Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 147


__ADS_3

Sehabis makan malam,Sari duduk di sofa sambil menonton tivi yang ada di kamarnya.David yang baru masuk ke dalam kamar pun menghampiri Sari yang sedang duduk bersila di sofa.


"Udah kayak mbak dukun aja sayang,duduk bersila gitu.Tinggal nambahin kopi ama goreng pisang aja tu di meja" celoteh David lalu jongkok di depan Sari.


"Mas bener gak sih melahirkan itu sakit?" tanya Sari sambil menatap wajah David dengan wajah serius.


"Kalo gak mau sakit,besok waktu mau melahirkan kamu sesar saja" jawab David.


"Katanya melahirkan sakitnya kayak di terkam harimau" kata Sari lagi.


"Kalo cuma di terkam ya gak sakit sayang,kecuali di gigit baru sakit" kata David.


"Tapi kata ibu-ibu yang duduk di samping Sari kemarin waktu cek kehamilan katanya melahirkan rasanya sakit seperti ke tabrak truk" kata Sari dengan wajah yang terlihat lucu menurut David.


"Emang ibu itu udah pernah ke tabrak truk?" tanya David.


"Mana Sari tau,tapi ibu itu udah melahirkan sebanyak tiga kali" jawab Sari.


"Berarti ibu itu cuma omong kosong bilang kalo melahirkan sakit seperti tertabrak truk" kata David


"Kenapa begitu?" tanya Sari.


"Kalo memang melahirkan sakitnya kayak ke tabrak truk pasti dia hanya punya satu anak dan gak mau melahirkan lagi" jawab David.


"Bener juga sih" kata Sari sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan,nanti bisa stres.Tu Rianti karena terlalu stres akhirnya pendarahan" kata David.


"Rianti pendarahan?" tanya Sari.


"Iya sayang,tadi Haris yang mengatakannya" jawab David.


"Kenapa bisa pendarahan Mas?" tanya Sari penasaran.


"Ya mungkin sama seperti kamu sayang,terlalu memikirkan melahirkan yang katanya sakit kayak di tabrak truk akhirnya dia stres trus pendarahan deh" jawab David asal.


"Sari gak akan mikir itu lagi deh,Sari mau santai aja" ucap Sari.


"Nah gitu dong baru itu istrinya Mas David" kata David sambil mencolek hidung Sari.


"Mas gak capek jongkok gitu?" tanya Sari.


"Enggak" jawab David.


Sari turun dari kasurnya lalu duduk di samping David.


"Mas..." kata Sari.


"Hemmmm...Ada apa apa?" tanya David.


"Sari pengen makan sate madura" kata Sari.


Seketika wajah David menegang saat mendengar permintaan istrinya.


"Yakin mau sate? Gak bakalan mual dan muntah lagi?"tanya David.


"Iya Mas" jawab Sari manja.


"Harus sate madura?" tanya David sambil menahan nafas.


"Iya...tapi beli satenya yang ada di ujung jalan sana aja gak usah ke Maduranya langsung" jawab Sari.


Huft...


David bernafas lega saat mendengar jawaban istrinya.


"Ya sudah kalo gitu Mas pergi sebentar untuk membelinya ya" kata David.


"Ikut" kata Sari sambil memperlihatkan wajah imutnya.


"Oh kenapa harus pake wajah itu sih" kata David sambil mencolek hidung Sari.


"Ya boleh ya Sari ikut?" kata Sari.


"Iya boleh,bagaimana bisa Mas menolak kalo udah jurus wajah imut yang di keluarkan" kata David.

__ADS_1


Sari bahagia karena David mengizinkannya ikut,tapi tidak dengan David dia masih khawatir dengan permintaan Sari berikutnya.


David mengemudikan mobilnya menuju warung sate yang di minta oleh Sari.Warung sate yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.


"Mau di bungkus atau makan di sini satenya?" tanya David.


"Makan di sini aja Mas" jawab Sari.


David dan Sari turun dari mobil lalu masuk ke dalam warung sate dan setelah memesan sate yang dimereka pun duduk di bangku yang masih kosong.


"David" sapa seseorang pada David.


David menoleh ke suara yang menyapanya begitu juga dengan Sari.


"Boleh aku duduk" kata wanita itu.


David tidak menjawab,dia melirik ke arah Sari.Sari hanya memasang wajah datarnya.


Tidak lama sate pesanan mereka pun datang,tanpa menawari perempuan di depannya Sari melahap sate favoritnya.


"Dia istrimu David?" tanya Wanita itu.


"Hemmmm..." David mendehem saja sambil terus memakan satenya.


"Kenapa harus ketemu dia di sini sih" gumam David dalam hati.


Perempuan yang ada di hadapan David dan Sari adalah mantan kekasih David yang meninggalkan David sebelum David menikah dengan Sari.


"Bagaimana rasanya,dinikahi dan dijadikan pelampiasan saja?" tanya wanita itu pada Sari.


"Bahagia,sangat- sangat bahagia" jawab Sari yang mulai bisa menebak siapa wanita yang ada di hadapannya.


"Benarkah...? Kamu yakin David tulus mencintaimu dan menikahimu?" tanya Wanita itu lagi.


Wajah David sudah memerah,dia mengepalkan kedua tangannya.Sari mengusap paha David supaya tetap tenang.


"Aku istrinya.Walau belum genap setahun aku menikah dengannya tapi aku yakin David sangat tulus mencintaiku" jawab Sari sambil bergelayut manja di lengan David.


Wajah mantan David pun memerah.


"Mas, biasanya seseorang yang sudah membuang barang bekasnya dan membeli barang baru trus barang yang lama di pungut sama orang lain kemudian pemilik barang mengungkit barang yang sudah di buangnya,biasanya barang yang baru enggak bagus dan tidak lebih baik dari yang di buangnya,bener gak sih?" tanya Sari pada David.


"Kamu benar sayang.Maka dari itu besok-besok kalo kamu mau buang barang pikir dulu matang-matang,biar gak menyesal" jawab David.


"Aku sudah kenyang Mas,pulang yuk" ajak Sari.


David mengangguk lalu beranjak dari duduknya,setelah membayar sate yang dipesannya tadi David dan Sari pun langsung masuk ke mobilnya.


"David tunggu" kata mantan David.


David tidak peduli dia langsung melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


"Mas Sari masih lapar" rengek Sari.


David mengurangi kecepatan mobilnya.


"Mau makan apa lagi?" tanya David.


"Soto lamongan" jawab Sari.


Ciiittt!!!


David mengerem mendadak mobilnya.


"Harus ke Lamongan?" tanya David sambil memutar tubuhnya menggadap ke arah Sari.


"Enggak Mas David sayang,di sekitaran sini aja.Tapi di bungkus ya,takutnya nanti ketemu mantan kamu yang lain" jawab Sari.


David membelai rambut Sari lalu mengemudikan mobilnya ke tempat penjual soto lamongan.


"Ini mau cari makan atau kamu yang pengen jalan-jalan ni?" tanya David karena dari tadi mereka hanya berputar-putar saja.


"Tukang sotonya gak ada yang berjambang" jawab Sari sambil cemberut dan hampir menangis.


"Berjambang?" tanya David bingung.

__ADS_1


"Iya,Sari mau makan soto lamongan tapi yang jualnya harus berjambang" jawab Sari.


David melirik jam di tangannya,sudah pukul sepuluh malam.


"Kemana lagi harus cari soto lamongan yang penjual sotonya berjambang" bathin David.


"Gak ada ya?" tanya Sari sambil menunduk,air matanya mulai menetes.


Hiks....Sari mulai menangis.


David mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Elang.


Tut....


Panggilan terhubung.


📞"Hallo David,ada apa?" tanya Elang dari sebrang telpon.


📞"Lang kamu tau gak dimana ada orang jual soto lamongan dan penjualnya berjambang?" tanya David.


📞"Untuk apa cari tukang soto yang berjambang?" Elang balik bertanya.


📞"Sari yang minta" jawab David.


📞"Hahaha..." terdengar tawa Elang dari sebrang telpon.


Kemudian Elang berhenti tertawa dan langsung terdiam sepertinya Elang sedang berpikir.


📞"Lang kamu tidur?" tanya David.


📞"Aku lagi mikir pe'ak" jawab Elang.


Terdengar suara Rere di seberang telpon yang bertanya pada Elang,lalu Elangpun bertanya pada Rere.


📞"David kata Rere di seberang kantorku ada penjual soto yang berjambang,tapi Rere tidak tau itu soto lamongan atau bukan dan jam segini masih buka atau enggak.Coba aja kesana" kata Elang.


📞"Terima kasih Lang,aku akan langsung ke sana" kata David.


David mematikan ponselnya lalu mulai mengemudikan mobilnya kembali ke arah kantor Elang.Sesampainya di sana David langsung mengajak Sari turun.Kebetulan warung soto itu masih buka.


"Permisi Mas,sotonya masih ada?" tanya David pada laki-laki berjambang yang sedang membersihkan meja.


Wajah Sari berbinar saat melihat pria berjambang di depannya.


"Maaf Mas,sudah habis" jawab orang itu.


"Sudah habis sayang" kata David pada Sari.


"Ya udah kalo habis kita pulang saja" kata Sari.


David mengerutkan keningnya mendengar jawaban Sari.


"Kamu gak jadi makan soto?" tanya David.


"Enggak,Sari cuma pengen lihat penjualnya aja" jawab Sari sambil berjalan ke mobilnya.


"Astaga....jadi dari tadi muter-muter cuma pengen lihat laki-laki berjambang doang.Kalo tau gitu aku bawa ke rumah Edo saja,kan Edo berjambang" gumam David.


Huft...


David menghela nafasnya lalu mengelus dadanya.


"Sabar....sabar" ucap David lalu masuk ke dalam mobilnya.


"Mau kemana lagi?" tanya David pada Sari.


"Pulang...Sari sudah ngantuk" jawab Sari.


David menghidupkan mesin mobilnya lalu mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.Tidak butuh waktu lama Sari sudah tertidur di kursinya dengan nyenyak.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah.


"Tuhan...berikan aku kesehatan dan kesabaran agar aku bisa menuruti dan mengikuti semua keinginan istriku" doa David dalam hati sambil membelai rambut Sari.


David turun dari mobilnya setelah itu dia menggendong Sari menuju ke kamarnya,jam sudah hampir pukul dua belas malam.David merebahkan tubuh Sari di kasur dan menutupkan selimut sampai sebatas dada.


Cup

__ADS_1


David mencium kening Sari kemudian dia keluar dari kamarnya lalu pergi ke depan untuk memarkirkan mobilnya ke garasi,setelah itu David kembali masuk ke dalam rumah dan mengkunci pintu kemudian David masuk ke dalam kamarnya dan tidur di samping Sari.


David tifak menyadari kalo di luar rumah ada sepasang mata yang terus melihat kearah rumah David,tidak lama kemudian diapun pergi meninggalkan rumah David dengan perasaan kesal.


__ADS_2