
"Awas ya jika terjadi sesuatu pada cucu kesayanganku. Akan kupukul kepala ayah mertuamu. Berani sekali ia membohongiku, sehingga aku tidak jadi ikut ke Gordon.."
"Kan tadi sudah dibilang kak Lark jika kakak sepupu baik baik saja nenek."
Mendengar suara itu secara refleks semua kepala menoleh kearah pintu luar.
"Ibu..." kata Landen.
"Ibu mertua"kata Sofia tersenyum kecut.
"Nenek..." kata Louisa dan Sola bersamaan.
"Cucuku...." katanya berjalan cepat ke arah Louisa. Ia memeluk Louisa dengan erat, dan mengabaikan yang lain.
"Ukh..., nenek lepass...dulu..aku ..sulit bernafas...ukhh" kata Louisa terbata karena sulit bernapas.
"Ah...maaf sayangku. Nenek terlalu merindukanmu"
"Nenek duduk dulu."
"Ini semua karena paman dan bibimu. Mereka menipuku, awas saja kalian berdua ya. Berani kalian membohongi orang tua" katanya dengan tatapan mengancam melihat Landen dan Sofia.
Sementara yang dilihat hanya tersenyum kecut, membuat Louisa sedikit bingung.
Sedangkan Sola yang sudah terlebih dahulu tahu persoalannya, merangkul lengan nenek Eliz dan berkata
" Nenek jangan marah lagi. Yang tetap terpentingkan, kakak sepupu telah sampai. Sudah ada disini, iyakan kak Lorine?" katanya sambil mengedipkan matanya sebelah kepada Louisa memberi kode.
"Iya nek. Lagi pula paman dan bibi menjagaku sampai disini dengan selamat"
"Ia kamu selamat, tapi Reneisme terluka. Seharusnya yang menghadapi bandit itu kamu Landen. Jadilah laki laki sejati, jangan berlindung dibalik perempuan."
"Ah nenek..jangan marahi lagi paman Landen. Sebenarnya paman mau maju, tapi para bandit itu sangat berbahaya. Aku takut jika paman yang maju, maka jika terjadi sesuatu para bandit akan menyerang bibi dan tidak ada yang melindunginya. Jadi akulah yang meminta paman melindungi bibi dan kereta barang. " kata Louisa membujuk nenek Eliz.
"Ya, jika bibimu bisa aku terima, kalau barang masih bisa dibeli lagi. Bagaimanapun seberharganya sebuah barang, lebih berharga nyawa kita. Ingat itu.."
"Nek... isi kereta barang itu semuanya punya kakak Lorine. Mana mungkin ia mau kelihangan barang itu, setelah menjarah isi istana Gordon" kata Sola nyeleneh membuat semua yang ada terkejut memandangnya.
__ADS_1
"Jadi setelah Peter menceraikanmu, kamu menjarah isi istananya? Ha..
ha... Bagus, memang laki laki tidak bertanggung jawab seperti dia harus diberi pelajaran" katanya tertawa senang, membuat semua kecuali Sola lebih terkejut lagi tidak tahu mau berkomentar apa.
"Ibu dari mana tahu kami sudah pulang?" tanya Landen mengalihkan pembicaraan yang semakin tidak jelas.
"Lark tadi datang kerumah membawa Reneisme. Katanya dia terluka karena melawan bandit di Long Forest. Jadi aku memaksa cucu menantu mengantarku kemari karena mencemaskan cucu kesayanganku"
"Kakak sepupu, begitu kami tiba tempo hari disini, nenek tidak henti hentinya mengomel tidak jelas karena ditinggal ayah dan ibu pergi. Telingaku sampai sakit mendengarnya" kata Sola berbisik pelan kepada Louisa, tapi walaupun berbisik suaranya masih bisa didengar semua yang ada diruangan itu.
"Berani kamu membicarakan nenek, padahal nenek ada disini ya" kata nenek Eliz.
"Kan lebih baik membicarakan orang selagi didepannya, jadi tidak ada kebohongan nenek" balas Sola tidak mau kalah.
"Sudah.. Ayo Lorine, kita ke rumah Leluhur. Nanti kita makan bersama disana semua. Sola, cucu menantu kalian mau ikut sekarang atau mau bersama dua orang pembohong itu?" kata nenek Eliz masih dendam.
"Kami belakangan saja nenek, biar membersihkan diri dahulu" jawab Norbert suami Sola.
Setelah Louisa dan nenek Eliz pergi, semua yang ada diruangan itu bernafas lega.
"Tidak mengapa, ada kalian yang bisa menenangkan ibu saja kami sudah bersyukur"
"Iya ibu, begitu surat dari ibu tiba, Ayah langsung menyuruh kami kemari."
"Ibu tadi nya cukup kawatir jika kakakmu Lark tiba bisa menenangkan nenek sendirian dan memutuskan menyusul ke ibukota dan bisa kalian bayangkan kehebohan apa yang bisa dibuatnya. Untung kalian segera datang, dan bisa menutup telinga dari ocehan nenek Eliz"kata Sofia
"Apa kabar ayah dan ibumu Norbert?"
"Beliau berdua sehat dan damai sejahtera Ayah. Hanya saja, beberapa hari yang lalu ayah mengirim surat. Beliau meminta sedikit penjelasan atas keputusan sepupu Lorine, karena menurut beliau pasti ada alasan khusus yang membuat Sepupu melakukan itu."
"Sekilas ayah tahu, tapi untuk lebih jelasnya nanti kita bicarakan Lorine"
"Ayah dan ibu mandilah dulu, nanti jika kita terlambat membuat nenek marah lagi."
"Baiklah. Badanku memang sudah terasa gerah dari tadi"
Landen dan Sofia pergi menuju kamar untuk membersihkan diri, sementara Sola dan Norbert masih duduk diruang keluarga sambil membicarakan barang yang dibawa Louisa.
__ADS_1
*****
Sementara itu, Louisa dan nenek Eliz berjalan sambil bercerita sepanjang jalan. Rumah yang ditempati kakek Franklin dan nenek Eliz terletak disebelah kediaman Landen dan Sofia tapi dipisahkan sebuah pagar tembok yang cukup tinggi.
Rumah itu merupakan peninggalan leluhur Valley, dan dijaman dahulu bangunan itu merupakan istana kerajaan Lembah Angin sebelum bergabung dengan kerajaan Gordon. Karena itulah bangunan itu disebut rumah leluhur.
Sementara kediaman yang ditempati Landen di bangun setelah kerajaan Lembah Angin berubah menjadi distriks sembilan.
Waktu itu, Raja Rodes Valley yang berubah menjadi tabib istana kerajaan Gordon seperti layaknya sebuah istana pada umumnya, tidak mau istana peninggalan leluhur nya bisa dimasuki sembarang orang .
Sedangkan sebagai kediaman kepala distrik yang waktu itu diserahkan kepada putranya Dutch James, harus merupakan tempat yang cukup bebas untuk didatangi oleh orang banyak asal memenuhi aturan protokoler yang ditetapkan oleh kerajaan Gordon.
Jadi Dutch James memutuskan membangun sebuah gedung kediaman kepala distrik, dan sebuah balai kota serta alun alun.
Rumah leluhur seperti istana pada jamannya dibangun dengan sangat indah. Walaupun terlihat cukup tua، tapi bangunannya terawat dengan cukup baik.
Dan setiap kali ada keluarga Valley cabang datang ke Hinom city, maka mereka akan wajib menginap di rumah leluhur. Termasuk Lucky dan Margaret
walaupun di kota Hinom sendiri, Margaret juga mempunyai rumah makan dan penginapan terbesar di kota itu.
"Baiklah sayang, kamu mandi dulu. Setelah itu, temuilah kakekmu. Dia ada di ruang obat bersama sepupumu Lark"
"Baik nek"
"Pelayan, antar cucuku ke kamarnya. Sekalian, bantu ia membersihkan diri"
"Baik leluhur, mari nona"
"Aku mandi dulu ya nek. Nanti kita bercerita lagi"
"Iya cucuku, nenek akan mempersiapkan makan malam kita"
Louisa mengikuti pelayan menuju kamar yang disediakan untuknya. Setelah selesai mandi, ia menuju keruang obat untuk menemui kakek Franklin.
Kakek Franklin merupakan seorang tabib yang hebat. Obat obat buatannya merupakan obat utama yang dijual oleh balai pengobatan Valley yang tersebar di seluruh kerajaan Gordon dan beberapa negara tetangga.
>
__ADS_1