
"Tapi itu mungkin membuatnya mengamuk. Aku benar-benar tidak mengetahui perilakunya selama ini" kata Raja Peter
"Hmm... tapi jika bisa, tolong Puteri Autum tidak dibiarkan tinggal dengan selir ketiga."
"Mengapa selir utama.? Biarpun mungkin saja ia marah, tapi tidak mungkinkan iz menyakiti putrinya sendiri?"
"Sebenarnya beberapa pelayan pernah melaporkan kepadaku tentang perilaku selir ketiga yang sedikit aneh. Tapi selama ini aku mengabaikannya karena merasa itu bukan tugasku."
"Aneh bagaimana maksud selir utama?"
"Jika Yang Mulia tidak datang ke istananya, maka selir ketiga akan mengamuk dan Autum akan dihukum sebagai gantinya."
"Tapi setiap aku kesana, selir ketiga terlihat sangat memanjakan Autum.."
"Maaf jika apa yang aku bicarakan ini sedikit kasar Yang Mulia. Sepertinya Autum digunakan selir ketiga hanya untuk menarik perhatian anda. Dia akan menyayangi Autum jika anda memperlakukannya dengan baik, tapi jika anda menolaknya maka Autum akan dijadikan pelampiasan ketidakpuasannya terhadap Yang Mulia. Entah ditampar, dikurung didalam kamar, atau tidak diberi makan. Itu menurut beberapa pelayan yang melapor kepadaku"
Wajah Raja Peter merah padam karena amarah. Ia kemudian teringat beberapa kali ia memang melihat ada memar ditubuh Autum, tapi Raja Peter tidak berpikiran buruk karena menurut selir ketiga itu karena Puteri Autum terjatuh.
"Pelayan Karin!! Masuk!!" teriaknya keras
Pelayan Karin terkejut mendengar namanya dipanggil dengan marah. Ia masuk dengan ketakutan, wajahnya pucat pasi.
"Ham...hamba Yang Mulia.."
"Katakan padaku, dimana Puteri Autum saat ini?"
"Dikurung didalam kamar Yang Mulia..."
"Kenapa tadi tidak kau katakan...!"
"Yang Mulia... sabar..." bujuk selir utama Natasha
"Aku tahu Puteri Autum bukan darah dagingku. Tapi dia tetaplah puteriku. Puteri yang aku sayangi.. Komandan Zhang... bawa beberapa prajurit. Jemput Puteri Autum. Pindahkan dia ke istana Lili. Selir utama, atur beberapa pelayan untuk merawatnya da seorang pelayan senior untuk menjaganya"
"Baik Yang Mulia.." kata kedua serempak
"Mengenai rencana menangkap Guerto dan anak buahnya, aku serahkan kepadamu Komandan Zhang..."
"Baik Yang Mulia, akan hamba kerjakan" kata Komandan Zhang
"Selir utama Natasha, seperti yang anda katakan sebelumnya tolong periksa lagi catatan para pelayan itu, dan korek keterangan dari mereka tentang selir ketiga. Serta atur pelayan yang melayani Selir ketiga..."
"Baik Yang Mulia..." kata selir utama Natasha
__ADS_1
"Pelayan Karin, ini gulungan surat dan uang hadiah yang diberikan selir ketiga. Tugasmu adalah tetap serahkan seperti permintaan selir ketiga. Beberapa prajurit akan mengawasimu agar tetap aman. Tapi setelah kembali ke istana, kamu menghadap selir utama Natasha untuk penempatanmu kembali"
"Hamba Yang Mulia.."
"Huber.."
"Saya Yang Mulia.."
"Sebagai tanda jasa untuk pelayan Karin hari ini berikan dia dua puluh koin emas"
"Baik Yang Mulia.."
"Dan selir utama Natasha untuk upah bulanannya naikkan sebanyak lima belas persen dan status pelayannya naikkan satu tingkat jabatan"
"Akan hamba atur sesuai perintah Yang Mulia.."
"Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia..." kata pelayan Karin sambil membungkukkan badannya dengan hormat.
"Setiap orang yang mau bekerja dan mengabdi dengan sungguh sungguh untuk istana, tentu ia harus mendapatkan upah yang sesuai. Tetap bekerja dengan sungguh sungguh..."
"Hamba Yang Mulia.."
"Pertemuan ini sampai disini.. Selir utama.."
"Saya Yang Mulia.."
"Baik Yang Mulia..."
.
.
Beberapa hari kemudian..
"Salam hormat Leluhur Tertinggi... Selamat datang kembali di istana.." sambut Kepala pelayan Istana leluhur
"Apakah ada yang terjadi saat kepergianku ?"
"Ada sedikit perubahan di istana dilakukan Yang Mulia.. Juga penangkapan beberapa pendatang yang merupakan anak buah selir ketiga Diana..."
"Penangkapan anak buah selir ketiga...? Aku mau istirahat dahulu. Sampaikan kabar kepulanganku kepada raja Peter. Minta dia menjumpaiku saat makan malam.."
"Baik leluhur tertinggi..."
__ADS_1
..
Malam harinya
"Yang Mulia Raja Peter telah tiba..!" seru prajurit penjaga istana lleluhur
Raja Peter masuk kedalam ruang makan istana leluhur. Dimeja makan telah duduk leluhur Kendrick, Hwak dan Lion. Raja Peter membukkukkan badannya.
"Selamat datang kembali di istana leluhur, paman Lion, bibi Hwak.."
"Duduklah.. aku lapar. Nanti kita berbincangnya.."kata leluhur Kendrick
Mereka makan dalam diam. Hidangan di istana leluhur terbilang sangat sederhana dan berbanding terbalik dengan hidangan di istana Raja. Untuk mereka bertiga (leluhur Kendrick, Hwak dan Lion ) hanya ada kentang tumbuk, telor dan sayuran rebus. Sedangkan untuk Raja Peter, masih tersedia daging dan ikan.
"Leluhur tetap tidak merubah cara makannya.. apa bibi Hwak tidak bosan?" tanya raja Peter setelah selesai makan
"Kami telah melakukan perjalanan jauh, dan memakan makanan yang terlalu berlemak. Itu tidak baik untuk tubuh tua kami. Hidangan sederhana diperlukan untuk mengimbanginya.."jawab Hwak sederhana.
"Leluhur bagaimana dengan perjalanan kalian?" tanya raja Peter
"Sangat lancar. Sebelum aku bercerita, kami mendengar kamu melakukan beberapa perubahan diistana. Ceritakan" pinta leluhur Kendrick
Peter kemudian bercerita tentang pelayan Karin dan juga penangkapan beberapa pendatang yang ternyata sekelompok bandit dan merupakan anak buah yang direkrut selir ketiga secara diam diam saat keluar istana.
"Jadi sekarang selain sibuk mempersiapkan segala sesuatu tentang bencana kemarau, juga melakukan pembersihan kota Gordon Empire. Mungkin selama ini, kita terlalu terbuka dengan kedatangan pendatang dari luar kerajaan. Sehingga ada bandit berkeliaran bebas di halaman kita, tanpa kira sadari"
"Jadi apa rencanamu terkait para pendatang asing..?"
"Aku sudah berkoordinasi dengan para jenderal, dan mereka menyarankan melakukan pencegahan di gerbang masuk kerajaan. Setiap pendatang harus diperlakukan sesuai dengan kepentingan kedatangannya. Jika niatnya berdagang, akan diberikan ijin tinggal selama tiga bulan dan jika ingin memperpanjang harus mengurusnya kembali setiap tiga bulan"
"Jika bekerja..? Ingat sangat banyak pekerja asing dikerjakan kita.."
"Jika ingin mencari pekerjaan, ia mendapat ijin tinggal selama enam bulan sampai menemukan pekerjaan. Jika setelah enam bulan tidak ada, maka ia harus keluar dari kota tempatnya mencari dan pindah ke kota berikutnya dan melakukan prosedur yang sama"
"Bukankah itu terlalu merepotkan?" tanya bibi Hwak
"Jadi menurut bibi?"
"Deportasi.. tendang langsung keluar kerajaan.. Ini juga akan membantu kita saat bencana kemarau."
"Akan aku pertimbangkan bibi.. Untuk yang mendapatkan pekerjaan, akan dibuat peraturan baru jika setiap pengusaha harus melaporkan jika ada menerima pekerja asing ditempat nya. "
"Kerja yang bagus. Tapi kamu ketinggalan jauh dari Louisa. Kerajaan Lembah Angin sudah menerapkan hal itu semenjak mereka mendirikan tembok perbatasan. Seperti yang dikatakan Hwak, itu akan sangat membantu saat bencana kemarau tiba. Bahkan mereka berencana melarang pekerja baru dari luar mulai tahun depan, kecuali yang mendapat rekomendasi sebelumnya. Alasannya sederhana, itu bisa menjadi bencana lain saat bencana kemarau.."
__ADS_1
"Louisa..." gumam raja Peter dengan wajah sendu.
"Kenapa? Nanti kita bicarakan tentang Louisa. Sekarang kita bicarakan tentang selir ketigamu. Diana Cornor atau nama aslinya Diba Renzo.."