
Setahun telah berlalu.
Pesta pernikahan itu baru saja usai. Tamu tamu undangan sudah pergi. Sekarang yang tinggal hanyalah keluarga Louisa dan anggota the power of night
"Ingat pesanku Willy. Bagi kami, Reneisme adalah bagian keluarga kami. Ia adalah puteriku sendiri. Kami merelakan ia menikah dengan mu, karena kami berharap ia lebih bahagia. " pesan kakek Franklin.
"Aku akan mengingatnya tetua"
"Ibu, berbahagialah. Paman Wily, ibu Ren adalah ibuku sendiri. Aku titipkan pada paman ya.Tolong jaga ibuku dengan baik "
"Pasti tuan Puteri"
"Ren, tidak usah mencemaskan Louisa. Ia sudah dewasa, bukan anak kecil lagi. Lihat cucu kita sudah besar, sebentar lagi mungkin menyusulmu menikah. Bukankah begitu tuan muda?" tanya Margaret menggoda Lucio.
"Ia nenek Ren. Aku akan menjaga mama dengan baik. Tapi nanti aku sesekali boleh menginap disini kalau mama pergi ya? Tadi aku lihat, ada gadis kecil cantik. Mungkin kami bisa berteman dahulu sebelum menikah" kata Lucio membuat yang mendengar semua tertawa.
"Tentu tuan muda. Nenek juga masih akan ke istana setiap hari. Kita masih belum selesai dengan pelajaran tata krama istananya"
"Hah...kukira itu tidak perlu lagi.." kata Lucio lesu. "Mama ayo kita pulang, biar kan nenek Ren disini. Nanti beliau menyuruh ku menghapal lagi peraturan istana Gordon" katanya sambil menarik-narik tangan Louisa supaya segera pergi.
"Ibu Ren, paman Willy kami tidak akan mengganggu lagi. Kami pergi..." kata Louisa menyusul yang lain naik kereta kuda.
"Nyonya Ren, kami kembali dahulu. Tuan Willy, kami pamit" kata Marco mewakili anggota The power of night.
Reneisme dan Wully Donzen menganggukkan kepalanya.
Iya.. ini adalah hari pernikahan Reneisme dan Willy Donzen. Setelah berdiskusi dan dibujuk Louisa selama berbulan-bulan, akhirnya Reneisme setuju untuk menikah dengan Willy Donzen.
Masih teringat dengan jelas diingatan Reneisme apa yang dikatakan Louisa beberapa bulan yang lalu.
..."Ibu, paman Willy adalah pria yang baik. Beliau sudah menunggu beberapa tahun ini. Terimalah lamaran nya"...
..."Aku tahu ia pria yang baik Louisa. Tapi biarlah ia mencari wanita lainnya. Lagi pula, aku harus menunggu ijin dari tuan Bruswick jika ingin menikah"...
..."Tidak bisa ibu. Aku tidak merelakan nya pada wanita yang lain. Mengenai kakek Bruswick, aku nanti yang akan mengurusnya*"...
..."Mengapa kamu sangat ingin aku menikah dengan tuan Willy, Louisa?"...
..."Bukankah paman Willy cukup tampan Ibu Ren?" tanya Louisa menggoda Reneisme....
...Wajah Reneisme seketika memerah seperti gafis remaja....
..."Tapi aku yakin bukan itu alasannya bukan?"...
..."Tentu saja buka ibu Ren" kata Louisa sambil berdiri dari posisi duduknya. Kemudian memeluk Reneisme dari belakang....
..."Karena ibu Ren dan paman Willy adalah ibu dan ayahku dimasa lalu. Tentu saja sebagai anak aku ingin kalian kembali bersama" bisik Louisa pelan ditelinga Reneisme....
Mengingat itu, kembali wajah Reneisme memerah. Walaupun usianya tidak lagi muda, tapi saat hanya duduk berdua dengan Willy Donzen yang sekarang menjadi suaminya masih ada sedikit rasa malu dihatinya.
******
__ADS_1
Hari hari berlalu dengan sangat cepat. Louisa sibuk dengan pemeriksaan pembangunan tembok perbatasan. Bagaimana pun ini merupakan hal yang terpenting menurutnya.
Saat ini ia berada di kota kecil, dekat perbatasan dengan kerajaan Long Beach.
"Kapten Jim, apakah ada kendala?"
"Tidak ada tuan Puteri. Perkiraan sekitar sebulan lagi, pintu gerbang juga sudah bisa kita pasang" jawab Kapten Jim yang merupakan pengawas pembangunan
"Sangat bagus jika begitu. Jika demikian lancar semua, mungkin tahun depan pembangunan tembok perbatasan tahap pertama akan selesai. Untuk sementara kita bisa kembali fokus ke pembangunan waduk dan gudang gudang pangan"
"Memang nya ada tahap kedua ketua?" tanya Light.
"Tembok yang kita bangun saat ini hanya memiliki ketebalan setengah meter. Jika kita mau benar benar aman, setidaknya setebal satu setengah meter. "
"Bukankah setengah meter sudah cukup tebal ketua?"
"Kau tidak pernah mendengar panah pendobrak dari kerajaan Mile benua barat?"
"Aku pernah dengar ketua" kata Shine.
"Ada apa dengan panah itu?" tanya Light
"Dikabarkan, jika panah pendobrak dari kerajaan Mile mampu menghancurkan tembok setebal setengah meter dan merusak tembok setebal satu meter"
"Wow...sangat luar biasa!" seru Light tanpa sadar.
"Jika demikian bukankah tembok yang kita bangun dengan biaya yang sangat mahal akan sia sia? "
"Selanjutnya kita akan kemana , ketua?"
"Ke kota berikutnya. Kota Leak"
"Tapi bukankah kota itu tidak berada diperbatasan, ketua?"
"Memang kota itu tidak berada di perbatasan, tapi merupakan salah satu kota terpenting. Karena mereka merupakan salah satu pemasok untuk tanah liat dan batu kapur untuk pembangun tembok perbatasan kita. Aku mendapat laporan jika disana ada masalah"
"Bukannya kebutuhan tanah liat dan batu, juga batu kapur kebanyakan didatangkan dari kota Hilton?"
"Sebagian besar memang benar. Tapi untuk distrik dua hampir setengah didatangkan dari kota Leak. "
"Jika demikian, biar saya persiapkan kuda kuda kita, ketua" kata Marco.
"Persiapkan lah. Kita akan langsung berangkat setelah aku kembali dari tukang yang membuat gerbang. Jangan pula nanti tembok selesai tapi gerbang belum siap"
"Saya temani, ketua" kata Shine.
"Baik. Kapten Jim, tolong antar kami ketempat tukang gerbang"
"Mari tuan Puteri"
Bertiga mereka pergi ketempat pandai besi menggunakan sebuah kereta kuda.
__ADS_1
"Sudah sampai tuan Puteri" kata Kapten Jim saat kereta kuda berhenti didepan sebuah rumah.
"Ini tempatnya?" tanya Louisa.
"Benar tuan Puteri"
"Selamat datang kapten" kata seorang pria tua dengan tergopoh-gopoh menyambut kedatangan mereka.
"Salam jumpa tuan" kata Louisa.
"Selamat datang Nyonya dan tuan. Ada apa datang kemari tuan, dan nyonya?"
"Kami hanya ingin mengecek kesiapan gerbang"
"Sudah selesai sembilan puluh persen Nyonya. Tinggal menunggu pengangkutan dan pemasangan"
"Apakah ada masalah untuk pengangkutan, tuan?"
"Tidak Nyonya. Kami hanya menunggu intruksi dari Kapten Jim"
"Bagaimana dengan pembayaran nya?"
"Sudah selesai dibayar oleh pangeran Lark sewaktu melakukan pemesanan Nyonya"
"Jika demikian, berarti semua telah selesai. Terimakasih tuan untuk kerja samanya. Kami langsung permisi. "
"Baik Nyonya"
Louisa dan Shine segera naik kembali keatas kereta kuda.
"Tuan Puteri, silahkan duluan. Saya masih ada yang ingin dibahas dengan pandai besi"
"Bagaimana anda akan kembali?"
"Nanti anak buah saya akan datang menjemput"
"Baiklah kapten. Kami akan berangkat ke kota Leak"
"Baik tuan Puteri".
Setelah kepergian Louisa dan Shine..
"Kapten, siapa tuan dan nyonya tadi?"
"Anda tidak mengenalnya?"
"Tidak kapten"
"Oh. Beliau adalah puteri Lorine dan pengawal pribadi nya"
"Apa! Aduh, kenapa kapten tadi tidak memberitahu kan hal itu kepada ku? Aku bisa menjamunya terlebih dahulu"
__ADS_1