
Wildan sedang menyetir mobilnya,dia dan Arumi hendak pergi ke rumah orang tua Wildan.
"Arumi kenapa diam saja?" tanya Wildan.
"Tidak apa-apa Wil,aku hanya merasa lelah saja" jawab Arumi.
"Maaf ya,aku belum bisa mencarikanmu orang yang bisa membantumu mengerjakan pekerjaan rumah" Wildan merasa bersalah.
"Aku mengerti" ucap Arumi.
Tidak lama mereka pun sudah sampai di rumah orang tua Wildan.
Wanita seksi yang kemarin bersama Wildan di cafe ada di rumah itu sedang duduk di teras bersama Mama dan Papa Wildan.
"Kalian datang,Andrenya sedang tidur" kata Mama.
Mama menyambut Arumi dengan pelukan mesra.
"Arumi kenalin ini Stevani sepupunya Wildan yang baru datang dari Belanda" Mama memperkenalkan wanita seksi itu pada Arumi.
"Hai...Arumi" kata Arumi sambil mengulurkan tangannya.
"Kamu yang kemarin ketemu kita di cafekan?" tanya Stevani sambil menyambut uluran tangan Arumi.
"Maaf ya,pasti kemarin kamu sudah berprasangka buruk pada kami kan" sambung Stevani lagi.
"Tidak juga" kata Arumi.
"Aku tidak pernah berprasangka buruk terhadap orang lain" kata Arumi lagi.
"Ayo masuk,kita ngobrolnya di dalam aja" ajak Papa.
Wildan menggandeng Arumi masuk ke dalam rumah lalu mereka pun ngobrol di ruang keluarga.
"Tau gak Arumi,saat kamu pulang kemarin Wildan langsung frustasi.Dia takut kamu salah paham dan kamu tau dia langsung pulang dan aku di tinggal sendirian di cafe itu" tutur Stevani.
"Oya" kata Arumi dengan wajah santainya.
Wildan memperhatikan reaksi Arumi yang biasa saja itu sedikit merasa kecewa.
"Apa memang tidak ada cinta di hatimu untukku Arumi.Apa aku terlalu berlebihan jika aku menginginkanmu membalas cintaku" bathin Wildan di penuhi pertanyaan.
"Ma...Apa Arumi boleh melihat Andre?" tanya Arumi.
"Silahkan nak" jawab Mama.
Arumi bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar Andre.
Ceklek
Arumi membuka pintu dan ternyata Andre sudah bangun dan baru selesai mandi.
"Ibu,sama siapa Ibu datang?" tanya Andre.
"Andre kangen sama Ibu" kata Andre lalu memeluk Arumi.
"Apa Andre suka tinggal disini?" tanya Arumi.
Wildan dan Mama yang hendak masuk ke kamar itu mengurungkan niatnya.Mereka memilih menguping dari balik pintu yang sedikit terbuka.
"Andre suka tinggal disini,Nenek dan Kakek sangat baik dan sayang sama Andre tapi Andre lebih suka tinggal sama Ibu.Bu kita kembali ke rumah yang lama yok Bu,biar kecil dan hidup kita susah tapi Andre bahagia di sana Bu.Biarlah Andre hidup susah asalkan tetap bersama Ibu" jawab Andre.
"Andre dengarkan ibu baik-baik.Andre harus nurut apa kata Ibu,ini semua demi kebaikan Andre" kata Arumi.
__ADS_1
"Tapi Bu" kata Andre.
"Andre anak laki-laki itu harus kuat,tidak boleh lemah.Bagaimana Andre bisa melindungi Ibu kalo Andre lemah.Nanti Andre akan kembali tinggal sama ibu tapi untuk saat ini Andre tinggal dulu disini sama Kakek dan Nenek.Kasihan Kakek dan Nenek kesepian lagipula mereka masih kangen sama Andre" kata Arumi sambil mengusap kepala anaknya dengan lembut.
"Ibu janji ya gak akan ninggalin Andre" pinta Andre.
"Ibu gak akan pergi,Ibu akan tetap ada untuk Andre" kata Arumi.
Andre memeluk tubuh ibunya dan Arumi pun membalas pelukan Andre.
Wildan masuk ke dalam kamar.
"Ayah" kata Andre yang langsung melepas pelukannya pada Arumi.
"Enaknya kalian berpelukan,kok Ayah gak di peluk" kata Wildan.
Andre langsung memeluk Ayahnya.
"Apa Andre bosan tinggal disini?" tanya Wildan.
Andre menggeleng.
"Andre mau ikut Ayah dan Ibu pulang?" tanya Wildan lagi.
"Andre disini saja Ayah menemani Kakek dan Nenek" jawab Andre.
"Anak pintar...Ayah sama Ibu mau pulang.Lain kali Ayah sama Ibu akan datang lagi kemari" kata Wildan.
Andre mengangguk.
"Kok cepet banget pulangnya Wil?" tanya Arumi.
"Aku ada janji dengan Elang cs untuk ketemuan malam ini" jawab Wildan.
Setelah berpamitan pada Andre dan kedua orang tua Wildan,mereka pun langsung pulang.Sesampainya di rumah Arumi langsung turun dari mobil sedangkan Wildan langsung pergi lagi.
Arumi memasuki rumahnya,sepi dan hampa yang dia rasakan.Arumi masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
Drtt
Satu pesan singkat masuk ke ponsel Arumi.Arumi mengambil ponselnya dan membaca pesan itu.
đŸ“¥Elang
"Wildan bersamaku malam ini,jangan khawatir.
Arumi meletakkan ponselnya di atas meja yang ada di samping tempat tidur.Entah badannya yang capek atau hatinya yang lelah akhirnya Arumi pun tertidur.
***
Di sebuah Cafe sudah ada Elang,Edo,David dan Wildan.Mereka bertemu bukan membahas soal bisnis,tapi hanya untuk sekedar nongkrong saja.
"David apa Sari belum melahirkan?" tanya Edo.
"Belum Do,mungkin sebentar lagi" jawab David.
"Kamu jangan sering keluyuran David,kasian Sari yang sedang hamil tua.Takutnya tiba-tiba dia mau melahirkan" kata Elang.
"Iya kalian tenang saja.Makanya aku lebih sering mengerjakan tugasku di rumah agar aku bisa mengawasi Sari" kata David.
"Wildan bagaimana hubunganmu dengan Arumi.Apa baik-baik saja?" tanya Elang.
"Baik Lang" jawab Wildan singkat.
__ADS_1
"Syukurlah kalo begitu.Aku turut senang mendengarnya" kata Elang.
Mereka terus mengobrol sampai lupa waktu.Untung saja Cafe itu milik David,jadi Cafe sudah mau tutup pun tidak ada yang mengusir mereka.
"Sudah malam sebaiknya kita pulang,pasti bidadari kita sudah khawatir menunggu kita pulang" ajak Elang.
Mereka pun bubar dan masuk ke mobil masing-masing lalu pergi dari cafe itu.
"Apa Arumi juga menungguku pulang seperti istri-istri mereka" gumam Wildan.
"Ah tapi tidak mungkin Arumi menungguku,dia pasti berfikir aku pulang pagi" Wildan bermonolog.
Wildan memasukkan mobilnya ke garasi,lalu dia masuk ke rumahnya lewat pintu samping.
"Sudah pulang Wil?" tanya Arumi sambil menonton tivi di ruang keluarga.
Hati Wildan berbunga-bunga saat melihat Arumi belum tidur dan sedang menunggunya.
"Kami bercerita panjang lebar sampai lupa waktu tadi.Maklumlah kami sudah lama tidak bertemu" jawab Wildan.
"Oh" Arumi ber oh ria saja.
"Arumi aku lapar,bisa tolong masakin mie instan gak.Aku kangen mie instan buatanmu" kata Wildan.
Arumi mengangguk lalu pergi ke dapur.Wildan sangat bahagia sekali malam ini.
Wildan menyusul Arumi ke dapur lalu memeluk Arumi dari belakang.
"Wil aku sedang masak" kata Arumi.
"Aku tau kamu sedang masak dan apa kamu tidak mau tau aku sedang apa?" pertanyaan yang konyol menurut Arumi.
"Ayam yang masih berada di dalam cangkang telur juga tau kamu sedang menggangguku masak" jawab Arumi.
"Salah...jawaban yang benar aku sedang memeluk istriku" kata Wildan.
Mie yang di masak Arumi pun sudah matang,Wildan melepaskan pelukannya dan membiarkan Arumi membawa mie itu ke meja makan.
"Makanlah" kata Arumi.
"Terima kasih sayang" ucap Wildan.
Wildan menyantap mie di hadapannya.
"Aku rindu rasa mie ini,terakhir aku memakan mie ini tujuh atau delapan tahun yang lalu" kata Wildan di sela-sela makannya.
Wildan sudah menghabiskan mie di mangkuknya.Dia membawa mangkuk kotor itu ke dapur dan langsung mencucinya setelah itu dia kembali ke ruang makan dan Wildan langsung menggendong Arumi menuju ke kamarnya.
"Tidurlah,hari sudah malam" kata Wildan sambil merebahkan tubuh Arumi di kasur.
"Aku mau ganti baju dulu" kata Arumi lalu turun dari kasurnya dan berjalan menuju lemari.
Wildan membuka bajunya lalu merebahkan tubuhnya di kasur.Selesai berganti pakaian Arumi mematikan lampu kamar lalu naik ke kasurnya.
Wildan memiringkan tubuhnya menghadap ke Arumi lalu Wildan memeluk tubuh Arumi.
Arumi tersenyum saja,dia tau Wildan sedang menahan hasratnya.Terdengar detak jantungnya yang tidak beraturan dan nafasnya yang memburu.Arumi berbalik menghadap ke arah Wildan,meski dalam gelap Wildan masih bisa melihat dua benda indah di dada Arumi.
"Arumi" bisik Wildan.
"Jangan berisik,aku ngantuk" kata Arumi.
Wildan tidak peduli,dia langsung menyerang Arumi.Wildan sudah tidak sanggup lagi membendung keinginannya.Arumi membalas serangan Wildan dan malam itu menjadi saksi pertempuran yang sangat hebat antara Arumi dan Wildan.
__ADS_1