Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pesta Pertunangan


__ADS_3

Paginya di istana Fatma.


Suara musik tradisional kerajaan Fatma terdengar mengalun di seluruh istana. Upacara pertunangan tengah berlangsung dengan meriah. Pagi ini yang menggadiri acara pertunangan hanyalah kerabat dekat istana beserta para menteri dan keluarganya.


Puteri Revaline terlihat cantik dengan pakaian tradisional kerajaan Fatma berwarna biru putih. Ia juga memakai perhiasan yang diberikan Lark sebelumnya. Melihat tampilan Puteri Revaline, membuat iri beberapa pasang mata. Mereka benar-benar tidak menyangka penampilan mewah yang ditampilkan Revaline.


Wajah permaisuri Lila semakin masam. Saat semua tamu tengah menikmati hidangan, dia mendekati selir kedua.


"Adik kedua, perhiasan yang dipakai ananda Reva diperoleh dari mana?"


"Sama dengan yang saya pakai permaisuri. Diberikan anak Lark. Kalau dibeli sendiri, tentu tidak cukup uang" jawab selir kedua.


Seketika permaisuri Lila tersadar jika selir kedua juga memakai perhiasan yang sangat mewah.


"Oh... Kukira tadi pinjaman. Aku kesana dulu menyapa tamu kita yang lain" katanya tidak bisa menutupi rasa iri hati nya.


"Silahkan permaisuri" kata selir kedua "untung baru hari ini dia lihat. jika dari kemarin kemarin, pasti sudah ribut" batinnya.


Setelah acara jamuan dengan pihak kerabat istana selesai, acara dijeda selama satu jam. Para pelayan bertindak cepat membersihkan ruang perjamuan. Menata ulang ruangan.


Puteri Revaline dan pangeran Lark mengganti pakaiannya. Sekali ini memakai pakaian berwarna kuning keemasan. Ini juga merupakan pakaian tradisional kerajaan Fatma.


Acara kedua ini merupakan jamuan untuk rakyat kerajaan Fatma. Selir kedua sungguh mengatur segala sesuatu nya dengan baik. Nenek Eliz yang melihat betapa gesitnya selir kedua mengatur semuanya tersenyum kagum.


"Isteriku kenapa tersenyum sendiri?" tanya Kakek Franklin.


"Suamiku, aku merasa jika selir kedua ini lebih cocok menjadi permaisuri daripada permaisuri Lila" bisik nenek Eliz.


"Huss.. jangan bicara sembarangan."


"Lihatlah betapa gesitnya ia mengatur segala sesuatu. Semoga cucu menantu kita mewarisi sifat ibunya. Jika benar, betapa beruntungnya Lembah Angin mendapatkan seorang calon permaisuri selincah itu"


"Ha...ha... tentu saja isteriku. Tapi dari tadi aku tidak melihat Lorine. Kemana dia?"


"Hais...cucu yang satu itu memang tidak bisa diam. Katanya dia mau mengawasi keadaan sekitar. Entah apa yang dia pikirkan..."


"Ha...ha .. Biarkan saja. Mungkin ada sesuatu yang dia ketahui, tapi kita tidak tahu. Nanti juga jika segala sudah jelas, Lorine pasti akan memberitahu kan kepada kita"


Sementara itu disalahkan satu sudut ruang perjamuan.


"Salam ketua. Apa kabar anda?"


"Kabar baik. Peachu... dimana Simon?"


"Senior Simon mendapatkan undangan untuk jamuan nanti malam ketua. Jadi siang ini saya dan beberapa anggota kita saja yang datang."


Peachu adalah pimpinan serikat pekerja Sorka yang sebelumnya ada di Lembah Angin. Setelah kasus perusakan terhadap lahan pertanian Louisa, dia dihukum penjara dan serikat pekerja Sorka di Lembah Angin ditutup.

__ADS_1


Tapi ketika Louisa tahu kebenaran tentang hubungan Peachu dengan Jhon Muel, setelah menyelesaikan hukuman nya, Louisa mengangkat nya menjadi salah satu wakil ketua The power of night di kota Malwa karena Peachu sendiri seorang penduduk asli kota Malwa.


"Bagaimana dengan tugas yang sudah kuberikan sebelumnya? Mengapa tidak ada kabar dari kalian?"


"Mengenai itu sudah kita jalankan ketua. Saya kurang tahu mengapa Senior Simon tidak melaporkan kepada anda."


"Apakah ada masalah?"


"Setahu saya memang ada beberapa kali penyerangan. Tapi bisa diatasi anggota kita dengan baik"


"Siapa yang menjadi mata pedang nya?"


"Salah satunya Bandit Api ketua. Tapi setahuku, setelah penyerangan mereka yang ketiga digagalkan salah satu kapten kita mereka sudah mundur"


"Mengapa kalian sangat yakin jika mereka sudah mundur?"


"Kapten mengancam langsung pimpinan mereka. Saat itu, mata pedang mereka ditangkap dan dijadikan tawanan oleh kapten kita. Dan kapten mengirimkan surat undangan kepada pimpinan Bandit Api agar menjemput mata pedang mereka."


"Dan dia datang?"


"Benar ketua. Mereka meminta maaf dan berjanji tidak akan mengganggu Puteri pertama. Untuk lebih detail nya sebaiknya anda bicara dengan senior Simon dan kapten yang bertugas saat itu"


"Untuk saat ini, selain bandit api apakah ada pihak lain yang melakukan penyerangan?"


"Sebenarnya ada ketua. Tapi cara kerja mereka lebih halus dan rapi. Sudah dua kali penyerangan. Tapi selain berhasil menggagalkan, kita benar benar kehilangan petunjuk siapa mereka"


"Sebenarnya di kota Malwa sendiri, banyak terdapat organisasi serupa. Tapi tidak ada yang terang terangan berani mengklaim jika organisasi mereka menyediakan jasa pembunuhan bayaran."


"Apakah itu tidak legal di kerajaan Fatma?"


"Tentu saja tidak ketua. Terutama di kota Malwa, itu dilarang keras oleh istana.?"


"Jadi keberadaan mereka bagaimana kita mengetahui nya?"


"Hanya orang orang tertentu yang tahu ketua. Setahu saya ada dua lainnya. Organisasi Kerbau Putih, dan Siput Darah. Tapi tidak tertutup ada kemungkinan organisasi yang lain"


"Aku tidak menyangka jika di kota Malwa terdapat banyak organisasi seperti itu. Sudah lah, nanti aku bicarakan lagi dengan Simon. Silahkan dinikmati pesta nya"


"Baik ketua"


"Marco.."


"Saya ketua."


"Besok pagi kita ke gedung The power of night. Aku mau lihat bagaimana kekuatan anggota kita yang ada dikota Malwa ini."


"Ada apa ketua? Aku melihat ada ketidakpuasan di wajah anda" kata Shine yang tiba tiba datang.

__ADS_1


"Mereka kehilangan jejak pelaku. Apa sebegitu sulitnya menemukan sebuah petunjuk atau anggota kita yang terlalu lemah?"


"Mungkin mata pedang yang dikirim sekali ini setara dengan lapisan tiga kita atau lebih. Sedangkan anggota kita yang ada di kota Malwa hanya lapisan empat dan lima. Sangat wajar jika mereka kesulitan ketua"


"Apa menurut Shine seperti itu?"


"Benar ketua. Lagi pula, kita belum bicara dengan Simon. Mungkin penjelasan Simon akan lebih baik dan jelas dari pada penjelasan Peachu."


"Baiklah, kita tunggu nanti malam kedatangan Simon. Untuk saat ini, kita tidak bisa meninggalkan istana. Nanti malam adalah jamuan perwakilan seluruh kerajaan dan organisasi penting. Yang kulihat, penjagaan pihak istana Fatma sangat minim. Pastikan seluruh anggota kita bersiaga."


"Siap ketua"


*****


Malam harinya.


Ruang perjamuan itu tampak lebih ramai. Tapi segala sesuatu nya tampak lebih rapi. Semua tamu undangan duduk ditempat yang telah ditentukan.


Ini adalah acara resmi kerajaan. Yang datang juga berpakaian lebih formal dibandingkan dengan dua jamuan sebelumnya.


Gong...gong...


Gong di pukul menandakan yang empunya pesta memasuki ruangan.


"Yang Mulia Raja Tejza telah tiba...!" seru seorang petugas dengan lantang.


Semua yang hadir berdiri menyambut kedatangan Raja Tejza. Dibelakang nya tampak permaisuri Lila dan kedua selir.


"Puteri Revaline dan pangeran Lark Valley memasuki ruangan!" seru petugas sekali lagi.


Puteri Revaline masuk kedalam ruangan bersama dengan pangeran Lark. Keduanya tampak serasi.


"Hari ini aku mengundang para tamu sekalian untuk merayakan kegembiraan istana Fatma atas pertunangan puteriku Revaline dengan Putera Mahkota Lark Valley dari Lembah Angin."


"Mohon doa kalian sekalian untuk kebahagiaan mereka. Anak dan menantuku. Setelah ini, ia akan pergi mengikuti suaminya. Dan pesta pernikahan hanya akan diadakan di tempat suaminya. Karena itu bagi kami, pertunangan anak perempuan sudah seperti pernikahan itu sendiri."


"Mohon dinikmati jamuan nya" kata Raja Tejza menyelesaikan sambutan nya.


Semua yang hadir membungkuk kan badan. Setelah Raja Tejza dan keluarga duduk, semua yng hadir juga duduk dan mulai menikmati jamuan.


Selama jamuan, tamu undangan dihibur dengan kedatangan para penari yang didatangkan pihak istana.


Selesai makan, acara lebih bebas. Ada yang berbincang ada juga yang menari dengan gembira.


Louisa sendiri berkeliling ditemani Marco sambil mengawasi keadaan. Sampai seseorang menegurnya.


"Puteri Lorine..."

__ADS_1


__ADS_2