Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 66


__ADS_3

Rere membuka matanya,hari sudah pagi.Dia melihat jam yang ada di dinding kamarnya,jam menunjukan pukul 4.30 pagi.


"Sayang,bangun...udah subuh.Kita shalat yuk" Rere mengguncangkan tubuh Elang.


"hmmmm...sebentar lagi sayang,aku masih mengantuk" kata Elang sambil menggeliat dan kembali tertidur.


"Aduh...awh perutku" rintih Rere sambil memegangi perutnya.


"Kenapa sayang,perutnya sakit? dimana yang sakit?" Elang terbangun dari tidurnya saat mendengar Rere merintih kesakitan.


"Si utun menendang perutku dengan kuat,sampai aku kesakitan.Mungkin dia marah karena daddynya tidak mau bangun untuk shalat" jawab Rere sambil cemberut.


"Kamu mengerjaiku sayang,kamu menipuku hemmm? tunggu pembalasanku setelah kita shalat subuh" kata Elang sambil mendekati Rere.


"Aku tidak menipumu sayang,tadi Utun memang bergerak sangat aktif" Rere beralasan.


"Aku tidak percaya,coba kamu berkaca sayang dan lihat lubang hidungmu yang mengembang itu.Aku tau kamu berbohong" kata Elang sambil memeluk Rere dan menciumi leher istrinya itu.


"Sudah sayang,cukup.hahaha...aku geli" Rere tertawa karena geli.


Elang menghentikan aksinya saat melihat Rere terengah-engah kehabisan nafas.


"Ayo berwudhu,setelah itu shalat.hari semakin siang nanti waktu subuh habis" ajak Elang.


Rere mengikuti Elang masuk ke dalam kamar mandi.Mereka berwudhu di tempat khusus yang ada di dalam kamar mandi.setelah selesai mereka keluar dari kamar mandi dan langsung melaksanakan shalat subuh.


"Sayang jalan-jalan pagi yuk,kata orang tua zaman dulu jalan di pagi hari bagus untuk ibu hamil" ajak Rere.


"Benarkah,kita mau jalan-jalan kemana? mall belum buka karena ini masih terlalu pagi,kebun binatang juga sama belum buka,lalu kita mau jalan kemana?" tanya Elang dengan wajah polosnya.


"Aduh...kok ada ya seorang ceo kurang pinter begini,maksudku kita jalan kaki sayang.tidak harus ke mall atau melihat saudaramu di kebun binatang.tapi cukup berjalan di jalanan kompleks ini saja" jawab Rere.


"Saudaraku di kebun binatang,maksudku aku sama dengan mereka?" tanya Elang lagi.


"hahaha...aku gak bilang kamu sama dengan mereka,itu hanya perasaanmu saja" kata Rere sambil keluar dari kamarnya.


"Sayang tunggu,awas ya nanti aku akan menghukummu" teriak Elang sambil mengejar Rere yang sudah berdiri di depan pintu rumah.


Akhirnya Rere dan Elang berjalan berkeliling komplek,udara pagi masih terasa sejuk.Rere bergelayut manja di tangan Elang.


"Sayang,kapan kita mengunjungi bunda.aku sudah merindukannya" kata Rere.


"Bukankah baru kemaren kita bertemu bunda,atau itu hanya alasanmu saja,kau ingin bermain air di pantai yang ada di kampung bunda?" Elang memicingkan matanya ke arah Rere.


Rere tersenyum mendengar penuturan suaminya.Dia menggoyangkan tangan Elang ke depan dan kebelakang.


"Aku masih sibuk,ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan.Nanti kalo waktuku senggang aku akan membawamu kesana" janji Elang.


"Emmm baiklah,apakah hari ini aku boleh ikut ke kantor?" tanya Rere.


"Ada apa dengan istriku hari ini,kenapa jadi manja sekali?" Elang menggoda Rere sambil mencolek hidungnya.


"Apa aku tidak boleh manja pada suamiku sendiri,kalo begitu aku manja pada Harun saja" jawab Rere sambil cemberut.


"Aku akan menghukummu jika kau berani melakukannya" ujar Elang.


"Sudah setengah tujuh,ayo bersiap.Nanti kita kesiangan sampai ke kantor karena jalanan pasti sudah macet" ajak Elang sambil memasuki gerbang rumahnya.


Rere mengelap keringat di dahinya.Berkeliling satu putaran di kompleknya membuat dia kelelahan.


"Mandilah terlebih dahulu,aku akan menyiapkan pakaianmu" perintah Rere saat mereka sudah berada di kamar.


"Mandi berdua lebih cepat,mempersingkat waktu" kata Elang.

__ADS_1


"Aku mau mempersiapkan kebutuhanku yang akan aku bawa ke kantor.Sudah cepetan mandi,jangan banyak drama seperti Revan" kata Rere sambil mendorong tubuh Elang masuk ke kamar mandi.


"Kalo saja pagi ini aku tidak ada pertemuan dengan klien penting,sudah ku makan kau istriku yang mungil" gumam Elang.


Entah mengapa semenjak pernikahannya dengan Rere,hari-harinya jadi penuh warna.walaupun ada masalah yang harus mereka hadapi,itu tidak mengurangi rasa cinta dan keromantisan mereka.


Elang sudah rapi dengan balutan kemeja berwarna biru muda dan jas berwarna hitam dengan celana panjang berwarna senada dengan jasnya.Sedangkan Rere juga sudah selesai bersiap,dia mandi di kamar mandi yang ada di kamar revan.


"Sudah siap,ayo turun.Kita sarapan dulu baru pergi ke kantor" ajak Elang.


Rere membawakan tas kerja Elang.Mereka menuju ruang makan dan langsung sarapan.Selesai sarapan mereka langsung berangkat ke kantor.


"Harun kita mampir sebentar di toko cemilan dan toko buah,stok di kantor sudah habis" perintah Elang.


"Baik tuan"


Harun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,jam sudah menunjukan pukul delapan pagi.Harun menghentikan mobilnya di sebuah mini market.


"Aku turun dulu,kamu tunggu disini" kata Elang pada Rere.


"hemmm..." kata Rere sambil memainkan ponselnya.


Rere sedang berchating ria dengan Rima sahabatnya.Dia meminta Rima untuk datang ke kantor Elang pada jam makan siang nanti.


"Sedang chating sama siapa sayang,bahagia sekali ku lihat dari tadi senyum-senyum sendiri?" tanya Elang yang sudah kembali ke mobilnya.


"Chating sama Rima sayang" jawab Rere.


"Harun ayo berangkat,Edo sudah menunggu kita di kantor" perintah Elang.


Harun kembali menjalankan mobilnya,Elang duduk bersandar di sandaran kursi mobil.


"Kapan jadwal kontrol kehamilanmu sayang?" tanya Elang.


"Hari kamis Minggu depan sayang" jawab Rere.


"Tidak apa-apa sayang,aku mengerti.Kamu kan bekerja mencari nafkah untuk kami" hibur Rere.


Elang membelai rambut Rere,dia sangat bersyukur mempunyai istri yang sangat pengertian.


"kita sudah sampai Tuan" kata Harun.


Elang membenahi penampilannya,setelah rapi dia keluar dari mobilnya.Elang mengitari mobilnya lalu membuka pintu untuk Rere.


"Ayo sayang" ajak Elang sambil mengulurkan tangannya.


Rere menyambut uluran tangan Elang lalu mereka berdua masuk ke dalam kantor.Harun mengikuti mereka dari belakang sambil membawa barang-barang milik Rere.


"Sayang kamu langsung masuk ke ruang kerjaku ya,aku harus langsung masuk ke ruang meeting.Aku sudah terlambat" ujar Elang.


"Iya sayang,semoga lancar dan hasil meetingnya sesuai dengan yang di harapkan" kata Rere.


Elang masuk ke dalam ruang meeting sedangkan Rere langsung menuju ruang kerja Elang.


"Ini buah dan cemilannya Nona"kata Harun.


"Taruh di atas meja saja pak harun,nanti Rere yang susun" kata Rere.


"Baik nona,kalo gitu sekalian saya permisi untuk turun ke bawah" pamit Harun.


"Silahkan pak,Terima kasih"


Harun keluar dari ruang kerja Elang,Rere mengambil cemilan dan buah-buahan yang ada di meja lalu menyusunnya di kulkas yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu.


Rere berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Mbak Silvy" kata Rere terkejut melihat mantan istri Elang ada di depannya.


"Kamu pasti Rere,istrinya Elang" kata Silvy sambil mengulurkan tangan.


"Aku Silvy,maminya Revan"


Rere terdiam di tempatnya,dia bingung harus bersikap bagaimana.


"Eh...iya mbak saya Rere" akhirnya Rere menyambut uluran tangan Silvy.


"Boleh saya masuk?" tanya Silvy.


"oh...iya silahkan Mbak" Rere mempersilahkan Silvy masuk ke ruang kerja Elang.


Silvy masuk dan duduk di sofa,Rere mengikutinya dan duduk di samping Silvy.


"Udah berapa bulan kehamilanmu Re?" tanya Silvy.


"Sudah memasuki bulan ke enam mbak" jawab Rere.


"Gak usah kaku gitu Re santai saja.Aku kemari karena menemani Wildan.Aku juga sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Elang" tutur Silvy.


"Kamu beruntung bisa mendapatkan Elang Re,Dia pria yang baik.Aku saja yang terlalu bodoh telah menyia-nyiakan Dia.Re aku tau kamu wanita yang baik dan Revan sangat menyayangimu,tolong jaga Revan untukku Re" pinta Silvy sambil memegang tangan Rere.


"Aku akan menyayangi Revan seperti anakku sendiri mbak" jawab Rere.


"Elang tidak salah memilih perempuan untuk di jadikan istri.Re apa kamu mau menjadi temanku?" tanya Silvy.


"Tentu saja aku mau mbak,aku tidak punya alasan untuk menolaknya" kata Rere.


Silvy memeluk istri dari mantan suaminya itu.Dia percaya Rere pasti bisa menjaga dan menjadi ibu yang baik untuk Revan.


ceklek pintu terbuka...Elang,Wildan,Edo dan Rendi masuk ke dalam ruangan.


ehhmmm....Ke empat laki-laki itu berdehem bersamaan.Silvy melepas pelukannya dan tersenyum ke arah para lelaki itu.


"Sudah selesai sayang meetingnya?" tanya Rere pada Elang.


"Sudah dan semua lancar berkat doamu" jawab Elang sambil mengecup kening Rere.


"kalian duduklah" perintah Elang pada ketiga temannya.


"Gimana Wil apa tua bangka itu mau menjual asetnya?" tanya Silvy kepada Wildan.


"Tua bangka tua bangka,tua-tua begitu juga suami lo Sil" celetuk Edo.


"Calon mantan suami Do,aku sudah melayangkan gugatan cerai" kata Silvy.


"Apa karena dia sudah jatuh miskin,sehingga kau minta cerai" sindir Edo.


Silvy melirik Elang,yang di lirik tidak peduli sama sekali.Dia lebih asyik mengobrol dengan bidadari syurganya,yaitu Rere.


"Aku sudah berubah Do,aku tidak seperti dulu.Aku sadar sekarang tidak selamanya harta bisa membuat kita bahagia" jawab Silvy sendu.


"Apa jika aku melamarmu dan mengajakmu menikah,kamu mau menerimanya Silvy?" tanya Wildan serius.


"Tentu saja aku mau,aku percaya cintamu padaku seluas samudra setinggi langit biru" jawab Silvy sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Wildan.

__ADS_1


"Cieee...hajar jon,pepet terus" kata Edo menggoda Wildan.


Semua yang ada di ruangan itupun tertawa melihat kekonyolan Edo.Silvy sudah mengikhlaskan Elang untuk Rere dan dia juga sudah membuka hatinya untuk Wildan.


__ADS_2