Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pengakuan Margaret


__ADS_3

"Lorine ini ada surat dari Raja Peter untukmu"


Louisa tersenyum bahkan nyaris tertawa saat menerimanya. Ia teringat dengan surat yang dikirimkannya pada raja Peter sebelumnya. Semua mata memandang ke arah Louisa.


"Ayah, surat yang kutitip pada ayah tidak menyusahkan ayah kan?" tanya Louisa karena tidak ingin disalah artikan akan sikapnya.


"Tidak Lorine. Beliau bahkan meminta maaf pada ayah, dan pada seluruh keluarga Valley. Ayah tidak tahu apa yang kamu tulis untuk beliau, tapi yang jelas Yang Mulia bahkan sampai berlutut dihadapan ayah setelah membaca surat itu"


Semua kembali terkejut, dan memandang Louisa yang semakin tersenyum.


"Lorine...apa yang kau tulis?"tanya Margaret penasaran. Yang lainpun melihat Louisa seolah menunggu jawaban.


"Ha..ha... hanya soal kecil"kata Louisa sambil tertawa kecil.


"Sayang, kenapa kamu tidak pernah bercerita sebelumnya?" cecar Margaret pada Lucky yang tidak puas dengan jawaban Louisa.


"Saat itu kamu sedang pergi ke Agriba istriku. Dan saat kamu kembali, aku sudah lupa"


"Dasar pelupa, padahal itu hal penting. Sudah sana, katanya tadi mau berdiskusi dengan Landen dan menteri Tyson."kata Margaret kesal.


"Kamu sendiri tidak ingin bertemu Sofia?"


"Besok saja. Aku masih ingin bersama ibu dan Lorine"


"Ayah, ibu aku pergi dulu."pamit Lucky.


Setelah Lucky pergi .


"Bu Ren, ceritakan pada kami tentang keterlibatan ibu suri Anita"pinta Louisa.


"Nona, waktu itu aku heran mengapa Yang Mulia bisa masuk kedalam kediaman anda pas tengah malam. Jadi aku mencari tahu dari pengawal yang berjaga. Ternyata pengawal yang berjaga adalah pengawal junior yang baru bertugas, satu orang baru selesai pelatihan, dan satu orang lagi bahkan belum selesai pelatihan."


"Bukankah seharusnya ada senior yang mendampingi Bu Ren?"


"Disanalah masalahnya nona" kemudian Reneisme menceritakan tentang semua penyelidikannya sampai semua mengarah pada satu kesimpulan jika dalang itu semua adalah ibu suri Anita.

__ADS_1


"Apa mungkin kamu pernah menyinggingnya tanpa kamu sadari sayang?"tanya Margaret.


"Setahuku sih tidak pernah ibu. Ataukah..."Louisa berpikir sejenak.


"Ibu, apa mungkin karena aku meminta agar beliau melamar Natasha Wolfen untuk Peter?"


"Memang kamu meminta itu?"tanya Margaret heran


"Iya ibu. Waktu itu aku berkata jika aku tidak ingin ada perempuan tidak jelas yang akan menguasai istana"


"Menurutku hal itu mungkin nona. Dan sepertinya waktu itu ibu suri tidak tahu tentang perempuan itu"kata Margaret.


"Sudahlah, semua telah terjadi. Apa yang telah lewat tidak bisa di ulangi lagi. Yang penting jaga kesehatanmu sekarang. Seperti pembicaraan kita sebelumnya Lorine, jika istana Gordon kelak tidak menginginkan anak itu, keluarga Valley selalu ada tempatnya pulang ."kata kakek Franklin.


*****


Malam harinya dikamar Louisa.


Tok!!Tok!!!


"Lorine, ini ibu. Bisa ibu masuk?"


Kraakkk...pintu terbuka.


"Sedang sibuk?"


"Tidak juga ibu. Hanya menulis sebagian rencana yang akan dikerjakan setelah perayaan."


"Ada yang ingin ibu tanyakan padamu."


"Apa itu ibu?"


Margaret memegang tangan Louisa dan menuntunnya duduk ditempat tidur.


"Sayang, dengarkan ibu. Apapun nanti yang menjadi jawabanmu, ingatlah engkau tetaplah anak ibu"kata Margaret sambil terdiam sejenak.

__ADS_1


"Saat ini, siapa yang berdiam ditubuh anak ibu?"


Tiba tiba tubuh Louisa tegang, wajahnya pucat.


"Ibu..."


"Jawab saja sayang. Ibu hanya ingin tahu"


"Louisa Balley ibu.."kata Louisa dengan kepala tertunduk.


"Oh putriku .... betapa malang nasibmu. Mengapa nasib percintaanmu tidak pernah bahagia? Dan mengapa ramalan itu sungguh sungguh terjadi? Oh langit, apa salah putriku?"kata Margaret sambil memeluk Louisa dan dia menangis terisak.


"Ibu.... ibu kenapa menangis. Maafkan aku...maafkan aku jika ditubuh ini adalah Louisa. Bukan Lorine" kata Louisa merasa bersalah.


Margaret berusaha menenangkan dirinya. Setelah merasa cukup tenang ia memandang Louisa lembut.


"Louisa, dengarkan ibu. Karena apa yang akan ibu ceritakan adalah cerita turun temurun di keluarga Bruswick."


"Saat kau hendak dilamar leluhur Kendrik menjadi tunangan Peter, ibu juga ikut menentang. Bila kedua nenekmu menentang karena merasakan firasat buruk Peter akan menyakitimu, ibu menentang karena ibu justru merasa tidak nyaman dengan itu semua."


"Tapi saat kami meminta pendapat kakek Bruswick, beliau berkata jika lamaran itu harus diterima. Karena ibu masih juga menentang, akhirnya kakekmu bercerita kepada ibu tentang cerita turun temurun dalam keluarga."


"Menurut kakek Bruswick, kamu dan Peter telah terikat sumpah darah. Dikehidupanmu dahulu, kamu adalah adik permaisuri Retta isteri Raja Peter I. Permaisuri Retta meninggal setelah melahirkan pangeran Kendrik, dan Louisalah yang merawat dan membesarkan Raja Kendrik. Selama bertahun tahun hidup dilingkungan istana dan membesarkan Kendrik bersama sama , membuat Louisa jatuh cinta pada Raja Peter I. Dan sepertinya Raja Peterpun demikian. Tapi entah apa yang jadi penyebabnya, sehingga Raja Peter I tidak pernah menikahinya."


"Karena kecewa pada Raja Peter yang tidak kunjung menikahinya, saat pangeran Kendrik berusia tujuh tahun, Louisa kembali masuk keprajuritan. Dunia yang ditinggalkannya untuk merawat pangeran Kendrik. Dia mengambil misi misi yang besar, dan banyak melakukan terobosan untuk keberhasilan pasukannya. Sehingga akhirnya, hanya dalam waktu tiga tahun ia diangkat dari pangkat kapten menjadi jendral. Setahun kemudian ia kembali diangkat menjadi jendral besar"


"Saat pangeran Kendrik berusia dua belas tahun, Raja Peter jatuh sakit. Berbulan bulan sakit, membuat semua menteri jadi cemas. Kemudian meminta Raja Peter I mengangkat pangeran Kendrik menjadi putera mahkota. Untuk sementara kerajaan menjadi tenang"


"Saat itulah bencana kemarau panjang datang, kekacauan terjadi diseluruh benua tengah. Sementara keadaan Raja Peter saat itu sedang kritis. Para menteri sekali lagi panik jika raja mangkat, sementara putera mahkota Kendrik masih sangat muda dan mereka kawatir jika tidak ada yang mengarahkan dan melindungi raja muda mereka kelak. "


"Saat itulah raja Peter I memutuskan mengangkat Louisa Balley menjadi selirnya. Agar ia mempunyai kuasa untuk mengatasi kekacauan yang terjadi, ia diangkat menjadi Selir Agung. Dan saat itu raja Peter mengikat sumpah darah dengan Louisa. Karena Louisa sungguh sungguh menjaga kerajaannya dan puteranya, maka dikehidupan mereka yang akan datang, giliran raja Peter yang akan menjaga Louisa"


"Sehari setelah pengangkatan itu, raja Peter mangkat. Dan diangkatlah putera mahkota Kendrik menjadi raja"jelas Margaret panjang lebar.


"Jadi mereka hanya menikah satu hari saja? Dan apa maksud ramalan yang ibu maksud?"

__ADS_1


"Ya. Hanya satu hari. Ada sebuah ramalan yang ditujukan untukmu. Disepanjang kehidupanmu, kamu akan selalu sukses dengan segala bidang yang kamu tekuni. Kecuali masalah percintaanmu. Dunia rumah tangga bukan untukmu putriku...alangkah sedihnya hatiku mengetahui hal ini Louisa."


"Mungkin benar kata pepatah ibu, bahwa tidak ada yang benar benar sempurna didalam hidup ini. Tapi ibu, apa di kehidupanku sebelumnya ibu adalah ibu kandungku?"


__ADS_2