
Menjelang sore pasukan prajurit kerajaan Fatma sampai ditempat mereka. Mereka tidak kembali ke markas Bear Arrow, karena tahanan yang di markas juga telah dijemput pasukan prajurit kerajaan Fatma yang lain.
Mereka mengambil jalan lain yang lebih singkat untuk keluar dari hutan kabut. Di luar hutan kabut, kereta kuda sudah menunggu para tawanan untuk diangkut.
Karena kuda kuda mereka sebelumnya ditinggalkan di warung samping jalan setapak menuju hutan kabut, terpaksa Louisa dan lainnya menumpang di kereta kuda tawanan sebelum sampai tempat mereka menitipkan kuda kuda nya.
Deep, Marco dan Shadow menumpang dikereta yang sama. Sementara Louisa, Light dan Shine dikereta kuda yang satunya lagi.
Louisa dan Light duduk didalam kereta kuda bersama tawanan, sedangkan Shine memilih duduk disamping kusir kereta. Jhon Muel juga ada di kereta itu.
"Louisa, maafkan aku tentang semuanya. Terutama tentang ibumu" katanya sambil memandang Louisa penuh sesal.
"Sudahlah.. aku sudah memaafkanmu. Tentang ibuku, itu salahku juga tidak bisa melindungi ibuku. Yang penting ibuku yang sekarang sangat berbahagia. Ayah ku sangat menyayangi nya."
"Apakah ibumu orang yang sama?"
"Iya. Ibuku yang sekarang adalah ibuku kandungku sewaktu aku menjadi Louisa Balley"
"Louisa..."
"Hmmm..."
"Apa benar kau adalah puteri Lorine?"
"Benar. Kenapa?"
"Apa kau diceraikan Peter karena Marry lagi kah?"
"Aku tidak kenal perempuan itu. Tapi mungkin saja ia memang renkarnasi Marry. Tapi saat ini nama nya adalah Diana Cornor. Aku tidak pernah bertemu dengan nya"
"Apakah kamu ingin kembali merebut Peter darinya?"
"Tidak Jhon Muel. Aku tidak berminat. Hidup ku sekarang sangat bahagia. Lagi pula ada yang lebih penting untuk kupikirkan selain pernikahan"
"Apa itu?"
"Tentu saja kerajaan ku. Kerajaan Lembah Angin. Jhon Muel saat kita hidup di jaman modern, pernah kah kau bertemu Peter? Atau Marry?"
"Setahu ku tidak. Mungkin saja mereka belum lahir atau mereka jauh lebih tua dari kita. Sama seperti usiaku yang jauh lebih tua darimu saat kehidupan kedua kita. Atau satu lagi, mereka berenkarnasi ditempat yang jauh dari kita"
"Iya, kau benar. Itu mungkin saja, tapi sama seperti kehidupan kita sebelumnya. Seharusnya tetap ada hubungan yang mengikat kita. Seperti kau dan ibuku. Atau seperti sekarang, karena puteri Revaline dan sepupuku"
"Louisa, mengapa bukan kau yang menjadi ratu kerajaan Lembah Angin? Bukankah itu seharusnya menjadi milikmu?"
"Apakah harus? Apakah dikenal orang menjadi pemimpin itu begitu penting? Tidak kah bekerja dibalik layar itu lebih menyenangkan? Tidak ada yang menyorot atau mengomentari pekerjaanmu. Bebas bertindak dan bergerak. Ataukah itu yang dijanjikan pangeran Hurex padamu sehingga kamu mau melakukan pekerjaan itu?" tanya Louisa langsung tepat sasaran.
__ADS_1
Wajah Jhon Muel pucat. Tidak menyangka Louisa langsung tahu siapa yang menjadi dalang penyerangan.
"Bagaimana kau tahu?"
"Tak perlu kau tahu darimana aku mengetahui nya. Aku juga tidak mengharapkan kau bersaksi tentang hal itu. Aku yakin kau lebih memilih mati daripada membuka mulutmu didepan raja Tejza. Apakah Roseline dijadikan sandera pangeran Hurex?"
Jhon Muel tertunduk tak berdaya.
"Semula semua berjalan lancar. Tapi setelah dua kali penyerangan gagal, aku ingin mundur. Saat kami melakukan pembicaraan, seorang pelayan ku melapor jika Roseline diculik seseorang saat sedang berbelanja di pasar. Aku bingung siapa yang berani melakukan nya. Tuan Rhas orang kepercayaan pangeran Hurex yang sedang melakukan pembicaraan denganku mengaku, jika ia yang memerintah kan anak buahnya menculik Roseline. Itu sebagai jaminan kalau aku melakukan pekerjaan nya dan sekaligus melindungi Roseline."
"Dan kau diam saja?"
"Aku tidak berdaya Louisa. Lagipula, waktu itu aku yakin dengan persiapan yang lebih matang kami bisa berhasil melakukan tugasnya. Dan aku bisa menyusul Roseline ke Lingkar Awan "
"Hmm... sangat Hurex. Kau kira ia melakukan nya untuk itu? Ia sudah membuat perkiraan. Jika kau berhasil dan kabur ke Lingkar Awan, ia tetap akan membunuhmu agar tidak menjadi ancaman untuk nya dimasa depan. Jika kau gagal, ia menggunakan Roseline sebagai jaminan agar kau tetap tutup mulut didepan raja Tejza"
"Bagaimana mungkin?"
"Kau bodoh Jhon Muel. Sekarang kau bahkan tidak bisa menyelamatkan kekasih mu"
"Louisa, tidak bisakah kau menolong nya?"
"Maksud mu Roseline? Hmmm... aku tidak berminat. Apa kau tahu mengapa Puteri Revaline diserang?"
"Aku tidak tahu. Mungkin Raja Tejza pernah meninggung kerajaan Lingkar Awan?"
"Tapi mengapa?"
"Penyebabnya aku tidak bisa memberitahukan kepada mu. Itu rahasia kerajaan kami. Satu yang pasti, jika kau membuka mulutmu didepan raja Tezja tak ayal lagi, tinggal menunggu waktu pecahnya perang antara tiga kerajaan"
Jhon Muel terdiam tidak tahu mau berkomentar apa. Tidak menduga jika pekerjaan itu bisa menyebabkan perang.
"Satu satunya yang bisa kau lakukan adalah diam dan memberikan nyawamu sebagai bayaran nya. Bagaimana pun kau telah terlibat didalamnya"
"Aku tidak masalah dengan nyawaku Louisa. Tapi bisakah kau menolong ku mencari tahu keadaan Roseline"
"Akan ku usahakan, tapi aku tidak berjanji. Light, ayo turun itu kuda kita"
"Baik ketua"
Mereka turun dari kereta. Kedatangan mereka sudah ditunggu lima anggota the power of night yang bertugas menjaga kuda.
"Bagaimana dengan yang lain?"
"Mereka sudah berangkat terlebih dahulu ke kota Malwa ketua."
__ADS_1
Mereka mengambil kuda tunggangan nya dan menaiki nya.
"Kita kembali kekota Malwa" kata Louisa.
"Baik ketua"
Rombongan itu kembali bergerak. Mengawal dua kereta yang mengangkut para tahanan.
"Ketua, apa anda benar-benar akan membantu mencari isterinya?"
"Roseline? Tentu tidak. Perempuan itu mungkin saja adalah kekasih Jhon Muel dibeberapa kehidupan nya. Tapi dikehidupan yang sekarang, ia telah merusak kebahagiaan seorang wanita. Merebut suami orang lain. Mengapa aku harus membantu dua orang penghianat?"
"Jadi maksud ketua?"
"Agar Jhon Muel memiliki sedikit harapan. Aku tidak ingin Jhon Muel membuka mulutnya pada Raja Tejza. Lagipula aku yakin, perempuan itu telah mati. Dan aku tidak ingin, Jhon Muel mati dengan begitu tenang"
"Kukira ketua sudah benar-benar memaafkannya. "
"Tentu tidak segampang itu Light. Dia menghianati ku di dua kehidupan ku. Aku hanya memaafkan nya untuk ibuku. Tapi untuk kesalahan nya pada ku, hanya kematian nya sebagai penyelesaian"
"Tapi bukankah jika Jhon Muel bisa menjadi saksi, kita bisa memojokkan pengeran Hurex?"
"Dan memicu terjadinya perang? Ketua berpikir yang panjang Light. Bukan hanya mencari siapa yang bersalah. Tapi harus mencari penyelesaian nya jika hal itu terjadi" potong Shine.
"Tidakkah Lingkar Awan akan semakin merajalela jika kita hanya membiarkan nya?"
"Kita tidak akan membiarkan nya Light. Tapi kita perlu persiapan yang lebih matang untuk sebuah perang antar kerajaan. Dan ingat, bencana kemarau panjang menanti. Selain menyiapkan kebutuhan pangan, kita juga harus meningkatkan pertahanan kerajaan. Saat orang kelaparan, ia akan rela membunuh hanya untuk merebut makanan orang lain."
"Maksud ketua, apakah saat itu akan terjadi perang?"
"Itu pasti. Dan kita harus sudah siap untuk itu"
"Ketua, apakah tidak lebih baik jika hal kemarau panjang juga diberitahukan kepada kerajaan lain agar membuat persiapan yang sama?"
"Light, jika kau melakukan itu, sama saja kau bunuh diri. Lain hal jika itu kerajaan yang memiliki hubungan yang sangat erat. Jika tidak, lebih baik kita diam."
"Aku tidak mengerti" kata Light.
"Eh nyonya, jika aku berkata kepadamu. Besok tidak ada jatah makanan. Jadi makananku hari ini kusimpan setengah untuk hari esok. Nyonya yang makanannya telah habis, apa yang akan anda lakukan? Tidakkah akan merebutnya dariku?" tanya Marco tidak sabar
"Bukankah mereka bisa melakukan persiapan?"
"Selain Gordon, ada berapa kerajaan penghasil pangan yang melimpah? Hampir tidak ada. Bahkan kerajaan kita, masih menjual hasil pertanian kita ke beberapa kerajaan lain dalam jumlah yang terbatas. Jika kita menyebarkan berita tentang kemarau, apa yang akan terjadi?"
.
__ADS_1
..
...