Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 62


__ADS_3

elang membawa rere ke tepi danau yang sudah di hias dengan sangat indah.tentu saja itu semua di bantu oleh bunda sintya,rima juga yang lainnya.


"mommy..." terdengar suara yang tidak asing memanggil rere.


rere berbalik dan melihat revan sudah berdiri di hadapannya.rere menghampiri revan kemudian memeluknya sambil beruraian air mata.


"sayang,kamu pulang.mommy rindu" isak rere.


"levan juga lindu sama mommy,ini kado untuk mommy.selamat ulang tahun mommy" ucap revan.


rere kembali memeluk anak sambungnya itu dengan bahagia.elang menghampiri rere juga revan,kemudian elang jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan revan.


"hemmm hanya mommy yang revan rindu,daddy tidak?" tanya elang.


"lindu dong daddy" kata revan lalu memeluk elang.


"pa, ma...terima kasih sudah membawa revan kembali" kata rere.


"sama-sama nak,tapi revan tidak bisa lama-lama berada di sini" kata mama sofia.


"kenapa ma?" tanya rere penasaran.


"ibunya revan ingin merebut revan dari kita" jawab elang.


" nggak,revan nggak boleh ikut dengan mbak silvy" kata rere sambil memeluk erat revan.


rere benar-benar sangat menyayangi anak sambungnya itu.semua yang berada di situ terharu melihat kedekatan ibu dan anak itu.


"re...untuk sementara biarkan mama sofia membawa revan,demi keselamatan dan keamanannya" saran bunda sintya.


"tapi bunda..."


"benar kata bundamu nak,setelah situasinya aman,mama dan papa janji akan membawa revan kembali padamu" tutur mama sofia.


rere memandangi wajah teduh revan,cukup lama sudah dia berpisah dari anak sambungnya itu dan kini bertemu hanya sebentar saja.


rere kembali memeluk revan dengan erat,seolah tidak ingin berpisah lagi.


"mommy kenapa menangis?" tanya revan.


"mommy tidak menangis sayang,mommy hanya bahagia bisa memeluk revan" rere beralasan.


"hari sudah larut,sebaiknya kita pulang.lagipula angin malam tidak baik untuk rere dan juga kita semua" kata papa danu.


akhirnya karena permintaan dari rere,malam itu semua menginap di rumah rere,kecuali rima dia langsung pulang bersama om irfan.elang membawa revan ke kamarnya.mereka tidur bertiga malam ini.dengan posisi rere berada di tengah-tengah antara elang dan revan.


"sayang,kenapa mbak silvy ingin merebut revan darimu.bukankah kamu sudah secara sah mengadopsinya?" tanya rere sambil membelai rambut revan.


"semua karena harta sayang,suami silvy tidak akan memberi silvy harta sedikitpun kecuali silvy bisa membawa revan ke ayah kandungnya" jawab elang.


"silvy menyusupkan orang suruhannya di kantorku dan dia juga sempat menggelapkan uang perusahaan.tapi edo langsung mengetahuinya dan sekarang kami sedang berencana menjebak silvy" tutur elang.


"hati-hati sayang,aku takut hal buruk terjadi padamu"


"tenang saja sayang,aku hanya minta satu hal padamu.jika suatu hari kamu melihatku bersama silvy kamu jangan marah,karena itu bagian dari rencanaku" pinta elang.


rere memandang wajah suaminya dan melihat kejujuran disana.


" baiklah sayang,aku percaya padamu.ayo tidur sudah larut malam" ajak rere.


elang memeluk rere dan mereka pun tertidur malam ini dengan nyenyak.rere memeluk revan yang tidur di sampingnya.sesekali dia mencium pipi gembul revan.

__ADS_1


*


pagi ini di kediaman elang sudah ramai,semua berkumpul di ruang tamu.karena sebentar lagi papa danu,mama sofia dan revan akan kembali ke HK.


"lang,rere mana.kok belum keliatan?" tanya mama.


" rere masih di kamar ma,tadi sih katanya mau buang air" jawab elang.


"iya,tapi ini sudah lebih dari sepuluh menit.coba kamu lihat lang takutnya terjadi apa-apa" perintah papa danu.


elang menaiki tangga dan menuju kamarnya.elang membuka pintu kamar dan melihat rere sedang duduk di tepi kasur sambil menangis.


"sayang,ayo kita turun.semua menunggumu" ajak elang.


"tidak bisakah revan tinggal,sehari saja?" tanya rere sambil tetap menangis.


elang menghampiri rere kemudian jongkok di hadapannya.


"sebenarnya aku juga ingin jika revan tetap tinggal,tapi aku takut silvy datang dan membawa revan pergi.revan memang bukan anak kandungku tapi aku menyayanginya sama sepertimu" tutur elang.


rere menghapus airmatanya lalu turun dari kasur.elang berdiri dan menggenggam tangan rere.


"ini hanya sementara,percayalah.setelah semuanya beres revan akan kembali ke pelukan kita" janji elang.


elang menggandeng rere keluar dari kamarnya dan menghampiri mama,papa dan revan yang sebentar lagi harus segera pergi.


kriing...


ponsel elang berdering


📱" hallo" elang menjawab panggilan di ponselnya.


📱" sial"


elang mematikan ponselnya.


"edo siapkan helikopter,cepat" perintah elang.


"ada apa lang?" tanya papa.


"silvy dan anak buahnya sedang menuju kemari,kita tidak mungkin menghadapi mereka.anak buahku sedang tidak ada disini" kata elang.


papa menggendong revan menuju landasan helikopter yang ada di belakang rumah elang.mama dan rere mengikuti dari belakang.


" ikut lah bersama edo mengantar revan,setelah itu edo akan membawamu ketempat aman" perintah elang pada rere.


rere naik ke helikopter dan duduk di samping mama.edo menghidupkan mesin helikopter dan langsung lepas landas.


elang kembali masuk ke dalam rumah setelah helikopter yang membawa keluarganya sudah tidak terlihat lagi.elang terkejut melihat penampilan bunda sintya yang tiba-tiba berubah.


" bunda,kenapa pakai pakaian seperti ini?" tanya elang bingung.


"aku akan menghancurkan siapa saja yang sudah berani mengusik kebahagiaan anakku" jawab bunda sintya sambil memasukkan belati kedalam kantungnya.


"tapi bunda,jumlah kita tidak sepadan dengan mereka.anak buahku sedang tidak berada disekitar sini.mereka sedang membantu rekan kerjaku" tutur elang.


"tenang saja,anak buah bunda sedang meluncur kemari dan mungkin sebentar lagi akan datang" bunda meninggalkan elang yang masih kebingungan.


tidak lama terdengar bunyi helikopter di sekitar rumah elang dan deru mobil dari arah depan.elang berlari menuju ruang kerjanya dan masuk ke ruang rahasia untuk mengambil senjatanya.


elang keluar dari ruang kerja dan terkejut melihat banyak orang bertopeng di lantai bawah.elang mengeluarkan senjata dan hendak menyerang orang-orang itu.

__ADS_1


"tahan" teriak bunda sintya dari arah dapur.


"mereka semua anak buahku lang"sambungnya lagi.


" bunda bukankah mereka grup bertopeng yang terkenal sadis dari wilayah barat?" tanya elang.


" kamu benar nak,bunda sempat berhenti dari dunia gelap ini.bunda lebih memilih sembunyi daripada harus melawan dan memakan banyak korban,tapi tidak untuk kali ini" sorot mata bunda sintya tajam.


"bunda tapi silvy adalah mamanya revan,kita bisa bicara baik-baik" bujuk elang.


" tapi rere putriku elang,jangan lupakan itu.aku bisa membawa rere pergi kapanpun aku mau" ancam bunda sintya.


tiba-tiba wildan dan rendi datang sambil berlari tergopoh-gopoh.


"gawat bro,silvy membawa anak buahnya dalam jumlah yang banyak.rendi tadi sudah menghubungi mawar putih,dragon dan elang api.tapi posisi mereka cukup jauh dan tidak bisa datang dalam waktu dekat" papar wildan.


"kenapa silvy senekat itu jika hanya revan yang di inginkannya?" tanya elang.


"silvy diperintah oleh jakson,orang yang kita hancurkan beberapa tahun yang lalu" tiba-tiba edo sudah berada di situ.


"jakson,bukankah dia sudah dideportasi dan tidak bisa masuk ke negara ini lagi?" tanya elang.


"iya lang,tapi sepertinya ada orang yang membantunya"


dor...


tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah luar rumah elang.


bunda sintya bergerak menyelinap keluar,langkahnya begitu ringan seperti angin.


perkelahian tidak bisa di elakan lagi.banyak korban berjatuhan dari kedua belah pihak.


elang berkelahi dengan seorang pria asing yang belum pernah dia lihat sebelumnya.edo sedang melawan anak buah dari pihak silvy.sedangkan bunda sintya sendiri melawan orang yang bernama jakson.


"berhenti" teriak bunda sintya.


semua berhenti dan terdiam.bunda sintya berhasil meringkus jakson lalu membawa jakson masuk kedalam rumah.


anak buah jakson terdiam menyaksikan bos mereka tertangkap.bunda sintya meletakkan belatinya di leher jakson.


"sedikit saja kalian bergerak,aku pastikan kepala bos kalian akan terpisah dengan tubuhnya" ancam bunda sintya.


penampilan jakson cukup kacau,baju yang sudah robek disana sini.sedangkan bunda sintya hanya terluka di bagian lengannya saja.


rendi masuk kedalam rumah sambil membawa masuk silvy yang sudah dalam keadaan terikat.


kemudian rendi mendorong silvy hingga jatuh tersungkur di kaki elang.


" lang,aku mohon lepaskan aku.jakson telah membohongiku,dia menjebakku lang" kata silvy.


" itu bukan urusanku" kata elang sambil mengeraskan rahangnya.


sintya meminta edo untuk mengikat jakson.lalu menghampiri silvy.


"bukankah kamu anaknya sinta?" tanya bunda sintya sambil membuka topengnya.


semua yang berada di ruangan itu terkejut mendengar pertanyaan bunda sintya.


"apa maksud bunda,silvy ini mantan istriku dan orang tuanya ada di luar negri" bantah elang.


sedangkan silvy terdiam pucat melihat wajah bunda sintya.

__ADS_1


__ADS_2