Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Terbukanya Sebuah Rahasia Kecil


__ADS_3

Sudah enam hari semenjak pertemuan dewan kerajaan. Semenjak itu setiap pagi Raja Peter pergi ke istana leluhur tapi selalu ditolak.


Dan hari ketujuh, ketika Raja Peter bersiap pergi lagi, Ibu Suri Anita sudah ada didepan pintu istana Raja hendak masuk.


"Ibu suri datang berkunjung.." seru prajurit penjaga


Raja Peter mengejutkan keningnya sejenak dan tersenyum. Karena sama seperti leluhur Kendrick, Ibu Suri Anita juga menolak menjumpainya dengan alasan yang berbeda.


"Setidaknya satu orang sudah reda amarahnya" pikirnya.


"Salam ibunda" katanya ketika Ibu suri Anita memasuki ruangan.


"Hmm... hendak membujuk leluhurmu?"


"Iya ibunda"


"Tidak perlu pergi. Beliau sudah pergi tadi malam"


"Apa! Ibunda, apa leluhur ingin menyepi atau berpetualang lagi?" tanya Raja Peter cemas.


"Mengapa kau cemas seperti itu? Seperti baru kali ini saja beliau pergi keluar istana"


"Bencana kemarau akan tiba. Aku sangat butuh bimbingan leluhur ibunda"


"Bukannya saat memutuskan menganugrahkan gelar kepada anak perempuan itu kamu tidak perlu bimbingan siapapun. Mengapa sekali ini kamu perlu bimbingan?" tanya ibu suri Anita Ketua


"Ibunda..." kata Raja Peter sambil memeluk lengan Ibu suri Anita


"Kau tidak perlu memberi Ibu penjelasan apapun. Seharusnya itu kau lakukan sebelum membuat keputusan. Bukan setelahnya.."


"Tapi kalian pasti menentangnya."


"Harus! Karena apa yang kau lakukan itu sudah diluar batas."


"Ibu, sama seperti ibu yang menyayangi dan selalu berusaha melindungiku, demikian juga aku ingin melindungi putriku"


Ibu suri Anita menarik tangannya dengan kasar.


"Kau puteraku, darah dagingku jadi wajar aku mengusahakan yang terbaik untukmu. Bahkan selalu melindungimu, walaupun kau sering berbuat salah. Sedangkan Autum, tidak punya hubungan apapun denganmu. Dia hanya beruntung lahir di istanamu, sehingga mendapatkan perhatianmu. Dan itu sudah cukup untuknya. Kamu bisa memberinya gelar Arduchess, walaupun dia tidak punya jasa apapun untuk kerajaan ini. Tapi itu tidak akan mendapatkan pertentangan dari banyak pihak. Sedangkan untuk gelar Puteri kehormatan, bahkan Permaisuri Lorine pun yang sudah banyak berjasa pada kerajaan ini tidak kau berikan gelar itu" kata ibu suri Anita ketus.


Raja Peter terdiam. Selama beberapa hari ini, ia tidak pernah begitu menyadari kesalahannya. Ia selalu merasa apa yang dilakukannya sudah benar. Tapi sekali ini ia mulai merasakan kebenaran kata kata ibunya.


"Belum lagi kau tidak memikirkan perasaan kedua selirmu. Dengan sikapmu itu, seolah olah kau tidak mengharapkan mereka mampu memberikan keturunan kepadamu"


"Tapi mereka tidak ada masalah kulihat Ibu dengan keputusanku"


"Mereka diam bukan berarti tidak ada masalah. Mereka diam, bukan berarti mereka tidak kecewa. Mereka berdua isteri yang baik. Mereka tahu jika kau sudah bermasalah dengan leluhur Kendrick dan mereka tidak mau menambah masalah lagi untukmu dengan kekecewaan mereka. Belajarlah mengerti hati perempuan Peter. Tidak semua perempuan mampu selantang Lorine dalam mengeluarkan pendapatnya"

__ADS_1


"Aku akan berbicara dengan mereka berdua ibunda dan meminta maaf"


"Bagus jika kau mulai mengerti. Kedatangan ibu kemari, karena menyampaikan pesan dari leluhur Kendric untukmu. Beliau memintamu berpuasa tiga hari dan merenungkan kesalahanmu. Dan itu terhitung mulai siang ini. Jadi jika kau ingin berbicara dengan kedua selirmu, jumpai mereka pagi ini. Hari keempat, datanglah ke istana leluhur beliau akan berbicara padamu"


"Kemana leluhur pergi ibunda?"


"Berkeliling kerajaan ini. Melihat persiapan untuk kemarau panjang sejauh mana sudah berjalan"


"Tapi hanya tiga hari..."


"Jangan samakan dirimu dengan beliau. Lagi pula, mereka bertiga berpencar agar mendapatkan jangkauan yang lebih luas. Baik, sudah cukup. Ibu juga pergi dahulu. Laporan dari distrik tiga sudah masuk, ibu ingin memeriksa laporannya"


"Maaf ibu, sudah merepotkanmu"


"Aku adalah ibumu. Kau akan selalu jadi puteraku kecilku" kata ibu suri Anita


.


.


Empat hari kemudian.


"Tuan, sudah menunggu anda Yang Mulia.." kata Lion begitu Raja Peter melangkahkan kakinya di istana leluhur


"Kapan kalian tiba paman Lion?"


"Aku masuk dahulu, paman."


"Silahkan Yang Mulia.."


Raja Peter masuk dengan langkah ringan walaupun hatinya berat. Tapi ia sadar bahwa ia harus menyelesaikan masalahnya.


Begitu ia membuka pintu, ia tidak melihat siapapun di ruang tamu.


"Di ruang kerjaku..!" terdengar seruan teredam tapi cukup untuk Raja Peter mendengarnya.


"Ini sangat jarang" pikirnya tapi tetap melangkah kesisi kanan istana.


Ketika ia hendak mengetuk pintu, pintu tiba tiba terbuka.


"Duduklah.." kata leluhur Kendrick


Raja Peter duduk di kursi didepan meja kerja leluhur Kendrick. Leluhur Kendrick berdiri dan mengambil beberapa gulungan kertas.


"Itu laporan distrik dua, empat sampai dua belas. Secara umum, Kepala kota sudah berusaha sebaik mungkin. Jika semua berjalan lancar, tidak ada yang perlu kita kawatirkan untuk bencana kemarau. Hanya masalah keamanan yang perlu menjadi prioritas kita untuk dirancang." kata leluhur Kendrick


"Masalah itu sudah aku diskusikan dengan Jendral besar dan semua jendral kita leluhur. Sayangnya tembok tembok perbatasan kita belum mencapai seluruh wilayah kerajaan. Dan dengan luasnya kerajaan, itu tidak mungkin akan selesai tepat waktu"

__ADS_1


"Setidaknya utamakan wilayah wilayah rawan penyerangan. Disepanjang perbatasan dengan Lembah Angin, kita tidak perlu khawatir, karena itu sudah mereka selesaikan. Kita hanya perlu sedikit menutup celah antara perbatasan Lembah Angin sampai distrik enam, maka perbatasan kita dengan kerajaan Lingkar Awan dan kerajaan Blue Circle sudah tertutup. Perbatasan kita dengan kerajaan Mordan sudah setengah selesai, kita bisa mengejar untuk menyelesaikannya tahun ini jika menambah jumlah tenaga kerja."


"Baik leluhur. Segera ku kirim surat kepada kepala kota distrik sebelas."


"Nanti kau coba pelajari lagi semua laporan ini. Seminggu lagi, kami akan berkeliling kembali ke distrik distrik lainnya. Tapi sekali ini kami tidak berpencar. Jadi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. Mungkin sekitar satu sampai dua bulan untuk kami kembali lagi ke mari"


"Baik leluhur"


"Dan aku harap, untuk dua bulan ini kau tidak membuat kekacauan baru lagi Peter"


"Aku berjanji leluhur"


"Masalah itu sudah selesai. Sekarang kita bahas kekacauan yang kau perbuat. Kau tahu mengapa aku sangat marah padamu?"


"Karena pemberian gelar kepada Autum, leluhur. Dan aku tidak mendiskusikan masalah ini terlebih dahulu dengan siapapun"


"Iya . Aku marah karena itu. Tapi yang membuatku paling marah ada dua hal. Hal pertama, kau menutup jalan untuk memperbaiki kesalahan yang buat dengan dekrit yang menyatakan itu tidak bisa di ubah lagi. Yang kedua, kau membuat usahaku untuk membujuk Louisa kembali ke istana ini menjadi gagal"


Raja Peter menatap leluhur Kendrick dengan bingung.


"Aku akan jujur padamu. Semua informasi tentang Diba Renzo aku peroleh dari Louisa. Juga kepulanganku ke istana karena permintaan Louisa. Semua itu karena ia prihatin terhadap kerajaan ini. Aku menemuinya di kota Alma. Berbicara banyak dengannya. Berusaha membujuknya kembali kepadamu. Dan saat ia mengatakan akan memikirkannya dan membuat keputusan setelah bencana kemarau berakhir, kau malah mengacaukannya Peter. Dengan keputusanmu, kau juga memutuskan harapanku untuk kepulangan Louisa ke istana ini. Dan juga semoga ia tidak merubah keputusannya untuk hal lain yang dijanjikannya kepadaku. Jika ia mengubahnya, kupastikan kau akan menangis darah setelah mengetahui apa yang telah kau lepaskan Peter"


"Ada semacam perjanjian leluhur dengan Louisa?"


"Iya. Tapi ia tetap berhak membatalkan perjanjian itu, karena isi perjanjian itu tidak ada keuntungan yang diperolehnya sama sekali. Aku sudah mengatakan kepada ibumu Anita sebuah rahasia kecil."


"Rahasia apa leluhur?"


"Kau pasti sudah ingat tentang kehidupan sebelumnya bukan?"


"Iya leluhur."


"Ada satu hal yang perlu kau ketahui. Sebelum Louisa pergi waktu itu dan menghilang, ia membuat sebuah sumpah darah. Bahwa kau tidak akan pernah memiliki putera dikehidupanmu berikutnya, selain yang berasal dari rahimnya. Dan bersedia membayar harganya"


Wajah Raja Peter menjadi pucat.


"Tapi bukankah kami sudah menikah selama ini leluhur tapi tidak juga mendapatkan keturunan."


"Karena ia bukan Louisa, tapi Lorine. Itulah salah satu harga yang harus ia bayar untuk sumpahnya. Mereka jiwa yang sama tapi berbeda. Lorine sudah pergi saat jatuh dari balkon istana setelah mendengar perceraian yang kau inginkan. Dan mulai saat itulah Louisa kembali menempati tubuhnya"


Mulut Raja Peter terbuka karena terkejut.


"Bila ia tidak mau kembali kepadaku berarti..."


"Dan aku yakin, ia akan sangat keberatan dengan keputusanmu"


"Tapi Autum hanya anak kecil leluhur"

__ADS_1


"Karena jiwa ibu Autum adalah musuh bebuyutannya. Diba Renzo adalah isterimu kehidupan kedua yang juga merupakan ibuku."


__ADS_2