Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Kepala Kota Lue


__ADS_3

"Cari siapa nona?"tanya Light


"Aku mencari Shine. Ada kamu lihat?"


"Tadi ada nona. Dia sedang menjumpai Brandy"


"Oh.."


"Kita menunggu di atas kereta saja nona" kata Reneisme.


"Baiklah"


Louisa memasuki kereta kuda, dan duduk sambil memperhatikan keadaan dari jendela kereta.


"Ibu Ren, tadi aku dengar penjaga berbicara. Katanya tadi malam penjaga berhasil menangkap orang yang merusak tanaman kita. Apa benar Bu?"


"Benar nona"


"Kenapa aku tidak dibangunkan Shine?"


"Seperti nona tidak kenal Shine saja. Jika bukan sesuatu yang besar, ia tidak akan mengganggu nona. Pasti akan ditanganinya sendiri "


"Pendapat Brandy yang benar atau kesimpulan kita yang benar ibu?"


"Kedua benar nona. Peachu yang menyuruh warga desa Akna untuk merusak lahan kita. Dia memanfaatkan ketidak harmonisan kedua desa"


"Mengapa warga desa Akna begitu bodoh Bu Ren?"


"Mereka diberi upah yang lumayan untuk ukuran mereka nona. Antara dua puluh sampai lima puluh koin perunggu tiap aksinya. Tentu saja mereka mau, apa lagi diiming imingi akan dipekerjakan disini"


"Padahal mereka dapat bekerja disini jika mau.."


"Ketidakcocokan kedua desa dimanfaatkan Peachu nona, setahu saya seperti itu. Tapi lebih jelasnya nanti bisa nona dengar dari Shine. Itu Shine sudah datang"


Shine datang mendekati kereta, sambil menuntun seekor kuda yang akan ditungganginya.


"Ketua kita langsung berangkat, atau mau mendengar laporan dahulu"kata Shine.


"Berangkat saja Shine. Nanti saat makan siang saja laporannya" jawab Louisa.


"Baik jika begitu."


Shine menaiki kudanya, setelah memastikan semuanya telah siap, mereka berangkat menuju Lake Blue.


*****


Menjelang siang mereka sampai didesa Jagu yang berbatasan dengan kota Lake Blue. Mereka mutuskan singgah disebuah rumah makan sambil beristirahat.


"Jelaskan Shine tentang tadi malam" kata Louisa setelah makanan mereka habis.


"Jadi begini ketua.."kata Shine.


Shine menceritakan tentang tertangkapnya perusak lahan, saat mereka ingin merusak tanaman jagung di blok sepuluh.


Juga tentang pembicaraan mereka sebelum mulai merusak yang didengar penjaga yang bersembunyi. Sampai pengiriman sembilan warga Akna ke kota Hinom dan kesepakatan dengan Jony untuk menjadi saksi yang akan memberatkan Peachu.

__ADS_1


Louisa dan lainnya mendengarnya dalam diam sampai Shine selesai menjelaskan laporannya.


"Ternyata Peachu ini sosok yang cukup licik. Dan tidak bisa dibiarkan. "kata Louisa jengkel.


"Cabut saja ijin organisasinya ketua" kata Marco.


"Tidak semudah itu Marco. Semua harus sesuai prosedur. " kata Light


"Benar yang dikatakan Light. Kita harus menangkapnya terlebih dahulu. Setelah disahkan pengadilan dan dinyatakan dia bersalah, baru kita bisa mencabut ijin usahanya."jelas Reneisme.


"Perkiraan mungkin dia datang ke lahan pertanian sekitar tiga hari lagi. Aku sudah memerintahkan Brandy untuk menanganinya ketua"


"Bagus jika semua telah terkendali. Kita berangkat sekarang"kata Louisa.


"Baik"jawab mereka serempak.


Mereka melanjutkan perjalanan. Sekitar dua jam kemudian mereka tiba di kota Lake Blue. Seperti namanya, dikota ini terdapat sebuah danau yang memiliki air yang sangat jernih.


Karena merupakan penyangga kebutuhan air untuk penduduk kota dan beberapa desa disekitarnya, keberadaan danau ini cukup dilindungi.


Tidak sembarang orang diijinkan mendatangi danau itu. Kedatangan Louisa ke kota Lake Blue juga berkaitan dengan danau itu.


"Kita ke balai pengobatan atau menemui kepala kota terlebih dahulu ketua?" tanya Shine yang menunggangi kudanya disamping kereta Louisa.


"Singgah ke balai pengobatan dahulu Shine. Kita sudah terlambat satu hari, mereka mungkin sudah kehabisan stok obat" kata Louisa.


"Baik" kata Shine sambil memecut kudanya agar kembali memimpin didepan.


Memang, Louisa dititipi kakek Franklin untuk membawa persediaan obat untuk balai pengobatan yang ada di kota Lake Blue.


Setelah menyerahkan persediaan obat pada Balai Pengobatan, mereka langsung bergerak menuju kediaman kepala kota.


Walaupun Louisa menggunakan cadar, tapi kepala kota bisa langsung tahu jika itu adalah puteri Lorine.


"Selamat datang tuan Puteri."


"Salam jumpa tuan Lue."


"Mari kita berbincang didalam Putri, tuan dan nyonya"


Mereka memasuki Balai Kota. Gedung balai kota Lake Blue tidak begitu besar. Hanya terdapat sebuah ruang pertemuan kecil, ruang kerja kepala kota, dan sebuah ruangan dimana para kepala sub departemen bekerja.


Mereka tidak memiliki ruangan khusus, hanya berupa meja meja yang disusun. Setiap kepala sub departemen hanya memiliki satu orang asisten yang membantunya.


Melihat rombongan itu memasuki ruangan, mereka menghentikan aktifitas mereka sejenak berdiri dan membungkukkan badan. Kemudian melanjutkan kembali pekerjaan mereka.


Kepala kota Lue membawa rombongan itu ke ruang pertemuan.


"Silahkan duduk tuan puteri, tuan dan nyonya. Maaf, saya terpaksa membawa kalian keruang pertemuan, karena ruangan kerja saya tidak begitu besar. "


"Tidak apa apa tuan Lue."


Tidak berapa lama dua orang pelayan datang menghidangkan makanan dan minuman ringan kepada mereka.


"Tuan Lue, bagaimana dengan lahan percontohan wilayah Lake Blue?" tanya Louisa.

__ADS_1


"Sangat bagus puteri. Semua bibit yang kerajaan kirim sudah kami tanam. Setiap jenis komoditi utama luasnya tiga hektar. Jadi total ada lima belas hektar tuan putri"


"Sudah berapa lama ditanami tuan Lue?"


"Sekitar empat puluh lima hari tuan puteri"


"Dimana lokasinya tuan?"


"Didesa Flow, Puteri. Sekitar dua jam dari sini. "


"Siapa pengawas disana tuan Lue?"


"Putra tertua saya Sode, puteri."


"Apa dia salah satu kepala sub departement?"


"Bukan puteri. Hanya saja selama ini, dialah yang saya percayakan untuk mengurus pertanian untuk wilayah Lake Blue. Dia pernah mengikuti pelatihan pertanian di kota Agriba lima tahun yang lalu. Jadi begitu ada program dari kerajaan tentang pertanian ini, dia sangat bersemangat."


Louisa tersenyum.


"Tapi dari distrik sembilan sendiri tidak pernah ada pelatihan seperti itu tuan?"


"Tidak pernah puteri. Saya juga maklum putri. Selama ini lembah angin terkenal sebagai tanah gersang. Hanya wilayah Lake Blue satu satunya wilayah yang paling subur. Jadi saya sendiri yang mengirim kedua putra saya kesana. Tapi putra kedua saya tidak berbakat. Jadi dia membantu pekerjaan saya sebagai kepala kota"


"Berapa usia putra tertua anda?"


"Tiga puluh tahun puteri. Sudah berkeluarga"


"Bisakah Saya bertemu dengannya?"


"Tentu. Dia ada dilahan percontohan puteri. Besok pagi saya akan mengantar kalian kesana"


"Jika putra kedua anda?"


"Dia ada diruangan saya puteri. Apa perlu saya panggilkan?"


"Boleh tuan. Tapi saya ada permintaan."


"Apa itu puteri?"


"Sebelumnya saya tanya dahulu.Apakah tuan Lue mengatakan kedatangan saya kepada semua orang yang ada di balai kota?"


"Tidak puteri. Saya hanya mengatakan akan ada orang dari ibu kota kerajaan datang melihat lahan percontohan. Karena saya sendiri tadinya tidak menyangka anda sendiri yang datang puteri"


"Bagus jika begitu. Jadi dari mana Anda tahu jika saya adalah Puteri Lorine?"


Kepala kota Lue tersenyum canggung. "Dari nyonya ini."katanya sambil melihat Reneisme."Waktu di perayaan kemarin, saya perhatikan nyonya ini sangat banyak membantu Puteri."


Mereka saling berpandangan, dan tertawa bersama.


"Anda sangat jeli. Baiklah.. Bawa putera anda kemari. Katakan Nona Louisa ingin bertemu"


"Nona Louisa. Baik, tunggu sebentar"


Kepala Lue keluar sebentar, dan kembali dengan seorang pemuda berumur sekitar dua puluh lima tahun.

__ADS_1


"Salam tuan dan nyonya" sapanya dengan sopan.


>>>>


__ADS_2