
Elang dan Rere sedang berada di rumah sakit,mereka sedang menjemput Haris.Karena Haris sudah dinyatakan sembuh dan hari ini dia sudah boleh pulang.
"Apa acara pernikahan kalian akan tetap di langsungkan? Sementara keadaanmu belum benar-benar pulih" kata Elang sambil mendorong kursi roda Haris.
"Aku ikut keputusan keluarga Rianti saja Lang" jawab Haris.
"Oya Rianti dan kakaknya tidak terlihat,kemana mereka?" tanya Elang.
"Tadi pagi aku menyuruhnya pulang,kasian dia lelah merawatku di rumah sakit.matanya terlihat makin cekung.Kalo kakaknya sudah pulang ke kampungnya" tutur Haris.
"Itu tandanya dia benar-benar sayang padamu" kata Rere.
"Yah kamu benar,selama merawatku sekalipun aku tidak pernah mendengar dia mengeluh.Rianti selalu tersenyum dan senyumnya terlihat sangat tulus" kata Haris.
Elang membantu Haris masuk ke dalam mobil,lalu dia duduk di sampingnya.Rere duduk di kursi depan,Harun yang mengemudikan mobilnya.
"Aku dengar David menyukai Sari?" kata Haris saat mobil sudah melaju.
"Kamu benar,tapi sepertinya kisah mereka tidak berjalan dengan mulus" jawab Elang.
"Kenapa?" tanya Haris.
"Keluarga besar kedua belah pihak saling menentang hubungan mereka,lagipula Sari tidak benar-benar serius menyukai David" jawab Elang.
"Jadi bagaimana reaksi David dan Sari menyikapi keluarga besarnya?" tanya Elang.
"Mereka mengalah dan menerima keputusan keluarganya.Minggu depan David akan pergi ke AS dia menerima tawaran kerja disana dan Sari kemaren di jemput oleh pamannya dan di bawa pulang ke kampungnya" tutur Elang.
"Kasihan mereka,cinta terhalang oleh keluarga" ucap Haris.
"Yah mau gimana lagi,kita doakan saja yang terbaik untuk keduanya" ucap Elang.
Tidak lama mereka sudah sampai di rumah Haris,Rianti menyambutnya di depan rumah.
"Nona...Tuan" sapa Rianti sambil membungkuk.
"Bersikaplah biasa Rianti,sekarang aku bukan lagi majikanmu" kata Elang.
"Haris kami langsung pulang ya,anak-anak gak ada yang jaga" alasan Elang.
"Loh emangnya Mbak Sari kemana?" tanya Rianti.
"Mbak Sari pulang kampung" jawab Rere.
"Hubungi aku jika waktunya sudah tiba" kata Elang sambil menepuk bahu Haris.
"Hemmm..."
Haris mendehem sambil mengangguk.
Elang masuk ke dalam mobil lalu Harun mulai mengemudikan mobilnya.
"Bagaimana dengan Ujang,apa dia tetap bekerja dengan kita Harun?" tanya Elang.
"Saya juga tidak tau Tuan" jawab Harun.
"Kok bisa ya aku tidak tahu kalo Sari dan Ujang bersaudara,cih..." kata Elang.
"Maafkan Bunda sayang,mungkin Bunda hanya ingin orang yang bekerja pada kita adalah orang-orang kepercayaannya" ucap Rere.
"Aku tahu itu sayang" kata Elang sambil mencium puncak kepala Rere.
Kriing
Ponsel Elang berdering.
"Bunda...Ada apa menelponku?" tanya Elang.
"Angkat saja sayang,siapa tahu penting" kata Rere.
📞"Hallo Bunda" kata Elang.
📞"Bunda di rumah kalian.Kalian dimana ini udah mau malam lho?" tanya Bunda dari sebrang telpon.
📞"Lagi di jalan tapi sebentar lagi sampai ke rumah kok Bun" jawab Elang.
📞"Oke...Bunda tunggu" kata Bunda lalu memutuskan panggilannya.
"Ada apa sayang?" tanya Rere.
"Bunda sekarang ada di rumah kita" jawab Elang.
Harun menambah kecepatan mobilnya,tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumahnya.
"Assalamualaikum"
Ucap Elang dan Rere bersamaan.
"Waalaikum salam" jawab Bunda,Mama dan Papa bersamaan.
"Kalian kumpul di sini semua,ada apa?" tanya Elang.
"Dasar anak kurang ajar,orang tua datang bukan di tanya gimana kabarnya malah di tanya yang lain-lain" oceh Mama.
__ADS_1
"Ya tumben aja Ma datangnya dadakan" kata Elang.
"Ada yang ingin Bunda katakan padamu Lang" kata Bunda.
"Apa Bunda,sepertinya sangat serius?" tanya Elang.
"Mas Danu saja yang ngomong,biar enak" kata Bunda pada Papa Danu.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Elang.
"Sebenarnya Ujang bukan Kakak kandung Sari,kita sudah di tipu mentah-mentah olehnya" kata Papa.
"Loh tapi Bunda yang bilang kalo Ujang kakak kandung Sari" protes Elang.
"Bunda tidak terlalu kenal pamannya Sari Lang,yang Bunda kenal hanya kedua Orang tua Sari saja.Lagian orang tua Sari di kampung Bunda hanya perantau dan tidak ada keluarga yang lain yang Bunda kenal"tutur Bunda.
"Jadi apa maksud dari syarat yang Bunda ajukan pada David?" tanya Elang.
"Tidak perlu Bunda jelaskan mengapa Bunda ajukan syarat itu,karena sebenarnya yang mengajukan persyaratan itu adalah orang yang mengaku sebagai paman Sari.Yang harus kita cari tau sekarang kemana Sari pergi" kata Bunda.
"Maksud Bunda?" tanya Rere dan Elang bersamaan.
"Sari kabur saat mobil yang dia tumpangi sedang mengisi bahan bakar di batas kota" jawab Papa.
"Kenapa dia kabur?"tanya Rere.
"Karena dia tidak mau dinikahkan sama Ujang" jawab Bunda.
"Jadi Ujang calon suami Sari?" tanya Elang.
"Iya Lang...kenapa dulu Bunda memintamu untuk menerimanya menjadi salah satu pegawaimu disini,karena dulu dia bilang sama Bunda kalo dia itu Kakak kandungnya Sari dan Bunda juga sudah kenal dia,dia orang baik lo,karena dia pernah bekerja di perkebunan Bunda" tutur Bunda.
"Bukannya Ujang kerja disini sebelum Sari ya?" kata Rere.
"Iya dan Bunda tau kamu cari pengganti Mbak Surti juga dari Ujang dan Ujang juga yang meminta Sari untuk menggantikan Mbak Surti.Alasannya biar dia bisa mengawasi Sari dengan leluasa karena Sarilah satu-satunya keluarga yang dia miliki" tutur Bunda.
"Elang mau telpon David dulu,siapa tau dia bisa melacak keberadaan Sari" kata Elang.
"Ponsel David tidak aktif" kata Papa dan Mama bersamaan.
Elang terdiam mendengar perkataan orang tuanya.
"Haris!!!" seru Elang.
"Mungkin Haris bisa.Kemampuan Haris sama dengan David" kata Elang lagi.
Elang mencoba menghubungi Haris.
Tuuut....
📞"Hallo Lang,ada apa?" tanya Haris dari seberang telpon.
📞"Bisa datang ke rumah sekarang? Papa dan Mama menunggumu nih" alasan Elang.
📞"Tunggu sebentar ya,aku lagi makan" kata Haris.
📞"Jangan lupa bawa alat kerjamu,Papa butuh bantuanmu" pesan Elang.
📞"Oke" jawab Haris.
Elang mematikan ponselnya.
"Bagaimana?" tanya Papa.
"Shalat maghrib dulu yok,udah mau habis tu waktu shalat magribnya" kata Elang sambil menunjuk ke arah jam yang ada di dinding.
"Astaghfirullahaladzim...Ayo" kata Papa.
Mereka pun bubar dan menuju kamar masing-masing untuk shalat.Selesai shalat Elang dan Rere melihat anak-anak di kamarnya.
"Revan tumben makannya di suapin?" tanya Rere.
"Bukan Revan yang minta disuapin tapi saya yang pengen nyuapin Revan" kata Romlah.
"Ya sudah habis makan langsung bobok ya" kata Rere.
"Iya Mommy" jawab Revan.
Elang dan Rere bergantian mencium Revan baru setelah itu mencium Baby twins yang sudah tertidur di kasurnya.Kemudian mereka berdua keluar dari kamar anaknya dan berjalan menuju ruang keluarga.
"Sudah datang kamu Haris?" kata Elang.
"Hemmm..." Haris mendehem saja sambil terus fokus ke laptopnya.
"Rianti gak ikut?" tanya Rere.
"Dia sudah tidur" jawab Haris singkat.
Haris menatap layar laptopnya lalu mengkerutkan keningnya,kemudian dia mengetik sesuatu di keyboardnya setelah itu dia menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya ada orang yang lebih dulu menyadap cctv kota dan menghapus Sari dari rekaman" tutur Haris sambil memutar laptopnya dan menunjukkan pada semua yang ada di situ.
"Kamu benar Haris,di rekaman itu cuma ada Ujang dan Pamannya saja,sedangkan rekaman Sari yang ada hanya saat dia keluar dari mobil dan berjalan ke arah toilet" tutur Elang.
__ADS_1
"Siapa yang memiliki keahlian seperti Haris dan David?" tanya Bunda.
"Banyak Bunda,tapi siapa yang melakukan ini dan kemana perginya Sari?" tanya Elang.
"David juga gak bisa di hubungi" kata Papa.
"Oya Haris kapan rencananya acara pernikahanmu?" tanya Mama.
"Minggu depan Ma,acara gak bisa di tunda lagi karena undangan sudah di sebar" jawab Haris.
"Selamat ya Haris,Bunda turut berbahagia" ucap Bunda.
"Terima kasih Bunda" jawab Haris.
"Bunda,Papa dan Mama ikut kan?" tanya Haris.
"Tentu saja Nak,kami pasti ikut" jawab Papa.
"Bila perlu kita kosongkan kota ini dan semua pergi ke acara pernikahanmu" seloroh Mama.
"Nanti di kira orang kampung kita mau demo Ma" kata Elang.
Hahaha...
Semua yang ada di ruangan itupun tertawa.
"Ponsel David tidak bisa di lacak,aneh.Dia memutuskan semua akses yang berhubungan dengan dirinya" tutur Haris.
"Atau mungkin dia sudah berangkat ke AS?" tanya Haris.
"Tidak mungkin,dia berjanji padaku akan pergi setelah acara pernikahanmu" jawab Elang.
"Atau bisa jadi ponselnya hilang" kata Bunda.
"Siapa yang berani mencuri ponsel David,walaupun iya ponselnya hilang tidak akan ada satu orangpun yang bisa membuka kunci di ponselnya" tutur Haris.
Tap tap tap
Bunyi langkah kaki memasuki rumah Elang dan menuju ruang keluarga.
"David" seru orang yang berada di ruang keluarga saat melihat David ada di hadapan mereka.
"Kenapa melihatku seperti itu? Apa bajuku terbalik atau lipstikku berantakan?" seloroh David.
"Kamu kemana saja,ponselmu mati" kata Papa.
"Aku sengaja mematikannya Pa,aku ingin istirahat dan ingin tenang walau sekejap saja" tutur David sambil duduk bersandar di sofa.
"Apa kamu sudah tau kalo Sari melarikan diri?" tanya Papa.
"Itu bukan urusanku Pa" jawab David dengan raut wajah yang biasa saja.
"Kamu mungkin kecewa bahkan mungkin kamu juga membencinya,tapi tolong kami David tolong bantu cari Sari.Dia hidup sebatang kara David,hanya kita yang dia miliki" Bunda memohon.
"Kalian yang dia miliki bukan kita,karena aku tidak termasuk kedalam hitungan" kata David.
David mengambil laptop dari tangan Haris lalu mengetikkan sesuatu.
"Terakhir dia di toilet tempat pengisian bahan bakar setelah itu dia berjalan mengendap-endap dan tiba-tiba hilang dari rekaman.Aneh!" tutur David.
"Kira-kira siapa yang melakukan ini?" tanya Elang.
"Mana ku tahu Lang,aku bahkan sudah tidak berhubungan lagi dengan dia saat keluarganya menolakku" jawab David.
"Cih...keluarga yang sombong" umpat David.
"Sudah malam sebaiknya kita tidur,karena mulai besok kita harus membantu Haris mempersiapkan pernikahannya" kata Mama.
"Apa yang harus aku persiapkan Ma?" tanya Haris.
"Banyak" jawab Elang,Rere,Bunda,Mama dan Papa bersamaan.
"Latihan lomba untuk agustusan nanti ya,kompak bener" celetuk David.
"Iya" jawab mereka secara bersamaan lagi.
"Ciee keluarga pohon kelapa" kata David sambil beranjak dari duduknya.
"Mau kemana?" tanya Elang.
"Tidur" jawab David lalu masuk ke kamar yang biasa dia tempati.
"Kalo gitu Haris pamit dulu ya,kasian Rianti sendirian" kata Haris.
"Iya Nak,hati-hati di jalan" kata Papa.
"Lang tolong suruh Harun mengantarku pulang,aku tadi kesini naik taksi" kata Haris.
Elang berjalan ke depan lalu memanggil Harun.
"Tolong antar Haris pulang" kata Elang pada Harun.
Harun mengangguk lalu menyiapkan mobilnya.
__ADS_1
Haris berjalan menggunakan tongkatnya lalu masuk ke dalam mobil.
Elang kembali masuk ke dalam rumah,ruang keluarga sudah kosong.Elang langsung pergi ke kamarnya dan melihat Rere sedang shalat isya.Elang masuk ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu dia melaksanakan shalat isya,selesai shalat diapun langsung tidur bersama Rere.