
"Mengapa bukan kapten Gluen atau kapten Kenn yang ikut mereka ketua?" tanya Light.
"Apa kamu tadi tidak memperhatikan? Bertarung mungkin ia tidak seberapa kuat. Tapi tentang kelincahan dan kecepatan, dia paling kuat diantara mereka bertiga" kata Shine
"Benar nona. Di antara prajurit elit kerajaan Fatma, dalam hal kecepatan belum ada yang bisa menandingi nya" kata Kapten Gluen.
"Karena itu, jendral meminta ia ikut dengan kita"
"Jika dilatih dengan benar, prajurit Floe bisa menjadi prajurit yang luar biasa" kata Shine.
"Maksud anda senior?"
"Nanti aku bicarakan ini dengan Jendral Yufra dan Yang Mulia Raja Tejza. Jika mereka mengijinkan, kami akan membawa Floe ke Lembah Angin untuk dilatih secara khusus. Hanya dalam waktu satu tahun, aku yakin kemampuan nya setara denganku, kecuali dalam hal mantera." kata Louisa
"Aku yakin baik Yang Mulia maupun Jendral akan menyetujui nya puteri."
"Kita lanjutkan perjalanan. Tetap waspada"
*****
Ditempat lain, tepatnya ditengah kawasan hutan kabut.
"Salah satu jebakan terbuka. Berarti mereka sudah dekat. Tuan, sebaiknya kita lari sekarang. Biarkan anggota kita menghadapi mereka" kata Arbe ketua kelompok Bear Arrow.
"Jadi anggota mu kita tinggalkan?" tanya Jhon Muel.
"Biar mereka menjadi tumbal untuk kita, agar kita punya kesempatan melarikan diri. Jika kita tertangkap, hanya satu hasilnya hukuman mati"
"Ayo bergegas jika begitu. Kita ambil jalan mana?"
"Ikuti aku. Aku tahu jalan tercepat ke Kerajaan Lingkar Awan. Jika tidak ada halangan, besok kita akan sampai"
"Oke, aku ikut pengaturanmu. Asal kita tiba di Lingkar Awan, kita akan selamat. Pangeran Hurex telah berjanji melindungi kita"
Dengan diam diam Jhon Muel, Arbe dan delapan anggota lainnya meninggalkan pemukiman itu. Mereka yang pergi adalah yang menghuni sebuah rumah paling besar. Sementara anggota lainnya tidur nyenyak tanpa tahu bahaya mendekati mereka.
*****
Deep, Marco dan Floe berlari dengan kecepatan tinggi. Menerobos semak, melompat diantara pepohonan.
Sambil menghindari beberapa jebakan dan melemparkan tanda pada setiap jebakan yang mereka temukan. Hal ini mereka lakukan agar rombongan yang ada dibelakang mereka langsung melihat jebakan itu dan bisa menghindarinya.
Karena mereka tidak perlu menahan kecepatan seperti sebelumnya saat bersama rombongan, sepuluh menit kemudian mereka telah sampai disebuah kawasan yang agak berbeda dengan hutan sebelumnya.
"Cukup luas. Perkiraan ku sekitar lima atau enam hektar" kata Deep.
"Lihat di sebelah sana seperti tempat latihan memanah" kata Floe sambil menunjuk ke satu arah.
__ADS_1
"Kau benar. Berarti memang ini tempatnya. Ada beberapa bangunan"
"Tapi kita tidak tahu apakah ada penghuninya atau tidak jika tidak mengeceknya secara langsung" kata Floe.
"Tidak perlu" jawab Marco cepat.
"Jadi bagaimana?"
Deep memejamkan matanya dan merapal mantera.
"Ada sepuluh bangunan. Tapi hanya ada sembilan berpenghuni."
"Berapa orang jumlah mereka?"
"Delapan puluh lima orang"
"Dari mana Senior tahu?" tanya Floe yang bingung melihat Deep hanya memejamkan mata tapi tahu jumlah musuh.
"Dia punya kemampuan untuk itu" kata Marco, tanpa menjelaskan Deep merapal mantra. Karena itu menurutnya tidak penting.
"Harus kah kita kembali atau menunggu disini kedatangan yang lainnya?"
"Aku kembali, sembari menghancurkan jebakan jebakan agar mempermudah gerakan rombongan. Kalian awasi tempat ini, jika ada sesuatu yang tidak beres segera beri tanda" kata Marco.
"Iya."
Marco kembali berlari menuju rombongan besar mereka. Sambil berlari ia menghancurkan jebakan jebakan yang dilihatnya.
*****
Tapi orang itu terlanjut menyentuh tanda itu, membuat puluhan anak panah menyerang nya dengan beruntun. Ia berusaha berkelit, tapi tidak bisa menghindar sepenuhnya.
Slab..slab...slab..
"Aaachh..."teriaknya menahan sakit
Tiga buah anak panah menancap ditubuhnya. Untungnya bukan organ vital yang terkena.
"Huh... mengapa kemampuan mereka serendah itu? Buat kesal saja." kata Light.
"Mereka hanya berada di lapisan lima Light. Wajar jika kelincahan tubuhnya masih kurang. "
"Tapi masa dia tidak bisa merasakan bahaya? Apa dia tidak punya insting didalam tubuhnya? Malu aku menyebut mereka anggota the power of night"
"Sudahlah Light. Selesai tugas ini, kita bawa mereka ke desa Alma. Kau bisa menghajar mereka sepenuh tenaga"
"Itu jika mereka masih bisa pulang. Jika mereka mati disini, aku tidak punya kesempatan menghajar anggota bodoh itu." kata Light kesal
__ADS_1
"Jika begitu, berusahalah sekuat tenaga. Lindungi mereka, agar nanti kau punya kesempatan menghajar mereka." kata Shadow sambil tersenyum.
"Shadow...!!"
Louisa dan Shine tertawa melihat tingkah Shadow dan Light.
"Kemampuan mereka memang belum cukup untuk medan seperti ini. Tapi dengan membawa mereka kemari, itu akan meningkatkan wawasan mereka tentang medan pertarungan yang sebenarnya" kata Shine.
"Kamu benar Shine. Tapi tabib kita cukup cekatan juga. Walaupun dia hanya berasal dari keluarga cabang, tapi kemampuan nya sangat mengagumkan"
"Seseorang datang. Bersiap mana tahu musuh!" teriak salah seorang pajurit.
"Tahan, ini aku ketua " teriak orang yang dapat dari balik kabut.
Matahari mulai terbit, meninggalkan berkas berkas cahaya di antara rimbunnya pepohonan.
"Bagaimana keadaan didepan?"
"Memang benar ada pemukiman mereka didepan. Semua ada sepuluh bangunan. Tapi sepertinya hanya sembilan yang berpenguni, karena satu bangunan kosong. Mungkin semacam gudang?"
"Kita akan mengetahui setelah sampai disana. Apakah itu tempat terbuka atau tertutup pepohonan?:
"Dikompleks itu tanah terbuka. Kondisi nya memang sedikit unik ketua. Disana keadaannya lebih hangat daripada disini"
"Berarti apa yang dikatakan pelayan istana itu adalah benar. Bagaimana keadaan anggota kita yang terluka?"
"Sudah diobati ketua"
"Kita bergerak sekarang. Hari sudah mulai terang, akan lebih sulit melakukan penyergapan jika mereka sudah bangun"
Rombongan itu kembali bergerak. Tidak butuh waktu yang lama mereka tiba ditujuan.
"Bagaimana strategi yang kita lakukan ketua?"
"Pengepungan. Kita harus memastikan tidak ada yang lolos. Shine buat formasi empat mata angin. "
"Bagaimana tim penyerang?"
"Setiap mata angin terdiri dari sepuluh anggota sebagai penjaga, berjaga jaga jika ada yang mencoba melarikan diri. Setiap tim penyerang terdiri atas lima orang. Jika bisa, usahakan jangan membunuh mereka. Lumpuhkan saja. Biar nanti hukum Fatma berjalan. Semua dengar"
"Dengar ketua"
Shine langsung membagi kelompok. Karena anggota the power of night yang ikut hanya berada dilapisan empat dan lima, mereka ditempatkan di formasi mata angin dan digabung dengan pasukan khusus kerajaan Lembah Angin sebagai ketua.
Mereka bergerak dengan hati hati menuju posisinya masing masing. Setelah memastikan semua siap...
"Serbu..!." teriak Deep.
__ADS_1
Pintu pintu bangunan di dobrak membuat penghuninya yang masih terlelap langsung melompat dari posisi tidurnya.
"Kita diseranggg!!" ada seseorang yang berteriak membuat semua penghuninya langsung terjaga dan berusaha meraih senjatanya masing masing.