
Elang membuka matanya,dia tidak bisa tidur.Perlahan dia turun dari kasurnya dan pergi keluar kamar.Edo sedang duduk di teras sambil menikmati tehnya.
"Rima mana Do?" tanya Elang lalu duduk di samping Edo.
"Sedang istirahat di kamarnya" jawab Edo.
"Do sebenarnya aku tidak mau ikut campur tentang urusan pribadimu,tapi aku juga tidak bisa membendung rasa penasaranku" ucap Elang.
"Langsung aja pada intinya,gak usah muter-muter kayak bajai lagi cari penumpang" jawab Edo.
"Bagaimana kamu bisa tiba-tiba menikah dengan Rima dan juga mengapa Om Irfan memintamu untuk menikahi Rima?"tanya Elang.
Huft...
Edo menghela nafasnya,lalu dia bercerita pada Elang.
Flashback on
Edo pergi ke rumah sakit,belakangan ini jantungnya sering berdebar-debar.Dia berencana memeriksakan jantungnya.
"Edo..." Sapa Om Irfan.
"Om Irfan,selamat pagi Om" Edo membalas sapaan Om Irfan.
"Ada perlu apa pagi-pagi kamu ke rumah sakit Do,apa Kamu sakit?" tanya Om Irfan.
"Belakangan ini jantung Edo sering berdebar Om,Edo takut jantung Edo bermasalah.Edo berniat pergi ke poly jantung untuk memeriksanya" jawab Edo.
"Sejak kapan itu Do?" tanya Om Irfan lagi.
"Sejak aku bertemu Rima Om" jawab Edo dalam hati.
"Apa kamu ada waktu Do,ada yang ingin Om bicarakan " kata Om Irfan.
"Nanti setelah Edo selesai cek jantuk ya Om,Edo temui Om di ruang kerja Om" kata Edo.
"Baiklah kalo begitu,Om pergi dulu.Semoga jantungmu baik-baik saja" kata Om irfan sambil berlalu pergi.
Edo masuk ke poly khusus jantung,Dia sudah membuat janji sebelumnya.
"Selamat pagi Tuan Edo,silahkan duduk" kata dokter.
"Terima kasih Dok" ucap Edo.
"Ada keluhan apa Tuan,sehingga Tuan datang kemari?" tanya dokter itu sambil tersenyum.
"Belakangan ini jantungku sering berdebar Dokter,aku takut itu berbahaya" ucap Edo.
"Kapan waktu berdebarnya,ketika anda selesai berjalan jauh,turun naik tangga atau ada waktu lain?" tanya dokter.
"Jantungku berdebar hanya ketika aku melihat Rima" jawab Edo.
"Hahaha...maksud Tuan,jantung Tuan berdebar ketika tuan bertemu dengan seorang wanita?" kata dokter itu sambil tertawa.
"Apakah itu lucu dok,kenapa anda tertawa?" tanya Edo bingung.
"Setelah mendengar cerita anda,saya simpulkan jantung anda sehat-sehat saja Tuan.Yang membuat jantung anda berdebar bukan karena jantung anda sakit tapi karena anda sedang jatuh cinta pada wanita itu" jawab dokter sambil tersenyun.
"Benarkah aku jatuh cinta,aku tidak percaya" gumam Edo.
"Ya sudah kalo begitu saya permisi dokter" kata Edo.
Edo keluar dari ruangan dokter khusus spesialis jantung.Kemudian Edo pergi ke tempat dokter Irfan.
Tok tok tok
Edo mengetuk pintu lalu membukanya.
"Boleh masuk Om?" tanya Edo pada Om Irfan yang sedang duduk di kursinya.
"Masuklah Do dan duduklah" jawab Om Irfan.
Edo masuk dan langsung duduk di kursi yang ada di dekat meja kerja Om Irfan.
"Ada apa Om,sepertinya ada masalah serius?" tanya Edo.
__ADS_1
Huft
Om irfan menghela nafasnya.
"Om boleh bertanya tentang kehidupan pribadimu Do?" tanya om Irfan.
"Tentu saja boleh Om,Aku menganggap Om sudah seperti ayahku sendiri" jawab Edo.
"Apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Om Irfan sambil menatap wajah Edo.
"Aku tidak sempat mencari kekasih Om,Aku terlalu sibuk bekerja.Lagipula siapa yang mau dengan bujang lapuk ini" jawab Edo sambil bercanda.
"Hehehe...Kamu bisa saja Do,jika ada wanita yang suka padamu bagaimana Do?" tanya Om irfan lagi.
"Tergantung Om dia wanita baik-baik atau jadi-jadian" jawab Edo.
"Do, sebenarnya dulu Om ingin menjodohkanmu dengan putri Om jika dia sudah kutemukan,tapi siapa yang tau jika aku menemukan putriku sudah dalam keadaan bersuami walaupun sekarang suaminya sudah tiada.Aku sangat sedih melihat keadaannya,aku terlambat menemukannya Do" tutur Om Irfan.
"Tidak ada kata terlambat Om,semua sudah kehendak Tuhan" kata Edo.
"Do aku sudah tua dan hidupku tidak lama lagi,aku takut jika aku mati nanti tidak ada yang menjaga Rima" kata Om Irfan.
"Om tidak boleh berkata seperti itu,Om harus bersemangat.Bukankah doa-doa Om sudah di kabulkan Tuhan,sekarang Om sudah bertemu dengan putri Om" ucap Edo.
"Aku ingin melihatnya menikah Do,Aku ingin ada laki-laki yang menjaga dan melindunginya juga mencintainya"
"Aku yang akan menikahi Rima Om,bukankah jika di hitung dari kematian Suaminya kini Rima sudah lepas masa iddah" kata Edo.
Om Irfan menatap mata Edo,ada ketulusan dan kejujuran disana.
"Aku tidak mau kamu melakukan ini karena terpaksa Do" kata Om irfan.
"Aku mencintai Rima Om,Aku baru mengetahuinya saat aku memeriksakan jantungku tadi" tutur Edo.
"Apa maksudmu Do,apa jantungmu berdebar ketika kamu sedang bertemu Rima?" tanya Om Irfan.
Edo menganggukkan kepalanya.
"Apa benar kamu mencintainya?" tanya Om Irfan lagi.
"Kalo begitu menikahlah besok,tapi kita lakukan secara tertutup dulu.Hanya kamu,Aku,penghulu dan saksi" kata Om irfan.
"Kenapa begitu om?" tanya Edo bingung.
"Apa kamu mau berpacaran dulu Do,bukankah berpacaran setelah menikah lebih asyik.Kamu dan Rima bisa saling mengenal saat setelah menikah nanti.Jika kalian melewati batas dan melakukan lebihpun kalian tidak akan berdosa.Kamu sudah dewasa Do dan Rima juga sudah pernah menikah sebelumnya" tutur Om Irfan.
"Apakah pernikahan seperti ini sah Om?" tanya Edo.
"Tentu saja sah,karena aku sendiri yang akan menjadi walinya"jawab Om Irfan.
"Baiklah Om kalo begitu,Besok aku akan menikahi Rima.
Om Irfan dan Edo mengakhiri pembicaraan mereka.Edo pulang ke rumahnya dan Om Irfan kembali bekerja.
Keesokan Harinya
Siang itu pukul dua Edo,Om Irfan dan Dua saksi sudah berada di kantor urusan agama.Pak penghulu sudah berada di sana.Sebelum mengucapkan ijab kabul penghulu memeriksa persyaratan calon mempelai,setelah di rasa cukup penghulu pun meminta Om Irfan menjabat tangan Edo untuk mengucapkan ijab qobul.
“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Edo Praditya Bin Ferdian Praditya dengan anak saya yang bernama Irma Rahadi binti Irfan Rahadi dengan mas kawinnya berupa uang satu milyar , Tunai.”
Kata Om Irfan lalu menyentakkan tangan Edo yang ada dalam genggamannya.
"Saya terima nikahnya Irma Rahadi Binti Irfan Rahadi dengan mas kawin uang satu milyar dibayar tunai."
Ucap Edo dengan lantang.
"Bagaimana para saksi,sah?" tanya pak penghulu.
"SAH" jawab para saksi.
"Alhamdulillah" ucap penghulu yang kemudian membaca doa setelah ijab qobul.
Flashback off
Edo mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
"Apa Om Irfan tidak menjelaskan alasan mengapa dia memintamu cepat-cepat menikahi Rima?" tanya Elang setelah mendengar cerita Edo.
"Tidak Lang,Dia hanya tidak ingin kami melakukan hal di luar batas jika kami melakukan pendekatan sebelum menikah" jawab Edo.
"Aneh sekali,apa yang di sembunyikan Om Irfan dari kita" gumam Elang.
Edo dan Elang duduk termenung sambil memikirkan sesuatu.Tiba-tiba Rere mengejutkan mereka.
"Ikutan dong lomba bengongnya" teriak Rere di tengah-tengah Elang dan Edo.
"Astaga Rere,bikin kaget aja" ucap Edo sambil mengelus dadanya.
"lagian kalian pada bengong,mikirin apaan sih.Serius amat" celoteh Rere.
"Tidak ada sayang,kami tidak sedang memikirkan apa-apa.Duduk sini" kata Elang sambil menepuk kursi kosong di sampingnya.
"Ogah ah,Aku mau balik lagi ke kamar.Aku mau mengemasi barang-barangku" kata Rere.
"Kalian jadi pulang sore ini?" tanya Edo.
"Jadi donk,kitakan mau lihat utun besok" jawab Rere sambil pergi meninggalkan Elang dan Edo.
"Utun... siapa Utun?" tanya Edo.
"Ada deh" jawab Elang lalu dia bangkit dari duduknya dan pergi menyusul Rere ke kamar.
"Tu orang berdua lama-lama jadi pada gila ya,itu Elang yang ketularan Rere atau Rere yang ketularan Elang sih" gumam Edo.
Elang membuka pintu kamarnya dan melihat Rere sedang memasukkan baju Rere dan Elang ke dalam koper.
"Perlu bantuan sayang?" tanya Elang.
"Udah selesai kali bang,telat" jawab Rere.
"Hahaha...udah kayak tukang mie tek-tek yang jualan di komplek aja di panggil abang" ucap Elang sambil tertawa.
"Jadi panggil apa dong,panggil Uda. Nanti kamu bilang kayak penjual nasi padang di pengkolan" Rere menggoda Elang.
"Jangan menggodaku sayang,nanti rencana kepulangan kita bisa batal"ucap Elang sambil mendekati Rere.
"Eh...mau ngapain tu?" tanya Rere sambil mundur.
"Mau menjenguk Junior,sepertinya mommy sudah mengeluarkan surat izin" jawab Elang sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Itu lagi mata kenapa di kedip-kedipin,kelilipan gajah ya?" tanya Rere asal.
"Kok Gajah sih sayang,mataku kelilipan cintamu" jawab Elang.
"Pret lah,udah ah ngegombalnya.Yuk ah pulang,udah selesai nih beres-beresnya" kata Rere.
"shalat ashar dulu sayang baru kita pulang,tapi sebelum masuk waktu shalat kita main dulu sama junior yuk" ucap Elang.
"Hemmm...gimana ya" kata Rere seolah berpikir.
"Kelamaan mikirnya" Elang langsung mengangkat tubuh Rere dan merebahkannya di atas kasur.
Elang mulai menciumi leher Rere kemudian turun ke dada,Dia membuat beberapa tanda merah disana.Rere mengikuti permainan Elang sambil mengeluarkan suara seksinya.
"Ah...sa...yang" desah Rere.
Elang menghentikan aksinya,dia mendekati wajah Rere dan langsung ******* bibir istrinya.Rere sudah terbiasa dan sudah tidak kesulitan bernafas lagi.Dia membalas ******* Elang.
Permainan semakin panas,keringat mengucur di tubuh keduanya.
"Sa...yang...ah...i love you" racau Rere.
Setelah cukup lama mereka melakukan permainan akhirnya Elang menyudahi permainannya.
"I love you too sayang" bisik Elang di telinga Rere.
Pertempuran pun telah usai lalu Elang berbaring di samping Rere,Tubuhnya basah Oleh keringat.
"Mandi berdua yuk biar cepet" ajak Elang.
"Tapi gak ada babak selanjutnya ya" pinta Rere.
__ADS_1
"Aku gak janji ya" kata Elang lalu menggendong tubuh Rere dan membawanya kekamar mandi.