Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 82


__ADS_3

Hari sudah sore,langit mulai berwarna jingga.Rere dan Pak Harun telah bersiap untuk kembali kekediaman Rere.


"Rere pamit pulang dulu ya Bu,lain waktu Rere datang kesini lagi" ucap Rere sambil bersalaman dengan Bu Aya.


"Terima kasih sudah mau mampir Nak Rere,Ibu doakan semoga besok proses lahirannya lancar" Doa Bu aya.


"Aamiin,terima kasih Bu Doanya"


Rere masuk kedalam mobilnya lalu melambaikan tangan pada Bu Aya.


"Hati-hati nyetirnya Pak jangan ngebut-ngebut" pesan Bu Aya pada Pak Harun.


Pak Harun mulai melajukan mobilnya keluar dari komplek perumahannya dan langsung menuju jalan raya.Rere yang merasa ngantuk pun tertidur di kursinya.


Kriing


Ponsel Rere berdering,tapi karena Rere tidur dengan nyenyak dia tidak mendengar suara ponselnya.


Kriing


Kini ponsel Pak Harun yang berdering,Harun langsung menjawab panggilan video di ponselnya.


📞"Hallo Tuan" kata Pak Harun.


📞"Harun apa kamu sedang bersama Rere,saya menghubungi ponselnya tapi tidak dijawab?" tanya Elang dari sebrang telpon.


Harun menggeser layar ponselnya ke arah Rere yang sedang tertidur di kursi belakang.


📞"Kalian darimana Harun,kenapa jam segini masih berada di jalan?" tanya Elang lagi.


📞"Saya mengajak Nona mampir ke rumah saya Tuan,karena David tadi menghubungi saya untuk menahan nona" tutur Pak Harun.


📞"Ya sudah kalo gitu cepat pulang hari sudah mulai malam" perintah Elang lalu memutuskan panggilannya.


"Sebegitu cintanya Tuan pada Nona sampai-sampai tidak bisa jauh walau sekejap saja" gumam Harun sambil tersenyum.


Tidak butuh waktu lama merekapun telah sampai di rumah,sebelum membangunkan Rere Pak Harun lebih dulu masuk ke dalam rumah untuk menemui David.


"Tuan David apa sudah selesai?" tanya Harun.


"Beres Pak Harun,tenang saja" jawab David sambil menepuk bahu Pak Harun.


Harun pergi ke dapur untuk mencari Sari.


"Sari bisa minta tolong gak?" tanya Pak Harun setelah bertemu dengan Sari.


"Minta tolong apa Pak Harun?" Sari balik bertanya.


"Tolong bangunkan Nona di dalam mobil,dia tadi tertidur" pinta Pak Harun.


Sari berjalan menuju mobil dan langsung membuka pintunya.


"Nona...Nona bangun" kata Sari sambil mengguncangkan tubuh Rere.


Rere menggeliat dan perlahan membuka matanya.


"Oh sudah sampai rumah ternyata" gumam Rere.


Perlahan Rere turun dari mobilnya dan Sari membantunya.


"Terima kasih Sari sudah membantuku" ucap Rere sambil tersenyum.


"Bunda Sintya sudah ada di kamarnya Nona" kata Sari.


"Oh benarkah, jam berapa Bunda datang?" tanya Rere sambil masuk ke dalam Rumah.


"Sehabis Ashar tadi Nona" jawab Sari.


Rere masuk ke kamarnya yang berada di lantai satu,semenjak usia kehamilannya bertambah Elang memindahkan kamarnya agar Rere tidak kelelahan karena harus naik turun tangga.


Rere merebahkan tubuhnya dikasur sambil menunggu waktu shalat maghrib.


"Kenapa Elang belum menghubungiku,apa mungkin dia belum sampai ke tujuan?" Rere bertanya-tanya dalam hati.


Rere mengambil ponsel miliknya di dalam tas dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari Elang.Rere mencoba menghubungi Elang agar suaminya itu tidak khawatir.


Tut...

__ADS_1


Panggilan terhubung tapi Elang tidak kunjung mengangkat panggilannya.


"Mungkin dia sedang sibuk" Rere menghibur dirinya.


Kriing


Ponsel Rere berdering,ternyata Elang yang menghubunginya melalui panggilan video.


📞" Sayang aku rindu" kata Elang dari seberang telpon.


Rere tersenyum memandang wajah Elang di layar ponselnya.


📞"Aku juga merindukanmu" ucap Rere.


Cukup lama mereka ngobrol di telpon,sampe tiba waktunya shalat maghrib.


📞"Sayang sudah waktunya shalat maghrib di sini,aku shalat dulu ya" kata Rere.


📞"Iya sayang,sebut aku dalam doamu" pinta Elang.


📞"Aku selalu menyebut namamu dalam doaku tanpa kau minta" ucap Rere.


📞"Aku mencintaimu bidadari syurgaku" ucap Elang,lalu dia memutuskan panggilannya.


Rere menaruh ponselnya di atas meja lalu melangkah masuk kekamar mandi untuk berwudhu.Setelah itu dia langsung melaksanakan shalat maghrib.Setelah shalat Rere keluar dari kamarnya untuk bertemu Bunda Sintya.


Tok tok tok


"Bunda ini Rere,apa Rere boleh masuk?" tanya Rere dari luar kamar.


Ceklek


Pintu kamar terbuka.


"Masuklah sayang" kata Bunda Sintya.


Rere masuk ke kamar Bundanya lalu duduk di sofa.


"Re kamu benar-benar tetap akan merahasiakan Bayi kembarmu,apa tidak sebaiknya kamu beritahu Elang" saran Bunda.


"Rere hanya ingin memberinya kejutan Bunda,setelah selesai operasi nanti baru Rere akan menghubungi melalui panggilan video dan memperlihatkan Baby twins padanya" tutur Rere sambil tersenyum.


"Bunda sebenernya ada yang ingin Rere tanyakan sama Bunda" ucap Rere.


"Soal apa itu nak?" tanya Bunda sintya.


"Soal kejadian penyerangan di rumah ini tempo hari Bunda,bukankah waktu itu Bunda ada disini?" tanya Rere.


"Bunda akan menjelaskannya tapi kita makan malam dulu ya,kasian cucu Bunda nanti kelaparan" kata Bunda Sintya.


"Janji ya" pinta Rere.


Bunda mengangguk sambil tersenyum.Lalu mereka berdua keluar kamar dan langsung menuju ruang makan.


"Sari sini kita makan sama-sama" ajak Bunda Sintya.


Sari tidak menolak ajakan Bunda Sintya,dia duduk di kursi lalu makan bersama Rere dan Bunda.


"Sari kamu jelaskan pada Rere apa yang terjadi hari itu,siapa saja yang menyerang rumah ini dan apa motifnya"pinta Bunda Sintya di sela-sela makannya.


"Kenapa Sari yang harus menjelaskannya Bunda,emangnya Sari tau siapa mereka?" tanya Rere bingung.


"Sari adalah orang yang Bunda tugaskan menggantikan Mbok Surti untuk menjagamu"jawab Bunda.


"Lebih baik kita lanjut makan saja dulu bos,baru setelah itu kita ke ruang kerja Elang.Hanya itu tempat yang aman untuk kita bercerita" kata Sari.Kali ini nada bicaranya berubah,lebih tegas dan berwibawa.


Bunda tidak menanggapi perkataan Sari,dia melanjutkan makannya sampai makanan di piringnya habis.Setelah selesai makan Bunda dan Rere terlebih dulu masuk ke ruang kerja Elang,sementara Sari masih membereskan bekas makan mereka.Baru kemudian menyusul Bunda dan Rere.


Mereka bertiga kini duduk di ruang kerja Elang,sebelumnya Sari sudah mengkunci pintu ruangan itu.


"Bunda sebenarnya ada apa ini,kenapa kita harus ngobrol disini?" tanya Rere yang masih kebingungan.


"Di luar tidak aman Nona" jawab Sari.


"Nona dengar cerita saya baik-baik karena saya tidak akan mengulang untuk yang kedua kalinya" pinta Sari dengan sorot mata yang tajam.


Rere hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


"Dari info yang saya dapat orang-orang yang menyerang rumah ini adalah orang suruhan dari Tuan robet,suami siri Silvy.Orang itu bernama jakson,orang yang dulu pernah di buat bangkrut oleh Elang.Robet memanfaatkan kesempatan ini untuk balas dendam,karena dulu Tuan Danu pernah menolak kerja sama dengan perusahaannya.Dan untuk Silvy sendiri sampai sekarang masih ingin kembali pada Elang,kebaikannya padamu hanya sandiwara saja dan Elang sudah tau itu.Dan beberapa malam yang lalu Silvy mengutus orang yang bernama Edward dan Julia untuk menjebak Elang tapi rencana mereka sudah diketahui oleh Edo.


Berhati-hatilah Nona,aku yakin sebentar lagi pasti Silvy akan membebaskan Sinta dari penjara.Kita harus tetap waspada,apalagi sekarang Elang tidak bersama kita" tutur Sari.


"Sejahat itukah Mbak Silvy,lalu bagaimana dengan Wildan.Apakah dia sudah tau kejahatan Silvy?" tanya Rere.


"Wildan adalah mantan kekasih Silvy sebelum Silvy kenal dengan Elang.Dan Widan ada di pihak kita,dia dekat dengan Silvy hanya sandiwara saja"jawab Sari.


"Lalu apa yang menyebabkan Sinta begitu dendam dengan Bunda?" tanya Rere lagi.


"Bunda juga tidak tahu pasti nak,yang Bunda tau dia dendam kepada Bunda karena cintanya pada ayahmu dan juga harta orang tua bunda" jawab Bunda Sintya.


"Kalo memang dia ingin membunuhku kenapa tidak waktu aku tinggal bersama mereka saja,bukankah itu lebih mudah dia lakukan?" Rere terus bertanya.


"Sebenernya dia sudah berusaha tapi Ardi dan Rima selalu menggagalkannya,sampai akhirnya Ardi lelah menghadapi sinta dan dia menyarankanmu bekerja pada Elang.Ardi menolak membantu Sinta untuk balas dendam pada kita,akhirnya Sinta mengurung Ardi di gudang.Tapi saat Sinta menyusul Rima kemari anak buah Bunda membebaskannya"jawab Bunda.


"Pantas saja Sinta selalu mengajakku pergi berdua tapi Rima atau Papa Ardi selalu ikut dengan kami" gumam Rere.


"Sudah malam Re,sebaiknya kamu istirahat.Untuk sementara waktu kita aman karena Bunda dengar Robet sudah bangkrut dan kembali kenegaranya dan Silvy juga sekarang tidak ada disini.Elang menyuruh Wildan membawa Silvy liburan untuk waktu yang lama" tutur Bunda.


"Baiklah Bunda, kalo begitu Rere ke kamar untuk istirahat" kata Rere lalu keluar dari ruang kerja Elang dan langsung pergi ke kamarnya untuk shalat isya dan lanjut tidur.


"Sari besok aku akan membawa beberapa orang untuk membantumu disini,agar kamu tidak terlalu lelah mengerjakan pekerjaan rumah ini sendiri" kata Bunda Sintya.


"Baiklah Bos,sekarang kita bisa lebih santai karena musuh kita hanya tinggal Silvy dan Sinta saja"


"Kasian putriku harus melewati masalah yang berkepanjangan" gumam Bunda Sintya sambil menerawang.


"Kita tunggu Nona Rere selepas melahirkan,setelah itu kita asah lagi kemampuan beladirinya" Kata Sari.


"Kamu benar Sari,walaupun Rere sudah bisa beladiri tapi dia belum terlalu menguasai jurus-jurus yang lainnya.Dia hanya bisa jurus dasar saja"


"Kamu pergilah ke kamarmu,ini sudah larut malam" perintah Bunda Sintya.


"Baik Bos" kata Sari lalu keluar dari ruangan itu.


"Sebenarnya aku sudah lelah,tapi demi anakku aku harus bangkit kembali" gumam Bunda sambil keluar ruang kerja Elang.


***


Elang masih belum tidur,dia masih menatap layar laptop di depannya.Dia sedang melihat Istri,mertua dan asistennya sedang ngobrol di ruang kerjanya.


"Gila bener tu mertua,sungguh cepat dalam mengambil langkah" gumam Elang.


"Sari aku tidak menyangka kalo dia anak buah ninja bertopeng,atau jangan-jangan dia juga ikut andil melawan orang-orang yang menyerang rumahku tempo hari,aku jadi sedikit lega meninggalkan Rere di rumah"Elang berbicara sendiri.


Dia menutup laptopnya lalu meletakkan di meja,lalu dia merebahkan tubuhnya dan mulai tertidur.


"Daddy ayo sini kita main" ajak dua anak kecil kepada Elang.


"Anak siapa mereka,mengapa memanggilku dady?" tanya Elang bingung.


Dua anak kecil itu lalu mendekati Elang dan menarik tangan Elang.


"Ayo Daddy temankan Abang main" ajak salah satu dari dua anak itu.


"Enggak boleh,Daddy main sama adik aja" kata yang satunya lagi menimpali.


"Kalian siapa,kenapa memanggilku Daddy?" tanya Elang.


"Kami anakkumu"


Tiba-tiba Elang terbangun dari tidurnya,dia dikejutkan oleh suara alarm dari ponselnya.Elang bangun lalu mematikan alarm dan melihat jam yang ada di ponselnya.


"Sudah jam lima pagi ternyata" kata Elang.


Elang bangun lalu duduk di tepi tempat tidurnya.


"Apa maksud dari mimpiku tadi,siapa dua bocah itu dan mengapa mereka bilang kalo mereka adalah anakku?" tanya Elang pada dirinya sendiri.


"Mimpi yang aneh" gumam elang sambil turun dari kasurnya lalu melangkah kedalam kamar mandi.


Elang membersihkan dirinya di kamar mandi,setelah itu dia memakai pakaiannya dan melaksanakan shalat subuh.Setelah selesai shalat Elang rebahan di atas kasur.Elang mengambil ponselnya dan membuka galeri foto.


Banyak foto Rere di galerinya,foto saat Rere ngambek,foto saat Rere berdiri di balkon dan banyak lagi.Elang mengecup foto Rere yang ada di ponselnya.


"Aku tidak mengerti mengapa aku bisa jatuh cinta padamu,padahal di luar sana banyak para gadis yang lebih segalanya darimu.Entah mengapa kamu sangat menarik dimataku,kamu sangat istimewa" ucap Elang sambil mengusap foto Rere yang menjadi wallpaper di layar ponselnya.

__ADS_1


Elang kembali memejamkan matanya sambil memeluk ponselnya,rasa rindu yang teramat sangat besar sedang dia rasakan.Ingin rasanya dia pulang dan memeluk istrinya.Tapi apalah daya pekerjaannya tidak bisa dia tunda lagi.


"Tunggu aku pulang sayang"gumam Elang lirih lalu kembali tertidur.


__ADS_2