
Sari berlari dari kasurnya menuju ke kamar mandi.
Hoekk....
Sari memuntahkan isi perutnya.
David menghampiri Sari lalu memijat pundaknya.
"Kita ke Dokter ya?" ajak David.
Sari mengangguk.
Sari membasuh wajahnya lalu mengeringkannya dengan handuk.Setelah itu David menggendong tubuh Sari menuju mobil.
"Tunggu sebentar ya,aku ambil dompetku dulu.Dompetku tertinggal di kamar" kata David.
Sari mengangguk lagi.
David kembali masuk ke dalam rumahnya,tidak lama kemudian dia kembali lagi dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Pelan-pelan Mas,aku semakin mual" kata Sari.
David mengurangi kecepatan mobilnya,tiba-tiba Sari menepuk tangan David lalu menutup mulutnya.David menghentingkan mobilnya dan Sari pun lansung membuka pintu mobil dan muntah di tepi jalan.
Hoek...
Sari memuntahkan isi perutnya tapi tidak ada yang keluar.
David melihat ke kanan dan ke kiri dan dia pun melihat klinik tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Aku bawa Sari ke sana saja" gumam David.
"Mas" Sari memanggil David dengan suara yang lemah.
"Kita ke klinik yang ada di depan sana ya,kalo ke rumah sakit masih jauh" ajak David.
Sari mengangguk.
David membantu Sari masuk ke mobilnya,saat David hendak menutup pintu mobil ada mobil lain yang berhenti tepat di balakang mobil David.
"Kalian mau kemana?" tanya Elang sambil turun dari mobilnya.
"Aku hendak membawa Sari ke rumah sakit Lang,muntahnya semakin parah.Tapi sepertinya Sari sudah tidak kuat,jadi aku berencana membawanya ke klinik yang ada di depan sana" jawab David sambil menunjuk ke arah klinik yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Ayo aku antar" kata Elang.
Elang masuk ke mobil David lalu duduk di bangku supir.David mendudukkan Sari di bangku belakang lalu David duduk di sampingnya.Sari duduk bersandar di bahu David sambil memejamkan matanya.
Mereka sudah sampai di klinik,David membawa Sari turun lalu menggendong tubuh Sari masuk ke klinik,Elang mengikutinya dari arah belakang.
"Dokter tolong istri saya" kata David saat melihat Dokter melintas di depannya.
"Bawa ke ruangan saya Pak" kata Dokter itu
Dokter membuka pintu ruangannya lalu mempersilahkan David dan Sari masuk.Elang menunggu di luar ruangan Dokter.
David membaringkan tubuh Sari di kasur khusus pasien,lalu David berdiri di sampingnya.
"Apa keluhannya Bu?" tanya Dokter ramah.
"Mual dan muntah,trus kepalaku pusing dan ulu hati juga sakit" jawab Sari.
Dokter mengambil alatnya di atas meja lalu mulai memeriksa Sari.
"Kapan terakhir datang bulan?" tanya Dokter.
"Sekitar dua minggu yang lalu Dok" jawab Sari.
Dokter berjalan ke arah meja lalu mengambil sebuah alat berbentuk toples berukuran yang sangat kecil lalu menyerahkan pada David.
"Pak tolong bantu istrinya ke toilet dan tampung urinenya ke dalam toples ini" kata Dokter.
David mengangguk.
David membawa Sari ke toilet yang ada di ruangan itu lalu Sari pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Dokter,setelah selesai mereja keluar dari toilet dan menyerahkan toples berisi urine pada Dokter.
"Tunggu di sini sebentar ya Pak...Buk,saya keluar sebentar mengantarkan ini ke labor" kata Dokter.
Dokter itu keluar dari ruangannya.
Sari duduk di kursi,David menarik tubuh Sari ke pelukannya.
"Masih mual?" tanya David.
Sari mengangguk.
"Kenapa harus di bawa ke labor Mas,apa sakitku parah?" tanya Sari.
"Mas juga tidak tahu,kita tunggu saja hasilnya nanti" jawab David.
Ceklek
__ADS_1
Pintu ruangan terbuka,
Dokter yang tadi masuk bersama seorang perawat yang mendorong kursi roda.
"Maaf Pak hasilnya sudah keluar,untuk mengetahui hasilnya lebih lanjut Bapak bisa membawa istri Bapak ke ruangan sebelah" tutur Dokter.
"Istri saya sakit apa Dok,apakah sangat parah sehingga harus pindah ke Dokter lain?" tanya David.
"Lebih jelasnya,Bapak bisa tanyakan langsung ke Dokternya.Saya sudah merujuk istri anda kesana dan perawat ini akan mengantarkan anda" tutur Dokter itu.
David mendudukkan Sari di kursi roda,lalu mendorong Sari keluar dari ruangan itu,perawat itu membawa David dan Sari menuju ruangan lain.
"Mau di bawa kemana Sari?" tanya Elang saat melihat David mendorong kursi roda Sari.
"Mau di bawa ke Dokter yang lain Lang" jawab David.
"Emangnya ada apa? apa Sari mengidap sakit parah?" tanya Elang.
David menggeleng lalu kembali mendorong kursi roda ke ruangan yang di tunjukkan oleh perawat itu.
"Selamat sore Pak...Buk,silahkan duduk" kata Dokter itu sambil tersenyum ramah.
David dan Elang duduk di kursi yang bersebrangan dengan Dokter,sedangkan Sari terap duduk di kursi roda.
Dokter membaca hasil tes urine milik Sari lalu memandang wajah ketiga orang di hadapanya.
"Suaminya yang mana?" tanya Dokter.
"Saya Dokter" jawab David.
"Lalu anda siapanya?" tanya Dokter pada Elang.
"Saya abang dari pasien Dokter" jawab Elang.
Dokter manggut-manggut lalu kembali melihat kertas yang ada di hadapannya.
"Begini Pak...Buk...dari tes urine tadi hasilnya positif" kata Dokter.
"Positif apa Dokter? Apa sakitnya parah?" tanya Elang dan David bersamaan.
Dokter tersenyum melihat kekompakan dua lelaki di hadapannya.
"Bukan sakit parah maksud saya Pak,tapi Ibu Sari positif hamil dan usia kandungannya sudah memasuki usia tiga minggu" tutur Dokter.
"HAMIL!!!" seru David dan Elang bersamaan lalu saling pandang.
"Dokter gak sedang bercanda kan Dok?" tanya David.
David dan Elang membaca tulisan pada kertas itu.
Hiks...David mulai menangis lalu menghampiri Sari.
"Sayang kamu hamil" kata David.
"Apa ini mimpi Mas,tolong tampar aku agar aku terbangun dari tidurku?" pinta Sari.
Cup
David bukan menampar Sari tapi dia malah mencium kening Sari.
"Ini bukan mimpi sayang ini nyata" jawab David.
Sari mulai menangis,air matanya berlinang membasahi pipinya.David memeluk tubuh istrinya dan merekapun menangis bersama.
"Selamat untuk kalian berdua" ucap Elang sambil mengusap punggung pasangan suami istri yang sedang berbahagia di depannya.
"Bang Sari hamil" kata Sari lirih.
Elang mengangguk.
"Permainan seru akan di mulai" bisik Elang di telinga David.
Setelah selesai pemeriksaan dan Dokter juga sudah memberikan beberapa macam obat untuk Sari...David,Sari dan Elang pun langsung keluar dari ruangan itu.
"Aku langsung pulang ya,Aku harus menyampaikan kabar gembira ini pada Rere dan yang lainnya" kata Elang.
"Tapi mobilmu tadi kita tinggal di tepi jalan sana" kata David.
"Aku sudah menjemputnya tadi saat kalian berada di ruang Dokter" jawab Elang.
"Terima kasih ya Lang sudah mengantar kami kesini" ucap David.
"Sama-sama" jawab Elang.
Elang berdiri di depan Sari.
"Jaga kandunganmu baik-baik,jika ada yang kamu butuhkan kamu bisa bilang sama David atau kamu juga bisa ngomong sama Abang.Dan jika ada hal yang kurang kamu suka dari David sebaiknya kamu bicarakan baik-baik dengan David ya Sari,kamu ngadu sama abang juga Edo boleh tapi asal kamu tau abang dan edo itu orangnya mudah terpancing emosi.Lihat tu bibir suamimu habis di tinju sama Edo tadi pagi" tutur Elang.
"Maaf Bang,Sari salah...Maaf ya Mas gara-gara Sari semua jadi begini" kata Sari.
"Tidak apa-apa sayang,mungkin itu semua bawaan bayi tapi kita tidak menyadarinya" kata David.
__ADS_1
"Ayo pulang sebentar lagi sudah mau maghrib" ajak Elang.
David membawa Sari ke mobilnya dan Elang menuju ke mobil miliknya,lalu mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
"Besok kita pindah ke rumahku yang lama saja ya,kalo dari sini jauh ke rumah sakit" tutur David.
"Tapi Mas bilang rumah yang itu sudah di ambil oleh keluarga besarnya Mas" kata Sari.
"Mas punya satu rumah lagi tapi kecil sayang dan letaknya ada di tengah kota.Dari sana kemana-mana dekat,mau ke mall,ke pasar,ke rumah sakit ke sekolah pun dekat" tutur David.
"Ya sudah kalo gitu,kita pindah kesana saja Mas.Kalo menurut Mas itu lebih baik" kata Sari.
Tidak lama mereka sudah sampai di rumahnya.David turun dari mobilnya lalu membantu Sari turun dari mobil.
"Mas aku mau itu" kata Sari saat tukang mie tektek lewat depan rumah mereka.
"Mie tektek?" tanya David.
Sari mengangguk sambil menelan air liurnya.
"Bang" teriak David sambil berjalan keluar dari pagar rumahnya.
"Mienya dua porsi ya Bang,sedang aja gak usah terlalu pedas" kata David.
Tukang mie pun mengangguk lalu mulai memasak mie pesanan David.
Sari berjalan menghampiri David lalu ikut menunggu mienya,sesekali Sari menelan air liurnya.
"Gak mual sayang?" tanya David sambil mengkerutkan keningnya.
Sari menggeleng sambil terus melihat kearah wajan.
Tukang mie membungkus pesanan David.
"Ini mienya Tuan" kata tukang mie pada David sambil menyerahkan bungkusan itu pada David.
David mengeluarkan uang dari dompetnya lalu membayar mie pesanannya.
"Kembaliannya ambil saja Bang" kata David.
David menggandeng Sari masuk ke rumahnya,David mengambil piring dan Sari mengikutinya.
"Tunggu di ruang makan saja sayang" kata David.
"Aku mau makan disini" kata Sari langsung duduk di lantai.
David menggeleng lalu ikut duduk di lantai bersama istrinya.Sari langsung membuka bungkusan mie dan langsung memakannya tanpa menuangkannya ke dalam piring.
Tok tok tok
Ada yang mengetuk pintu rumah David.
"Aku buka pintu sebentar ya,tunggu disini" kata David.
David berjalan menuju pintu lalu membukanya.
"Anda siapa?" tanya David.
"Maaf Tuan saya kurir yang di suruh Umi Farah mengantarkan ini" kata Kurir sambil menyerahkan bungkusan pada David.
"Terima kasih" ucap David.
David menutup pintu rumahnya setelah kurir itu pergi.
"Siapa yang datang Mas?" tanya Sari saat melihat David berjalan kearahnya.
"Kurir sayang...Umi mengirimkan sesuatu untuk kita" jawab David lalu duduk di depan Sari.
Sari membuka bungkusan yang tadi di bawa David lalu melihat isinya.
"Rujak...Umi mengirimkan rujak kemari" kata Sari.
"Itu ada suratnya,coba baca" kata David.
Sari membuka surat yang ada di situ lalu membacanya dengan suara lantang
"Sari dan David anak Umi,selamat untuk kalian berdua.Maaf Umi dan Abi belum bisa berkunjung karena Abi masih berada di luar kota."
Begitulah kira-kira isi surat dari Umi.
"Umi sudah tau kalo Sari hamil Mas?" tanya Sari.
"Mungkin Elang sudah memberitahu Umi" jawab Sari.
Sari dan David sudah menghabiskan mienya.
"Rujaknya simpen di kulkas dulu ya,setelah shalat maghrib baru kamu boleh memakannya" kata David.
"Iya Mas" jawab Sari.
David membereskan bekas makan mereka lalu memasukkan rujak ke dalam kulkas.Setelah itu David dan Sari pergi ke kamarnya untuk melaksanakan shalat magrib bersama.Setelah selesai shalat Sari mengajak David kembali ke dapur,Sari sudah tidak sabar untuk segera memakan rujak yang tadi di kirim oleh Umi.
__ADS_1