
Satu hari sebelum perayaan.
Saat akan pergi sarapan pagi, Louisa tengah mendengar keributan di ruang makan.
" Apa ada tamu Jen?"tanyanya pada Jen
"Iya nona. Menurut beberapa pelayan tamunya datang tengah malam. Tuan besar sendiri yang membuka pintu."
Louisa mempercepat langkah kakinya sampai keruang makan.
"Selamat pagi semua" sapanya.
"Selamat pagi juga sayang"jawab Margaret.
"Louisa, kenalkan ini Teola. Pamanmu yang kakek ceritakan tempo hari"
"Salam kenal paman. Aku Lorine"kata Louisa
"Salam jumpa nona besar. Saya sudah lama ingin bertemu dengan anda, tapi baru sekarang kita bertemu. Anda sungguh sungguh mewujudkan mimpi saya. Terima kasih."
"Tidak perlu berterima kasih paman Teo. Perjalanan baru akan dimulai, aku juga akan sangat membutuhkan bantuan kedepannya. Aku harap, paman bersedia membantu"
"Pasti nona besar"
"Mari kita sarapan dulu. Setelah ini kita ke balai kota. Para kepala kota telah datang. Jadi kita harus melakukan gladi bersih untuk besok"kata Lucky.
Akhirnya mereka sarapan dengan tenang.
*****
Alun alun telah di tata sedemikian rupa. Di lapangan seberang alun alun telah berdiri tenda tenda untuk counter makanan besok. Semua yang terlibat tampak bersemangat.
__ADS_1
Bahkan banyak masyarakat yang berasal dari luar kota datang dan mendirikan tenda tenda ditaman kota karena penginapan penginapan sudah penuh dan tidak bisa menampung pengunjung yang ikut menyaksikan upacara penetapan.
Beberapa penduduk bahkan membuka rumah mereka untuk penginapan dadakan.
"Ternyata melibatkan masyarakat sungguh merangsang kegiatan perekonomian yang cukup bagus" kata Margaret.
"Ini ide dari paman Mark dan Dave ibu. Mereka cukup jeli melihat peluang untuk menambah pendapatan untuk penduduk sekitar."
Ruang pertemuan dibalaikota telah terisi hampir delapan puluh persen. Hampir semua kepala kota telah hadir. Terutama dari kota kota besar. Sementara dari kota kota kecil masih ada beberapa yang belum hadir.
Pertemuan segera dimulai, gladi bersih berjalan lancar tanpa hambatan walaupun beberapa kepala kota agak kecewa saat tau yang menjadi pimpinan mereka adalah Landen bukannya Louisa. Dan dari pertemuan itu juga disepakati akan ada pertemuan lanjutan sehari setelah perayaan.
*****
Hari perayaan.
Hari masih gelap, tetapi terlihat kesibukan di mana mana. Louisa sendiri telah berpakaian terbaik. Pakaian khas Lembah Angin, lengkap dengan mahkota Puteri Kerajaan menghiasi kepalanya. Dia duduk dibangku kehormatan, bersama dengan Landen, Sofia, juga Lark. Ada juga para wakil kerajaan undangan. Dibelakang mereka ada para kepala kota dan juga keluarga besar Valley. Tidak ketinggalan ribuan masyarakat yang duduk di kursi kursi yang telah disediakan.
Acara dimulai dengan kata sambutan dari Landen. Selain mengucapkan terimakasih kepada semua tamu undangan serta masyarakat yang hadir, Ia juga menceritakan sejarah bergabungnya Lembah Angin dengan kerajaan Gordon sampai kembali berpisah untuk mendirikan Kerajaan Lembah Angin yang baru.
Setelah itu menteri kependudukan dan wilayah kerajaan Gordon, Tyson naik keatas memberikan kata sambutannya. Sesaat kemudian, dia bersama Louisa berjalan ke sebuah tugu prasasti. Kemudian menandatangani prasasti tersebut serta membubuhkan segel resmi kerajaqan Gordon. Dan setelah itu Louisa juga ikut menandatangani prasasti selaku pihak penerima kuasa Kerajaan Lembah Angin.
Begitu Louisa selesai menandatangani, riuh tepuk tangan mengudara, bersamaan dengan dilepaskannya dua ratus tiga puluh tujuh ekor merpati mewakili jumlah desa, dan kota diseluruh wilayah Kerajaan Lembah Angin.
Kegembiraan memenuhi seluruh orang yang hadir.
Setelah itu, dilakukanlah acara puncak yaitu pengukuhan raja dan permaisuri Kerajaan Lembah Angin. Landen dan Sofia di sumpah dengan pedang kerajaan oleh Franklin selaku pewaris terakhir kerajaan Lembah Angin. Terakhir keduanya dikenakan Mahkota Raja dan Tiara Permaisuri.Dengan demikian sahlah raja dan permaisuri Kerajaan Lembah Angin.
Acara perayaan berlangsung selama dua hari. Tenda tenda makanan diserbu masyarakat. Masing masing kota membuat pertunjukan pertunjukan yang menunjukkan keahlian khusus daerah masing masing.
Dibeberapa tempat berubah menjadi pasar dadakan. Ada yang menjual hiasan berupa ukiran batu dari Hilton city, ada yang menjual kelapa muda dari Choco City, atau ikan kering dari kota Wind dan masih banyak lagi.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya.
Perayaan telah usai. Masyarakat yang datang mulai pulang kedaerah masing masing. Tinggal otoritas kota yang repot membersihkan kota dengan sampah yang berserakan dimana mana.
Sementara itu di gedung balai kota, di ruang pertemuan.
"Jadi langkah pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan penghitungan jumlah penduduk. Ini sangat penting untuk semua aspek. Saya sudah melakukan pengecekan sekilas berdasarkan jumlah pembayar pajak. Itu bisa kita gunakan sebagai dasar penghitungan" kata Louisa setelah sebelumnya menjelaskan rencana rencana yang akan dilakukan kerajaan.
"Tapi tuan putri, itu akan memakan waktu dan tenaga yang sangat banyak. " kata kepala kota dari Fire city.
"Apa yang jadi kendala utamanya?"tanya Louisa
"Jika seorang kepala bagian wilayah dan kependudukan harus mengecek warga satu per satu, tentu akan memakan waktu yang sangat lama"jawabnya, yang diikuti persetujuan yang lain.
Louisa menggelengkan kepalanya, dia tidak habis berpikir mengapa orang sebodoh itu bisa menjadi kepala kota. Dan eitss bukan hanya dia tapi sepertinya sejumlah kepala kota.
"Tuan, dan Nyonya sekalian. Itu tidak sesulit yang kalian pikirkan. Baiklah saya buat sedikit diagram atau gambaran sederhana" kata Louisa.
Ia mengambil kuas tulis, dan mulai menggambar sebuah diagram sederhana tentang estafet yang bisa dilakukan.
"Lihat... Seorang kepala desa menghitung jumlah penduduk desanya. Lengkap dengan nama dan kisaran umurnya. Membuat sekilas gambaran letak rumah rumah penduduk yang ada di desanya. Hanya berupa kotak kotak seperti ini"kata Louisa membuat contoh.
"Setelah selesai, kepala desa menyerahkannya kepada kepala kota wilayah, atau kadipaten. Dan kadipaten menyerahkannya kepada kepala kota. Kepala kota menyerahkan kepada kepala distrik. Dan kepala distrik lah yang akan menyerahkan kepada kerajaan. Jika kita melakukannya dengan sungguh sungguh maka sekitar sebulan atau paling lama dua bulan semua pencatatan telah selesai"
Semua terlihat puas dengan penjelasan Louisa. Tapi seorang kepala kota berdiri membungkukkan badannya memberi hormat.
"Putri, saya Kelm dari kota Fire distrik tiga. Permasalahan di daerah saya cukup pelik putri. Anda pasti tahu tentang perang antar suku yang masih sering terjadi didaerah saya. Belum lagi kemampuan kepala desa kami masih dibawah standar. Maksud saya banyak kepala desa yang tidak bisa menulis dan membaca. Dan itu adalah hal umum di distrik tiga. Mohon kebijaksanaan kerajaan tentang hal ini"
Louisa menghela napas. Ia memandang kearah Raja Landen yang juga cukup serius menanggapi hal itu. Mereka berdiskusi sebentar dengan kepala Mark. Kemudian berkata
__ADS_1
"Untuk seluruh kepala kota dari distrik tiga, kita akan membahas hal ini setelah pertemuan ini selesai"