
"Terima kasih. Tapi kami hendak makan dahulu.." kata leluhur Kendrick saat matanya melirik seseorang yang ada restoran yang ada di penginapan itu.
Tanpa ragu leluhur Kendrick berjalan kedalam restoran, dan 'tanpa sengaja' ia ditabrak seseorang yang baru berdiri hendak meninggalkan sebuah meja.
Ia terlihat goyang dan mau jatuh, membuat Lion dan Hwak terkejut karena mereka berdua sangat tahu kemampuan leluhur Kendrick dan tabrakan seperti itu tidak akan berpengaruh kepadanya.
"Tuan, anda tidak apa-apa? Maaf saya terlalu tergesa dan tidak melihat anda" tanya orang yang menabraknya panik dan berusaha membantu.
"Tidak apa-apa anak muda. Itu juga salah saya, karena tidak melihat jalan saya" jawab leluhur Kendrick dengan tenang.
"Saya jadi tidak enak, begini saja. Saya akan merasa senang jika Tuan dan nyonya mau makan dengan saya. Pelayan..." katanya memanggil pelayan tanpa menunggu persetujuan leluhur Kendrick.
Seorang pelayan datang tergesa..
"Iya, pangeran.."
"Tolong tambah kursi untuk meja saya. Biarkan Tuan dan Nyonya ini bergabung dengan saya" pintanya
"Baik, pangeran.." kata pelayan itu dan segera bergerak mengatur ulang meja itu serta menambah satu kursi lagi.
Tadinya meja itu untuk empat orang, dan pria yang dipanggil pangeran itu mempunyai satu orang bersamanya. Setelah mengundang leluhur Kendrick dan lainnya untuk makan bersama,mereka kekurangan satu kursi tambahan.
"Silahkan duduk... Saya permisi sebentar.." katanya menuju ruang belakang restoran.
"Perkenalkan saya Hang, saya teman dari pangeran ke lima Natjo.. Sepertinya Tuan dan Nyonya berasal dari tempat yang jauh" kata pria yang bersama pangeran itu.
"Salam Tuan Hang. Perkenalkan pria tua ini Kendrick, dan ini rekan seperjalanan saya Lion dan Hwak. Kami bertiga adalah pengelana" kata leluhur Kendrick sambil tersenyum.
"Pengelana?" tanya Pangeran Natjo yang baru datang sambil menarik kursinya.
"Maaf sebelumnya, saya tidak tahu jika anda adalah seorang pangeran." kata leluhur Kendrick pura pura merasa bersalah.
"Ah, Tuan Kendrick. Itu biasa saja. Pada dasarnya kita semua sama saja. Kita masih sama sana manusia. Anda seorang pengelana?" kata pangeran Natjo penasaran
"Iya benar pangeran." kata leluhur Kendrick
Pembicaraan berhenti karena kedatangan beberapa pelayan yang membawa makanan untuk mereka dan menghidangkannya
"Silahkan Tuan dan nyonya. Tidak usah sungkan.. " kata pangeran Natjo
"Kami tidak akan sungkan pangeran" kata Lion.
Mereka akhirnya makan dengan cepat, tapi tetap terlihat sopan dan elegan. Melihat cara makan ketiganya, pangeran Natjo dan Hang tahu jika ketiganya bukanlah pengelana biasa. Cara makan mereka menunjukkan cara makan seorang bangsawan.
"Tuan Kendrick sudah berkelana kemana saja?" tanya penasaran
__ADS_1
"Hampir seluruh benua sudah kujalani.. tapi benua Selatan masih beberapa tempat. Itu tempat terekstrim yang aku tahu. Perubahan cuaca disana terlalu mengerikan.." kata leluhur Kendrick
"Iya, aku juga mendengar hal itu. Almarhum Kakekku juga seorang pengelana, dan beliau sakit setelah pulang dari sana" katanya seolah mengingat ingat
"Maksud pangeran, kakek anda siapa?" tanya leluhur Kendrick
"Tentu saja Yang Mulia Raja Mehtu Kundro." jawab pangeran Natjo
"Almarhum?"
"Beliau sudah meninggal Tuan Kendrick. Sudah lima belas tahun yang lalu."
"Ah...tidak mungkin. Beliau adalah sahabatku. Aku tadinya ingin bertemu beliau." kata leluhur Kendrick terlihat sedih.
Lion dan Hwak terkejut. Sebelum datang ke kota Tapis, jelas jelas leluhur Kendrick sudah mengatakan jika Raja Mehtu sudah meninggal. Jadi untuk apa sandiwara ini?
"Jadi anda adalah sahabat kakek? Kapan kalian terakhir kali bertemu tuan?"
"Delapan belas tahun yang lalu, saat aku berkunjung kekota ini. Waktu sudah sangat lama berlalu.." katanya seolah menyesalinya.
"Anda pernah melakukan petualangan bersama?"
"Iya. Kami biasanya membuat perjanjian untuk bertemu disuatu tempat. Tempat terakhir yang kami jelajahi bersama adalah distrik Snow di benua utara. Itu dua puluh tahun yang lalu.." kata leluhur Kendrick berusaha mengingat ingat
"Iya dan tidak. Iya karena sudah lama tidak bertemu. Tidak karena aku memang ada keperluan kemari. Jadi siapa Raja saat ini?"
"Masih ayahanda Raja Clould. Anda Ingin bertemu ayahanda?"
"Benar. Jika Yang Mulia mengijinkan"
"Aku bisa meminta jadwal pertemuan untuk anda. Kebetulan sore ini, aku ada janji dengan ayahanda"
"Kebetulan jika begitu. Karena kedatanganku sekarang mewakili kerajaanku, tolong berikan saja surat resmi dariku" kata leluhur Kendrick sambil merogoh sakunya.
Ia mengeluarkan sebuah gulungan surat dengan segel materei kerajaan Gordon.
Pangeran Natjo menerima gulungan surat itu, dan melihatnya sekilas sebelum menyimpannya.
"Jadi Tuan Kendrick berasal dari Kerajaan Gordon ?"
"Benar. Aku sama dengan kakekmu, Raja Mehtu. Sudah bertahun tahun hanya ada dibelakang istana. Sekali ini harus menangani urusan istana lagi untuk sementara. Sungguh mengganggu petualanganku.." katanya sedikit kesal.
"Ha...ha... Tuan Kendrick, itulah enaknya masih ada kalian para tetua. Masih ada yang bisa kami mintai pertolongan saat yang muda ini mengalami kesulitan...ha...ha..." katanya sambil tertawa.
"Anda benar juga pangeran..." kata Hwak.
__ADS_1
"Baiklah. Aku harus melanjutkan pekerjaanku sebelum orang tua itu menceramahi.. Jadi kemana nantinya surat undangan pertemuan kami serahkan tuan?"
"Kemari saja pangeran. Kebetulan kami menginap di penginapan ini. Ini no kamarku.." katanya menunjukkan kunci kamarnya
"Baiklah. Kami permisi Tuan dan Nyonya. Pelayan, masukkan semua ketagihanku" katanya kepada pelayan
"Baik. Mari pangeran..." kata pelayan itu sambil membawanya ke kasir.
.
.
Setelah kepergian pangeran Natjo dan temannya..
"Tuan, bagaimana bisa begitu kebetulan?" tanya Hwak
"Aku telah meramal sebelumnya jika kita akan bertemu salah satu pangeran di penginapan ini.... ha...ha... Bukan.. sebelumnya Tuan Muesa sudah memberi informasi jika salah satu pangeran selalu makan siang di restoran ini. Dan saat kita tadi memesan kamar, kebetulan aku melihatnya.."
"Dari mana..?"
"Aku tahu? Tentu saja jubah kerajaan yang dipakainya" katanya dengan tersenyum.
"Oh.."
"Jika kita melewatkan kesempatan, terpaksa menunggu esok hari. Atau mengirim salah satu dari kalian mengantar surat ke istana yang belum tentu secepat itu sampai ditangan Raja Clould. Bagaimanapun beliau memiliki banyak urusan.. dan kita mungkin akan menunggu lebih lama" kata leluhur Kendrick
"Kira kira kapan undangannya datang, Tuan ?"
"Besok pagi sudah datang... Jadi mari kita istirahat dahulu. Jika nanti kalian ingin melihat lihat kota, lakukan malam hari saja. Biasanya ada pertunjukan kecil di alun alun kota setiap malam. Pergi saja, aku tidak perlu di panggil" kata leluhur Kendrick
"Makan malam anda?"
"Biar nanti aku pesan pelayan agar membawanya ke kamar.."
.
.
Di istana Tapis sore hari
"Jadi semua sudah berjalan lancar tanpa ada halangan lagi, ayahanda." kata pangeran Natjo
"Iya. Aku sudah melihat laporan yang kau berikan tadi pagi. Sangat bagus.. ayahanda sangat senang dengan pekerjaanmu sekali ini" kata Raja Clould
"Oh ya, ayahanda. Tadi aku bertemu dengan seorang pria tua yang mengaku sebagai sahabat almarhum kakek"
__ADS_1