Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Cerita Jun dan Yesa


__ADS_3

Jhon Muel naik ke lantai dua bangunan itu. Kedatangannya di sambut senyuman Roseline.


"Sayangku selamat datang. Aku sangat merindukanmu" kata nya sambil berjalan mendekati Jhon Muel.


"Aku juga sangat merindukan isteri ku."kata Jhon Muel kemudian memeluk dan mencium Roseline. "Apakah kau bersenang senang selama aku pergi?" tanyanya.


"Lumayan, tapi uang dari mu sudah habis"


" Tidak apa apa. Dimana adik mu? Tidak jadi datang?"


"Sudah pulang kemarin"


"Jadi dari kemarin kamu sendiri? Kasihan isteri ku"


"Makanya aku sangat senang kamu akhirnya pulang"


Saat mereka sedang berbincang sambil melepaskan rindu karena kepergian Jhon Muel ke hutan kabut...


Tok... tok...


"Siapa?"tanya Jhon Muel dengan nafa tidak senang, karena kemesraan nya fengan Roseline terganggu.


"Saya tuan" terdengar suara seorang pelayan dari balik pintu.


"Ada apa?" tanya Jhon Muel tanpa membuka pintu


"Tuan muda Sony dan Vaio telah menunggu di ruangan anda"


"Suruh untuk menunggu sebentar. Aku akan segera kesana" jawab nya.


"Baik tuan"


"Sayangku, nanti kita lanjutkan lagi. Aku harus mengurus beberapa hal terlebih dahulu. Kamu segeralah bersiap, pakai baju cantikmu. Aku ingin mengajakmu makan diluar."


"Baiklah suami ku"


Jhon Muel pergi ke ruang kerjanya. Masih di lantai dua juga. Tapi antara ruang kerjanya dan ruang keluarga ada sebuah ruang terbuka yang memisahkan nya.


Saat memasuki ruang kerjanya, tampak didalamnya sudah ada dua orang menunggu kedatangan nya.


"Sudah lama menunggu?"


"Belum ketua" jawab keduanya serempak.


"Aku ada tugas untuk kalian. Terserah kalian mau bekerjasama atau bekerja sendiri sendiri. Yang aku mau, hasil secepatnya. Karena menurut perhitungan ku waktu kita tidak banyak"


"Tugas apa itu ketua?" tanya Vaio


"Cari informasi tentang keadaan istana saat ini. Aku dapat informasi jika dalam waktu dekat, Puteri Revaline akan segera bertunangan. Kalian harus mencari tahu kapan tanggal pesta pertunangan nya dan di bertunangan dengan siapa"


"Itu saja ketua?"


"Alangkah baiknya jika kalian bisa tahu juga kebiasaan puteri Revaline. Jika telah mendapatkan informasi yang diinginkan, segera laporkan pada saya"


"Siap ketua"


"Kalian boleh pergi"


Saat kedua sudah hampir keluar dari ruangan itu...


"Tunggu..."


"Apa lagi ketua?"


"Besok malam paling lama aku sudah harus mendapatkan informasi nya"

__ADS_1


"Baik ketua"


"Ketua..."


"Apa?"


"Bisakah saya minta upah dimuka?" tanya Jun


"Kau tidak punya uang lagi?"


"Sudah seminggu ini saya tidak mendapat tugas. Uang saya habis. Untuk informasi ini, sepertinya saya harus membayar makan seseorang"


"Ini, terimalah. Sisanya setelah pekerjaan itu selesai" kata Jhon Muel menyerahkan dua kantong uang.


"Terimakasih kasih ketua" kata keduanya serempak.


Keesokan paginya, tampak lima orang pelayan istana sedang berbelanja sesuatu. Mereka adalah pelayan dari permaisuri Lila.


Saat mereka sedang sibuk memilih beberapa bahan, seorang pria berjalan terburu-buru dan tidak sengaja menyenggol salah satu dari pelayan itu membuat buah yang tadinya dia pegang terjatuh.


"Kalau jalan lihat lihat! Jangan main tabrak saja.." kata pelayan itu dengan marah.


Pria itu memungut buah yang jatuh tadi, dan mengembalikannya kepada pelayan itu.


"Maaf nona, saya tidak sengaja. Ini buahnya...eh, kamu Yesa bukan?" tanya pria itu tiba-tiba


"Iya saya Yesa. Kamu siapa?" tanya pelayan itu sedikit bingung.


"Saya Jun, kita berasal dari desa yang sama. Saya teman kakak keduamu." kata pria itu tersenyum.


"Kak Jun... Apa kabar? Sedang apa kakak di Malwa?"


"Ha...ha... Bagaimana jika berbincang sambil minum segelas teh? Kamu tidak ingin memperkenalkan teman teman mu?"


"Salam kenal tuan Jun" jawab para pelayan itu serempak.


"Salam jumpa nona nona sekalian. Jika diijinkan, boleh kah saya meminjam teman kalian sebentar?"


"Tentu. Tidak masalah.. "Jawab salah seorang pelayan itu, dia merupakan seorang pelayan senior.


"Terimakasih senior. Kami hanya minum di kedai itu" kata pelayan Yesa lagi.


"Nanti selesai berbelanja, kami akan menjemput mu sebelum kembali ke istana"


"Baik senior"


Keempat pelayan itu kembali melanjutkan belanja mereka. Sementara pelayan Yesa dan pria bernama Jun itu berjalan menuju sebuah kedai kecil.


"Selamat datang tuan muda dan nona" sambut pelayan kedai itu ramah.


Keduanya hanya tersenyum dan memilih meja yang berada agak kesudut, dimana tidak terlalu ramai.


"Mau pesan apa tuan muda dan nona?" tanya pelayan kedai itu.


"Adik Yesa mau pesan apa?" tanya Jun


"Bawa teh dan makanan kecil kalian saja" jawab pelayan Yesa.


"Baik. Tuan muda?"


"Disamakan saja"


"Tunggu sebentar tuan muda dan nona" kata pelayan kedai itu dan pergi menyiapkan pesanan.


"Aku tidak menyangka kita bisa bertemu disini.." kata pelayan Yesa.

__ADS_1


"Kakak juga tidak menyangka. Apa lagi adik Yesa bekerja di istana. Pasti pekerjaan yang sangat menyenangkan."


"Lumayan kak Jun. Aku salah satu pelayan permaisuri Lila. Kak Jun bekerja dimana sekarang?"


"Kakak bekerja pada sebuah organisasi pengawalan"


"Hebat dong kakak" puji pelayan Yesa.


"Hebat kenapa?"


"Berarti kakak bisa beladiri kan?"


"Benar."


Saat mereka tengah berbincang pelayan kedai itu kembali datang dengan membawa pesanan mereka.


"Silahkan tuan muda dan nona"


"Terimakasih"


"Kakak mendengar rumor kalau Puteri Revaline mau bertunangan. Apa benar dik Yesa?"


"Benar kak. Kurang dari tiga minggu lagi. Mungkin beberapa hari lagi, pihak istana akan membuat pengumuman resmi"


"Calon tunangannya bangsawan mana?"


"Bukan bangsawan, tapi putera Mahkota kerajaan Lembah Angin. Makanya kami sekarang cukup sibuk mempersiapkan segala sesuatunya."


"Jadi belanja kalian juga berhubungan dengan pesta itu?"


"Benar. Permaisuri Lila meminta kami membantu Selir kedua mempersiapkan pesta"


"Apa pangeran itu sudah di istana sekarang?"


"Belum. Pangeran itu belum datang. Puteri Revaline termasuk beruntung mendapatkan pangeran itu."


"Kenapa?"


"Sebelumnya Puteri Revaline pernah dilamar kerajaan Yard untuk menjadi selir salah satu pangeran. Tapi Yang Mulai Raja Tejza menolak nya. Ternyata beliau menunggu lamaran ini"


"Terus beruntung nya daru mana?"


"Kalau saja tadinya Puteri Revaline menikahi pangeran dari Yard, paling kedudukannya menjadi Selir. Sedangkan ini menikah dengan seorang putera mahkota, tentu kedudukannya nantinya menjadi permaisuri"


"Belum tentu dik Yesa"


"Kenapa belum tentu?"


"Adik mungkin tidak pernah mendengar s4buah rumor istana."


"Rumor apa?"


"Isteri pertama Yang mulia raja Tejza sebenarnya Selir kedua. Tapi karena selir kedua sempat keguguran, jadi yang melahirkan pertama kali justru permaisuri Lila. Apalagi yang lahir seorang pangeran. Jadi posisi isteri pertama diberikan kepada permaisuri Lila"


"Apa? Aku baru mendengar kabar itu" kata pelayan Yesa terkejut.


"Bahkan ada rumor lebih rahasia lagi"


"Apa itu kak?"


"Berjanjilah jangan mengatakan ini kepada siapa pun. Karena informasi ini benar benar rahasia"


"Iya, Yesa berjanji"


"Kakak pernah mendengar dari majikan kakak sebelumnya, jika yang menyebabkan selir kedua keguguran adalah karena diracun permaisuri Lila" kata Jun setengah berbisik.

__ADS_1


__ADS_2