Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Akhir Dendam Empat Kehidupan (1)


__ADS_3

Hari sudah malam ketika rombongan itu iba di kota Malwa. Louisa menghadap raja Tezja untuk melaporkan kedatangan mereka.


"Salam Yang Mulia."


"Selamat datang kembali puteri Lorine. Aku mendapat laporan jika operasi yang dijalankan Puteri berlangsung sukses. Atas nama kerajaan Fatma saya mengucapkan terimakasih"


"Tidak perlu berterimakasih Yang Mulia. Bagaimanapun, pangeran Lark juga terkena serangan. Ditambah Puteri Revaline merupakan calon puteri Mahkota kerajaan Lembah Angin. Sebagai sebuah keluarga, sudah sepantasnya kami juga turut membantu" kata Louisa.


"Tapi tanpa bantuan dari prajurit Lembah Angin, kami pasti kesulitan untuk menangkap mereka. Apakah motif penyerangan yang, dilakukan mereka sudah ada penjelasan puteri?"


"Mereka hanya pembunuh bayaran Yang Mulia. Yang bekerja berdasarkan pesanan seseorang. Dan mereka akan memilih mati daripada membuka rahasia penyandang dana mereka. Jadi sangat sulit mendapatkan informasi dari mereka"


"Aku hanya bingung puteri Lorine, mengapa ada yang tidak senang dengan pertunangan puteriku dengan pangeran Lark? Apakah aku pernah menyinggung orang, sehingga membuat keluarga ku dalam bahaya?"


"Dunia politik sangat kejam yang Mulia. Mungkin bukan Yang Mulia yang pernah menyinggung orang. Mungkin saja aku pernah menyinggung seseorang, dan membalasnya kepada pangeran Lark dan puteri Revaline"


"Apa yang anda katakan itu mungkin benar Puteri Lorine. Karena ini menyangkut hubungan dua kerajaan, bagaimana hukuman yang kita lakukan kepada para penjahat ini?"


"Kejadian ada di kerajaan Fatma, berlakukan saja hukum kerajaan Fatma Yang Mulia. Saya hanya minta keringanan hukuman untuk satu orang saja Yang Mulia"


"Siapa dia? Dan mengapa anda meminta keringanan hukuman untuk nya?"


"Dia salah seorang anggota Bear Arrow bernama Corla. Sewaktu proses penangkapan para pemimpin bear arrow, dia banyak membantu. Dia merupakan warga kerajaan Mordan."


"Mordan ya...? Apakah anda ingin aku membebaskan nya puteri?"


"Tidak perlu langsung membebaskannya Yang Mulia. Bagaimana pun, ia juga telah ikut andil dalam kasus penyerangan Puteri Revaline dan pangeran Lark. Jadi ia tetap harus mendapatkan hukuman juga"


"Baiklah. Saya akan mempertimbangkan nya puteri Lorine"


"Apakah masih ada yang perlu dibahas lagi Yang Mulia?"


"Sebenarnya ada. Tapi besok pagi saja kita bahas bersama dengan pangeran Lark dan juga Jendral Lucky. Puteri Lorine tentu sudah sangat lelah. Sebaiknya beristirahat dahulu"


"Jika begitu, saya pamit undur diri dahulu Yang Mulia"


"Silahkan"


Louisa keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamarnya. Ia segera membersihkan diri dan setelah selesai berbaring ditempat tidur.


Tok... tok... tok...


"Siapa?" tanya Louisa dengan malas. Ia sungguh lelah dan mengantuk sekarang.


"Ini nenek Lorine. Bisakah nenek masuk?"


"Sebentar nek" kata Louisa segera bangun dan membuka pintu.


Didepan kamar tampak nenek Eliz bersama seorang pelayan yang membawa nampan makanan.


"Nenek tahu kamu belum makan dan terlalu lelah untuk pergi ke ruang makan. Jadi nenek membawa makanan mu kemari"


"Terimakasih nenek. Nenek memang paling mengerti. Tolong letakkan di meja saja makanan nya. Nanti jika sudah selesai, biar kupanggil seorang pelayan untuk mengambil nya" kata Louisa kepada pelayan yang membawa nampan makanan


Pelayan itu meletakkan makanan nya diatas meja sesuai instruksi Louisa dan pamit dari kamar itu.


Louisa makan sambil ditemani nenek Eliz.


"Nenek dengar dari pelayan jika penjahatnya sudah tertangkap. Apakah benar demikian Lorine?"

__ADS_1


"Benar nek."


"Apakah kita bisa menangkap dalang dibalik penyerangan?"


"Sulit nek. Walaupun aku tahu siapa dalang nya, tetapu kita tidak punya bukti yang kuat. Jikapun kita punya bukti yang kuat, hanya perang antar kerajaan yang bisa menjadi solusi untuk menangkapnya"


"Apakah dalangnya pangeran jelek dari Lingkar Awan?"


"Hmm..." kata Louisa sambil mengunyah makanannya.


"Mereka sudah membuat kekacauan dimana mana. Tidakkah seharusnya kita memberi tahukan masalah ini iepada raja Tejza, Lorine?"


"Besok pagi aku berencana membahas ini dengan ayah sebelum bertemu raja Tejza. Bagaimana pun, ini hal yang sangat sensitif dan menyangkut tiga kerajaan."


"Baiklah. Sini nampannya biar nenek antar kedapur. Kau istirahat lah"


"Biar saja nampannya disini nenek. Besok pagi pelayan yang membawanya kedapur setelah membersihkan kamar ini" kata Louisa.


"Ya sudah. Nenek tidak menggangu mu lagi. Beristirahat lah" kata nenek Eliz sambil bergerak keluar kamar.


Louisa mengikuti dari belakang, setelah nenek Eliz keluar, dia kemudian mengunci pintu kembali dan segera naik ketempat tidur.


"Selamat malam Lucio. Ibu sangat merindukan mu" kata Louisa sambil memejamkan mata nya.


*****


...Louisa masih dengan pakaian perangnya dengan gembira berjalan ke istana selatan kerajaan Brazza. Itu adalah kediaman beberapa selir termasuk ibunya....


...Para pelayan yang melihat kedatangan beberapa prajurit berpakaian perang menganggukkan kepalanya melihat kedatangan mereka....


..."Tuan tuan prajurit hendak kemana? Mau menjumpai siapa?" tanya salah seorang pelayan tua memberanikan diri kepada rombongan itu....


..."Benar, tapi mengapa anda tahu nama hamba?"...


..."Pelayan Zeta, aku Louisa. Puteri dari selir Margaretta. Aku ingin mengunjungi ibuku, apakah beliau ada?"...


..."A...apa.. Ampun puteri...hamba...hamba..."...


..."Ada apa?" tanya Louisa....


..."Itu...itu..."...


..."Bicara yang jelas.. Apakah ibuku sakit? Biar kulihat keadaan nya" kata Louisa sambil berjalan ke sebuah rumah yang merupakan kediaman ibunya dahulu....


...Tapi rumah itu kosong. Walaupun tampak bersih pertanda selalu dibersihkan, tapi jelas penghuninya tidak ada lagi....


...Louisa bergegas keluar, mencari pelayan tadi....


..."Katakan dimana ibuku!"...


..."Dia...dia ..." kata kepala pelayan itu dengan terbata bata....


..."Selir Margaretta sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Beliau dimakamkan di pemakaman selir kerajaan" kata seorang perempuan yang mendatangi mereka....


..."Kenapa ibu bisa meninggal?"...


..."Sakit" jawab perempuan itu singkat....


...Louisa terduduk, air mata nya mengalir deras......

__ADS_1


..."Ibuu.... ibuu.....!!"...


Tok...tok...tok...


"Hah....hah..." kata Louisa terbangun dari tidurnya.


"Mimpi itu lagi" gumamnya.


Tok...tok...tok... kembali terdengar suara pintu diketuk.


"Ketua...ini Light. Apakah anda sudah bangun?"


"Sebentar Light" kata Louisa sambil berjalan kearah pintu dan membukanya.


"Jendral dan tuan Franklin menunggu anda"


"Sebentar, aku ganti baju dahulu" kata Louisa sambil bergegas.


Setelah selesai Louisa segera pergi bersama Light menjumpai Jendral Lucky dan kakek Franklin.


Disana juga telah ada Shine dan yang lainnya.


"Selamat pagi." sapa Louisa


"Selamat pagi sayang" jawab Jendral Lucky.


"Duduklah" kata kakek Franklin.


"Shine telah menceritakan semua. Jadi apa rencana mu selanjutnya"


"Kita tunggu keputusan raja Tezja mengenai Jhon Muel dan anggotanya."


"Jadi bagaimana dengan keterlibatan kerajaan Lingkar Awan?"


"Itulah yang mau aku diskusikan dengan ayah dan kakek. Bagaimana pendapat kalian?"


"Jika dibiarkan mereka pasti akan terus mengganggu kerajaan kita. Setidaknya kita harus memberikan mereka peringatan"


"Aku yang akan melakukan nya Jendral. Sekalian aku sendiri yang akan mengantarkannya ke kota Kapur Putih" kata Deep.


"Sebaiknya peringatan seperti apa?"


"Jendral dan tuan Franklin tidak usah khawatir. Aku yang akan mengurusnya. Aku hanya perlu bertemu Jhon Muel sekali lagi" jawab Deep tersenyum.


"Aku mengerti. Aku akan menemanimu" kata Louisa.


"Marco, nanti kau keluar. Cari dimana mayat Roseline disembunyikan anak buah pangeran Hurex. Tapi ingat kau harus hati-hati. Sebelum hari sore aku ingin sudah ada laporan"


"Baik ketua. Aku langsung berangkat sekarang" kata Marco dan pergi dari tempat itu.


"Apakah kau yakin jika istri nya Jhon Muel dibunuh?" tanya kakek Franklin.


"Sangat yakin. Dan anak buah pangeran Hurex masih disini, menunggu hukuman mati untuk Jhon Muel. Dan saat dia muncul, Deep itu menjadi tugasmu"


"Pasti ketua. Orang itu akan menjadi salah satu cendramata untuk pangeran Hurex"1


.


..

__ADS_1


__ADS_2