
Seketika Louisa membalikkan badannya melihat siapa yang memanggilnya.
"Simon..."
"Maaf tuan Puteri. Saya baru bisa menjumpai anda. Salam senior"katanya sambil memandang ke arah Marco.
"Bagaimana organisasi? Apakah cukup sibuk?"
"Posisi kita saat ini sangat diperhitungkan di kerajaan Fatma, khusus nya di kota Malwa puteri."
"Berarti tidak ada masalah bukan?"
"Sebenarnya ada masalah Puteri. Tapi saya juga bingung bagaimana mengatasinya"
"Apa yang menjadi persoalan nya?"
"Terus terang kita kekurangan tenaga kerja. Banyak orang yang mendaftar untuk jadi anggota, tapi saya tidak berani memutuskan jika tidak ada keputusan dari tuan Puteri"
"Kenapa kau tidak menghubungiku sebelumnya mengenai masalah ini?"
"Maaf tuan puteri. Saya hanya berpikir jika anda kemari, tentu kita bisa berdiskusi tentang hal ini"
"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan?"
"Mungkin Peachu sudah menjelaskan sedikit pada anda. Kami benar-benar kehilanganmu jejak pelaku"
" Apakah ada kecurigaan terhadap pihak tertentu?"
"Ada beberapa tuan Puteri, tapi..."
"Tuan Simon.. ternyata anda juga datang kemari. Pantas saja tadi saya ke tempat anda, pekerja disana mengatakan jika anda sedang keluar." kata seorang pria gemuk memotong percakapan Louisa dan Simon.
"Tuan Hexa, ada perlu apa mencari saya?" tanya Simon tidak senang pembicaraan nya dengan Louisa dipotong orang dengan tidak sopan.
"Tentu saja saya membutuhkan jasa organisasi anda. Saya membutuhkan pengawal ke kota Clover di kerajaan Yard."
"Untuk anda?"
"Bukan. Tapi untuk puteri saya. Dia akan menikah dengan salah satu bangsawan di sana. Walaupun pihak mempelai pria mengirimkan pengawal keluarga mereka untuk menjemput, tapi saya masih kuatir"
"Besok anda datang lah ke tempat kami. Kita akan bicarakan disana"
"Baiklah tuan Simon" kata pria gemuk itu dan kemudian pergi.
"Siapa orang tadi?"
"Salah satu pelanggan tetap kita puteri. Ia seorang pedagang dari kota Yard tapi sudah lama menetap di kota Malwa ini. Hanya saja ya... seperti yang anda lihat. Terkadang ia tidak melihat kondisi."
"Itulah resikonya menjadi seorang yang menjalankan bisnis bahkan dalam pemerintahan juga ada saja yang ditemui seperti itu. "
__ADS_1
Saat mereka berbincang, lagi lagi ada orang yang mengganggu pembicaraan.
"Puteri Lorine... lama tidak berjumpa dengan anda. Anda terlihat sangat cantik hari ini" kata seorang wanita paruh baya yang datang bersama seorang pria muda bersama nya.
"Arduchess Yimla..Anda juga terlihat sangat bersemangat. Oh siapakah yang bersama dengan anda? Putera anda kah?"
"Benar Puteri. Ini Putera ku Freddy, aku berencana mengundurkan diri beberapa tahun lagi. Dan aku ingin putera ke dua ku ini yang menggantikan pisisiku menjadi kepala perwakilan perwakilan kerajaan Gordon untuk Fatma. Freddy beri salam untuk puteri Lorine" kata Arduchess Yimla .
"Salam Puteri. Perkenalkan saya Freddy. Anda memang sangat cantik seperti yang dibicarakan orang. Hanya raja kami saja yang bodoh melepaskan anda"
"Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Toh tidak semua yang terlihat buruk itu benar benar buruk. Jikalau pun itu memang benar-benar buruk, kita tinggal berusaha membuatnya menjadi lebih baik"
"Anda benar benar baik hati Puteri. Mungkin seharusnya saya belajar banyak dari anda"
"Kita masih sama sama belajar saudara Freddy."
Karena setiap kali perbincangan Louisa dengan Simon ada saja yang mengganggu, akhirnya mereka memutuskan untuk berbicara keesokan harinya saja di gedung the power of night.
*******
Pesta pertunangan Puteri Revaline dengan pangeran Lark telah selesai. Tapi masih ada satu acara terakhir yang harus dilakukan puteri Revaline sebelum meninggalkan kerajaan Fatma.
Ini adalah hari terimakasih. Ini semacam acara berpamitan dan meminta restu kepada segenap lapisan masyarakat di kerajaan Fatma. Dan hal ini telah berlangsung turun temurun.
Tentu saja acara ini pertama dilakukan di istana. Hadiah yang dibawa dari Hinom, di bagi bagikan oleh puteri Revaline dan Pangeran Lark kepada setiap anggota kerajaan. Setiap orang yang tinggal di istana mendapatkan bagian nya masing-masing.
Khusus untuk Raja Tejza dan Permaisuri Lila juga kedua Selir, tentu diberikan hadiah terbaik. Bahkan permaisuri yang cemberut selama pesta pertunangan sehari sebelumnya, tersenyum bahagia saat melihat hadiah yang diberikan kepadanya.
Setelah acara pemberian hadiah diistana selesai, acara dilanjutkan untuk membagikan hadiah kepada penduduk kota Malwa.
*****
Dipusat kota Malwa.
"Terima lah sedikit bingkisan perpisahan dariku, bibi. Mohon doa restu untuk pernikahanku" kata Puteri Revaline pada seorang nyonya muda sbil menyerahkan sebuah bingkisan kecil.
"Kiranya pernikahan mu selalu diberkati langit dan bumi. Menjadi kesayangan suamimu sepanjang hidupmu. Kebahagiaan menyertai mu selamanya" kata nyonya muda itu sambhil menerima bingkisan dari puteri Revaline.
Itulah doa yang diberikan masyarakat kota Malwa setiap kali menerima bingkisan dari puteri Revaline.
Louisa sendiri, setelah setengah dari bingkisan selesai dibagikan, ia pergi ke gedung the power of night. Untuk pengawalan Pangeran Lark dan Puteri Revaline, diserahkan kepada Marco sendiri dan beberapa pengawal kerajaan Fatma.
Sedangkan Light dan Shadow pergi menemani Sola dan Norbert keliling kota Malwa.
******
Di gedung the power of night
"Jadi apa petunjuk yang kalian peroleh?"
__ADS_1
"Sangat sedikit ketua. Pelaku mata pedang mereka ahli dalam hal panah. Karena saat serangan terakhir, mereka menyerang menggunakan panah."
"Selain itu?"
"Selain itu, kecepatan lari mereka diatas rata rata. Anggota kita tidak sanggup melakukan pengejaran"
"Mengapa kau yakin jika pelaku mata pedang mereka lebih dari satu orang?"
"Karena arah mata panah yang kami temukan setidaknya dua arah"
"Bagaimana menurut mu Shine?"
"Apa mereka berlari atau menggunakan kuda?"
"Berlari senior. Jika menggunakan kuda, tentu lebih mudah bagi kami menemukan jejak"
"Tadi malam sewaktu di pesta, kau mengatakan ada mencurigai beberapa kelompok organisasi. Apakah itu memungkinkan?"
"Tadi pagi, aku sudah menerima laporan dari bagian informasi kita jika itu bukan mereka ketua."
"Begini saja. Jika kita hanya berdiam disini, kita tidak akan menemukan sedikitpun petunjuk. Bawa kami ketempat serangan terakhir"
"Tapi itu sudah hampir seminggu yang lalu senior"
"Bawa saja. Apa yang tidak mampu kalian lihat, mungkin bisa kami lihat" jawab Shine.
"Mari ketua. Senior" kata Simon.
Ia membawa Louisa, Shine dan Deep menuju ke pusat kota tempat Puteri Revaline hampir terkena panah, namun berhasil di gagalkan.
"Nah.. Disini tempat nya ketua. Posisi kelinci persis di depan toko rempah ini. Sementara anak panah datang dari arah sana, dan sana" kaya Simon sambil menunjuk kedua arah yang berbeda.
Shine dan Deep menuju kearah yang ditunjuk oleh Simon. Sementara Louisa dan Simon menunggu kedatangan mereka.
"Mengapa kamu tidak memberikan laporan setiap kali terjadi penyerangan"
"Maaf ketua. Saya pikir saya masih bisa mengatasi nya"
"Dengar Simon. Ini bukan sesuatu yang sederhana. Ini Puteri kerajaan. Kau sendiri tahu dengan jelas hukum yang berlaku di kerajaan Fatma. Hukuman mati untuk setiap pelaku penyerangan anggota kerajaan. Jadi jika menurut pendapat mu, bagaimana latarbelakang penyedia dana?"
"Berarti penyedia dana adalah salah satu orang yang juga tidak gampang di disinggung"
Tidak berapa lama tampak Shine berlari kearah mereka.
"Dimana Deep ketua?"
"Belum kembali. Nah itu dia"
Deep yang datang juga setelah berlari.
__ADS_1
"Bagaimana Deep?"
"Ketua, kita harus bergegas. Pangeran Lark dan Puteri Revaline dalam bahaya..."