Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Menuju Hinom City


__ADS_3

Kediaman Jendral Valley saat makan malam.


"Jadi semua sudah selesai paman?"


"Sudah Lorine. Kita punya waktu satu sampai dua bulan dari sekarang untuk meresmikannya."


"Maksimal dua bulan ya? Apa mungkin keburu paman?"


"Buat yang sederhana saja Landen. Sebagai kerajaan yang baru berdiri kembali, Kerajaan Lembah Angin akan memerlukan dana yang sangat banyak untuk membangunnya"


" Tentu kakak. Besok kami akan berangkat ke Hinom city. Bagaimana dengan Kakak dan kakak ipar? Masih betah tinggal disini?"


"Ini bukan persoalan betah atau tidak betah Landen. Biarlah Lorine yang pergi terlebih dahulu dengan kalian. Disana tenaga kami tidak begitu banyak membantu, tapi dari sini walaupun sedikit kami masih bisa membantu dengan sedikit dana yang kami kumpulkan. Dan itu akan lebih berarti untuk Lembah Angin"


"Lorine semua barang barang yang kamu ingin bawa sudah disiapkan?"


"Sudah ibu. Lagi pula tidak seberapa banyak lagi. Karena sebagian besar sudah dikirim terlebih dahulu ke Hinom city"


"Bibi penasaran dengan isi kotak kotak yang kamu kirimkan. Tapi tidak berani membukanya."


"Nanti juga bibi akan tahu jika sudah sampai disana. Itu sebenarnya hanya barang barang sederhana tapi mungkin akan berguna untuk rencanaku disana"


"Sudah malam. Sebaiknya kita beristirahat. Karena besok kalian akan memulai perjalanan panjang dan melelahkan"kata Jendral Lucky.


Mereka akhirnya membubarkan diri untuk beristirahat di kamar masing masing.


*****


Keesokan paginya


Matahari belum juga menampakkan dirinya. Dikediaman jendral Lucky telah terlihat aktifitas yang cukup ramai.


Tiga kereta kuda pengangkut orang, dan sebelas kereta kuda pengangkut barang telah berjejer rapi didepan rumah. Belum lagi puluhan orang mengendarai kuda yang akan menjadi pengawal perjalanan mereka.


"Ayah yakin masih mau mengabdi pada kerajaan Gordon?"


"Putriku, beri ayah waktu dua tahun lagi. Setelah itu, ayah akan mengajukan pensiun dan menyusulmu ke Lembah Angin. Fokuslah pada tujuanmu, waktu dua belas tahun itu tidak lama putriku. Hanya sekejab dan ia akan datang. Ayah harap jika saat itu tiba, Lembah Angin sudah siap"


"Pasti ayah. Kami berangkat dulu, jaga kesehatan ayah. Aku menyayangimu"kata Louisa dan naik ke sebuah kereta kuda.


"Sayang aku berangkat dulu. Jika tidak ada rintangan besok sore aku sudah kembali"


"Jangan terlalu memaksakan diri. Istirahatlah sehari di Melfet baru kembali"

__ADS_1


"Baiklah"kata Margaret sebelum naik ke kereta yang dimasuki Louisa.


"Kakak kami berangkat. Nanti datanglah saat acara peresmian. Ibu juga sangat merindukanmu, sudah bertahun tahun kakak tidak pernah pulang"


"Iya. Aku pasti datang. Titip putriku padamu. Walaupun dia kelihatan kuat untuk semua ini, tapi sebenarnya hatinya rapuh. Dia hanya menutupinya dengan senyuman. Dik Sofia, tolong hibur dia jika ia bersedih."


"Tentu kakak ipar. Tanpa kakak mintapun aku pasti melakukannya"


Setelah berpamitan pada Jendral Lucky, rombongan itupun berangkat meninggalkan Gordon Empire city menuju Hinom city.


*****


Menjelang siang rombongan itu berhenti disebuah kota kecil untuk makan siang. Jumlah rombongan yang sangat besar mengundang perhatian penduduk yang mereka lewati.


Mereka berhenti di sebuah rumah makan dengan tulisan besar "rumah makan dan penginapan MaLuLo". Itu adalah salah satu rumah makan yang dikelola Margaret.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya. Silahkan pilih tempat duduk yang anda inginkan"kata seorang pelayan yang menjaga pintu masuk.


"Bawa saja kami kelantai tiga" kata Margaret yang baru datang belakangan bersama Louisa setelah mengatur giliran makan pengawal agar tetap ada yang menjaga kereta kuda mereka.


"Nyonya Margaret mari"kata pelayan tadi yang terkejut dengan kedatangan pemilik rumah makan.


Rombongan itu naik kelantai tiga rumah makan itu, yang biasanya diperuntukkan hanya kepada kalangan penting saja..


"Bukankah dia itu permaisuri Lorine?"


"Arduchess Lorine sangat cantik, alangkah bodohnya Raja Peter menceraikan perempuan secantik itu"komentar yang lain.


"Kalau saja aku seorang raja atau bangsawan kaya, akan kulamar dia menjadi istriku"celoteh yang lain.


Masih banyak lagi pembicaraan mengenai Lorine yang bisa ditangkap telinga. Louisa sampai jengah sendiri mendengarnya. Ada perasaan tidak nyaman dihatinya.


"Silahkan Nyonya, Tuan"kata pelayan yang mengantar mereka.


"Pelayan, hidangkan makanan terbaik dan tolong panggil manajer Bram kemari" perintah Margaret.


"Baik Nyonya"


Tidak lama kemudian seorang pria paruh baya datang menghampiri mereka.


"Nyonya Margaret, selamat datang. Apa anda datang memeriksa laporan keuangan?"


"Bukan manajer Bram. Diluar kami memiliki sekitar empat puluhan ekor kuda. Tolong atur orang agar menyediakan air minum dan rumput untuk kuda kuda kami"

__ADS_1


"Baik Nyonya. Apa ada lagi?"


"Cukup manajer Bram. Nanti sebelum pergi aku akan menemuimu"


"Baik Nyonya. Saya permisi"


Manajer itu pergi, kemudian pelayan pelayan datang menghidangkan makanan untuk mereka semua.


Yang duduk dilantai tiga hanya Louisa, Margaret, Landen, Sofia dan para pelayan yang mengikuti mereka. Sedang para pengawal memilih duduk dilantai satu untuk memudahkan mereka melakukan pergantian giliran makan.


Setelah makan dan beristirahat selama dua jam, mereka akhirnya memutuskan melanjutkan perjalanan.


*****


Di atas kereta kuda.


"Ibu, apa ibu membawa kain yang bisa kujadikan cadar?"


"Ada. Sebentar"sambil meraih sebuah bungkusan dekat dengan tempat duduknya.


"Ini"sambil menyerahkan kain tipis berwarna biru muda."Memangnya kenapa kamu mau memakai cadar?"


"Aku tidak nyaman dengan pandangan orang orang kepadaku Bu. Mendengar orang berbicara tentangku membuatku merasa tidak enak hati."


"Hei... bukankah kamu sudah biasa dibicarakan orang orang putriku? Bahkan sejak kamu masih sangat kecil sudah menjadi buah bibir masyarakat. Kenapa sekarang kamu begitu keberatan?"


"Ntah lah,Bu. Mungkin tanpa kusadari perceraian ini sedikit mempengaruhiku. Aku jadi tidak ingin dikenal orang.."


"Oh putriku. Kuatkan hatimu, ingatlah begitu banyak orang orang yang menyayangimu. Saat kau merasa lelah, istirahatlah. Jangan mengingat orang orang yang menyakiti hatimu, tapi ingatlah banyaknya cinta yang kau terima dari orang orang yang sungguh sungguh menyayangimu tanpa syarat"


"Terimakasih ibu. Tapi bolehkan aku tetap memakai cadar?"


"Tentu saja boleh.. ibu hanya tidak mau jika pendapat orang lain mempengaruhimu. Tapi sebenarnya memakai cadar juga bagus, karena orang orang yang punya niat tidak baik akan sedikit berkurang"


Mereka terus saja berbincang bincang, dan tapi tidak lama kemudian Louisa tertidur dengan kepala terantuk antuk pada kursi kereta. Margaret meraih kepala Louisa dan menyandarkannya dibahunya.


Menjelang sore rombongan mereka akhirnya tiba di gerbang kota Melfet. Kota Melfet merupakan salah satu kota besar dikerajaan Gordon, walaupun ukurannya tidak sebesar Gordon Empire city.


Seorang pengawal melapor kepada penjaga gerbang. Tidak berapa lama mereka diijinkan memasuki kota.


Louisa terbangun saat mendengar suara orang ramai.


"Ada apa Bu?"tanyanya

__ADS_1


"Tidak ada apa apa Lorine, kita hanya melewati pasar"


__ADS_2