
Tepat jam delapan malam mobil rombongan Rianti pun datang di lokasi acara pernikahan mantan kekasihnya.Haris keluar dari mobil di susul oleh Rianti,Haris mengulurkan tangannya dan Rianti menyambutnya sambil gemetaran.
"Jangan grogi gitu,nanti mimik wajahmu bisa di baca orang" bisik Haris di telinga Rianti.
Semua orang terpukau oleh ketampanan dan kecantikan Rianti malam ini.Sebelum datang ke acara Haris sengaja membawa Rianti ke salon dan hasilnya wajah Rianti terlihat lebih cantik dan segar.Jarak rumah Elang ke kampung Rianti sebenarnya tidak jauh,hanya menempuh waktu sekitar satu jam saja,tapi karena mereka ke salon jd malam baru datang ke pesta.
"Rianti,kamu pulang?" tanya Seorang perempuan pada Rianti.
"Iya Teh" jawab Rianti pada istri dari Kakaknya itu.
"Ini siapa Rianti?" tanyanya lagi.
"Saya Haris,calon suami Rianti" jawab Haris sambil mengulurkan tangannya.
"Wih ganteng pisan euy,mirip Lee Min Ho.Nama Teteh Ira" jawab Kakak ipar Rianti.
Haris dan Rianti masuk ke dalam ruangan,mantan kekasih Rianti tercengang melihat Rianti datang.Dia turun dari pelaminan dan menghampiri Rianti.
"Oh ternyata benar kata Siva kalo kamu selingkuh,untung aku lebih memilih Siva daripada kamu" kata mantan Rianti dengan suara lantang dan memandang hina pada Rianti.
Para tamu yang hadir menoleh ke sumber suara dan mulai berbisik.
"Terima kasih karena kamu sudah melukai hati Rianti dan lebih memilih dia" ucap Haris sambil menunjuk wanita di pelaminan.
"Karena dengan begitu aku lebih mudah untuk memiliki Rianti,kamu lebih memilih membuang berlian dan memungut pecahan kaca.Buktikan nanti malam,kalo kamu tidak percaya" tambah Haris.
"Apa maksudmu bicara begitu?" tanya Bapak-Bapak dari atas pelaminan.
"Bukankah Putri anda sudah hamil dengan pria lain tapi dengan liciknya anda meminta lelaki ini untuk bertanggung jawab dan menikahinya" Haris menunjuk mantan kekasih Rianti.
Semua terkejut mendengar penuturan dari Haris.
"Jangan bicara sembarangan kamu,saya bisa menuntut kamu karena pencemaran nama baik" kata Bapak itu lagi.
"Coba saja kalo bisa Tuan Widodo" ucap Haris sambil menyeringai.
"Sayang apa kamu masih ingin berada di sini?" tanya Haris pada Rianti dengan suara yang lembut.
"Kita keluar saja,disini panas sekali aku gerah" jawab Rianti.
Haris menggenggam tangan Rianti menuju pelaminan untuk bersalaman dengan pengantin wanita.Terlihat wajah tegang Pak Widodo saat melihat wajah Haris,waktu di bawah tadi wajah Haris tertutupi tirai,jadi Pak Widodo tidak melihat jelas lawan bicaranya.
"Selamat ya Tuan Widodo dan jangan lupa aku menunggu tuntutanmu" kata Haris menekankan kalimatnya.
"Tuan Haris jadi anda yang tadi bicara?" tanya Pak Widodo gemetaran.
Haris tidak menjawab,dia juga tidak menyalami pengantin wanitanya.Setelah berbicara dengan Pak Widodo Haris membawa Rianti turun.
"Rianti gak mampir dulu ke rumah?" tanya Teh Ira.
"Bukan sekedar mampir Teh,tapi kita juga akan menginap di rumah Teteh" Haris yang menjawab pertanyaan Teh Ira.
"Tapi rumah Teteh kecil" kata Teh Ira.
"Ayo pulang Teh,Haris udah ngantuk" kata Haris.
"Kang Rian mana Teh?" tanya Rianti.
"Kang Rian di rumah,dia tidak mau datang kesini" jawab Teh Ira.
Mereka masuk ke dalam mobil,kedua pengantin dan para tamu melihat dari dalam ruangan saat Haris,Rianti dan Teh Ira masuk ke dalam mobil yang sangat mewah.
Mobil mulai bergerak menuju ke rumah Rianti yang tidak jauh dari lokasi pesta.Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai.Kang Rian yang sedang duduk di kursi teras pun kaget melihat ada mobil mewah yang berhenti di depan rumahnya.
"Ira kamu sama siapa?" tanya Kang Rian saat melihat istrinya turun dari mobil mewah itu.
"Sama Rianti" jawab Teh Ira.
Rianti dan Haris turun dari mobil dan langsung menghampiri Kang Rian.
"Kamu pulang Rianti?" tanya Kang Rian.
"Iya Kang" jawab Rianti.
"Ini siapa?" tanya Kang Haris lagi.
"Saya Haris Kang" jawab Haris sambil mengulurkan tangannya.
Kang Rian menyambut uluran tangan Haris.
"Ayo masuk,kita ngobrol di dalam saja" ajak Teh Ira.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di lantai yang hanya beralaskan karpet tipis.
"Maaf Mas Haris beginilah kondisi rumah Rianti" ucap Rianti.
"Gak apa-apa Rianti,seperti apapun kondisi rumah,tergantung penghuninya.Sesederhana apapun rumah kalo penghuninya saling mengasihi dan mencintai dan tidak lupa bersyukur pasti rumah terasa nyaman,betul gak Kang Rian?" kata Haris.
"Betul itu" jawab Kang Rian.
Tok tok tok
Ada yang mengetuk pintu.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Haris,karena pintu sudah dalam keadaan terbuka.
"Mau tanya sama Tuan rumah,di sekitar sini ada penginapan gak ya?" tanya anak buah yang ikut dengan Haris.
"Wah kalo penginapan disini gak ada Mas,jaraknya jauh" jawab Kang Rian.
"Tidur disini saja" kata Haris tegas.
Orang itupun mengangguk lalu kembali ke mobil.
"Rianti kamu siapkan ruang tengah untuk mereka tidur" perintah Kang Rian.
"Ayo Teteh bantu" kata Teh Ira.
Rianti dan Teh Ira masuk ke dalam untuk menyiapkan tempat tidur para tamunya.
"Mas Haris sebenarnya apa hubungan Mas Haris sama Rianti? Maaf ya Mas Haris kami ini tinggal di kampung,Mas tau sendiri sifat orang kampung seperti apa.Ada apa-apa langsung jadi bahan pergunjingan" tutur Kang Rian.
"Saya dan Rianti sama-sama bekerja pada majikan yang sama.Saya juga baru mengenal Rianti kemarin dan itupun karena Bos saya.Bos kami menyuruh kami datang kesini untuk menghadiri pesta pernikahan mantannya Rianti,biar mereka tau kalo Rianti tidak bersedih karena telah di khianati.Dan untuk kedepannya biar Tuhan yang menentukan hubungan kami" tutur Haris.
"Rencana yang bagus Mas Haris.Tadinya saya berpikir Rianti tidak akan pulang bahkan saya sendiri melarang dia pulang.Saya takut Rianti mendengar gunjingan orang tentang dirinya dan Rianti makin patah hati" ujar Kang Rian.
"Kang,tempatnya udah siap" kata Rianti.
"Ya udah kalo gitu,Mas Haris ajak temen-temennya masuk ini juga udah malem,pasti mereka udah pada ngantuk" kata Kang Rian.
Haris bangkit dari duduknya dan memanggil anak buahnya untuk masuk.
"Maaf ya tidurnya di lantai" kata Kang Rian.
"Tidak apa-apa Kang,kami udah biasa.Ini masih mending pake kasur tipis.Biasanya kami tidur langsung di tanah tanpa alas" tutur Haris.
Mereka langsung mengambil posisi masing-masing lalu tertidur dengan nyenyak.Kang Rian menarik tangan Rianti dan mengajaknya ke dapur.
"Neng itu Haris sama kayak kamu kerjanya jadi pembantu? Tapi kok penampilan sama wajahnya bukan kayak pembantu" kata Kang Rian.
"Bukan Kang,dia itu Asisten Bosnya Rianti juga temennya si bos" jawab Rianti.
"Salut Akang sama dia,udah ganteng,sopan dan juga mau tidur di lantai" tutur Kang Rian.
"Kang Rianti tidur dulu ya,Rianti udah ngantuk nih" kata Rianti.
Kang Rian mengangguk dan Riantipun kembali ke ruangan tempat Haris dan kawan-kawan tidur.Begitupun dengan Kang Rian dia juga masuk ke kamarnya.
"Loh kok belum tidur Mas?" tanya Rianti pada Haris yang sedang memainkan ponselnya.
Haris tidak menjawab pertanyaan Rianti,dia hanya meletakkan jari telunjuk di mulutnya.Rianti berjalan masuk ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
"Pasti lagi teleponan ama pacarnya" gumam Rianti lirih dan memilih untuk langsung tidur.
Haris melihat jam yang ada di ponselnya sudah pukul dua pagi,Haris mematikan ponselnya lalu berjalan ke arah dapur untuk mencari kamar mandi untuk buang air dan cuci muka.Setelah menemukan kamar mandi dan selesai cuci muka Haris kembali ke ruangan tempat dia tadi,tapi Haris tidak tidur bergabung dengan teman-temannya melainkan masuk ke dalam kamar Rianti.Haris merebahkan tubuhnya di samping Rianti dan dia pun langsung tertidur.
***
Pagi ini Mama dan Rere sedang duduk di gazebo yang ada di halaman belakang rumah Mama.Mereka melihat Elang dan Revan yang sedang berenang di kolam yang ada di depan mereka.
"Mommy sini" teriak Revan.
"Gak ah,dingin" sahut Rere.
"Mommy cemen" kata Elang.
"Mama bahagia melihat keluarga kalian Re,kalian saling menyayangi dan tetap bersama walaupun banyak cobaan yang pernah kalian lalui" tutur Mama.
"Tidak ada alasan untuk kami berpisah Ma" kata Rere.
"Oya Re apa kamu malakukan program KB?" tanya Mama.
"Iya Ma,kasian ketiga anak Kami kalo sampai Rere hamil lagi" jawab Rere.
"Apa Elang mengetahuinya Re?" tanya Mama lagi.
"Tau Ma dan Elang mengizinkannya" jawab Rere.
"Syukurlah kalo begitu,di dalam rumah tangga kita memang harus saling terbuka agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari" tutur Mama.
"Oya Ma apa Mama kenal Haris?" tanya Rere.
"Haris yang mana,nama Haris banyak" jawab Mama.
"Yang jomblo" jawab Rere.
"Kamu ya Re yang jomblo aja tau" kata Mama.
"Rere taunya Haris yang itu dan kata Elang dia masih jomblo" kata Rere.
"Apa yang ingin kamu tau dari Haris?" tanya Mama.
"Gak ada sih Ma cuma nanya aja,soalnya Haris lagi pergi sama Rianti untuk menghadiri acara pernikahan mantan kekasih Rianti" tutur Rere.
"Rianti bukannya orang yang di bawa Rita ya?" tanya Mama.
"Iya Ma" jawab Rere.
__ADS_1
"Wah cocok tu sama Haris,Rianti cantik dan Haris tampan,Rianti lemah lembut dan Haris kasar tapi penyayang,lagipula Haris juga sudah mapan.Dia sudah punya rumah,punya kendaraan juga punya usaha kecil-kecilan" tutur Mama.
"Kita lihat saja nanti Ma,mereka saling suka atau tidak.Biarkan waktu yang menjawab" kata Rere.
Elang dan Revan sudah selesai berenang,mereka berdua menghampiri Mama dan Rere.
"Mommy Revan ganti baju dulu ya" kata Revan.
"Iya sayang...Oya Mommy boleh minta tolong gak?" kata Rere.
"Apa tu?" tanya Revan.
"Tolong lihat adik kembar ya,Mommy sakit pinggang nih malas keluar masuk" jawab Rere sambil meringis.
"Oke Mommy" ucap Revan.
"Pinggangmu sakit?" tanya Elang.
"Bawa Revan kedalam Daddy,kasian tu udah kedinginan" kata Rere tanpa menjawab pertanyaan Elang.
Elang menggendong Revan masuk ke dalam rumah.
"Pinggangmu sakit Re?" tanya Mama.
"Iya Ma,entah kenapa belakangan ini Rere sering sakit di bagian pinggang" jawab Rere.
"Kamu sudah ke dokter?" tanya Mama.
"Belum Ma" jawab Rere.
"Cepat bawa ke dokter Re,jangan di sepelekan.Nanti bertambah parah lho" kata Mama.
"Iya Ma" kata Rere.
Elang dan Revan sudah berganti pakaian lalu merekapun kembali menghampiri Rere dan Mama.
"Mommy adik kembarnya masih bobok" tutur Revan.
"Apa kamu sering sakit pinggang sayang?" tanya Elang sambil duduk di samping Rere.
"Gak juga,hanya sesekali saja.Aku baca di internet katanya itu normal untuk ibu yang pernah melahirkan secara sesar" tutur Rere.
"Tapi tetap saja kita harus memeriksakannya ke dokter sayang" kata Elang.
"Besok kalian pergilah ke dokter dan cepat periksa agar kita tau apa penyebab sakit pinggang Rere" kata Mama.
"Kenapa harus besok Ma,hari ini kan bisa" protes Elang.
"Elang Danuarta Alberto,ini hari minggu.Para Dokter sedang duduk santai di rumah" kata Mama.
Elang terdiam mendengar perkataan Mama.Kini matanya melihat kearah Revan yang dari tadi sibuk mengelus perutnya.
"Revan kenapa,Daddy lihat dari tadi Revan sibuk memegangi perut.Perut Revan sakit?" tanya Elang.
"Gak tau ni Daddy,rasa-rasanya cacing di perut Revan pada demo deh minta di isi nasi goreng bikinan Mommy" oceh Revan sambil tersenyum.
"Kamu ya,bilang aja kamu laper dan ingin makan nasi goreng" celetuk Elang.
Hahaha
Mama dan Rere tertawa mendengar ocehan Revan.
"Tadi bukannya Revan sudah sarapan?" tanya Mama.
"Iya Oma,tapi masakan Mbak Siska gak sama dengan masakan Mommy.Masakan Mommy lebih enak" jawab Revan.
"Emang Revan gak bosen makan nasi goreng terus?" tanya Rere.
"Enggak" jawab Revan.
"Mommy masakin menu lain mau gak?" tanya Rere.
"Mau,apapun yang Mommy masak pasti Revan makan" jawab Revan.
"Tapi pinggangmu lagi sakit sayang" kata Elang.
"Iya Re,kamu istirahat saja.Nanti semakin parah bagaimana?" tanya Mama.
"Tapi kasian Revan Ma,dia sangat berharap Rere yang masak" jawab Rere.
Elang mendekati Revan lalu jongkok di depannya.
"Revan mau gak makan roti kesukaan Revan,kalo mau kita bisa pergi untuk membelinya.Pinggang Mommy lagi sakit,jadi hari ini Mommy belum bisa masak untuk Revan"tutur Elang lembut.
Revan turun dari tempat duduknya lalu dia menghampiri Rere.
"Mommy sakit ya,nanti Revan obati ya" ucap Revan.
"Iya sayang,terima kasih" ucap Rere.
"Revan boleh makan cake coklat kesukaan Revan gak?" tanya Revan pada Rere.
"Boleh sayang" jawab Rere.
__ADS_1
"Terima kasih Mommy,Revan janji nanti habis makan cake Revan langsung gosok gigi" tutur Revan.
Revan mengajak Elang untuk segera pergi membeli cake kesukaannya.Elang menggendong tubuh Revan menuju ke parkiran melalui pintu samping dan mereka pun langsung pergi.Sedangkan Rere dan Mama masuk ke dalam rumah karena cuaca di luar mulai panas.