Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Telpon Revan


__ADS_3

Jam makan malam telah tiba,semua sudah berkumpul di meja makan.Yura mengambilkan nasi dan lauk untuk Satria,begitu juga Mama,dia juga mengambilkan makanan untuk Papa.


" Ada rencana untuk ngadain acara syukuran tujuh bulanan gak,Yura?" tanya Papa disela-sela makannya.


" Kalo menurut Papa dan Mama bagaimana?" Soalnya usia kandungan Yura sama dengan kak Yuna,hanya beda beberapa hari aja" jawab Yura.


" Kalo menurut Mama sih kita bikin acara kecil-kecilan aja disini,biar kak Yuna bikin acaranya di rumah Bunda.Bagaimana Pa?" Mama meminta pendapat.


" Ide bagus tuh,nanti Papa coba bicarakan soal ini sama Ayah Edo ya,supaya tidak terjadi salah paham ujar Papa.


" Iya Pa,nanti Yura bantu ngomong" sahut Yura.


" Emang hari perkiraan lahirnya berapa bulan lagi nak?" tanya Papa lagi.


" Bulan ini baru memasuki usia enam bulan Pa,jadi kalo tidak meleset dan sesuai dengan perkiraannya sekitar tiga bulan lebih lagi lah Yura melahirkan" jawab Satria.


" Mama udah bantu Yura untuk mempersiapkan segala kebutuhannya belum?" tanya Papa.


Mama tersenyum," Belum Pa,nanti saja kalo usia kehamilan Yura udah memasuki usia tujuh bulan,baru kita mulai mencicil barang-barang juga perlengkapan untuk bayinya" jawab Mama.


" Mama atur aja deh,kalo butuh sesuatu ngomong aja sama Papa" ujar Papa.


" Iya Pa" sahut Mama.


" Ciee...sepertinya ada yang mau traktir nih" kata Satria.


" Traktir apaan,potong gaji" seloroh Papa membuat Mama,Yura dan Satria pun tertawa.


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka sambil menyantap hidangan yang ada.Yura dan Satria makan banyak malam ini,menu malam ini adalah makanan kesukaan mereka berdua.


" Alhamdulillah,masakanku disukai oleh Yura.Semoga menantu dan calon cucu sehat selalu" ucap Mama dalam hati.


" Mama kok bengong sih" bisik Papa.


" Mama bahagia melihat kebahagiaan anak menantu kita Pa" ujar Mama.


Selesai makan mereka duduk di ruang tengah sambil nonton TV dan ngobrol.Tema obrolan malam ini seputar kehamilan Yura dan rencana persalinannya.


Kriing...Tiba-tiba ponsel Yura berdering,Yura melihat siapa yang menelponnya.


" Bang Revan" seru Yura senang saat melihat nama Revan tertera di layar ponselnya.Yura pun langsung menjawab panggilan video dari Revan.


" Abang,Yura kangen" kata Yura sambil memanyunkan bibirnya.


" Setelah menikah kok jadi makin jelek gitu tu muka,emangnya Satria gak mampu beliin skincare untuk Adek ya" seloroh Revan dari sebrang telpon.

__ADS_1


" Abang kapan pulang?" tanya Yura.


" Masih lama,urusan Abang belum selesai" jawab Revan.


" Oya,mana Satria?" tanya Revan.


Yura menggeser ponselnya dan memperlihatkan wajah Satria di layar ponselnya.


" Kangen ya Bang ama Satria? Makanya cepetan pulang" kata Satria.


" Ye...siapa juga yang kangen ama Bang Sat,enggak Revan gak kangen" jawab Revan.


" ****** lu,kapan lu pulang.Gua gulung tu ntar perusahaan lu,bangkrut bangkrut dah" oceh Satria.


" Gulung aja Bang Sat,gulung.Gua dukung" teriak Andre dari belakang Revan sambil tertawa terbahak-bahak.


" Astaga,abang kuadrat.Yura kangen deh" ujar Yura


" Bukan kuadrat,tapi kubik.Kami bertiga" sahut Thomas yang ternyata ada bersama Revan dan juga Andre.


" Loh,Bang Thomas kapan terbang ke sana?" Bukannya kemaren masih ada di kantor ya?" tanya Satria.


" Kemaren malam Abang kemari,karena ada yang harus Abang urus" jawab Thomas.Diantara mereka bertiga,Thomas yang paling kalem.


Satria mengarahkan ponselnya kearah perut Yura dan memperlihatkan perut Yura yang buncit.


" Waw...amazing" ucap Andre.


" Kembar juga gak dek,sama kayak kak Yuna?" tanya Revan.


" Gak Bang,gak kembar" jawab Yura.


Mereka pun ngobrol sampai lupa waktu,Yura dan Satria tidak berhenti tertawa karena candaan Revan dan Andre yang konyol.Setelah puas melepas rindu,Revan pun memutuskan panggilannya.


" Jaga ponakan Abang baik-baik,jaga kesehatan,jadi istri yang baik ya" pesan Revan untuk Yura sebelum memutuskan panggilannya.


" Abang titip Adek Abang ya,insyaallah sebelum Yura melahirkan Abang sudah pulang" kata Revan pada Satria.


" Iya Bang,terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk menghubungi kami" ucap Satria dan Yura bersamaan.


Yura melihat sekeliling,Mama dan Papa sudah tidak ada di sofa.


" Astaga,keasyikan telpon sama Bang Revan,Mama sama Papa pergi kita gak tau" kata Yura.


" Ya udah,biarin aja.Mungkin Papa sama Mama udah masuk ke kamar untuk beristirahat" kata Satria.

__ADS_1


Satria dan Yura pun masuk ke kamarnya,hari sudah larut malam,mereka pun langsung tertidur.Tanpa drama jatah atau pun rengekan Yura yang meminta Satria untuk mengusap perut buncitnya.


...----------------...


Kenzi mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil,selarut ini dia baru selesai mandi karena baru pulang dari kantor.Yuna sudah tertidur nyenyak di kasurnya.


Seharusnya hari ini Kenzi tidak ke kantor,tapi karena ada sedikit masalah,Edo memintanya untuk datang dan membantunya untuk menyelesaikan masalah yang ada.


" Lelahnya tubuhku,tulangku seperti mau copot rasanya" gumam Kenzi sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


Yuna membuka matanya secara perlahan saat merasakan pergerakan didekatnya.


" Baru pulang kak?" tanya Yuna.


" Iya sayang" jawab Kenzi.


" Maaf ya,Yuna ketiduran" ucap Yuna.


" Tidak apa-apa sayang" balas Kenzi.


Yuna mendekatkan tubuhnya pada Kenzi dan Kenzi pun langsung melingkarkan tangannya di atas perut Yuna.


" Tadi Bang Revan telpon Yuna dan bilang ke Yuna kalo Bang Revan akan pulang saat Yuna melahirkan nanti" tutur Yuna.


" Iya,tadi Bang Revan juga telpon Kakak" kata Kenzi.


" Bang Revan laki-laki yang baik dan setia.Semoga secepatnya Bang Revan bisa menemukan Kak Restu" ucap Yuna.


" Siapa Kak Restu?" tanya Kenzi.


Yuna menghela nafasnya lalu tersenyum pada Kenzi," Kak Restu itu teman kecilnya Bang Revan dan juga cinta pertamanya.Mereka berpisah karena Kak Restu harus ikut orang tuanya pindah keluar kota" jawab Yuna.


" Lalu,kenapa Bang Revan mencari dan tetap menunggu Kak Restu?" tanya Kenzi lagi.


" Karena sebelum mereka berpisah,mereka membuat perjanjian untuk bertemu lagi saat dewasa dan menikah" jawab Yuna.


" Dan Bang Revan berpegang teguh pada janjinya hanya karena janji yang diucapkannya sewaktu kecil. Apa karena janjinya itu Bang Revan menjaga jarak dengan semua gadis yang mencoba dekat dengannya" kata Kenzi.


" Iya,karena Bang Revan yakin kak Restu akan menepati janjinya"


Kenzi mengecup puncak kepala Yuna," Semoga saja mereka cepat bertemu dan berjodoh ya" ucap Kenzi.


" Iya Kak" sahut Yuna.


Kenzi dan Yuna pun mulai memejamkan matanya yang sudah mengantuk,dengan harapan semoga besok pagi bangun dalam keadaan sehat walafiat,tanpa kurang suatu apapun.

__ADS_1


__ADS_2