Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Ruang Leluhur


__ADS_3

"Ah...putriku. Kamu memang selalu baik walau sudah disakiti. Tapi belum bisa, belum tentu tidak bisa. Anak adalah pemberian langit. Mungkin kalian belum waktunya saja mendapat anugrah itu. Ada orang yang baru memiliki keturunan setelah sepuluh bahkan dua puluh tahun menikah. Putra bodohku itu saja yang tidak sabaran"


"Berdoa saja ibu agar nanti jika paduka menikah dengan perempuan lain mereka segera memiliki keturunan. Dan ibu segera menjadi seorang nenek"


"Memikirkannya saja sudah membuatku kesal, apa lagi jika itu terjadi. Bagaimana pun perempuan itu tidak akan pernah menjadi putriku."


"Ibu jangan berpikir seperti itu. Mungkin saja paduka akan mendapat istri yang benar benar baik."


"Bagaimana dengan permintaanmu saat sidang putus cerai nanti. Minta sesuatu yang membuat Peter pusing, asal tidak membahayakan posisi kerajaan Ibu pasti mendukungmu. Tunjukkan jika seorang perempuan yang telah ditunjuk menjadi seorang permaisuri bukanlah orang yang lemah."


"Baik ibu. Oh ya ibu, aku ada sedikit permintaan.."


"Apa itu putriku?"


"Bolehkah aku masuk keruang leluhur?"


"Tentu boleh. Memang ada keperluan apa putriku kesana?"


"Aku hendak melihat lukisan leluhur Selir Agung Louisa Balley. Aku dengar lukisan beliau ada di ruang leluhur ibu"


"Oh...ibu akan membawamu kesana. Sudah seharusnya kamu memang kesana dan melihat lukisan leluhur Selir Agung. Ibulah yang lupa ....ha..ha.."ibu suri Anita tertawa seakan ada yang lucu


"Ayo kita pergi. Sebentar, ibu ambil dulu kunci ruangannya"katanya berjalan ke arah lemari yang ada disudut ruangan dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sana.


"Sudah.. ayo... Amber aku pergi sebentar. Kau kerjakan dulu pekerjaan yang kusuruh sebelumnya"perintah Ibu Suri kepada seorang pelayan yang tadi melayani mereka berdua.


"Baik Ibu Suri" jawab pelayan itu


******

__ADS_1


Sesampainya didepan ruang leluhur, Ibu Suri Anita mengeluarkan kotak kecil yang tadi dibawanya. Kotak itu mempunyai simbol yang aneh dipermukaan ya.


Sambil memegang kotak ditangannya, Ibu Suri merapal mantra dan dari kotak kecil itu keluar asap putih yang memasuki lobang kecil yang terdapat pada pintu. Tidak berapa lama pintu pun terbuka. Mereka di kemudian masuk kedalam nya.


Ruangan itu tampak rapi, tapi samar dapat dirasakan sedikit aura sihir didalamnya.


"Sihir ruang ini hanya sihir perlindungan biasa Lorine. Fungsinya agar barang barang di ruangan ini tidak rusak."


"Barang apa saja yang ada di ruangan ini ibu ?"


"Namanya juga ruang leluhur. Semua yang ada di sini berhubungan dengan peninggalan leluhur. Mahkota kerajaan pertama, jubah jubah kerajaan yang sudah tua namun memiliki nilai sejarah."


"Kemari, sebelah sini dipajang semua lukisan para raja dan permaisuri kerajaan Gordon"kata Ibu Suri sambil menarik tangan Louisa kesebuah ruang yang disekat.


Disana dipajang ratusan lukisan yang ditata dengan sangat indah. Lukisan para raja dia sandingkan dengan lukisan Permaisuri nya disampingnya. Sehingga yang melihat langsung mengetahui jika disamping raja A adalah permaisurinya.


"Nah...ini yang kamu cari putriku"Ibu Suri menunjukkan sebuah rak khusus yang terpisah dari yang lain. Disana hanya terdapat tiga lukisan.


" Selir Agung Yeniba Kesei selir dari Raja Wiliem Hendry, Selir Agung Roseline Kimber selir dari Raja Josep Hendry, Selir Agung Louisa Balley selir dari Raja Peter I Henry, ibu sambung dari Raja Kendrik Henry , Jendral Strategi perang yang hebat, negosiator yang ulung, benteng pertahanan kerajaan Gordon, simbol pelindung kerajaan Gordon"


Tubuh Louisa bergetar hebat, lukisan itu sungguh lukisan dirinya. Ia ingat dengan lukisan ini, ia pernah meminta dilukis seorang pelukis jalanan. Pelukis itu mau dengan syarat ia memakai kostum seorang ratu lengkap dengan sebuah jubah dan mahkota yang telah disediakan pelukis. Lukisan itu memakan waktu beberapa hari, tapi pada hari perjanjian lukisan itu bisa diambil, pelukis jalanan itu menghilang. Louisa pernah mencoba bertanya keberadaannya pada pelukis jalanan yang lain tapi tidak ada yang tahu, sehingga Louisa kemudian melupakannya.


"Kenapa ada disini...?"gumam Louisa lemah."Dan mengapa nama raja sama dengan raja yang sekarang?"tanyanya dalam batin. Batinnya sedikit terguncang.


"Putriku ... apakah kamu baik baik saja?"tanya ibu suri cemas."Mari kita duduk sejenak"katanya lagi sambil membawa Louisa kesebuah bangku panjang diruangan itu.


"Sebentar ibu, aku mau melihat lukisan raja Peter I" kata Louisa hendak berdiri.


"Tidak usah putriku, duduklah. Ibu akan sedikit bercerita. Ini adalah cerita yang diturunkan dari satu permaisuri ke permaisuri berikutnya."

__ADS_1


"Selir Agung Louisa Balley dinikahi oleh Raja Peter I sehari sebelum kematiannya. Saat itu raja Peter I sedang sakit keras, sedangkan permaisurinya meninggal sewaktu melahirkan putra mahkota. Putra mahkota masih sangat belia, masih berumur delapan tahun sehingga memerlukan seseorang yang bisa dipercaya untuk membimbing dan melindunginya."


"Ditengah kekacauan, jendral Louisa mengajukan diri sebagai pelindung dan pembimbing putra mahkota. Karena ia merupakan adik dari permaisuri sebelumnya. Jadi putra mahkota adalah keponakannya. Beberapa dewan penasehat agak ragu, takut jika posisi Louisa kurang kuat jika hanya seorang jendral. Maka dibuatlah solusi dengan mengangkat Louisa menjadi selir raja agar punya kedudukan didalam istana. Setelah kematian raja, posisinya dinaikkan menjadi selir agung"


"Jadi selir agung tidak pernah benar benar menjadi selir raja Peter I?"


"Tidak putriku. Itu hanyalah nama yang disematkan, agar punya kedudukan di istana.


Kemudian Louisa teringat sesuatu.


"Ibu, apa ibu tahu siapa yang melukis selir agung?"


"Ibu tidak tahu putriku. Tapi yang bertanggung jawab untuk lukisan kerajaan adalah keluarga Dutch Picasso. Mungkin pada mereka ada catatannya."


"Mungkin kamu bingung, ibu juga saat pertama melihat wajahmu terkejut. Karena wajahmu memang sangat mirip dengan selir agung..."


Mereka masih berbincang sambil melihat lihat isi ruang leluhur sebelum akhirnya Louisa pamit undur diri karena hari menjelang siang. Dan ia teringat punya janji makan siang dengan Archduchess Elisabeth Wolfen. Jika ia sampai terlambat Reneisme bisa bisa memberikan ceramah panjang padanya


******


Masih di ruang leluhur.


Setelah kepergian Louisa ibu suri berdiri memandang lukisan Selir Agung Louisa Balley.


"Aku tahu jika itu adalah anda leluhur. Permaisuri Lorine Valley adalah renkarnasi anda, dan putra bodohku raja Peter adalah renkarnasi yang mulia Raja Peter I. Tapi mengapa ia begitu bodoh?"


" Padahal ia telah bersumpah untuk menjaga anda dikehidupan berikutnya. Apa ia tidak bisa mengenali istrinya sendiri? Hanya sehari menikahinya bukan alasan karena ia telah bertahun tahun mengenal anda


sebagai adik iparnya dan juga jendral kerajaan Gordon"

__ADS_1


"Dasar anak bodoh... ingin aku menarik telinganya. Biar ia ingat akan perempuan hebat yang telah membantunya dikehidupan sebelumnya . Bukannya malah menceraikannya. Akan kujumpai dia, kalau perlu kupukul kepalanya ...."kata Ibu Suri marah marah sendiri sambil menutup pintu ruang leluhur, kemudian berjalan menuju kediaman raja Peter


__ADS_2