Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Rencana ke Gordon city (2)


__ADS_3

"Cio bisa ikut?"


"Tentu sayang. Sudah saatnya kamu melihat lihat kerajaanmu."


"Nanti bisa ketemu Ayahanda, Ma?"


Deg..


Wajah Louisa sedikit pucat karena terkejut mendengar pertanyaan Lucio. Hatinya bimbang.


"Lucio mau ketemu Ayahanda?"


"Hemm.. Kan Cio hanya lihat lukisannnya. Jadi Cio mau lihat wajah aslinya. Sama atau tidak.."


"Bukan karena rindu Ayahanda?"


"Rindu juga, ma. Tapi mama bilang, kalo Cio akan tinggal sama Ayahanda jika Cio sudah besar dan kuat."


"Hmm.. Jadi mau bertemu Ayahanda tapi tidak memperkenalkan diri?"


"Hmmm...." kata Lucio sedikit bingung dan menggerakkan kepalanya yang tidak gatal.


Louisa tersenyum. Ia mengusap kepala puteranya dengan sayang..


"Dengar mama. Mama minta maaf, jika membuat Lucio terpisah dari Ayahanda. Tapi bukan itu maksud Mama. "


"Iya. Cio tahu. Nenek Reneisme sudah cerita. Katanya Cio lahir setelah mama dan Ayahanda raja Peter berpisah. Bahkan Ayahanda tidak tahu jika Lucio ada" katanya dengan sedih


"Benar, sayang. Tapi bukan berarti Ayahanda tidak sayang Lucio. Mama sangat tahu seperti apa ayahandamu. Jika beliau tahu kehadiran Lucio, maka beliau tidak akan melepaskan Lucio. Kehadiran Lucio akan disambut dengan gembira oleh seluruh istana Gordon karena Ayahanda sendiri tidak mempunyai putera"


"Wah... benar Ma? Jika begitu Ayahanda harus tahu kalau Cio ada"


"Jika Cio diperkenalkan pada Ayahanda sebagai puteranya, maka Cio tidak akan diijinkan pulang kemari. Bagaimana dengan latihan Cio dengan kakek Shine? Atau pelajaran tata keamanan dan aturan istana dengan nenek Reneisme? Dan bagaimana dengan mama?"


"Tidak bisakah mereka ikut Cio tinggal di Gordon? Mama juga.."


"Untuk sekarang belum bisa sayang. Masih banyak yang harus mama kerjakan disini. Tapi mama janji, jika nanti saat Cio sudah berusia lima belas tahun, mama sendiri yang akan membawa Lucio pada Ayahanda." kata Louisa sambil tersenyum


"Dan tinggal di Gordon?"

__ADS_1


"Hemm.."


"Hore... jadi Cio bisa seperti adik Arvin. Tinggal bersama ayah dan ibunya."


Louisa terkejut dengan perkataan Lucio. Artinya adalah putera pangeran Lark dan Puteri Revaline.


"Ternyata ia cemburu melihat sepupunya" pikir Louisa


"Nanti kita di Gordon, Lucio akan dibawa ke istana Gordon. Tapi bukan dengan mama, melainkan sama seorang leluhur disana. Jika beruntung mungkin Lucio bisa bertemu Ayahanda. Tapi belum boleh bilang jika Cio adalah puteranya. Bagaimana?"


"Jadi bilangnya bagaimana, ma?"


"Nanti bilang cucu dari leluhur itu. Lagi pula memang beliau leluhur Cio sendiri. Mau?"


"Mau, ma.. Mau.."


*****


Keesokan harinya


"Jadi bagaimana menurut, paman. Ini satu satunya solusi yang bisa Lorine pikirkan saat ini. Ditambah waktu kita semakin terbatas"


"Jika paman sudah setuju, aku bermaksud memesannya ke Gordon. Terus terang pandai besi di kerajaan kita masih belum bisa membuat peralatan ini. Disana aku mengenal beberapa orang yang bisa mengerjakan semua ini"


"Tentu saja paman setuju, Lorine. Ini akan menjadi solusi di banyak tempat. Kapan kamu berniat berangkat ke Gordon?"


"Siapa yang mau ke Gordon?" tiba tiba terdengar suara diiringi dengan masuknya Permaisuri Sophia kedalam ruangan.


"Salam bibi. Aku mau ke Gordon, sekalian mau bawa Lucio. Sudah saatnya ia mulai mengenal sekilas istana dan kerajaannya"


"Bagaimana jika Lucio kita tidak boleh kembali lagi kemari Lorine. Pikirkan baik baik. Apa kamu sudah rela melepas Cio kepada Peter?"


"Hah..bibi ini. Aku sudah menyusun rencana ini sejak lama. Sebelum membawanya ke dalam istana, akan kubawa terlebih dahulu mengunjungi Ducth Norwey. Beliau merupakan sepupu dari leluhur Kendric Henry. Dan satu satunya yang bisa menghubungi leluhur Kendrick"


"Maksudmu agar beliau menghubungi leluhur Kendrick jika keturunannya sudah lahir?"


"Leluhur Kendrick sudah pasti tahu jika Lucio sudah lahir. Beliau mempunyai kemampuan istimewa seperti kakek Bruswick. Hanya saja, mungkin beliau tidak tahu jika terjadi perceraian antara aku dan Peter"


"Jadi sudah saatnya beliau tahu masalah kalian?"

__ADS_1


"Kukira begitu. Ini juga saran dari kakek Franklin dan nenek Eliz. Beliau berdua tidak mau nanti kita terkesan menyembunyikan keberadaan Lucio darinya. Walaupun aku yakin beliau akan mengerti ini juga termasuk hukuman untuk Peter"


"Lakukanlah jika ini baik menurutmu Lorine. Kami hanya khawatir jika kalian tidak diizinkan kembali kemari bila istana Gordon tahu keberadaan Lucio. Terus terang Lorine, kerajaan ini masih membutuhkan pemikiranmu"


"Lucio akan tetap bersama kita, setidaknya sampai bencana kemarau selesai. Aku punya rencana sendiri tentang itu, paman dan bibi tidak bisa khawatir"


"Oh baguslah. Paman bisa tenang. Jadi kapan kalian berangkat?"


"Lusa. Dua hari lagi karena ibu mau ikut juga ke Gordon dan aku juga mau ke kota Alma nanti sore. Besok baru kembali kemari"


"Kak Margaret mau mengecek rumah makannya ?"


"Bukan bibi. Ada anak sahabatnya akan mengadakan pesta pernikahan. Jadi ibu mau menghadiri jamuan nikahnya"


"Lorine, tembok perbatasan dengan Gordon sudah sampai mana?"


"Menurut Marco, sudah selesai tujuh puluh persen. Jadi diperkirakan paling lama setengah tahun ini sudah selesai"


"Kalau sudah selesai perbatasan Gordon, berarti kerajaan kita sudah sudah dikelilingi tembok perbatasan ya?" tanya Permaisuri Sophia


"Tidak sepenuhnya sebenarnya bibi. Distrik tiga ada sebagian tidak bisa kita buat tembok perbatasan nya karena sudut luarnya adalah laut. Dan nelayan adalah pekerjaan penduduk disana. Terpaksa tembok perbatasan kita bangun dua kilometer dari pinggir laut"


"Jadi sebagian wilayah kita berada diluar tembok perbatasan?"


"Iya bibi"


"Bagaimana jika mereka diserang. Bukankah distrik tiga berbatasan juga dengan kerajaan Lingkar Awan? Tahu bagaimana liciknya mereka selama ini" kata Permaisuri Sophia kwatir


"Tenang saja sayang. Walaupun diluar tembok, tapi disana juga didirikan pos pos penjagaan dengan menara menara pengintai. Bukankah begitu Lorine ?" kata Raja Landen


"Benar bibi. Menara pengintai dapat mengawasi sampai puluhan kilometer. Jadi jika ada sesuatu yang mencurigakan, mereka bisa langsung memeriksa. Jika dirasa ada bahaya, mereka akan bisa langsung memberikan tanda bahaya dan mengungsikan penduduk kedalam tembok kota"


"Baguslah, jadi bibi tidak perlu khawatir. Lahan pertanianmu bagaimana sekarang?"


"Semua berjalan baik, bibi. Kami baru membuat gudang baru lagi dan lebih besar dari gudang gudang lainnya. Saat ini danau sedang dibersihkan dari gulma air yang berada dipinggir danau. Untuk itulah aku mau kesana mengecek sudah sampai sejauh mana mereka bekerja"


"Mengapa bangun gudang baru lagi Lorine? Apakah belum cukup gudang sebelumnya?"


"Gudang yang ini sedikit istimewa paman. Aku sudah menerima kabar jika kakek Bruswict akan tiba disini beberapa bulan lagi. Aku mau belajar mantera ruang pada kakek. Kata ibu, kakek mempunyai mantera itu."

__ADS_1


__ADS_2