
Malam semakin larut,hujan deras mengguyur bumi.SEPI! Itu yang dirasakan Rianti malam ini.Sudah sebulan semenjak kejadian di rumah tahanan waktu itu Haris tidak pernah lagi berkunjung ke rumah Elang.
"Kenapa aku jadi kepikiran sama dia" gumam Rianti.
Rianti berdiri sambil melihat derasnya hujan dari jendela.
Tok tok tok
Ada yang mengetuk pintu kamar Rianti.
Dengan malas Rianti berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Rianti membuka pintu.
"Hai" sapa Haris.
Brukkk!!!
Tiba-tiba Rianti menutup pintu kamarnya kemudian berbaring di kasur.
"Bisa-bisanya aku berhalusinasi" gumam Rianti.
Tok tok tok
Pintu kembali di ketuk.
"Rianti" terdengar suara Haris memanggil namanya.
Rianti menutupi wajahnya pakai bantal.
Ceklek
Pintu terbuka dan Haris langsung nyelonong masuk ke dalam kamar.
"Kenapa pintunya di tutup lagi sih" protes Haris.
Rianti menggeser bantal dari wajahnya.
"Mas Haris?" kata Rianti.
"Iya ini aku,kamu pikir aku setan" kata Haris.
"Ngapain malam-malam begini Mas kesini nanti ada yang lihat bagaimana?" tanya Rianti.
"Bukan hanya melihat mereka semua sudah tau aku datang kesini" jawab Haris santai.
Rianti mendudukkan tubuhnya di kasur.
"Udah ngantuk belum?" tanya Haris.
"Emangnya kenapa?" Rianti balik bertanya.
"Aku lapar nih,bikinin makanan dong" pinta Haris.
"Tapi semua lauk udah habis Mas dan stok bahan makanan di kulkas juga kosong karena belum belanja.Kalo Rianti bikinin nasi goreng nanti Mas nangis lagi" tutur Rianti.
"Nah nasi goreng aja,kali ini Mas gak nangis.Ayo cepetan,nanti Mas mati lho gara-gara kelaparan" oceh Haris.
Rianti turun dari kasurnya,Haris langsung menggeenggam tangan Rianti dan membawanya ke dapur.Rianti tersenyum sambil melihat tangan yang berada di genggaman Haris.
Sampai di dapur Rianti langsung membuka kulkas,hanya ada cabe rawit dan telur saja.
"Mas bahannya gak lengkap" kata Rianti
"Gak usah lengkap gak usah spesial pake telur dua segala,udah bikinin aja nanti Mas pingsan ni" kata Haris.
"Ada ya orang mau pingsan ngomong dulu" kata Rianti.
Rianti langsung mengolah bahan yang ada,untung masih ada nasi.Rianti membuat nasi goreng ala kadarnya.
"Enak juga punya istri ya kalo laper ada yang masakin" kata Haris sambil menatap Rianti yang sedang sibuk memasak.
Nasi goreng bikinan Rianti sudah matang,Rianti mengambilkan nasi goreng untuk Haris.
"Makan disini saja" kata Haris saat melihat Rianti akan membawa nasi goreng ke ruang makan.
"Rianti balik ke kamar ya Mas" kata Rianti sambil memberikan piring berisi nasi goreng pada Haris.
"Temani Mas makan" pinta Haris.
Rianti mengangguk.
Tanpa menawari Rianti Haris langsung menyantap nasi gorengnya.Saat suapan pertama Haris terdiam dan berhenti mengunyah lalu memandang wajah Rianti.
"Kenapa Mas,gak enak ya?" tanya Rianti.
Haris menggeleng lalu melanjutkan makannya kembali.Setelah nasi goreng di piringnya habis Haris langsung mencuci piring kotornya.
"Besok kamu libur kan?" tanya Haris.
"Iya Mas" jawab Rianti.
"Besok temenin Mas belanja ya,stok di rumah Mas juga sudah habis" kata Haris.
"Kayaknya gak bisa deh Mas,soalnya setiap hari libur Bos sering ngajak kami jalan-jalan" tutur Rianti.
"Kita bisa jalan atau liburan berdua,ya?" pinta Haris.
"Tanya Pak Bos dulu ya?" kata Rianti.
"Iya" jawab Haris.
"Kembalilah ke kamar dan langsung tidur ya,jangan begadang" pesan Haris.
Rianti bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dapur untuk menuju kamarnya yang berada di belakang rumah utama.
"Rianti" panggil Haris.
__ADS_1
Rianti menghentikan langkahnya lalu berbalik kearah Haris.
"Ada apa Mas,apa masih ada yang dibutuhkan?" tanya Rianti.
Haris mendekati Rianti.
Cup
Tiba-tiba Haris mengecup kening Rianti.
"Selamat malam dan selamat istirahat" ucap Haris lalu pergi meninggalkan Rianti yang terdiam.
Rianti kembali berjalan menuju kamarnya,setelah sampai kamar Rianti langsung merebahkan tubuhnya di kasur.Entah kenapa kantuk yang tadi tak kunjung datang secara tiba-tiba sekarang Rianti jadi mengantuk dan galau yang tadi dirasakannya juga hilang,Rianti memejamkan matanya lalu tidur dengan nyenyak.
Pagi harinya seisi rumah Elang sibuk mempersiapkan keperluan mereka selama berlibur.Liburan kali ini Elang akan membawa para pelayan di rumahnya ke puncak.
Rianti,Diah dan Nia sedang berdiri di depan Elang,sedangkan Sari dan Romlah masih menyiapkan kebutuhan Revan dan Baby twins.
"Apa semua sudah siap?" tanya Elang.
"Sudah Tuan" jawab Rianti.
"Rianti untuk liburan kali ini kamu tidak ikut dengan kami,maaf ya" ucap Elang.
Diah dan Nia kaget mendengar ucapan Elang,mereka saling pandang dan bingung kenapa Rianti tidak ikut.Rianti yang sudah tau maksud Elangpun mengangguk.
"Iya Tuan" jawab Rianti.
Setelah Sari dan Romlah telah selesai bersiap,Rianti dan yang lainnya membawa barang-barang ke dalam mobil.Setelah semua siap merekapun berangkat kecuali Rianti,dia berdiri tegak di depan pintu.
"Apa semua sudah pergi?"tanya Haris dari arah belakang Rianti.
"Sudah" jawab Rianti.
"Kalo begitu kita pergi belanja sekarang saja ya?" kata Haris.
"Iya Mas,tunggu sebentar ya ponsel Rianti tertinggal di kamar" kata Rianti.
"Sekalian ambil beberapa helai baju ganti ya,di rumah Mas tidak ada baju perempuan" kata Haris.
Rianti mengangguk saja walau tidak mengerti maksud perkataan Haris.
Rianti membawa dua helai baju ganti dan memasukkannya ke dalam tas kecil miliknya,setelah itu Rianti kembali ke depan,Haris sudah menunggunya di mobil.
"Gak bawa baju ganti?" tanya Haris saat Rianti sudah duduk dikursinya.
"Bawa Mas,ini" kata Rianti sambil menunjukkan tasnya pada Haris.
Haris tersenyum lalu mulai mengemudikan mobilnya,sebelum pulang ke rumah Haris mampir dulu ke pasar tradisional.
"Mas gak risih belanja disini?" tanya Rianti saat Haris memarkirkan mobilnya.
"Dulu sewaktu Ibu Mas masih hidup Mas sering antar dia ke pasar.Katanya selain sayuran dan ikannya masih segar harga di pasar itu harganya lebih murah selain itu dengan kita belanja disini secara tidak langsung kita sudah membantu pedangang-pedagang kecil disini" tutur Haris.
Rianti dan Haris turun dari mobil,Haris menggenggam tangan Rianti lalu masuk ke dalam pasar.
"Beli apa saja yang bisa kita makan selama seminggu" jawab Haris.
Rianti menghentikan langkahnya lalu memandang wajah Haris.
"Kita?" Tanya Rianti.
"Iya sayang,kita.Kamu dan aku berdua saja" jawab Haris.
Rianti dan Haris mulai berbelanja,Haris mendatangi penjual daging langganan Ibunya dulu.
"Eh Nak Haris,udah lama ya gak belanja kemari" kata penjual itu ramah.
"Iya Bu,lagian untuk apa Haris belanja.Di rumah juga gak ada yang masak" tutur Haris.
"Ini siapa,istri atau masih calon?" tanya penjual itu.
Haris menoleh kearah Rianti sambil tersenyum lalu berkata:
"Masih calon Bu"
Haris membeli daging lalu membayarnya.
Setelah dirasa cukup Haris dan Rianti pun langsung pulang.
Selama di perjalanan menuju rumah Haris Rianti lebih banyak diam.Dia melihat ke luar jendela.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Haris.Haris langsung mengajak Rianti masuk ke dalam rumahnya dan membawa barang belanjaannya ke dapur.Rianti membuka pintu kulkas langsung duduk di depannya sambil menyusun barang belanjaannta ke dalam kulkas.
"Enak bener duduk di lantai sambil buka pintu kulkas" kata Haris.
"Enak Mas,adem" kata Rianti.
"Hahaha...kamu ada-ada aja.Di kamar ada ac tu kalo mau ngadem.Atau perlu Mas pasang ac di dapur ini juga?" tanya Haris.
"Terserah Mas saja" jawab Rianti.
"Hari ini mau masak apa?" tanya Haris sambil ikutan duduk di lantai.
"Mas mau di masakin apa?" Rianti balik bertanya.
"Kamu ya kebiasaan,kalo di tanya bukannya jawab malah balik bertanya.Apa aja deh,apapun yang kamu masak pasti Mas makan" tutur Haris.
Rianti terdiam sambil melihat stok makanan yang tadi di belinya.Rianti melihat keluar rumah cuaca masih mendung.
"Bikin soto ayam aja ya?"tanya Rianti.
"Boleh juga kebetulan Mas udah lama gak makan soto.Bikin lebih ya,nanti karyawan toko mau datang kemari" kata Haris.
"Iya Mas" jawab Rianti.
"Tenang aja nanti Mas bantu" ucal Haris sambil mengacak rambut Rianti.
"Di dapur ternyata,mbok panggil-panggil dari depan gak ada jawaban" tiba-tiba datang seorang wanita paruh baya ke dapur.
__ADS_1
"Eh udah datang Mbok,Maaf Haris gak dengar Mbok panggil tadi" ucap Haris.
"Gimana mau dengar wong sibuk pacaran"kata Mbok sambil tersenyum lalu pergi.
"Siapa Mas?" tanya Rianti.
"Oh itu namanya Mbok Asih,yang biasa bantuin Mas bersih-bersih rumah ini.Kalo pekerjaannya sudah selesai dia langsung pulang" jawab Haris.
"Aku tinggal sebentar ya,ada yang harus Mas kerjakan" kata Haris.
Rianti mengangguk.
Haris pergi meninggalkan Rianti sendiri di dapur.
Rianti langsung mengeluarkan bahan yang di perlukan lalu diapun mulai memasak.Setelah kurang lebih satu jam berkutat di dapur bermain dengan wajan,panci dan spatula,akhirnya soto ayam ala Rianti pun siap di hidangkan.Jam masih menunjukan pukul sebelas,itu artinya jam makan siang masih lama.
"Udah selesai masaknya?" tanya Haris yang baru masuk ke dapur.
"Udah Mas,karena Mas bantuin jadi masaknya lebic cepat" sindir Rianti.
"Hahaha..." Haris tertawa.
"Maaf...Mas keasyikan kerja tadi sampai lupa mau bantuin kamu masak" tutur Haris.
"Alasan yang cukup bagus" kata Rianti.
"Mandi gih,bau soto" seloroh Haris.
"Ngapa gak sekalian bau pasar Mas,kan kita dari pasar tadi" balas Rianti.
"Bisa ae,pembuka pintu hati" kata Haris.
"Ayo ikut Mas, Mas tunjukan kamar kamu" ajak Haris.
Haris membawa Rianti naik ke lantai dua lalu membawa Rianti ke kamar tidur miliknya.
"Ini kamar siapa Mas?" tanya Rianti.
"Untuk saat ini kamar ini milik Mas,tapi besok jadi milik kita" jawab Haris.
"Mas dari tadi ngomongnya kita melulu" oceh Rianti lalu duduk di sofa.
Haris menjongkokkan tubuhnya di depan Rianti lalu dia menggenggam kedua tangan Rianti.
"Karena Mas berharap Aku dan kamu jadi satu menjadi kita,Mas serius sama kamu Rianti.Kamu mau gak nikah sama Mas?" tanya Haris.
"Menikah Mas?" tanya Rianti.
"Iya,emang salah ya?" kata Haris.
"Tapi Mas aku hanya seorang pembantu dan berasal dari keluarga miskin,sedangkan Mas...Mas punya segalanya" tutur Rianti.
"Pembantu juga manusiakan,Mas gak peduli kamu pembantu atau pemulung sekalipun jika kamu bersedia Mas akan datang dan melamarmu ke Kang Rian" tutur Haris.
"Mas serius?" tanya Rianti.
"Apa Mas terlihat seperti sedang bercanda?" Haris balik bertanya.
Rianti menatap mata Haris dengan tajam,dia melihat kejujuran dan keseriysan disana.
"Bagaimana dengan keluarga Mas,apa mereka juga sama seperti Mas Haris mau menerimaku apa adanya?" kata Rianti.
"Mas hidup sebatang kara Rianti,Mas tidak punya siapa-siapa lagi" jawab Haris sendu lalu duduk di samping Rianti.
"Maaf Mas Rianti gak tau" ucap Rianti.
"Sudah mandi sana,sebentar lagi karyawan toko pada datang"kata Haris.
"Banyak Mas yang datang?" tanya Rianti.
"Cuma sekitar dua puluh orang karena yang lainnya harus tetap stand by di toko,tapi kamu tenang saja nanti mereka membantumu menyiapkan makan siang juga cuci piring" kata Haris sambil tersenyum.
"Mas tunggu di bawah ya,mandi lah.Handuk ada di lemari itu" kata Haris sambil menunjuk ke arah lemari.
Haris keluar dari kamarnya.Rianti langsung mengambil handuk di lemari yang di tunjuk Haris tadi lalu masuk ke kamar mandi.Selesai mandi Rianti langsung berganti pakaian.Celana jeans panjang berwarna navy dan baju kemeja polos berlengan pendek berwarna pink menjadi pilihan Rianti hari ini.Rianti memoles sedikit make up di wajahnya,setelah itu dia keluar dari kamar.
"Untuk apa aku bermake up seperti ini,padahal sudah lama aku tidak menyentuh make up itu" gumam Rianti yang berjalan menuruni tangga sambil menunduk.
Rianti belum sadar kalo di ruangan itu sudah ramai,para karyawan toko sudah pada datang.
"Selamat siang Bu" sapa karyawan toko bersamaan.
Rianti mengangkat kepalanya dan terkejut melihat orang ramai di depannya,mereka semua pakai baju seragam yang sama bertuliskan 'HR' di dada bagian kanannya.
"Siang" jawab Rianti kikuk.
Haris menghampiri Rianti lalu mengulurkan tangannya dan Rianti menyambutnya.
"Kamu cantik sekali siang ini" puji Haris pelan.
"Gombal" kata Rianti.
Suit suit
"Cie Pak Bos ternyata bisa mesra juga" kata salah satu karyawan itu.
Ada yang kecewa saat melihat Rianti.
"Aku kira Pak Haris masih sendiri,ternyata sudah menikah" gumamnya dalam hati sambil melihat pasangan di depannya.
"Yang cewek-cewek bantuin Ibu siapkan makanan ya trus yang cowoknya bantu saya" tutur Haris.
"IYA PAK" jawab karyawan toko kompak.
Rianti berjalan menuju dapur bersama beberapa karyawan toko yang perempuan.Rianti menyiapkan soto di mangkuk lalu menyiramkan kuah kedalamnya.Sebagian ada yang membawa soto sebagian ada yang membawa buah,air minum dan yang lainnya.
Haris dan karyawan yang cowok-cowok membentang karpet untuk mereka duduk.
Setelah makanan datang mereka langsung menyantap soto buatan Rianti.Haris tersenyum melihat ke arah Rianti dan Rianti membalasnya.Acara makan siangpun berjalan dengan lancar.Setelah selesai makan Haris mengajak Rianti duduk di sofa,sedangkan para karyawan sibuk membereskan dan membersihkan bekas makan mereka.
__ADS_1