Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pertemuan terakhir (dengan Lorine)


__ADS_3

"Bagaimana aku tidak marah, kamu tiba tiba saja mengambil alih kesadaranku?"


Ternyata saat melihat Reneisme terluka dan jatuh akibat serangan kepala bandit, Louisa seperti orang yang kerasukan. Ya benar, jiwa Lorine yang sedikit tersisa dan tertidur jauh didalam kesadaran tubuhnya yang didiami Louisa, tiba tiba terbangun dan marah. Bagaimanapun ikatan jiwa diantara mereka sudah seperti ibu dan anak.


"Maafkan aku, Louisa"


"Aku tahu ini adalah tubuhmu, tapi setidaknya kamu bisa memberitahukan padaku. Apa lagi mantra tornado bekumu, menghabiskan semua energiku."


"Sekali lagi aku minta maaf, dan mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita. Karenanya aku ingin menyampaikan beberapa hal padamu"


"Apa maksudmu pertemuan terakhir? Jelaskan padaku. Apa kamu akan menghilang selamanya? Dan bagaimana dengan semua ingatanmu, apa akan ikutan menghilang juga?" tanya Louisa panik.


"Aku seharusnya tidak bisa lagi menguasai tubuh ini secara penuh seperti tadi, apalagi menggunakan mantra. Itu menghancurkan rohku yang sedikit tersisa. Jadi setelah ini, aku akan berenkarnasi kembali. "


"Apakah kita akan bertemu kembali?"


"Kuharap begitu Louisa, dan semoga ada sedikit ingatan yang akan kubawa agar aku mengingatmu"


"Oh Lorine bodoh. Mengapa kau melakukannya? Jadi seluruh ingatanmu akan hilang juga?"


"Tidak. Ingatan itu akan tetap ada padamu. Dengarkan aku, jika kamu mau tahu tentang Louisa Balley serta hubungannya denganmu, kamu harus menjumpai kakek Jhonatan Bruswick. Kukira ia tahu sedikit rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain"


"Apa? Kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku waktu itu. Bahkan ibupun tidak menceritakan apapun tentang selir agung"


"Kukira aku masih punya kesempatan lain Louisa dan mengenai ibu, beliau memang tidak tahu. Lagi pula kamu memang harus menjumpai kakek Jhonatan, agar beliau atau Nenek Eugine bisa mengajarimu mantra mantra keluarga Bruswick. Kamu juga harus melatih tubuh ini, agar lebih kuat"


"Siapa yang bisa melatihku? Ibu Ren?"


"Ibu tidak terlalu banyak menolong latihanmu. Beliau tidak akan tega bila melihatmu kelelahan, tapi minta Shine agar melatihmu lagi. Dari awal beliau adalah guru yang hebat. Kamu bisa bertanya nanti padanya saat sadar"


"Kedua selesaikan tugasku. Bangun Lembah angin, saat nanti melewati perbatasan kamu akan melihat perbedaan perkembangan sebuah wilayah bagaikan perbedaan langit dan bumi"


"Jika memungkinkan tolong awasi Gordon dari jauh dan bantu mereka semampumu, bagaimanapun kerajaan Gordon adalah rumah kedua bagiku."


"Akan kuusahakan, tapi aku tidak berjanji. Hanya karena itukah atau karena cintamu pada Peter?" selidik Louisa.


"Aku memang masih mencintai Peter tapi aku juga membencinya, dan aku tidak bisa memaksamu kembali padanya jikapun ia memintamu kembali nanti. Tapi juga ini karena sebuah janji pada salah satu leluhur keluarga Henry, mungkin suatu saat ia akan menemuimu"


"Artinya beliau masih hidup?"


"Hemmm. Aku sudah harus pergi, jaga diri baik baik Louisa. Aku titip semua orang yang kukasihi padamu."


"Aku berjanji akan berusaha yang terbaik Lorine"


Mereka saling berpelukan sebagai tanda perpisahan. Tapi saat akan menghilang menjadi butiran cahaya, Lorine berbisik pelan.

__ADS_1


"Terimakasih telah memberikanku hadiah istimewa untuk perpisahan kita Louisa. Jaga aura kehidupan yang tumbuh di rahimmu, ia sangat berharga..."


*****


Louisa tersadar dari mimpinya.


"Ouch.. dimana aku?"pikirnya sambil memegang kepalanya.


"Ketua anda sudah bangun?" tanya Light yang sedari tadi menemaninya.


"Light, berapa lama aku pingsan?"


"Sekitar dua jam ketua"


"Dimana yang lain?"


"Sedang makan malam. Mari ketua kita kesana"


Louisa bangun dibantu Light. Bersama mereka menuju rombongan yang duduk disekitar api unggun.


Shine yang tengah asik bercerita dengan Landen, berdiri begitu melihat Louisa datang.


"Ketua anda sudah bangun? Mari silahkan duduk"


"Nona ini, silahkan dimakan" katanya .


"Terimakasih Jen. Bagaimana keadaan ibu Ren?"


"Beliau sudah makan, dan sudah diobati Nyonya Sofia. Sekarang ada ditenda sedang beristirahat dengan nyonya Sofia"


"Ok. Nanti aku akan datang menemuinya"


Louisa makan dengan lahap, karena ia memang sangat lapar.


"Shine, jelaskan padaku"kata Louisa sambil mengunyah makanannya.


"Makan dulu Ketua. Nanti anda tersedak. Selesai makan baru kita bicara" jawab Shine santai.


"Aku juga bingung, kenapa tiba tiba mereka ada disini. Aku tanya Shine, dia malah bertanya kenapa aku hanya membawa dua puluh lima pengawal" kata Landen kesal


"Anda tahu tuan Landen, Raja Peter jika bepergian keluar kota paling sedikit membawa lima puluh prajurit, bukan hanya pengawal biasa seperti anda. Dan paling tidak seorang jendral akan mengikutinya"


"Tapi aku bukan raja, Shine. Aku hanya kepala distrik."


"Ha...ha .. Tapi sebentar lagi Anda akan menjadi raja. Sudah seharusnya anda meningkatkan kwalitas maupun jumlah pengawal anda tuan Landen"

__ADS_1


" Dari Lembah Angin aku hanya membawa lima belas orang pengawal, yang sepuluh orang lagi tambahan dari jendral Lucky. Dan bagi seorang kepala distrik dengan wilayah yang miskin, itu sudah suatu kemewahan. Dan yang akan menjadi raja bukan aku, tapi Lorine yang akan menjadi Ratu" jawabnya ketus.


"Ha...ha.. aku sangat mengenal Ketua, tuan Landen. Beliau tidak akan mau mengambil jabatan itu. Maka andalah yang menjadi raja. Persiapkan diri anda" kata Shine semakin menggoda Landen.


Wajah Landen masam. Saat ia hendak membantah Shine kembali Louisa telah selesai makan.


" Shine mulai laporannya" katanya menghentikan debat mereka.


"Sebenarnya sewaktu kalian masih di Green Forest city, Deep melihat tiga orang mencurigakan yang sepertinya memata matai kalian. Karenanya dia mengikuti mereka pergi. Ketiga orang itu pergi ke arah Long Forest. Setelah kira kira tiga kilometer masuk kedalam hutan, Deep kehilangan jejak mereka. Saat kalian beristirahat malam harinya, Deep kembali merasakan kehadiran orang yang sama tapi jumlahnya sedikit lebih banyak. Dan lagi lagi mereka pergi kembali memasuki hutan. Deep melapor kepadaku, karena suasana gelap kami memutuskan melindungi kalian dari pada mengikuti pergerakan mereka."kata Shine


"Lanjutkan" kata Louisa saat melihat Shine berhenti bicara.


"Pada pagi harinya, setelah kalian berangkat kembali, kami memutuskan mencari jejak mereka kembali. Setelah lewat siang, baru kami temukan keberadaan kelompok mereka. Mereka mendirikan markas sekitar lima belas kilometer didalam hutan. Jumlah mereka yang ada di hutan sekitar lima puluh orang"


"Lima puluh orang? Sebanyak itu, jadi jika mereka menyerang kami semua kami pasti sudah habis dibantai"kata Landen bergidik ngeri.


"Bukan Tuan Landen, lima puluh orang itu tidak termasuk orang yang menyerang kalian"


"Apa?!"


"Menghabisi lima puluh orang memerlukan waktu yang lebih lama dari perkiraan kami berlima. Pada akhirnya setelah hanya meninggalkan dua orang bandit, Deep baru mengintrogasi mereka. Dari dua orang terakhir kami tahu, ternyata malam setelah mengintai kalian, mereka langsung menggerakkan tiga puluh lima anggotanya untuk menyergap kalian ditempat ini"


"Jadi mengapa kalian datang terlambat?"tanya Landen lagi.


"Kami baru selesai mengintrogasi ketika hari mulai gelap, dan perlu waktu dua jam bagi kami untuk sampai ditempat ini"


"Jadi dimana mayat mereka, kita harus melaporkan hal ini kepada kepala kota berikutnya?" kata Louisa


"Kami tinggalkan dihutan, tapi markas mereka kami bakar"


"Bagaimana dengan bandit yang ada disini?"


"Dua puluh orang meninggal, selebihnya terluka dan sudah diikat Marco dan kepala pengawal. Perlu kita introgasi lagi ketua?"


"Ok. Temani aku, ada yang ingin aku tanyakan pada mereka"


"Sebelum kalian pergi katakan padaku, mengapa Raja Peter sekalipun merasa kesulitan meringkus mereka sampai harus bekerja sama dengan kerajaan Mordan?"


"Kalau paman mau tahu, ayo ikut biar Paman tahu jawabannya" jawab Louisa tersenyum.


"Ah kamu ini sama saja dengan Shine, tapi baiklah aku ikut"


Mereka berjalan menuju kesebatang pohon, dimana dibawahnya para bandit yang telah diikat dibiarkan duduk dengan pengawalan sejumlah pengawal dan anggota The power of night.


>

__ADS_1


__ADS_2