
Setelah kepergian Count Desmo dan Countess Rery di istana sunyi hanya tertinggal pangeran Niko dan Diba Renzo. Pangeran Niko menghela napas berat. Ia kembali menyeret kursi yang ia bawa ke pintu kembali ke meja tepat ditengah ruangan.
"Nah Diba. Sekarang hanya kita disini, kau bisa bicara. Apa yang ingin kau ketahui?" tanya Pangeran Niko sambil memandang Diba Renzo
"Pangeran, apa yang sebenarnya terjadi pada orang tuaku?"
"Sebelum menjawab pertanyaanmu, aku ingin bertanya beberapa hal. Bisakah?"
"Tentu pangeran"
"Bagus. Siapa yang memberitahukan padamu tentang orang tuamu?"
"Pangeran kenal dengan pelayan Amy? Orangnya tinggi, kurus..."
"Budak tua itu.. Aku kenal. Apa dia yang berbicara padamu?"
"Iya pangeran. Waktu itu setelah ulang tahunku yang kedua belas. Count Enland memberikan sejumlah hadiah kepadaku. Ada salah satunya dibungkus secara khusus. Dan itu adalah perhiasan ibuku, setidaknya itu yang dikatakan Count Enland."
"Sate set perhiasan dari permata?"
"Iya"
"Itu setahuku, hadiah pernikahan yang diberikan Count Enland untuk ibumu"
"Tapi mengapa pelayan Amy berkata jika itu dibeli ayahku untuk ibuku?"
"Budak tua itu berkata begitu?"
"Benar pangeran. Dan menurut pelayan Amy, ayahku membeli perhiasan itu dari upahnya bekerja di kediaman Count Enland. Dan perhiasan itu merupakan hadiah ayah setelah kelahiranku. Tapi Count Enland menuduh ibuku mencuri perhiasan itu. Dan ayahku membela ibuku, dan mengaku jika beliau yang membelinya ibuku dan kelak akan diberikan kepadaku. Tapi Count Enland semakin marah dan mengatakan akan memberikan perhiasan itu kepadaku tapi sebagai gantinya hukuman mati kepada kedua orang tuaku. Mereka memberinya racun.. hiks..hiks.. "
"Mengapa kau menangis?"
"Pangeran tidak pernah mengerti perasaanku. Orang tuaku dibunuh hanya karena perhiasan. Perhiasan sialan..!"
__ADS_1
"Ha...ha... Dan kau percaya cerita itu begitu saja?"
"Aku berulang kali menanyakan tentang orang tuaku pada Count Enland maupun Count Desmo."
"Apa jawaban mereka?"
"Sebaiknya kau lupakan saja, itu yang selalu mereka katakan. Aku juga bertanya kepada kepala pelayan Mar, tapi beliau juga berkata itu akan membuatku sedih. Jadi aku akhirnya percaya perkataan pelayan Amy"
"Jadi karena itu kau membalas dendam?"
"Iya"
"Bodoh. Benar kata leluhur tertinggi Kendrick, ini semua hanya kesalahan pahalanya dan salah didik. Baik, aku akan menceritakan sejarah keluargamu di kediaman Count Enland"
Diba Renzo melihat pangeran Niko dengan serius.
"Kau pasti tahu, jika di kerajaan Kite ada bermacam tingkatan kedudukan dan status. Paling rendah adalah Budak belian. Orang yang tidak memiliki kebebasan tidak berhak atas harta apapun selain pemberian tuannya. Bahkan anak anaknya bukan miliknya sendiri, tapi milik tuannya. Diatas Budak belian ada Budak bebas. Artinya orang yang dibebaskan dari perbudakan karena belas kasihan tuannya, tapi memilih tetap memilih melayani tuannya dari pada pergi dari kediaman tuannya. Untuk Budak bebas, ia berhak menerima perlindungan tuannya seumur hidup, tempat tinggal yang lebih baik dan anak-anaknya berhak menyandang namanya dan mendapatkan pelatihan setara orang biasa"
"Tapi aku tidak pernah melihat yang seperti itu di kediaman Count Enland" potong Diba Renzo
Mata Diba Renzo terbeliak kaget. Sebuah fakta baru yang sangat mengejutkan baginya.
"Bukannya ayahku seorang pelayan kepercayaan Count Enland?"
"Budak kepercayaan..."
"Jadi mengapa ayahku dibunuh..?"
"Tanya ibumu?"
"Maksudnya hanya ibumu yang tahu mengapa ia tega membunuh ayahmu"
"Apa! Ibuku yang membunuh ayahku? Itu tidak mungkin... kata pelayan Amy.."
__ADS_1
"Bodoh... Budak tua itu baru memasuki kediaman Count Enland setahun setelah kematian orang tuamu. Dari mana ia tahu apa yang terjadi sebenarnya..!" marah pangeran Niko
"Jadi ia berbohong kepadaku...?"
"Ayahmu adalah Budak kesayangan Count Enland. Ia di jual orang tuanya saat masih berusia dua tahun. Ia dididik dan diasuh Countess Rea almarhum seperti puteranya sendiri. Kakek dan nenekmu sebelah ibumu adalah Budak belian. Awalnya mereka merupakan budak seorang Count yang merupakan sahabat Count Enland dari kerajaan Lite. Dan Count Enland membelinya karena melihat perangai kakekmu yang sangat baik."
"Lima tahun melayani dikediaman Count Enland, nenekmu melahirkan ibumu. Conti. Kami tidak tahu apa persoalan antara kakek dan nenekmu, yang jelas kakekmu mati karena diracun nenekmu. Setelah itu nenekmu dijatuhi hukuman mati dengan meminum racun yang sama"
"Ibumu kemudian diambil dan diasuh oleh seorang pelayan bebas. Didik seperti anak anak pelayan bebas. Ibumu cantik sama sepertimu, kecantikanmu persis seperti ibumu. Suatu waktu, Count Enland mengadakan jamuan dirumahnya. Dan seorang count tua melihat ibumu dan ingin membelinya untuk dijadikan gundik. Count Enland tidak terima jika salah satu budak terbaiknya diberikan untuk count tua yang hanya menginginkan tubuhnya. Karena ia terus didesak count tua itu, akhirny count Enland menikahkan ibumu dengan ayahmu, serta menghadiahinya satu set perhiasan permata sebagai mas kawin"
"Tapi saat kau masih kecil, suatu malam ibumu membunuh ayahmu menggunakan belati saat ia sedang tidur. Dan keesokan paginya ia menghadap count Enland dan mengakui perbuatannya. Apa isi pembicaraan mereka aku kurang tahu, yang jelas setelah berbicara cukup lama, ibumu menusuk perutnya sendiri menggunakan belati yang sama untuk membunuh ayahmu tepat dihadapan Count Enland " jelas pangeran Niko panjang lebar.
Diba Renzo terhenyak. Ia benar-benar syok..
"Tapi mengapa tidak ada yang menceritakannya kepadaku... jika saja aku tahu kebenarannya... aku tidak akan.." katanya dengan wajah putus asa.
"Mereka tidak mau kau terluka. Itulah sebabnya kedua Count selalu mengatakan untuk melupakannya, karena bagi kediaman Count Enland sendiri, kehilangan ayahmu memberi kesedihan yang dalam."
"Ibuku... mengapa dia melakukannya?"
"Aku tidak tahu" jawab pangeran Niko
"Ketidakpuasannya terhadap ayahmu.." tiba tiba terdengar suara count Desmo.
Ia berjalan masuk sendiri tanpa diikuti Countess Rery.
"Ibumu seorang yang ambisius. Dia dididik oleh pelayan bebas, membuatnya lupa diri dengan statusnya. Saat Ayah menolak lamaran count tua itu, dan memilih menikahkannya kepada ayahmu, ternyata ia kecewa. Ia merasa ayahmu tidak cocok untuknya yang hanya seorang budak, dan ingin menikahi count tua itu untuk mengangkat statusnya. Tapi ayah tahu, jika ia memberikan ibumu kepada Count tua itu, setelah count tua itu bosan segera ibumu akan dijual sebagai wanita penghibur. Karena itu sudah sering terjadi, tapi ibumu tentu saja tidak mengetahuinya"
"Mengapa Count Enland tidak menjelaskan alasannya kepada ibuku?"
"Karena sebelumnya ibumu tidak mengeluh. Dan haruskah seorang tuan menjelaskan segala sesuatu kepada budaknya?"
"Tapi mungkin..." kata Diba Renzo tidak puas
__ADS_1
"Ibumu bunuh diri tepat setelah mendengar penjelasan ayahku. Dan lagi lagi, kau melakukan kesalahan yang sama seperti ibumu"
"..."