Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pembicaraan yang berlanjut


__ADS_3

"Bruswick... sahabat lamaku..." sambut leluhur Kendrick dengan pelukan menyambut mereka.


Lucio sudah diturunkan dari gendongan saat sampai didepan rumah.


"Apa kabarmu Kendrick?"


"Aku sangat baik.. kamu pun kulihat sangat baik. Ha...ha.. Kapan kamu tiba di Hinom?"


"Beberapa hari yang lalu. Tadinya aku ingin menunggu Louisa dan Lucio di Hinom. Tapi saat kutahu anda ada disini, aku meminta Reneisme membawaku kemari. Karena aku yakin anda akan segera pergi setelah bertemu anak muda itu"


"Iya.. anda sangat mengenalku. Aku memang berniat berangkat besok, ada yang harus aku kerjakan. Banyak kekacauan yang dibuat anak bodoh itu yang harus kubereskan.." katanya dengan raut kesal.


"Semua ada takdirnya. Semua ada jalannya.. jangan menyalahkan hal yang telah berlalu. Hanya waktu yang tidak bisa diulang. Hanya berharap tidak melakukan kesalahan yang sama lagi dimasa yang akan datang." kata Tuan Bruswick


"Leluhur, kakek buyut ayo sarapan dulu. Nanti kita bicara lagi..." sela Lucio


"Ha...ha... anak muda ini betul.. " jawab keduanya sambil tertawa.


.


.


.


Selesai sarapan pagi, semua penghuni rumah sudah mulai melaksanakan aktifitas masing masing. Di ruangan itu hanya meninggalkan tiga orang, yaitu Louisa, leluhur Kendrick dan Tuan Bruswick.


Ketiganya terlibat pembicaraan yang serius tentang Lucio.


"Jadi aku harap, leluhur jangan dahulu memberi tahu tentang Lucio kepada Peter. Aku ingin ia melihatnya sendiri kemari, dan tanpa aku memperkenalkannya, ia mampu mengenali puteranya." pinta Louisa


"Sampai kapan Louisa?"

__ADS_1


"Sampai ia ada niat untuk berkunjung kemari"


"Bagaimana jika setelah urusan Diana selesai, aku memintanya datang berkunjung. Dia tentu ada alasan untuk menjelaskan tentang Diana."


"Tapi itu tidak ada hubungannya lagi denganku leluhur. Jika bukan karena Lucio akan kembali ke istana Gordon, semua itu aku tidak ingin ikut campur. Dan aku ingin dia datang kemari karena keinginannya sendiri, bukan karena diminta siapapun" kata Louisa sedikit emosi


"Louisa..." kata Tuan Bruswick


"Tidak mengapa saudara Bruswick, aku cukup tahu kekecewaan Louisa terhadap anak bodoh itu. Tapi sebenarnya Peter sudah cukup menyadari kesalahannya. Sebelum aku kemari, sebenarnya ia sudah berjanji jika ingin memperbaiki hubungannya kembali dengan Louisa. Hanya saja, untuk saat ini aku ingin ia fokus untuk persiapan bencana kemarau terlebih dahulu. Gordon sudah tertinggal jauh dibandingkan Lembah Angin"


"Begitu juga baik saudara Kendrick. Sudah sewajarnya jika Peter mendahulukan urusan kerajaan terlebih dahulu"


"Tapi leluhur, apa kelak kehadiran Lucio diistana tidak akan diragukan orang orang? Bagaimanapun, Lucio hadir setelah perceraian kami" kata Louisa


"Siapa yang berani meragukan keturunanku.. Aku bisa membuktikan bahwa darah yang mengalir ditubuhnya masih mengalir darah Henry. Bahkan wajahnya dan sikapnya persis seperti Peter kecil. Hanya mata dan warna rambutnya yang membedakan" kata leluhur Kendrick


"Berarti kita sepakat jika Lucio akan diperkenalkan kepada Peter jika ia sendiri yang melihatnya. Kemudian, bagaimana dengan pembicaraan kita tadi pagi Louisa?"


"Ijinkan aku berpikir dahulu kakek. Kita akan membahasnya lagi, jika ada keseriusan juga dari dia. Bukan hanya kita menduga duga. bagaimana?"


"Di istana Gordon ada selir ketiga bernama Diana Cornor. Dialah awal masalah antara Louisa dan Peter. Dia menjebak dan menipu Peter. Sementara Peter, yang sudah tahu jika ia dijebak dan ditipu tetap mempertahankan wanita itu karena wanita itu melahirkan seorang anak perempuan. "


"Tunggu... anak perempuan?" tanya Tuan Bruswick bingung. Sebab seharusnya anak pertama Peter haruslah dari Louisa.


"Iya, tapi gadis kecil itu bukan keturunan Henry. Mungkin karena terlalu merindukan seorang anak, walaupun tahu itu bukan darah dagingnya ia tetap mencintainya. Sekarang yang harus kubereskan tentang identitas perempuan itu"


"Apakah identitasnya tidak biasa?"


"Louisa mungkin lebih jelas tentang itu. Karena ada informasi dari Louisa, makanya aku harus kembali terlebih dahulu sebelum mencari tahu tentang perempuan itu"


"Singkatnya kakek, jika informasi yang keterima benar maka itu bisa mengakibatkan perang antara dua kerajaan karena kerajaan Gordon dianggap melindungi dan menyembunyikan seorang buronan" jelas Louisa

__ADS_1


"Segawat itu? Tapi ini sudah beberapa tahun dan mungkinkah pihak penegak hukum negara asal perempuan itu belum mengetahui keberadaan perempuan itu di Gordon?"


"Untuk beberapa tahun ini, aku berusaha menghalangi segala petunjuk yang mengarah ke Gordon dengan memasukkan salsj satu anak buahku di tim penegak hukum mereka"


"Louisa..." kata leluhur Kendrick


"Gordon adalah rumah keduaku. Aku tidak mau rakyat Gordon menderita karena raja mereka yang kurang bijaksana. Aku sudah pernah menulis surat kepada Peter untuk menyelidiki hal ini. Memberikan sedikit petunjuk kepadanya, tapi ...." kata Louisa dengan kalimat yang menggantung.


"..."


Leluhur Kendrick dan Tuan Bruswick terdiam. Tidak tahu harus bicara apa lagi.


"Semua ini terjadi karena salahku juga karena terlalu lama pergi meninggalkan istana. Sehingga Peter kekurangan orang yang berpengalaman menjalankan pemerintahan. Kekurangan orang yang bisa menasehatinya dengan baik. Semua orang cenderung mendengarkan perkataan Peter, dan itu memang seharusnya karena ia seorang Raja. Jadi ia menjadi sedikit lupa diri..."


"Sebenarnya Lucky juga merasa sangat bersalah karena hal itu. Menurut cerita Lucky, ia ikut rombongan Raja Peter waktu itu ke Kerajaan Mordan. Karena tercapai kesepakatan antara kedua kerajaan untuk menumpas kelompok bandit, ia memutuskan tinggal di Mordan untuk menjalankan rencana mereka. Sehingga melepaskan Raja Peter kembali ke Gordon Empire hanya dengan seorang jenderal lain dan dutch Philips kala itu. Dan ia merasa jika seandainya ia ikut pulang terlebih dahulu, tentu kejadian itu tidak akan terjadi" Cerita Tuan Bruswick


"Lucky tidak bersalah, waktu itu ia merupakan seorang Jendral yang bertanggung jawab untuk keamanan kerajaan Gordon. Apa yang dilakukannya sudah sangat benar. Anak bodoh itu saja yang tidak bijaksana. "


Setelah pembicaraan yang panjang, Louisa memutuskan mengajak kedua orang tua itu berkeliling lahan pertaniannya.


Menunjukkan peternakan mereka, juga rencana rencana untuk ternak sewaktu kemarau panjang akan berlangsung. Setelah itu menunjukkan sistem pertanian yang dijalankan, dan juga beberapa gudang penyimpanan yang ada disana.


Dan terakhir, membawa mereka ketempat pelatihan prajurit khusus yang biasanya bersifat sangat rahasia. Terlihat seribu prajurit sedang berlatih keras dibawah pengawasan Shine, Marco, Deep dan Shadow.


"Apakah mereka anggota the power of night?" tanya Tuan Bruswick


"Iya kakek. Mereka merupakan pasukan rahasiaku sendiri. Sedangkan untuk prajurit khusus kerajaan Lembah Angin, dilatih di camp yang satu lagi. Sekitar lima kilometer dari sini"


"Jika keempat cecunguk ini disini, disana siapa yang melatih?" tanya Tuan Bruswick


"Ada dua puluh pasukan utama the power of night yang ditugaskan khusus untuk itu." jawab Louisa.

__ADS_1


"Dimana tempat kalian melatih insting dan pertahanan mereka?"


"Di sana. Di gunung Awan. Setiap tiga bulan sekali mereka harus bertahan hidup melawan dinginnya kabut dipuncak gunung itu" kata Louisa menunjuk gunung Awan di belakang mereka.


__ADS_2