
Selamat malam,maaf ya kalo jarang update.Othornya lagi kurang sehat dan juga untuk yang ini lagi mentok idenya,BUNTU.Hehehe....😁
Ceritanya lompat-lompat gak apa-apa ya,biar cepet selesai.Kalo terlalu panjang takutnya temen-temen semua jadi bosan😂
Terima kasih dan selamat membaca❤❤❤❤
------------
Wildan sedang berjalan mondar-mandir di depan sebuah ruangan,dia benar-benar merasa gugup kali ini.Arumi sedang berada di dalam ruangan itu,Dokter sedang memeriksanya.
Ceklek
Pintu terbuka,Dokter keluar dari sana.
"Bagaimana Dok,apa istri saya sudah mau melahirkan?" tanya Wildan.
"Iya Pak,tapi tunggu sebentar lagi.Pembukaannya belum sempurna" jawab Dokter.
"Apa saya boleh menemuinya Dok?" tanya Wildan lagi.
"Silahkan Pak,beri semangat untuk istrinya" jawab Dokter.
Wildan masuk ke dalam ruangan dan melihat Arumi sedang duduk di kursi sambil mengatur nafasnya.Arumi terlihat sangat tenang sekali.Wildan menghampiri Arumi lalu berjongkok di depannya.
"Sakit?" tanya Wildan.
Arumi tersenyum menanggapi pertanyaan suaminya.
Wildan mengelus perut Arumi berharap akan mengurangi rasa sakitnya.Semakin lama Arumi semakin merintih sambil merubah posisi duduknya.
Wildan bangkit lalu mencium kening Arumi,Wildan mensejajarkan Wajahnya dengan wajah Arumi.
"Wanita kuat kan,gak boleh lemah.Ada aku di sisimu" ucap Wildan.
"I love you"
Bisik Wildan lalu mencium sekilas bibir istrinya.
Wildan membelai rambut Arumi dengan penuh kasih sayang.Arumi meringis merasakan sakit di perut dan pinggangnya.
Arumi berdiri sambil memegangi perutnya.
"Mau kemana?" tanya Wildan.
"Ke tempat tidur" jawab Arumi.
Wildan memapah Arumi,setelah Arumi berbaring Wildan mengusap-usap perut Arumi.Wildan meneteskan air matanya melihat Arumi,dia membayangkan betapa sedihnya Arumi dulu,berjuang sendiri tiada yang menemani saat melahirkan Andre.
Dokter dan beberapa perawat masuk ke ruangan,lalu memeriksa Arumi kembali.
"Pembukaannya sudah sempurna,siapkan alat" perintah Dokter pada salah satu perawat.
Proses persalinan berjalan dengan lancar,setelah berjuang antara hidup dan mati akhirnya jagoan kedua Arumi dan Wildan pun lahir ke dunia.Wildan menangis haru melihat perjuangan Arumi.
"Terima kasih sayang" ucap Wildan tangannya terus menggenggam tangan Arumi.
Cup
Wildan mengecup kening Arumi cukup lama sambil memejamkan matanya.
Perawat menyerahkan Baby Boy pada Wildan,dengan tangan yang gemeteran Wildan mengambil anaknya.Wildan mengadzani anaknya dengan suara lirih sambil menahan tangis,dia merasa sangat bahagia hari ini.Wildan memberi nama anaknya Indra.
***
Elang mengemudikan mobilnya dengan santai,di sampingnya ada Rere istri tercintanya dan di bangku belakang ada Ketiga anaknya beserta Mbak Romlah pengasuhnya.
Rere menoleh kebangku belakang"Revan nanti pulang sekolahnya di jemput sama Ayah Thomas ya" kata Rere pada anak tertuanya.
Revan mengangguk" iya Mommy.Apa Mommy sama Daddy jadi pergi siang ini?" tanya Revan kepada kedua orang tuanya.
Rere tersenyum pada Revan" iya sayang,selama kami pergi tolong jaga adik kembar ya dan jangan bikin Opa dan Oma capek" pesan Rere.
__ADS_1
Revan kembali mengangguk.
Papa menyuruh Elang dan Rere berbulan madu awalnya Rere dan Elang menolak tapi karena Papa dan Mama memaksanya akhirnya Rere dan Elang menyetujuinya.Selama mereka pergi anak-anak akan dijaga oleh Papa dan Mama.
Siang itu sesuai rencana Elang dan Rere akan berangkat ke tempat tujuan mereka.Elang dan Rere sudah berada di bandara dan sebentar lagi mereka akan melakukan perjalanan panjang.
Seperti janjinya pada Rere dulu,Elang akan mengajak Rere liburan ke tempat yang Rere inginkan.
Rere duduk bersandar di bahu Elang,sudah sejak tadi pesawat mereka lepas landas.Tangan Rere bermain di dada bidang Elang"Kenapa Papa dan Mama melarang anak-anak untuk ikut?" tanya Rere."Padahal aku ingin mereka pergi berlibur bersama kita" ujar Rere.
Elang membelai rambut Rere lalu mengecup kening istrinya" Mungkin Papa dan Mama ingin kita menghabiskan waktu hanya berdua saja" jawab Elang.
"Bukankah diawal pernikahan kita dulu,kita sudah puas kemana-mana berdua" protes Rere.
"Iya Mommy benar,tapi saat itu kita tidak dalam keadaan baik-baik saja bukan" kata Elang.
Rere malas berdebat dengan Elang,yang dia inginkan sekarang hanyalah cepat sampai ketujuannya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuannya.Supir pribadi Elang di kota itu sudah menunggu di depan bandara.Supir itu mengantar Elang dan Rere ke rumah milik Elang yang ada di sana.
Tiga orang yang bertugas membersihkan rumah itu membungkuk menyambut Tuan dan Nyonya rumah.
"Selamat malam Tuan dan Nyonya,mari ikuti saya.Makan malam sudah siap" kata kepala pelayan pada Elang dan Rere.
Rere memegang tangan Elang" Tapi Mommy pengen istirahat Dad,Mommy capek" kata Rere,jelas sekali tergambar lelahnya di wajah Rere.
"Tolong bawakan saja makanan ke kamar" pinta Elang pada pelayan yang tadi memnawarkan mereka makan malam.
Elang membawa Rere ke kamar tidur yang biasa Elang gunakan saat Elang ada urusan bisnis di kota ini.Rere langsung berbaring di tempat tidur tidak peduli dengan bajunya yang kotor.
Dua orang pelayan masuk membawa makanan untuk Elang dan Rere setelah itu mereka buru-buru keluar karena tidak ingin mengganggu waktu istirahat majikannya.
Seorang pelayan mendecih dan di wajahnya terlihat kebencian" Cih sombong sekali,apa setiap orang kaya selalu begitu.Makan minta di siapkan dan di antar ke kamar.Sudah jelek belagu lagi,apa sih yang dilihat Tuan Elang dari istrinya itu.Cantikkan juga aku" oceh seorang pelayan.
"Jangan asal bicara kamu,apa kamu lupa bagaimana Tuan Elang menolongmu dan keluargamu.Jangan pernah berpikir macam-macam kalo kamu tidak mau celaka" nasehat pelayan yang lain.
Dengan wajah sengit pelayan itu membalas perkataan temannya" Halah gak usah sok bijak lo" katanya.
Rere berdiri di sebuah tempat yang cukup tinggi,di bawahnya terhampar danau yang luas dengan air yang jernih berwarna biru kehijauan.Elang memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Rere.
"Sudah lama Mommy ingin kemari dan akhirnya sekarang terwujud,terima kasih Daddy" ucap Rere.
Elang mencium pipi istrinya lalu duduk di tikar yang tadi di sewanya.
"Apa Mommy bahagia?" tanya Elang.
Rere merebahkan tubuhnya ditikar dan meletakkan kepalanya di pangkuan Elang.
"Sangat dan lebih bahagia lagi kalo anak-anak ikut bersama kita" jawab Rere.
Elang menundukkan kepalanya lalu mencium sekilas bibir istrinya.Elang mengangkat tubuh Rere dan mendudukan Rere di pangkuannya,lalu setelah itu Elang mencium bibir Rere dengan lembut.
__ADS_1
"Aku menginginkannya" bisik Elang setelah dia melepas pagutannya.
Elang menggendong Rere ala brydal style menuju ke sebuah villa yang ada di sekitar situ.Sesampainya di villa Elang langsung melancarkan hasratnya,Rere tidak menolak keinginan suaminya.
Rere memakai bajunya,selepas bergulatan panasnya dengan Elang Rere langsung mandi.Elang menunggunya di depan karena mereka harus segera pulang ke rumahnya.
Elang menyandarkan kepalanya di bahu Rere"Daddy berharap kebahagiaan ini akan selalu mengiringi kita" ucap Elang.
Rere tersenyum" Mommy juga berharap begitu" balas Rere.
Supir pribadi mereka iri melihat kemesraan majikannya,tapi di dalam hatinya dia mengaminkan harapan pasangan yang sedang duduk di belakangnya.
Lampu jalanan mulai menyala,tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah.Dengan wajah sinis pelayan menatap kearah Rere.Rere sudah menyadari ketidak sukaan pelayannya semenjak mereka datang,sepintar apapun pelayan itu bersandiwara Rere bisa menyadarinya.
"Jangan pernah membenci orang tanpa sebab karena kebencian tanpa alasan akan membelenggu hatimu dan membawamu dalam kesengsaraan" ucap Rere saat sedang berada diruang makan.Rere sengaja berkata seperti itu untuk menyindir pelayannya.
Elang mengernyitkan keningnya,tidak mengerti maksud pembicaraan istrinya" Maksud Mommy?" tanya Elang dalam kebingungan.
Rere tersenyum"Mommy hanya asal bicara saja Daddy sayang tapi kata-kata itu bisa di jadikan pedoman untuk diri kita sendiri.Seperti apapun hidup kita,semewah apapun,sesempurna apapun itu jika kita memendam kebencian pada seseorang hidup akan sengsara dan tidak akan pernah bahagia" tutur Rere sambil memandang wajah suaminya.
Elang tersenyum lalu mencolek hidung Rere" Mommy memang yang terbaik" ucap Elang.
Elang dan Rere melanjutkan kembali makan malam mereka,setelah makan malam selesai Mereka langsung ke kamar.
Pelayan itu merasa tersindir oleh ucapan Rere" Merasa paling hebat,sok iyes banget sih" gerutu pelayan itu sambil membersihkan meja makan.
Dengan geram kepala pelayan di rumah itu menegur bawahannya" Apa dengan kamu menggerutu begitu kamu merasa lega,merasa bahagia? bukankah benar apa yang dikatakan Nyonya kebencian akan menyengsarakan hidupmu.Apa salahnya sehingga kamu begitu sangat membencinya,apa dia berbuat salah padamu.Jangan sampai kebencianmu terhadapnya menjadi bomerang untukmu sendiri dan perlu kamu ingat satu hal jangan berharap lebih pada Tuan Elang.Kamu dan Nyonya sungguh jauh berbeda bagai bumi dan langit.Jadilah wanita terhormat dengan tidak mencintai suami orang,jadilah wanita yang beretika dengan tidak menghancurkan rumah tangga orang.Dan sadarlah sampai kapan pun Tuan tidak akan pernah melirikmu,karena apa karena Nyonya mempunyai segalanya yang tidak kamu miliki" kata kepala pelayan dengan tatapan tajam menghunus pada bawahannya itu.
"Tapi tetap aku lebih cantik dari wanita itu" balas pelayan itu.
"Secantik apapun wajah tidak ada gunanya jika hatinya busuk.Sebaik dan sebagus apapun sesuatu jika kita membencinya tetap akan terlihat jelek,begitu pun dirimu apa salah Nyonya padamu.Apa dia menyakitimu? tidakkan.Ingat buah busuk akan jatuh dengan sendirinya dari pohon tanpa harus di senggol atau pun di sentuh oleh seseorang,dia akan jatuh sendiri karena kebusukkannya.Sedangkan buah yang bagus akan tetap bertahan hingga seseorang memetiknya dengan penuh cinta dan damba" tutur kepala pelayan itu sambil berlalu pergi.
"Kerjakan pekerjaanmu dengan baik atau aku akan memecatmu" kata kepala pelayan tanpa menoleh.
Elang sedari tadi berdiri di atas tangga dan mendengar kedua pelayannya sedang berdebat,Elang akhirnya mengerti mengapa tadi Rere berkata begitu.
__ADS_1
Elang menyeringai lalu kembali ke kamarnya.