Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 101


__ADS_3

Rere dan Elang sudah berada di bandara sore itu,mereka sedang menunggu kedatangan Edo.Sedangkan Baby twins di tinggal di rumah bersama Sari dan Revan.


"Kamu beneran nggak ikut sayang?" tanya Elang.


"Kasian Kembar sayang kalo aku ikut,mereka masih terlalu kecil" jawab Rere.


"Kita pergi pake jet pribadi sayang,bukan pesawat umum" kata Elang.


"Tetap saja jauh,nanti kembar kecapekan trus demam gimana,kamu mau mereka demam?" ucap Rere.


"Baiklah Nyonya Elang,kita tunggu mereka besar dulu baru jalan-jalan keluar kota" Elang tak bisa membantah perkataan Rere.


"Sorry Lang aku tadi terjebak macet" tutur Edo yang baru saja sampai ke bandara.


"Loh Rima mana Do,nggak ikut?" tanya Rere.


"Rima menginap di rumah Papa Irfan" jawab Edo.


"Ya sudah kalo begitu ayo kita berangkat sekarang" kata Elang.


"Hati-hati sayang,jaga kesehatan selama disana,jangan telat makan,jangan begadang,jangan..." perkataan Rere menggantung karena Elang memotong perkataanya.


"Jangan lupa shalat,jangan lupa kabari setelah sampai di sana,jangan lama-lama dan cepat pulang,ya kan?" kata Elang.


"Hehe..tu udah tau" ucap Rere


"Aku akan melakukan semuanya,jangan khawatitr sayang"ucap Elang.


Rere mengambil tangan Elang dan menciumnya.


Elang dan Edo lalu masuk kedalam jet pribadi milik Elang.


"Sayang,kamu melupakan sesuatu" teriak Rere dari bawah.


Edo melanjutkan langkahnya sedangkan Elang berbalik menghadap Rere dan mengkerutkan keningnya.Rere berjalan menghampiri Elang yang berdiri di tangga jetnya,lalu...


Cup


"Kamu melupakan ini" ucap Rere sambil mencium bibir Elang.


"Ah kenapa aku bisa lupa...Persiapkan dirimu ketika aku pulang nanti" kata Elang lalu mengecup kening Rere dan masuk kedalam jet pribadinya.


Elang duduk di samping jendela dan melambaikan tangannya pada Rere.Setelah jet lepas landas barulah Rere keluar dari bandara.


"Pak Harun antar Rere ke supermarket dulu ya,Rere mau membeli kebutuhan Kiandra, Queenara dan juga Revan" kata Rere.


"Iya Re,apa perutmu sudah benar-benar sembuh?" tanya Pak Harun yang mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan bandara.


"Elang memberiku obat yang paling bagus Pak Harun sehingga lukanya cepet kering dan sekarang udah nggak sakit lagi" jawab Rere.


Harun melajukan mobil dengan kecepatan sedang,tidak lama kemudian dia menghentikan mobilnya di salah satu supermarket milik Elang.


"Pak Harun bisa ikut sama Rere kedalam?" tanya Rere.


"Tunggu sebentar ya Bapak parkirkan mobil dulu" kata Pak Harun.


Rere turun dari mobilnya dan menunggu Pak Harun di pintu masuk.Pak Harun memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk keluarga Arberto setelah itu Pak Harun datang menghampiri Rere.


"Ayo Re" ajak Pak Harun.


Rere dan Pak Harun masuk kedalam dan langsung membeli segala kebutuhannya.


"Pak Harun kenapa setiap kita lewat mereka membungkukkan badan?" tanya Rere sambil menunjuk kearah orang yang di maksud.


"Bapak juga kurang tahu Re,biarkan saja lah" jawab Pak Harun yang berpura-pura tidak mengenal orang-orang yang bertugas mengawasi Rere.


Rere mengambil susu,pempers,dan kebutuhan untuk Baby twins,dia juga membeli beberapa barang untuk Revan.Rere juga tidak lupa membeli skincare dan kubutuhan yang lain untuk dirinya.


"Kira-kira apalagi ya" gumam Rere.


Rere menuju rak pembalut dan mengambilnya beberapa bungkus lalu memasukkannya kedalam troli belanjanya.


"Rere" sapa seseorang yang berada di depan Rere.


"Mbak Neti belanja juga" tanya Rere.


"Iya Re,kebetulan si bos memberiku cuti dua hari jadi aku manfaatin waktu yang berharga ini untuk belanja" jawab Neti.


Neti melihat troli belanja Rere dan melihat skincare yang Rere ambil.


"Kamu masih pake skincare begituan Re,udah nggak jaman lagi tau nggak.Kamu sekarang bukan anak remaja lagi Re" tutur Neti.


"Rere nggak ngerti soal begituan Mbak,ini aja Rere asal ambil aja" kata Rere.


"Sini Mbak tunjukin skincare yang bagus dan lengkap" ucap Neti sambil menarik tangan Rere.


Pak Harun menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat sekaligus sekertaris di kantor Elang itu.


Neti membawa Rere ke toko khusus menjual alat-alat kosmetik lalu mengambil beberapa contoh kosmetik dan menunjukkannya pada Rere.


"Nih beberapa produk yang bagus,kamu pilih mana yang cocok untuk jenis kulitmu" kata Neti.


Rere melihat-lihat produk di depannya sedangkan Neti kembali masuk ke dalam toko untuk mengambil lipstik,bedak,eyeshadow dan blush on.


"Kamu juga butuh ini" kata Neti sambil meletakkan barang-barang yang tadi di ambilnya.


"Tapi aku nggak biasa pake semua ini Mbak" ucap Rere.


"Gampang soal itu,besok kamu datang ke kantor nanti Mbak ajari kamu cara pakainya" kata Neti.


"Emang perlu ya Mbak semua ini?" tanya Rere.


"Kita perempuan Re,selain perawatan mirs v dan perawatan tubuh,make up juga perlu sayang.Apalagi punya suami kayak Elang yang banyak penggemarnya.Aku tau Elang itu tipe suami setia tapi kan nggak ada salahnya kita mempercantik diri,menyenangkan hati suami juga ibadah lho Re" tutur Neti.

__ADS_1


"Ya udah deh kalo gitu Rere ambil semua,tapi beneran ya besok Mbak ajari Rere cara pakainya" kata Rere.


"Iya Mbak janji"Ucap Neti.


Neti dan Rere membawa barang belanjaannya ke kasir lalu membayarnya,setelah itu Neti pamit kepada Rere karena harus cepat pulang begitu juga Rere yang harus cepat pulang karena sudah terlalu lama dia meninggalkan Baby twins di rumah.


"Pak Harun ayo kita pulang"Rere mengajak Pak Harun untuk pulang.


"Sini barang belanjaannya Bapak bantu bawa" ucap Pak Harun.


"Terima kasih Pak" ucap Rere.


Rere menyerahkan sebagian kantong belanjaannya pada Pak Harun lalu mereka keluar dari supermarket dan langsung menuju ke parkiran.


"Lah ternyata sudah malam ya Pak" kata Rere setelah keluar dari supermarket.


"Iya Re sudah jam setengah tujuh"kata Pak Harun.


"Pantesan Rere udah lapar Pak,kita cari masjid atau mushala terdekat untuk shalat lalu cari makan dulu baru pulang ya Pak" kata Rere.


"Baiklah begitu,ayo"kata Pak Harun.


Rere meletakkan barang belanjaan di kursi belakang lalu dia duduk di kursi depan yang ada disamping Pak Harun,Pak Harun mengemudikan mobilnya dengan perlahan.


"Itu ada mushala,kita shalat disitu saja ya Re" kata Pak harun.


"Iya Pak" kata Rere.


Pak Harun menepikan mobil lalu memarkirkannya.Rere turun dari mobil dan langsung berjalan menuju tempat mengambil wudhu,begitu juga dengan Pak Harun.Setelah itu mereka melaksanakan shalat maghrib di dalam mushala.


"Jangan lupa sebelum pulang kita cari makan dulu ya Pak" Rere mengingatkan Pak Harun ketika mereka sudah berada di mobil.


"Iya Re,kita ke restoran yang ada di simpang sana saja tempat biasa Elang makan"saran Pak Harun lalu mulai mengemudikan mobilnya.


"Elang sering makan disana Pak?" tanya Rere.


"Iya dulu, bersama kliennya atau bersama Edo,tapi semenjak menikah dengan kamu Bapak jarang melihat dia makan di luar.Dia lebih sering makan di rumah atau di ruang kerjanya yang ada di kantor"tutur Pak Harun.


Pak Harun membelokkan mobilnya ke area restoran lalu memarkirkan mobilnya.


"Ini dia restorannya Re,Kita makan disini saja ya Re" ucap Pak Harun.


"Nggak ada udangnya kan Pak Harun?" tanya Rere.


"Aman Re,disini hanya ada ayam bakar dan ikan bakar saja"jawab Pak harun.


Pak Harun membawa Rere masuk ke dalam restoran dan duduk di kursi yang masih kosong.


"Re Bapak tinggal kebelakang sebentar ya" kata Pak Harun.


Rere menganggukkan kepalanya.


Pak Harun melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu yang ada di dalam restoran itu lalu masuk ke dalamnya.


"Nona siapa maksudmu Harun,apa Elang sudah menikah lagi?" tanya manajer restoran.


"Hemmm..."Harun menjawab dengan deheman saja lalu keluar dari ruangan itu dan kembali ke meja tempat Rere.


Manajer itu lalu memanggil salah satu pegawainya.


"Layani dengan baik istri dari pemilik restoran ini,kalo sampai dia tidak puas dengan pelayanan kita,kamu saya pecat" ucap manajer itu.


"Baik pak" jawab pegawai itu.


Kemudian dia langsung menyiapkan makanan terbaik untuk Rere dan Pak Harun,setelah siap dia langsung membawa ke meja Rere dan menghidangkannya.


"Silahkan di nikmati Nona,jika masih ada yang kurang Nona bisa memintanya dan saya akan menyiapkannya" ucap pelayan itu.


Rere melihat makanan yang tersaji di meja,ada nasi, ikan bakar,ayam bakar,beberapa jenis sambal dan lalapan.Minumnya ada jus jeruk peras hangat dan segelas air putih.


"Sambel apa ini?" tanya Rere.


"Sambal bawang,sambal kecap,sambal tomat,sambal matah dan sambal terasi Nona" jawab pelayan itu.


"Mana yang sambal terasi?"tanya Rere lagi.


"Yang ini Nona" jawab pelayan sambil menunjuk piring sambal.


"Terima kasih" ucap Rere.


Pak Harun yang tau Rere alergi udang termasuk terasi lalu memberikan sambal itu pada pelayan dan menyuruh pelayan itu membawa sambal ke belakang.


"Pak Harun coba lihat deh orang yang duduk di meja sama yang berdiri di dekat pintu,orang itu mirip sama yang tadi di supermarket.Atau jangan-jangan mereka mengikuti kita Pak" kata Rere.


Pak Harun tersenyum saja menanggapi perkataan istri dari majikannya itu.


"Jangan takut mereka nggak akan berani macam-macam kok" ucap Pak Harun.


"Emang Pak Harun kenal sama mereka?" tanya Rere.


"Mereka anak buah Elang yang di tugaskan untuk menjagamu Re" akhirnya Pak Harun buka mulut.


"Kenapa harus pake di awasi segala sih"gerutu Rere sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Itu karena Elang sayang dan cinta sama kamu Re" kata Pak Harun.


Rere terdiam mendengar perkataan Pak Harun,dia terus menyantap makanan di hadapannya.


"Selamat malam Nona,kenalkan nama saya martin,manajer restoran ini" kata martin sambil berdiri di samping meja Rere.


Rere yang tidak mengerti maksud manajer itupun jadi bingung.


"Ada apa ya Pak Martin? Apa kami membuat kesalahan sampai-sampai Bapak mendatangi meja kami"kata Rere.

__ADS_1


Martin menoleh ke Pak Harun dan Pak Harun hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Maaf Nona saya hanya mau bertanya tentang makanan yang ada di restoran ini,apakah anda menyukainya?" tanya Martin.


"Rasanya Enak dan saya suka" jawab Rere sambil mencuci tangan,karena dia sudah selesai makan.


"Terima kasih Nona" ucap Martin.


"Pak Harun kita pulang sekarang" kata Rere.


Pak Harun beranjak dari duduknya lalu menepuk bahu Martin.


"Kerja yang bagus,aku pastikan bulan ini kamu dan pelayan yang tadi dapat bonus dari bos" kata Pak Harun.


Rere berjalan ke meja kasir untuk membayar makanan yang sudah di makannya bersama pak harun tadi.


"Maaf Nona,semuanya sudah lunas" ucap kasir itu.


"Siapa yang membayarnya?" tanya Rere.


"Saya kurang tau Nona" jawab kasir itu.


Rere berjalan keluar dari restoran dan langsung masuk ke mobil.


"Pak Harun yang membayar semua makanan tadi?" tanya Rere.


"Bukan Re" jawab Pak Harun yang sudah mulai mengemudikan mobilnya.


"Trus siapa yang sudah bayar?" tanya Rere bingung.


Belum sempat Pak Harun menjawab ponsel milik Rere berdering.


📞"Hallo sayang"Rere menjawab panggilan dari Elang.


📞"Sudah selesai belanjanya sayang?" tanya Elang dari sebrang telpon.


📞"Darimana kamu tau aku berbelanja?" tanya Rere.


📞"Tentu saja aku tau sayang,apa Martin melayanimu dengan baik?" tanya Elang lagi.


📞"Pasti anak buahmu yang memberitahumu kan?" Rere menebak.


📞"Hahaha...tanpa mereka memberi tahuku aku tetap bisa tau sayang" kata Elang.


📞"Kamu sudah sampai?" tanya Rere.


📞"Sudah sekitar setengah jam yang lalu,aku mau istirahat dulu ya.Besok aku telpon lagi ya" kata Elang.


📞"I love you" Rere berbisik di ponselnya.


📞"Aku akan cepat pulang sayang,tunggu aku" kata Elang lalu memutuskan panggilannya.


Rere memasukkan ponselnya kedalam tas,lalu kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Pak Harun yang tadi sempat terputus.


"Pak Harun tadi belum jawab pertanyaan Rere,siapa yang sudah membayar makanan kita" kata Rere.


"Restoran itu milik Elang Re,tidak mungkinkan istri dari pemilik restoran makan disitu dan harus bayar" tutur Pak Harun.


"Berapa banyak usaha milik Elang Pak,jangan bilang supermarket tadi juga milik Elang" kata Rere.


"Termasuk super market itu" kata Pak Harun.


Mereka sudah sampai di rumah,Rere turun dari mobil sambil membawa barang belanjaannya masuk kedalam rumah.Rere meletakkan barang belanjaannya di atas kasur kemudian dia masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Setelah selesai mandi Rere berpakaian dan pergi ke kamar Baby twins.


"Apa mereka rewel Sari?" tanya Rere.


"Tidak,mereka anak-anak yang baik" jawab Sari.


"Revan mana?" tanya Rere.


"dikamarnya sedang nonton tivi" jawab Sari.


Rere berhasil membujuk Mama sofia dan membawa Revan pulang ke rumahnya.


"Aku lihat Revan dulu ya Sari" ucap Rere.


Rere keluar dari kamar Baby twins lalu pergi ke kamar Revan.


Tok tok tok


Rere mengetuk pintu.


"Revan apa mommy boleh masuk?" tanya Rere sambil menyembulkan kepalanya di pintu.


"Mommy sudah pulang?" tanya Revan.


"Mommy baru saja sampai" jawab Rere.


"Mommy bolehkah malam ini Revan tidur sama mommy?" tanya Revan sambil menunduk.


"Tentu saja boleh,Revan boleh tidur sama mommy selama daddy nggak ada" jawab Rere.


Revan mengambil remot tivi dan mematikan tivinya.Lalu menyeret tangan Rere keluar dari kamarnya.


"Mommy dari darimana saja,kenapa lama sekali?" tanya Revan sambil berjalan kearah kamar Rere.


"Mommy tadi pergi berbelanja sayang,coba lihat diatas kasur mommy ada sesuatu untuk Revan" Tunjuk Rere pada barang-barang yang ada di kasurnya.


Revan naik ke kasur dan membongkar barang belanjaan Rere.Dia senang sekali saat melihat ada tas,sepatu dan alat-alat tulis.


"Terima kasih Mommy" ucap Revan lalu dia memeluk Rere.


"Sekarang Revan tidur ya,mommy udah ngantuk nih"kata Rere.

__ADS_1


Revan berbaring dikasur lalu Rere membereskan barang yang tadi di bongkar Revan dan meletakkannya di sofa.Rere merebahkan tubuhnya di samping Revan dan mulai tertidur sambil memeluk anak sambungnya itu.


__ADS_2