Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Alasan Diba Renzo (1)


__ADS_3

Setelah sedikit berbasa basi, mereka akhirnya tiba ke pembicaraan serius tentang Diba Renzo.


"Sebenar aku sempat ragu saat mereka menikah mengingat nenek dan ibunya. Tapi jika aku ingat Renzo yang penurut dan dapat dipercaya, aku berharap sedikit kebaikan hatinya akan menurun kepada puterinya. Tetapi... hiks...ia sama saja seperti ibu dan neneknya.. Ia membunuh puteraku satu satunya" tangis Countess Rery


Selir utama Natasha yang datang bersama pelayan dibelakangnya untuk membawa jamuan untuk para tamu tercekat. Sebab selama ini memang, kasus selir ketiga tidak diberitahukan kepadanya.


Tok..tok..


"Selir utama masuk.." kata Raja Peter


"Perkenalkan ini selir utama Natasha. Dan ini adalah pangeran Niko, Count Desmo dan Countess Rery dari Kerajaan Kite" kata Raja Peter


"Salam kenal pangeran Niko, Count Desmo dan Countess Rery."


"Salam jumpa selir utama Natasha" kata ketiganya


"Saya membawa sedikit hidangan untuk menemani perbincangan kalian" katanya sambil bertepuk tangan.


Lima orang pelayan datang menyusahkan aneka makanan kecil dan minuman teh khas Gordon, kemudian keluar dari ruangan.


"Silahkan dinikmati" katanya sambil tersenyum.


"Selir utama Natasha, duduk saja." kata Raja Peter ketika melihat selir Natasha hendak pamit keluar.


"Baik Yang Mulia" katanya sambil mengambil tempat duduk di samping Raja Peter .


Mereka makan dan minim sejenak.


"Jadi baik count Desmo atau Countess Rery tidak tahu apa motif pembunuhan yang dilakukan Diba Renzo?"


"Sama sekali tidak ada Yang Mulia. Kami memperlakukannya dengan baik sejak kematian kedua orang tuanya. Mendidiknya seperti orang bebas mengingat pengabdian ayahnya Renzo. Jadi sebenarnya kami sangat bingung" kata Countess Rery


"Berarti sebelum pergi bulan madu, sama sekali ia tidak ada melakukan hal yang mencurigakan?"


"Tidak. Ia tampak bahagia saat pernikahannya.. Apa pihak istana Gordon belum ada melakukan pemeriksaan kepadanya?"


"Terkait kasus kalian belum ada, count Desmo. Sebenarnya saat leluhur tertinggi pergi ke Kerajaan Kite, ia melakukan gerakan setara pemberontakan disini. Diba berusaha melakukan penyerangan terhadap ibu suri saat berada di luar istana. Untungnya dapat kami cegah sebelum terjadi"

__ADS_1


"Apa! Mengapa? Apakah dua mengatakan alasannya?"


"Cemburu karena ibu suri lebih perhatian kepada selir utama dan selir kedua. Merasa ibu suri pilih kasih"


Selir utama Natasha yang dari tadi bingung sedang membahas siapa, mulai mengerti jika yang dibahas adalah selir ketiga Diana.


"Diba? Bukannya Diana Cornor ?" tanyanya kepada raja Peter


"Nama aslinya adalah Diba Renzo, sedangkan Diana hanyalah nama samaran semata" kata leluhur Kendrick


Terlintas kembali pembicaraan mereka di benaknya. Juga suara tangis Countess Rery tentang kematian puteranya.


"Jadi Diana eh.. Diba membunuh putera Countess Rery?"


"Iya... puteraku satu satunya, selir Natasha saat bukan madu mereka.. " katanya dengan sedih dan butir butir air mata kembali menetes dipipinya.


Seketika pikiran selir utama Natasha melayang kepada puteri Autum. Wajah Puteri Autum sangat mirip dengan wajah countess Rery, sedangkan rambut dan matanya mirip count Desmo.


Selir utama Natasha berdiri dan duduk disamping Countess Rery. Memeluknya dan mengelus punggungnya..


"Jangan terlalu sedih.. setidaknya masih ada cucu anda yang membutuhkan perhatian anda. Benar begitu Yang Mulia Raja Peter?" tanyanya melihat Raja Peter


Dengan senyum sedikit terpaksa ia menganggukkan kepalanya. Ada rasa tidak rela dihatinya melepaskan Autum yang sudah seperti puterinya sendiri. Tapi mengingat pembicaraannya kembali dengan leluhur Kendrick, ia menguatkan hatinya.


"Suatu saat nanti, langit pasti akan memberikan milikku sendiri. Ini mungkin hukuman langit atas kesalahan yang kubuat.." batinnya


"Apakah kami boleh melihatnya?" tanya Countess Rery penuh harap.


"Selir utama Natasha, bawa Countess Rery melihat Puteri Autum" kata Raja Peter


"Baik Yang Mulia. Countess Rery mari ikut denganku untuk bertemu cucumu"


"Iya selir utama Natasha. Terima kasih Yang Mulia.." katanya pada Raja Peter


"Sama sama Countess Rery. Sudah sepatutnya.." jawab Raja Peter


Selir utama Natasha dan Countess Rery keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Yang Mulia sepertinya anda sangat menyayangi Autum.." kata Count Desmo


"Iya. Walaupun aku tahu ia bukan darah dagingku, tapi ia bagiku sama seperti puteri kandungku sendiri" kata Raja Peter


Melihat Raja Peter mulai goyah lagi, leluhur Kendrick segera menengahi.


"Apa yang diharapkan Raja Peter adalah kalian harus menyayangi Autum. Terlepas dari kesalahan yang dilakukan oleh ibunya, ia merupakan keturunan Count Enland. Didik dia dengan baik. Sebenarnya Autum anak yang penurut dan mudah diberi pengertian. Jadi kami berharap kalian tidak menutup kesalahan ibunya darinya."


"Tapi Yang Mulia Leluhur, ia masih sangat kecil" kata count Enland


"Jangan lakukan kesalahan yang sama berulang kali. Menurutku perkiraanku, apa yang dilakukan Diba Renzo karena kesalahan informasi tentang orang tuanya. Kalian tidak terbuka tentang kematian ayah dan ibunya. Kukira ada kaitannya dengan itu."


"Apakah Yang Mulia Leluhur pernah menyelidiki hal itu?"


"Tidak. Hanya saja aku melihat pola berulang yang dilakukan ibunya, dilakukan lagi olehnya. Ketidaktahuan jati diri sebenarnya. Tidak perlu langsung mengatakan jika ibunya membunuh ayahnya. Tapi katakan saja ibunya melakukan kesalahan besar, sehingga harus dihukum. Dan mengenai hukumannya aku sudah pernah meminta keringanan kepada Yang Mulia Raja Clould"


"Iya. Yang Mulia Raja Clould sudah mengatakannya kepada kami."


"Adapun hukuman penjara seumur hidup yang ku usulkan, itu juga demi kebaikan Autum sendiri. Kelak semakin Autum dewasa, jelaskan sebenarnya keadaan kedua orang tuanya. Dan biarkan ia membuat pilihannya sendiri. Jangan ada yang ditutup tutupi"


"Kukira ada benarnya yang dikatakan Yang Mulia Leluhur Kendrick. Lebih baik Autum mendengar dari mulut kira sendiri daripada darimulut orang lain yang mungkin saja akan menambah hal hal yang tidak perlu dan malah mengakibatkan kesalahpahaman." kata Pangeran Niko.


"Dan satu lagi, tolong setidaknya setahun sekali kirim kabar tentang perkembangannya. Termasuk jika ia menikah kelak" kata Raja Peter


"Tentu Yang Mulia.." jawab count Desmo


"Sekarang apakah pangeran dan Count ingin melihat Diba?"


"Dimana kalian menahannya?"


"Di istana sunyi. Saya membuat mantera khusus, sehingga ia tidak bisa keluar dari sana" jawab leluhur Kendrick


"Anda terlalu baik, tadinya kukira dia sudah dimasukkan kedalam penjara.." kata pangeran Niko


"Itu sebenarnya penjara khusus untuk para harem istana yang melakukan kesalahan. Sudah berpuluh tahun tidak pernah ada penghuninya, dan baru kali ini diisi kembali" kata leluhur Kendrick


"Jadi apakah kedatangan kamu sudah diberitahukan kepadanya Yang Mulia?"

__ADS_1


"Tidak. Jangankan kedatangan kalian, bahkan tentang ia seorang buronanpun kami tidak beritahukan kepadanya. Dan kedatangan kalian yang tiba tiba mungkin akan menjadi hukuman sendiri untuknya dari kami atas apa yang dilakukannya kepada Peter" kata leluhur Kendrick tegas.


__ADS_2