzo bukan warga Mordan, tapi warga kerajaan Kite. Pantas saja aku tidak menemukan petunjuk tentangnya" gumamnya.
"Kau pernah mencari tahu tentang Diba?"
"Louisa pernah memperingatkanku. Jadi aku mencari , tapi tidak menemukan petunjuk apapun selain ia merupakan warga kerajaan Mordan"
"Bagaimana dengan asal usulnya apakah kamu tidak menemui petunjuk?"
"Tidak sama sekali. Aku pernah bertanya kepadanya, tapi ia selalu mengalihkan pembicaraan jika itu dibahas atau menangis. Pernah aku mendesak nya dan dia mengatakan jika ayah dan ibunya mati dibunuh. Dan sejak itu aku enggan mengungkitnya kembali. Tapi sejak rencana penyerangan yang dilakukannya kepada ibu suri terbongkar, aku jadi berpikir jika ia tidak sesederhana kelihatannya"
"Baguslah jika kamu mulai menyadarinya. Diba berasal dari keturunan yang luar biasa" kata leluhur Kendrick tersenyum miring
"Maksud leluhur?"
Leluhur Kendrick kemudian menceritakan pertemuannya dengan raja Clould. Dimana cerita mengenai keluarga Diba mengalir dengan lancar.
Raja Peter menghela nafas dalam.
"Aku benar benar telah membawa ular kedalam kamar ku... Tapi darimana leluhur mendapatkan informasi awal tentang identitas asli Diba?"
__ADS_1
"Ada informan handal yang bersedia membantuku."
"Siapa dia? Bisakah dia bekerja untuk istana?"
"Mungkin suatu saat nanti. Untuk saat ini, kita tidak bisa memaksanya"
"Jadi kira kira kapan pasukan penjemput akan tiba di istana?"
"Sekitar lima belas hari sampai satu bulan. Tergantung kecepatan mereka.."
"Mengapa kalian tidak berangkat bersama mereka?"
"Mereka harus mempersiapkan segala sesuatu dan baru bisa berangkat tujuh hari setelah kepergian kami "
"Kapan kalian berangkat dari kota Tapis?"
"Sembilan hari yang lalu"
"Hah... Sembilan hari? Leluhur bagaimana kalian bisa secepat itu? Dari sini menuju perbatasan Mordan saja sudah memakan waktu beberapa hari. Belum lagi.."
"Memangnya bisa kau samakan kami dengan siput seperti mu? Sembilan hari itu sudah sangat lama karena kami singgah dibanyak tempat. Bahkan sewaktu melakukan perjalanan dari Hinom ke kota Tapis kami hanya memerlukan delapan hari. Ini dari kota Tapis ke Gordon Empire, Sembilan hari itu sudah sangat lama" kata Hwak dengan semangat sampai ia menyadari kesalahan yang dibuatnya setelah mendapatkan tatapan tajam dari leluhur Kendric, sementara Lion hanya menggeleng gelang yang kepalanya.
"Dasar ceroboh" gumamnya pelan sehingga hanya dia yang mendengar perkataannya.
"Mmm..." kata Hwak takut membuat kesalahan lagi.
"Eeh... tunggu. Dari kota Hinom?" tanya setengah heran sambil memandang leluhur Kendrick
"Jangan katakan jika sebelum ke kota Tapis kalian pergi menjumpai Louisa terlebih dahulu"
"Iya." akhirnya dijawab leluhur Kendrick. "Hwak, Lion kalian bisa pergi beristirahat terlebih dahulu. Biarkan aku dan Peter mengobrol lebih lama" katanya karena tidak mau Hwak melakukan kesalahan lebih besar lagi, dan tanpa sadar menyebutkan tentang Lucio yang sangat mengundang amarah Louisa.
"Iya Tuan. Kami pamit undur diri Tuan, Peter"
"Iya paman Lion, bibi Hwak. Istirahatlah.." kata Raja Peter yang bingung karena merasa ada yang berusaha ditutup tutupi oleh leluhur Kendrick
Setelah keduanya berlalu dari ruangan..
"Jadi bagaimana dengan Autum menurutmu, Peter?" tanya leluhur Kendrick mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Aku tahu Autum bukanlah darah dagingku, leluhur. Tapi ia adalah satu satunya Puteri kesayanganku, aku tidak rela melepaskannya kepada mereka. Belum lagi, mungkin ia akan ikut menanggung beban moral terhadap tindakan ibunya. Setidaknya ia bisa kulindungi disini"
"Apa menurutmu seperti itu?"
"Tentu leluhur. Aku akan melakukan negosiasi dengan pihak utusan kerajaan Kite tentang Autum" katanya dengan tidak rela, mengingat ia sudah menimang Autum dari bayi..
"Autum bukan puterimu. Dan ia merupakan satu satunya Puteri ayahnya, penerus ayahnya. Aku sendiri sudah bicara dengan Count Enland, beliau mengatakan segala hak Autum sebagai cicit seorang Count akan diberikan. Bahkan beliau berkata, jika beliau sendiri yang akan membesarkan Autum agar kelak bisa meneruskan semua milik ayahnya"
"Tapi leluhur akulah yang susah merawat dan membesarkannya..."
"Bersyukurlah kamu sudah diberi kesempatan untuk meminjam barang milik orang lain. Dan mendapatkan kesempatan melewati hari hari terbaiknya."
"Tapi ia adalah puteriku..." katanya dengan sedih. Sangat tidak rela melepaskan gadis kecil itu..
"Apa kau tidak ingin Louisa kembali? Atau apakah kau tidak ingin kelak, memeluk puteramu sendiri?"
"Tentu aku ingin, leluhur. Sangat ingin.. sangat ingin diberi kesempatan memperbaiki kesalahan yang kuperbuat pada Louisa selama tiga kehidupan kami. Tapi apakah ia akan mengijinkan ku?"
"Berusahalah.. mulai lagi hubungan baik dengannya."
"Leluhur, apakah ia baik baik saja?"
"Tentu. Bahkan sangat baik."
"Bagaimana tanggapan keluarga Valley terhadap kedatangan leluhur kesana..?"
"Aku tidak datang ke Hinom, Peter. Jadi aku tidak sempat bertemu keluarga Valley. Louisa jarang ada di Hinom, lebih sering ada di kota Alma. Jadi aku langsung kesana"
"Dari mana leluhur tahu jika Louisa ada di kota Alma?"
"Kau ini aneh, tentu saja karena ia meninggalkan pesan agar aku mencarinya kesana"
"Jangan katakan jika kepulangan leluhur ke Gordon Empire karena permintaan Louisa juga"
"Tebakanmu benar. Ia mengunjungi Gordon Empire beberapa waktu ini, dan mendengar berita tentang kekacauan didalam harem. Karenanya ia meminta tolong kepada dutch Norwey untuk menghubungiku. Dan dari dutch Norwey lah ia tahu jika kau bahkan tidak melakukan persiapan apapun untuk bencana kemarau panjang. Sementara mereka bukan hanya siap dari segi pangan, bahkan mereka siap untuk berperang jika ada kerajaan yang nantinya mencoba mengancam mereka saat bencana kemarau berlangsung"
"Dan apakah informasi tentang selir ketiga juga berasal darinya?"
"Iya. Ia memberikan sebagian informasi, dan memintaku menjumpai informannya di kerajaan Mordan. Dari informannya lah, aku mengetahui jika Diba Renzo lah nama asli selir ketiga dan memintaku mengecek keseluruhan fakta tentang Diba Renzo kepada keluarga istana Tapis. Bahkan untuk namanya Louisa sendiri saat itu belum tahu, tapi aku yakin saat ini ia telah mendapatkan semua informasi terkait Diba Renzo."
__ADS_1
"Menurut leluhur, mengapa Louisa tetap berusaha melindungi istana Gordon? Mengingat bukan sekali ini saja ia melakukannya"
"Karena ia peduli Peter. Karena ia peduli kepada istana ini, karena ia peduli kepada kerajaan ini. Karena ia peduli kepada rakyat Gordon. Karena ia peduli Peter. Ia berkata, Gordon adalah rumahku juga.. Walaupun hanya rumah kedua, siapa yang rela salah satu rumahnya hancur?. Walaupun mungkin pemilik rumah tidak tinggal disana, ia akan tetap mengaturkan orang orang untuk tetap merawat rumahnya. Kau tahu artinya, Peter?"