Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Bukit berbatu (1)


__ADS_3

Keesokan harinya saat matahari masih belum menampakkan diri, Louisa dan rombongannya sudah berkuda dengan kecepatan tinggi menuju kota Rock.


Kota Rock terletak disebelah timur kota Hilton, berjarak tiga perempat hari perjalanan jauhnya jika naik kereta kuda.


Sedangkan jika naik kuda dengan kecepatan tinggi seperti yang dilakukan Louisa dan rombongannya, mereka memerlukan waktu tidak sampai setengah hari perjalanan.


Tapi tujuan Louisa dan rombongan bukanlah kota Rock, tapi sebuah bukit yang berada di wilayah desa Tov. Setahun yang lalu saat mengunjungi lahan pelatihan dan percobaan kota Rock, yang berada di desa Gers mereka melewati desa Tov.


Saat beristirahat di dipinggir jalan, tanpa sengaja Louisa melihat sebuah batu kecil berwarna merah delima dan memungutnya.


Ketika kembali ke Hinom, Louisa mengirimkan batu itu ke seorang pengerajin di kota Gems kerajaan Gordon. Apa yang ditulis pengerajin itu dalam suratnya kepada Louisa, membuat Louisa sangat gembira. Karena batu yang ditemukannya merupakan batu Rubi, yang merupakan batu permata yang sangat berharga.


Louisa yakin tempat ditemukannya batu itu juga ada batu mulia yang lain. Karena itu, Louisa kembali mendatangi tempat itu, yang merupakan bukit berbatu yang ditumbuhi rumput disela sela batu.


"Kita sampai ketua" kata Shine yang memimpin rombongan.


Mereka segera turun dari atas kudanya masing masing. Setelah menambatkan kudanya pada sebatang pohon, mereka berjalan menaiki bukit itu.


"Shadow, bisakah kau memeriksa seluruh bukit ini dengan kemampuanmu? Barangkali kita bisa menemukan sesuatu."


"Akan kucoba ketua. Tapi mungkin agak lama karena bukit ini cukup luas, sementara kemampuanku terbatas hanya seratus meter keliling. "


"Tidak apa apa. Kami juga akan berkeliling memeriksa sekitar. Light kau temani Shadow. Shine kau coba periksa bagian barat , aku dan Marco akan memeriksa bagian timur."


"Baik ketua" jawab mereka serempak.


Merekapun akhirnya berpencar.

__ADS_1


Louisa dan Marco berjalan bersama, sambil memeriksa keadaan sekitar dengan seksama. Memperhatikan batu batu yang tersebar disekitar mereka.


"Ketua coba lihat batu yang ini" kata Marco menunjukkan sebuah batu yang ditutupi lumut. Batu itu menempel kuat pada permukaan tanah. Ukurannya memang tidak begitu besar, tapi terjepit diantara batu batu besar lainnya.


Louisa mendekat, berusaha membersihkan lumut yang menutupinya.


"Ini..sepertinya salah satu batu mulia lainnya. Berwarna kehijauan, tapi aku tidak tahu jenis apa" kata Louisa.


"Coba saya ambil ketua" kata Marco.


"Kelihatannya cukup sulit Marco, harus dicongkel"


Marco berusaha menarik batu itu, tapi seperti kata Louisa batu itu bahkan tidak bergerak sedikitpun.


Kita beri tanda saja dahulu Marco, biar nanti kita bisa menemukannya kembali dengan mudah.


Saat keduanya sampai tempat itu, Shine sudah menunggu disana. Sementara Shadow dan Light belum kelihatan.


"Menemukan sesuatu Shine?" tanya Louisa


"Sepertinya bukit ini merupakan bukit harta ketua. Hampir diseluruh sebarannya mengandung harta berharga. Tapi untuk lebih lengkapnya kita tunggu Shadow"


Cukup lama mereka menunggu sampai akhirnya Shadow dan Light datang. Wajah keduanya terlihat tersenyum cerah.


"Ketua, sepertinya anda sudah bisa mengirim pesan ke kota Topaz." kata Shadow


"Aku sudah mengirim pesan sebulan yang lalu. Mungkin besok kakak angkat akan sampai di kota Rock. Tapi memangnya apa yang kau temukan?"

__ADS_1


"Sesuatu yang luar biasa terdapat di bukit ini. Jika ketua mau tahu, kita bermalam ditempat ini. Aku malah heran mengapa penduduk desa Tock, tidak menyadari atau memperhatikan bukit batu ini"


"Kami juga memang menemukan beberapa dipermukaan tanah. Kalau soal penduduk desa, kesulitan hidup kadang membuat pikiran menjadi tumpul. Yang ada dipikiran hanya bagaimana caranya agar hari esok masih bisa makan. Saking tumpulnya sudah pikiran, mungkin jika kau tawarkan sepiring makanan dan segenggam permata, mereka akan memilih sepiring makanannya, tanpa tahu jika ia menjual segenggam permata itu, seumur hidup ia tidak pernah kekurangan makanan"


"Apa yang dikatakan ketua ada benarnya. Belum lagi karena memang kebanyakan penduduk tidak pernah menerima pendidikan apapun, bahkan sekedar bisa membaca pun hanya mampu dikuasai beberapa orang" kata Shine


"Karena itulah aku sangat berharap pada bukit ini, agar kerajaan bisa mandiri secara keuangan. Dengan demikian program pendidikan dasar untuk semua desa diseluruh wilayah kerajaan Lembah Angin bisa diwujudkan."


"Ketua, jadi bagaimana? Kita bermalam ditempat ini atau kembali ke kota Rock?"


"Kita kembali ke kota Rock. Karena besok kakak angkat tiba"


"Oh ya ketua, ada satu hal yang aku lupa katakan" kata Shadow.


"Apa itu?"


"Sekitar tiga ratus meter dari sini, ada sebuah lubang yang permukaanya selebar satu meter. Tapi aku yakin jika didalamnya lebih luas"


"Berapa meter kedalamannya Shadow?"


"Perkiraanku sekitar sepuluh meter. Tapi bisa lebih dalam, atau bisa juga lebih pendek. Tapi tidak akan terlalu jauh, paling bedanya satu atau dua meter" jelas Shadow.


"Jika begitu, kita harus lebih mempersiapkan semuanya. Kita kembali ke Rock city sekarang"


"Baik ketua" jawab mereka serempak dan berjalan menuju kuda masing masing.


Segera mereka meninggalkan bukit itu dan pergi kota Rock. Menjelang sore rombongan Louisa akhirnya tiba di Rock city.

__ADS_1


__ADS_2