
"Sebenarnya mereka telah lama menjalin kasih nona. Tapi belum punya keberanian mengungkapkannya kepada anda"
"Kenapa Bu Ren? Takut aku tidak memberi ijin?"
"Mungkin nona"
"Ah ibu Ren. Bahkan jika ibu Ren mau menikah dengan paman Willi saja aku beri ijin, apa lagi mereka berdua ibu Ren"
"Nona..."kata Reneisme tertunduk, wajahnya memerah karena malu.
"Hua..ha...ha... Kenapa ibu malu? Aku akan sangat senang jika itu terjadi"
"Bukan begitu nona"
"Masalah kakek Bruswick?"
"Benar nona. Beliau belum tentu setuju"
"Masalah kakek, biar aku nanti yang mengurus. Lagi pula kakek aku yakin tidak sekaku itu. Buktinya Shine diijinkan menikah."
Ada sedikit rasa kasihan dalam hati Louisa kepada Reneisme yang mengorbankan kehidupan pribadinya untuk melayaninya.
"Ada hutang apa sebenarnya antara keluarga ibu Ren dengan kakek Bruswick?" batin Louisa setengah melamun.
Sampai sampai tidak menyadari kereta kuda telah berhenti.
"Nona..." panggil Reneisme
Yang dipanggil masih larut dalam lamunannya.
"Nona Louisa, apa kalian tidak turun?"tiba tiba Shine datang melihat kedalam kereta. Ia bingung karena keret telah berhenti dari tadi, tapi belum ada yang turun dari kereta.
"Eh...sudah sampai rupanya. Bu Ren, kenapa tidak bilang?" tanya Louisa sambil bergegas turun dari atas kereta.
Reneisme hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Kenapa dengan ketua?" tanya Shine pada Reneisme.
""Entah.. sepertinya ada yang dipikirkannya berkaitan dengan tuan Bruswick" jawab Reneisme.
*****
Sementara ditempat lain.
Shadow dan Light sedang duduk disebuah rumah makan dengan ruangan khusus. Tampak kebahagiaan diwajah keduanya.
"Jadi kapan kita memberitahukan hubungan kita kepada ketua?" tanya Shadow.
"Nanti saja jika sudah sampai di kota Hinom" jawab Light.
"Menurutmu ketua akan setuju atau tidak?"
"Aku kira beliau pasti setuju. Bahkan yang aku tahu, beliau sedang berusaha menjodohkan senior Reneisme dengan menteri Willi"
"Willi Donzen?"
"Iya. Tapi yang aku kewatirkan sebenarnya justru tuan Jhonatan Bruswick"
__ADS_1
"Tapi waktu senior Shine menikah, beliau setuju"
"Memang benar, tapi tetap pakai perjanjian"
"Apa isi perjanjiannya?"
"Aku kurang tahu, karena kakak Shine tidak pernah mau memberi tahu apa isi perjanjiannya. Mungkin kau bisa bertanya nanti padanya"
"Ayo kita jalan jalan keliling kota. Sangat jarang kita bisa jalan berdua"
"Ayo. Aku juga ingin tahu suasana kota Yuritz dimalam hari"
Mereka keluar dari rumah makan itu sambil bergandengan tangan. Penampilan keduanya yang cukup mencolok mencuri perhatian beberapa pasang mata.
Light yang biasanya hanya memakai setelan berwarna hitam, malam itu sengaja memakai sebuah gaun berwarna kuning keemasan selutut.
Sedangkan Shadow walau memakai celana hitam tetapi memakai baju berwarna biru.
Dari penampilan mereka orang orang akan mengira keduanya berasal dari keluarga bangsawan.
Diam diam sepuluh orang pria mengikuti mereka dari belakang dengan tetap menjaga jarak.
Shadow dan Light bukannya tidak menyadari itu. Tapi keduanya pura pura tidak tahu, dan terus berjalan bahkan kini Shadow sengaja merangkul pinggang Light dengan mesra.
Sengaja mereka melewati sebuah jalan yang agak sepi dan berpura pura agak kebingungan.
Merasa itu adalah kesempatan yang bagus, para penguntit itu segera bergegas mendekat.
"Selamat malam tuan muda" sapa salah seorang diantaranya.
"Sepertinya tuan muda dan nona tersesat. Biar kami antar"
"Boleh" kata Shadow sambil tersenyum.
"Tapi bayar dulu tuan muda"
"Berapa?"
"Cukup dua koin emas saja?"
"Apa? Dua koin emas? Maaf tuan tuan, saya tidak membawa uang sebanyak itu"
"Jika begitu semua isi kantong tuan⁰⁰ juga cukup"
"Benarkah? Ini tuan tuan, ada enam puluh koin perunggu. Ambillah jika tuan tuan mau"⁰⁰
"Hanya enam puluh koin perunggu? Kau mau menipuku ya? Hajar dia" perintah pria itu.
Sepertinya dia adalah pemimpin kelompok begal itu. Perintahnya langsung dilaksanakan oleh salah satu anggota kelompok itu.
Pria berbadan tinggi itu menyerang Shadow menggunakan parang.
"Kubunuh kau!" teriaknya sambil mengayunkan parangnya sekuat mungkin.
Shadow hanya menggeser sedikit badannya menghindari parang orang itu sambil mengarahkan tinjunya kerusuk penyerangnya.
Bug!
__ADS_1
Krak..
Sekali terkena hantaman tinju Shadow, pria tinggi itu ambruk meringis kesakitan. Dapat dipastikan, ada tulang rusuknya patah.
Melihat temannya ambruk, begal yang lain tidak mau diam. Dua orang menyerang Shadow secara bersamaan.
Melihat itu, Shadow memasang kuda kuda. Begitu kedua orang itu mendekat, Ia melompat dan menendang keduanya sekaligus dengan cara memutar.
Bug..bug..
Keduanya terjungkal kebelakang dengan kaki yang sakit luar biasa .
Didalam keanggotaan the power of night, Shadow dan Light bukanlah penyerang jarak dekat. Mereka berdua merupakan ahli mantera atau bisa disebut penyihir sama halnya dengan Louisa.
Tapi tentu saja mereka tetap menguasai seni bela diri dasar yang wajib dimiliki setiap anggota the power of night. Dan itu lebih dari cukup jika hanya untuk memberi pelajaran pada penjahat kelas rendah seperti yang menghadang mereka saat ini.
"Bagi dua. Kalian berempat serang pria itu, kami akan menyerang wanitanya. " kata pemimpin kelompok itu lagi.
"Baik bos"jawab mereka semua.
Mereka tentu setuju, jika mereka menyerang Light tentu konsentrasi Shadow akan terpecah dan lebih mudah dilumpuhkan.
Hanya saja pikiran mereka salah. Tepatnya mereka menyerang orang yang salah.
Light tersenyum memandang ketiga orang yang hendak menyerangnya. Tidak mau bermain main seperti Shadow, Light lebih memilih merapal mantera.
Saat jarak antara dirinya dan penyerang tinggal dua meter, penyerang itu berdiri kaku. Tubuh mereka tidak bisa digerakkan.
Mereka mulai ketakutan. Wajah ketiganya pucat pasi.
"Tangan kebelakang!" perintah Light .
Ketiga orang itu orang itu mencoba menggerakkan tangannya dan ternyata bisa.
Dua orang langsung menuruti perintah Light dan saat tangan keduanya sudah dibelakang tubuh mereka, entah dari mana datangnya dan siapa pelakunya tiba tiba tangan keduanya terikat tali .
Tapi satu orang lagi yang merupakan pimpinan begal itu mencoba memanfaatkan kesempatan itu dengan melemparkan belati kearah Light.
Tapi apa selanjutnya membuatnya terkejut bukan main, belati itu terhenti tepat satu tiga puluh centimeter dari Light. Seperti membentur sesuatu yang tidak kelihatan, dan bengkok.
Light memungut belati itu dan berjalan mendekati pimpinan kelompok itu.
Pemimpin itu ketakutan, sambil berusaha melarikan diri. Tapi tubuhnya masih tertahan bahkan tangannya juga kembali kaku, tidak bisa digerakkan.
"Jika tidak bisa memadamkannya jangan bermain api" kata Light kepada pemimpin itu.
"Ampun..ampun nona muda"
"Kau telah mencoba menyerangku saat aku mencoba mengampunimu. Sekarang aku harus memberikan cendramata yang harus kau ingat jika mencoba melakukan kejahatan lagi" kata Light.
Plak! Plak!
Dua buah tamparan mendarat diwajah pria itu, selain membuat wajah pria itu memerah dengan cap tangan Light, dua giginya rontok.
Dan dari sudut bibirnya keluar darah menandakan betapa kuatnya tamparan yang dilakukan Light.
>>> Jangan lupa like dan comment ya.. Dukung juga karya author yang lain. Judulnya The Diamond and Minasa
__ADS_1