Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pembelajaran dari Leluhur Kendric Alexander


__ADS_3

"Hai anak bodoh.. bangun. Duduk disini" kata leluhur Kendrick Alexander


Raja Peter bangun dari posisi berlututnya. Saat berdiri tubuhnya sedikit goyang karena kelamaan berlutut.


Leluhur Kendrick Alexander menuangkan secangkir teh untuk Raja Peter.


"Minum!" perintahnya.


Raja Peter meminum teh itu sekali tenggak.


"Sekarang aku bertanya padamu. Tahukah kau apa kesalahanmu?"


"Aku menceraikan Permaisuri Lorine, leluhur"


"Itu yang pertama. Yang kedua..."


"Aku tidak bisa mengatasi masalah harem istanaku"


"Oke. Yang ketiga, dan yang paling penting dari semuanya...?"


Raja Peter terdiam, dia berpikir sangat lama. Tapi tidak juga menemukan apa yang dimaksud leluhurnya. Dia yakin itu sesuatu yang sangat penting. Tapi apa?


"Kau tidak menemukannya?"


"Maaf leluhur"


"Kau melupakan tugasmu sebagai seorang raja Jangan membantah.." katanya ketika melihat Raja Peter tidak terima.


"Pikirkan kembali. Setelah kau menceraikan Lorine, apa kemajuan yang kau berikan pada kerajaan Gordon. Kau bergerak seperti boneka. Hanya mengerjakan rutinitas sehari hari, berulang dan berulang."


"Sewaktu Lorine masih disini, mendampingi sebagai Permaisuri apa saja yang bisa kau lakukan? Apakah kau tidak merasakan perbedaannya?"


Peter menunduk terdiam dan dalam hati mengakui apa yang dikatakan leluhur Kendrick.


"Berkeliling seluruh kerajaan, melihat apa saja yang diperlukan rakyat. Menegakkan keadilan. Sekarang kau hanya mengurung diri didalam istana. Bagaimana kau tahu apa yang diinginkan rakyatmu?"


"Coba kau bandingkan dengan apa yang dilakukan Lorine. Hanya beberapa tahun, ia mampu mencapai kemajuan sebuah kerajaan yang diperjuangkan kerajaan lain selama puluhan bahkan ratusan tahun. Apa yang berbeda denganmu? Hanya satu kata Peter. Kemauan"


" Mau berbuat. Mau bertindak. Mau bertanggung jawab. Mau merubah. Dan tidak mau terpuruk walaupun di hianati. Kau tahu Peter, aku tidak pernah salah memilih Permaisuri untukmu"


"Aku sekarang mengerti leluhur. Aku akan berusaha memperbaiki diri" jawab Raja Peter akhirnya.


"Mengenai putera yang kau inginkan, aku akan mengatakan satu kebenaran lagi kepadamu. Kau ingin mendengarnya?"


"Tentu leluhur."


"Bahkan jika seluruh istana ini dipenuhi oleh ribuan selirmu, yakin lah kau tidak akan pernah memiliki seorang pun putera jika bukan dari Lorine, Peter"


"Maksud leluhur. Maaf aku sungguh tidak mengerti"

__ADS_1


"Kau ingat syarat yang diajukan keluarga Valley dan keluarga Bruswick ketika kita melamar Lorine ?"


"Maksud leluhur karena sumpah darah itu?"


"Jangan pernah meremehkan sumpah darah Peter. Sumpah darah apalagi yang disertai rapalan itu sudah seperti kutukan Peter. Kau tidak bisa merubahnya sampai kau mati. Itu hal yang pertama"


"Hal yang kedua. Menurutmu mengapa aku rela menunggu ratusan tahun hanya karena ingin melihatmu menikah? Karena aku tidak ingin kau melakukan kesalahan yang sama. Antara kau dan Lorine telah terikat benang merah yang tidak akan pernah terputus Peter. Jika kau tanya ahli rapalan apa artinya, maka artinya kalian adalah pasangan yang ditakdirkan langit"


"Jadi akukah yang mengubahnya ?"


"Iya, selama tiga masa kehidupan. Dan kau selalu menghianatinya Peter. Dan wanita itu, Diana selalu menjadi penyebabnya."


"Hah... bagaimana bisa leluhur?"


"Sudah saatnya kau mengetahuinya" kata leluhur Kendrick sambil menyentuh kening Raja Peter.


Seperti orang yang melupakan sesuatu yang penting dan kemudian mengingatnya kembali, demikian juga ingatan Peter yang seperti tertutup kabut tiba tiba menjadi jernih kembali.


"Louisa.." gumamnya


"Sekarang kau ingat semuanya?"


"Iya... Aku akan membawanya kembali kesisiku. Menebus salahku.."


"Kau kira ia mau kembali padamu?"


"Aku akan mendukungmu. Satu lagi, masalah yang harus kau urus dan sudah sangat terburu buru. Terkait masalah ketiga yang kita bicarakan tadi tentang tanggung jawabmu sebagai seorang raja."


"Tentang apa Leluhur?"


"Bencana kemarau panjang. Aku baru tahu dari dutch Norwey jika kau tidak memiliki persiapan apapun untuk bencana kemarau yang akan datang."


"Jadi dutch Norwey yang meminta leluhur pulang?"


"Kenapa, kau keberatan ? Jika bukan karena Bian, masalahmu akan berlarut larut tanpa ada penyelesaian dan rakyat Gordon akan sangat menderita saat bencana datang. Adakan rapat para menteri cari cara yang terbaik dalam persiapan menghadapi kemarau. Kirim undangan kepada dutch Norwey agar ikut membantu memberikan saran, karena keluarga Norwey sudah mulai persiapan."


Walaupun leluhur Kendrick tahu jika itu sebenarnya hal yang dilakukan Louisa di Lembah Angin, tapi ia tidak mau jika Raja Peter semakin merasa bersalah dan rendah diri.


Ini juga sudah dia bahas dengan Dutch Norwey.


"Kenapa bukan leluhur yang memimpin?"


"Ada hal yang harus ku urus terkait selir Diana. Seseorang mempunyai informasi tentangnya, tapi aku ingin mengetahui kebenarannya. Ingat ia bukanlah perempuan yang sederhana Peter. Jadi kau harus tegas terkait hukuman yang kuberikan padanya"


"Baik leluhur. Aku mengerti"


"Sekarang keluar, aku ingin beristirahat. Kerjakan pekerjaanmu dengan benar."


"Aku undur diri leluhur"

__ADS_1


"Hmm..."


Raja Peter berjalan keluar dari istana leluhur, dan kembali ke ruang kerjanya.


"Huber, buat surat undangan. Undang semua menteri untuk rapat besok pagi. Jangan ada yang sampai terlambat. Kita sudah sangat ketinggalan jauh."


"Segera Yang Mulia"


"Prajurit, panggil Raven kemari. Ada tugas untuknya"


"Baik Yang Mulia " segera prajurit itu berlari keluar.


Huber melirik Raja Peter sekilas, ia merasa Raja Peter sedikit berbeda setelah keluar dari istana leluhur.


Caranya berbicara juga sikap tubuhnya.


"Iya.. dulu juga ia memiliki aura seperti ini saat Permaisuri Lorine masih disini walaupun tidak sekuat dahulu" batinnya puas sebelum meneruskan pekerjaannya.


Tok... tok...


"Raven datang menghadap Yang Mulia " teriak prajurit yang berjaga.


"Suruh masuk"


Seorang pria berpakaian serba hitam berjalan memasuki ruangan.


"Salam hormat Yang Mulia Raja Peter "


"Salammu aku terima Raven. Aku ada tugas untukmu"


"Katakan Yang Mulia.."


"Tolong kau cari tahu apa yang dilakukan kerajaan Lembah Angin terkait bencana kemarau. Kau kuberi waktu sampai besok pagi"


"Tidak perlu Yang Mulia. "


"Mengapa? Kau ingin menentang Raja?"


"Ampun Yang Mulia, hamba tidak berani. Hanya saja Arduchess Lorine sepertinya sudah menduga Yang Mulia akan membutuhkannya. Beberapa hari yang lalu, Tuan Hendrik datang menjumpaiku. Beliau memberikan gulungan kertas. Katanya merupakan titipan Arduchess Lorine untuk diberikan kepada Yang Mulia."


"Beliau berkata ini informasi tentang persiapan keseluruhan kerajaan Lembah Angin menghadapi bencana kemarau yang akan datang. Mengapa aku tidak segera memberikannya, karena ada pesan dari beliau jika dokumen itu hanya bisa diberikan jika Yang Mulia membutuhkannya "


Hati Raja Peter sedikit bergetar saat ia tahu jika Louisa masih tetaplah Louisa. Seseorang yang tetap peduli padanya walaupun sering kali disakiti olehnya


"Mungkin memang masih ada harapan untukku" batinnya


"Itu sajakah pesannya?" tanyanya


"Beliau berkata jika dokumen itu sangatlah rahasia. Setelah Yang Mulia selesai membaca dan mempelajarinya, harap segera dimusnahkan. Karena jika terjatuh ketangan yang salah bisa mengakibatkan kekacauan seluruh benua tengah"

__ADS_1


__ADS_2