Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Akhir Dendam Empat Kehidupan (4)


__ADS_3

"Jadi bagaimana kabar isteriku?"


"Pangeran Hurex menghianati mu. Roseline sudah dibunuh orang itu"


"Louisa... jangan bercanda. Aku tahu kau sangat membenciku, tapi tolong jangan sakiti Rose. Dia perempuan yang baik"


"Aku tidak bercanda. Dari kemaren aku sudah memerintahkan anak buahku mengikuti orang itu untuk mencari keberadaannya. Tadi malam mereka memeriksa rumah tinggal nya. Dan mereka menemukan Roseline sudah meninggal"


"Tapi... tapi.."


"Ini dua barang yang mereka bawa dari rumah itu. Cincin itu mereka lepas dari jari perempuan itu, sedangkan kalung ini dari sebuah laci didalam kamar tempat ia ditemukan" kata Louisa sambil menyerahkan kedua barang yang diberikan Shadow.


Tangan Jhon Muel gemetar menerima kedua barang itu. Seketika tubuhnya terasa lemas tidak berdaya.


"Sekarang dimana mayat nya? Bisakah kau bawa aku untuk melihatnya terakhir kalinya?"


"Maaf Jhon Muel, mayatnya baru siang ini diambil pemerintah kota. "


"Jika begitu, aku bisakah minta tolong terakhir kali Louisa?"


"Apa itu?"


"Setelah aku dihukum mati, tolong kuburkan aku bersamanya di pemakaman keluarga Muel"


"Kukira itu tidak bisa Jhon. Kau mungkin lupa satu hal, kau tidak pernah menikahi Roseline secara resmi. Dia ditolak dikeluarga Muel. Penyebabnya kau tahu sendiri"


"Tapi Mai sudah meninggal, Louisa. Mereka tidak berhak tidak menerima Roseline lagi"


"Kau salah Jhon Muel. Mai masih hidup dan sangat sehat."


"Kenapa? Itu tidak mungkin..."


"Pembunuh yang kau bayar gagal. Dia diselamatkan oleh seseorang dan membawanya ke kota Hinom. Kau dan Roseline sangat jahat Jhon Muel. Untuk memuluskan jalan Roseline masuk kedalam keluarga Muel, kau bahkan ingin membunuh isteri mu sendiri."


"Dari mana kau tahu semua itu?"


"Aku telah bertemu dengannya. Sebagai pimpinan Serikat Pekerja Sorka, kau pasti tahu kasus yang menimpa serikat kalian di kerajaan Lembah Angin beberapa tahun yang lalu sampai harus ditutup."

__ADS_1


"Tentu aku tahu. Dan saat itulah namamu pertama kali aku dengar. Tapi waktu itu aku tidak yakin jika itu adalah kau"


"Jika begitu kau pasti tahu Peachu kan?"


"Ia pimpinan di kota Hinom saat itu"


"Dan apa kau tahu hubungannya dengan Mai?"


"Tidak"


"Aku pertama kali juga mendengar namamu karena kasus itu. Waktu itu sempat tidak percaya jika itu adalah kau. Tapi Peachu kemudian bercerita tentang mu dan Mai. Dan juga menyebutkan nama Roseline. Saat itu aku jadi sangat yakin jika itu adalah orang yang sama yang aku kenal"


"Maksudmu?"


"Peachu sengaja mendirikan organisasi kalian di kerajaan Lembah Angin hanya untuk menemukan Mai. Walaupun sebenarnya kau menempatkan Peachu di Lembah Angin untuk mengamankan posisi mu karena selalu mendapat tentangan dari nya. Mengapa ia melakukan semua itu, karena Mai adalah sepupu yang harus dia jaga"


"Apa! Sungguh aku baru tahu hubungan mereka"


"Itulah salah satu bukti ketidak pedulian mu pada isteri mu. Jadi jika menurutmu Roseline wanita yang baik, jujur kukatakan Jhon Muel. Dia bukan wanita yang baik. Sebaik-baiknya wanita, ia tidak akan merebut suami orang lain. Dan seorang wanita yang baik, tidak peduli dengan alasan apapun, tidak akan membiarkan tunangannya menjalin kasih dengan perempuan lain tepat dimatanya tanpa mengatakan apapun!"


"Tapi aku sangat mencintai nya Louisa. Aku tahu aku salah padamu dikehidupan kita sebelumnya. Tapi dikehidupan ini, hidup Roseline tidaklah mudah"


Jhon Muel duduk terdiam. Wajahnya berkerut dalam.


"Mungkin jahat yang kukatakan Jhon Muel. Apa yang dialami kau dan Roseline mungkin karma dari perbuatan kalian selama menjalani hidup. Hidup ini, selalu ada hubungan timbal balik. Sebab akibat. Terkadang menurut kita hal sepele. Tapi sebuah janji pada akhirnya tetap harus ditepati. Sebuah hutang tetap harus dibayar. Bagaimana prosesnya, hidup itu sendiri yang akan menentukan nya"


"Huh.... mungkin kau benar. Aku telah membuat begitu banyak kesalahan didalam hidup ini. Masihkah kau begitu membenciku atas apa yang ku lakukan padamu Louisa?"


"Aku bisa memaafkan mu untuk beberapa hal. Tapi apa yang kau lakukan pada kehidupan pertama kita, tetap harus kau bayar dengan nyawamu. Karena itu sumpahku waktu itu. Sumpah yang kulakukan demi langit dan bumi. Membuatku terikat takdir dengan semua orang yang menyakiti ku. Dan juga orang yang peduli kepadaku.."


"Aku akan menjalani hukuman ku. Setelah ini, bisakah kau melepaskan aku dan Roseline dikehidupan berikut nya?"


"Aku akan memikirkan nya. Walau pun Roseline tidak bisa dikuburkan di keluarga Muel, aku akan meminta anak buahku menguburkan nya ditempat yang baik. Agar dia mendapatkan penguburan yang layak"


"Terimakasih Louisa."


"Aku masih ada janji dengan raja Tezja. Kami pergi dahulu. Sampai jumpa dikehidupan berikut nya. "

__ADS_1


Saat mereka akan pergi..


"Tuan muda Maxi.." panggilnya


"Ada apa?" tanya Shine berhenti tanpa menoleh.


"Tolong jaga Louisa"


"Aku tahu. Itu tugasku" kata Shine berjalan keluar menyusul Louisa dan Light yang telah keluar terlebih dahulu.


Sepeninggal Louisa Jhon Muel lebih banyak termenung.


"Louisa benar. Aku tidak adil kepada Mai. Tapi mau meminta maaf sudah terlambat. Aku hanya berharap ia menemukan kebahagiaan nya"


*****


Balai sidang istana Fatma penuh. Saat ini terjadi perdebatan tentang hukuman yang akan diberikan kepada semua tahanan.


"Sesuai hukum yang berlaku di kerajaan Fatma, pelaku dan seluruh keluarga besar mereka dihukum mati" kata seorang tetua.


"Tapi itu akan berlaku jika anggota keluarga istana mati. Kenyataan nya Puteri Revaline, bisa diselamatkan dan sudah mulai pulih" bantah tetua yang lain.


"Iya itu benar.." sahut tetua lainnya.


"Tapi jika kita terlalu meremehkan masalah ini, dikemudian hari akan terjadi hal serupa!"


"Kita tetap akan menghukum mereka. Tapi dari semua tahanan, berapa orang yang merupakan warga kerajaan Fatma?" tanya tetua berbaju hitam.


"Dari 77 orang, hanya sepuluh orang warga kerajaan Fatma. Dan tidak semua melakukan penyerangan waktu itu." kata Kapten Gluen


"Berapa orang yang terlibat langsung dalam penyerangan kapten?"


"Menurut pengakuan mereka ada dua puluh lima orang. Tapi tiga diantara meninggal sewaktu penangkapan. Dan satu satunya warga kerajaan Fatma hanya pemimpin organisasi Serikat Pekerja Sorka, Jhon Muel"


Terdengar bisik bisik disana sini.


"Bagaimana bisa..." terdengar ucapan itu sambil berbisik.

__ADS_1


"Mereka merupakan pelarian dari kerajaan Kite. Tim prajurit elit kerajaan sudah berkoordinasi dengan pihak kerajaan Kite tentang hal ini. Kecuali pelaku penyerangan langsung, sisanya kita serahkan ke pihak kerajaan Kite" kata raja Tezja menengahi keributan.


Mendengar kata kata raja Tezja, ruangan sidang yang semula bising menjadi sunyi.


__ADS_2