Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Chika Chiko


__ADS_3

Baby twins sudah bisa dibawa pulang,sambutan meriah pun telah dipersiapkan oleh pihak keluarga di rumah.


" Terima kasih" ucap Yuna dan Kenzi bersamaan pada keluarga yang hadir.


" Adek mana,kok gak kelihatan Bun?" tanya Yuna pada Rima.


" Adek tadi telpon Bunda,dia harus pergi keluar kota menemani Satria" jawab Rima.


" Yuna,Mommy belum tau lho siapa nama si kembar" ujar Rere.


" Astaga,Yuna lupa kasih tau Mom" kata Yuna.


" Namanya Chika dan Chiko,Oma" kata Kenzi sambil mendorong kereta milik bayi kembarnya.


" Mom,Daddy gak datang?" tanya Yuna.


" Daddy ada di belakang,sedang lihat ikan yang ada di kolam kalian" jawab Rere.


" Daddy di belakang?" Tumben menjauh dari kerumunan?" tanya Yuna.


" Daddy itu ingin punya kolam juga seperti kalian,tapi halaman belakang rumah Daddy udah penuh oleh bunga anggrek milik Mommy dqn lahan itu gak boleh diganggu gugat" tutur Rima.


" Ah kamu Rima,bisa saja.Kalo ngomong suka bener" kata Rere dan mereka pun tertawa.


" Bang Revan mana?" tanya Kenzi.


" Revan sudah kembali" jawab Rere singkat.


Kenzi menyusul Elang ke halaman belakang.Dari kejauhan Kenzi bisa melihat Elang sedang terlibat pembicaraan serius dengan Edo.


" Daddy,Ayah" sapa Kenzi.


" Nah ini dia pemiliknya" seru Edo.


" Ada apa?" tanya Kenzi bingung.


" Tidak ada apa-apa,Daddy hanya menyayangkan halaman yang luas ini kamu biarkan kosong dan ditumbuhi rumput liar" jawab Elang.


" Kenzi masih bingung Dad,mau Kenzi apakan halaman yang begitu luas ini" kata Kenzi.


" Kenapa harus bingung,kamu bisa bikin gazebo dan tempat untuk keluarga berkumpul seperti halaman belakang rumah Ayah dan Daddy" saran Edo.


" Atau kamu juga bisa menyulap tempat ini menjadi taman bermain.Waktu berjalan sangat cepat Ken,taman bermain sangat berguna nantinya bagi si kembar" tambah Elang.


" Akan Kenzi pikirkan" ujar Kenzi.


Elang mengajak Edo dan Kenzi kembali ke ruang keluarga.Sebagian sudah pulang,tinggal Rere,Rima,Yuna dan si kembar yang ada di ruangan itu.


" Mom,pulang yuk" ajak Elang pada Rere.


Rere dan Elang pun berpamitan pada Rima,Edo,Yuna dan Kenzi.

__ADS_1


...****************...


" Yura jadi gak enak sama kak Yuna,pas dia pulang dari rumah sakit kita gak ikut menyambut kepulangannya" tutur Yura.


" Kakak yakin,Yuna pasti ngerti.Sepulang dari sini nanti,kita bawakan oleh-oleh untuk si kembar" kata Satria.


Yura membetulkan posisi duduknya,"Baiklah kalo begitu,nanti Yura coba telpon Bunda deh" kata Yura.


Satria turun dari kasur lalu melangkah masuk ke kamar mandi.


" Yank,sikat gigi kakak mana?" tanya Satria dari balik pintu kamar mandi.


" Di tas Yura,tuh" jawab Yura sambil menunjuk kearah tas yang ada di meja.


Satria melilitkan handuk di tubuhnya,lalu keluar dari kamar mandi.Satria mengambil peralatan mandinya dan membawanya ke kamar mandi.


" Maaf" ucap Yura sebelum Satria benar-benar menutup pintu kamar mandi.


Satria berbalik lalu tersenyum," Tidak ada maaf bagimu sayang,tunggu Kakak selesai mandi.Ada hukuman spesial untukmu" balas Satria.


" I Love You" kata Yura.


" Oh Tuhan,bisa-bisa batal ritual mandiku" kata Satria membuat Yura terkekeh.


Satria mempercepat ritual mandinya,selesai mandi Satria langsung naik ke atas kasur.


" Pegel ya kakinya?" tanya Satria saat melihat Yura memijat kakinya sendiri.


" Iya kak,sekarang Yura jadi mudah capek dan sering pegel kakinya" jawab Yura.


" Gak gitu juga kali Kak" kata Yura.


" Oya Kak,kira-kira kita disini berapa hari?" tanya Yura.


" Kakak juga belum tahu,besok pagi kakak baru mau lihat lokasi kerjanya.Setelah itu baru bisa pastikan,kita disini berapa lama" jawab Satria.


" Semoga saat tiba waktunya nanti,kita sudah kembali ya" harap Yura.


" Iya sayang" kata Satria.


Yura merebahkan tubuhnya di kasur,Satria menyelimuti tubuh Yura hingga sebatas pinggang.


" Besok ada orang suruhan ayah yang menemanimu selama kakak tinggal bekerja,agar kamu gak kesepian.Di sini juga ada supir pribadi yang bisa mengantar adek jalan-jalan" tutur Satria.


" Iya kak,Ayah udah kasih tahu Yura soal ini.Tapi,kalo menurut Yura lebih baik Yura tetap di rumah Kak" ujar Yura.


" Kenapa begitu?" tanya Satria bingung.


" Alasan pertama karena perut besar Yura,alasan kedua karena di rumah lebih aman.Kakak tahu sendiri kan,kehidupan Ayah dimasa dulu seperti apa dan itu berimbas ke kehidupan kita sekarang" jawab Yura.


" Oh soal itu,adek gak perlu khawatir.Karena kakak yakin,Ayah pasti sudah mengatur semuanya" kata Satria.

__ADS_1


" Sudah larut malam,lebih baik kita tidur.Gak usah terlalu dipikirin soal itu" tambah Satria.


" Iya Kak"


Yura merapatkan tubuhnya pada Satria,dengan senang hati Satria langsung memeluknya erat.


Cup


Satria mencium puncak kepala Yura,setelah itu barulah mereka berdua tertidur.


Pagi harinya,


Yura perlahan membuka matanya dan hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan suaminya yang masih terlelap sambil memeluknya.Yura membelai pipi Satria,lalu menciumnya."Tampan" lirihnya.


" Gak adil ah,ini belum" kata Satria sambil menunjuk bibirnya.


" Ka...kak sudah bangun?" tanya Yura gugup.


" Sudah dari tadi sayang" jawab Satria.


" Sejak kapan?" tanya Yura lagi.


" Sejak adek mengagumi wajah kakak,membelai dan mencium pipi ini" jawab Satria.


Yura mengerucutkan bibirnya,merasa dijahili oleh Satria.


Cup


Secepat kilat Satria mencium bibir Yura," Gak usah dimonyong-monyongin gitu bibirnya,nanti kakak sosor" goda Yura.


" Angsa kali Bang main sosor" kata Yura.


" Angsa pun angsa lah,kalo yang disosornya seperti adek,gak nolak kakak mah" kata Satria.


" Maunya" kata Yura kemudian turun dari kasur lalu melangkah menuju pintu balkon dan membukanya."Segar" ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.


" Shalat subuh dulu dek,baru duduk santai di balkon.Atau kalo adek mau,adek bisa jalan-jalan di taman belakang,lebih indah pemandangannya" kata Satria.


" Ini baru pukul empat bang,shalat subuh masih lama" kata Yura.


Satria melihat kearah jam yang ada di dinding,ternyata benar yang dikatakan Yura,baru pukul empat pagi.Satria turun dari kasurnya lalu menghampiri Yura.


" Kenapa adek sudah bangun,apa ada hal yang mengganggu pikiran adek?" tanya Satria dengan lembut.


" Anak kakak nih,nendangnya kenceng banget.Adek jadi terbangun dan susah mau tidur lagi" jawab Yura seraya tersenyum.


Satria jongkok di depan Yura,lalu mengajak bayi yang ada di dalam perut Yura bicara.


" Ternyata anak Ayah ya yang sudah bangunin Bunda.Jangan nakal ya sayang,sebentar lagi kita akan bertemu" oceh Satria.


" Iya ayah,anak ayah janji gak akan nakal" balas Yura yang menirukan gaya bicara anak kecil.

__ADS_1


" Anak pintar" puji Satria sambil mengelus perut Yura lalu menciumnya.


Satria kembali duduk di samping Yura,kemudian merangkul pundak istrinya itu.Tidak berselang lama adzan subuh pun berkumandang.Satria dan Yura kembali ke dalam kamar untuk melaksanakan shalat subuh.Selesai shalat,mereka pun disibukkan oleh aktivitas masing-masing.


__ADS_2