Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Malam Pertama Yang Terlewatkan


__ADS_3

" Ayah pulang yok,Adek ngantuk" rengek Yura sambil bergelayut manja di lengan Edo.


Satria sedang melayani para tamu yang sedari tadi tidak berhenti menemuinya dan mengucapkan selamat atas pernikahannya dengan Yura.


" Kok ngajak Ayah,ajak Satria dong" ujar Edo.


" Sekarang adek sudah menikah sama Satria,kalo ada apa-apa...mau apa-apa...ngomongnya sama Satria,bukan sama Ayah" lanjut Edo dengan lembut.


" Tapi Kak Satria masih sibuk dengan tamunya.Ayolah Ayah,bisa mati adek karena menahan ngantuk" desak Yura.


" Temui Satria,ngomong pelan-pelan.Gih sana" kata Edo.


Yura pun berjalan menghampiri Satria yang sedang berbicara dengan rekan-rekannya.


" Gak kebayang gimana susahnya Satria menghadapi sifat manja Yura.Jadi penasaran gimana nanti mereka melakukan malam pertamanya" gumam Edo sambil tersenyum geli.


" Kak" panggil Yura dengan manja dari arah belakang.


Satria menoleh lalu tersenyum seraya mengulurkan tangannya.


" Adek ngantuk" bisik Yura.


Satria pun berpamitan pada rekan-rekannya juga pada Edo,setelah itu Satria membawa Yura ke kamar hotel yang sebelumnya sudah mereka pesan.


Satria membiarkan Yura langsung tertidur tanpa menyuruhnya berganti pakaian terlebih dahulu.Satria masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya,setelah itu barulah dia naik ke atas kasur dan berbaring di samping Yura.Satria hanya mengenakan celana pendek selutut dan singlet saja.Kemudian mereka pun tertidur dan melewatkan malam pertamanya.


Di kamar lain,


Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua dini hari,tapi itu tidak membuat kedua insan menghentikan kegiatan malam pertamanya.Suara-suara seksi terdengar memenuhi seluruh penjuru ruangan,untung saja kamar itu kedap suara.Sehingga suara mereka tidak terdengar sampai keluar.


Yuna terkulai lemas,begitu juga dengan Kenzi.Keduanya masuk ke kamar mandi untuk mandi junub,baru setelah itu mereka pun tertidur.


Pagi harinya,mereka sudah bersiap untuk pulang ke rumah.Yuna dan Kenzi pulang ke rumah Edo,sedangkan Yura dan Satria pulang ke rumah milik Satria.Sejak masih lajang Satria sudah punya rumah sendiri,walaupun begitu dia masih sering menginap di rumah orang tuanya dan rumah pribadinya di tempati oleh sepasang suami istri yang bertugas membersihkan rumahnya.


" Kakak kenapa jalannya begitu?" tanya Yura saat melihat Yuna yang kesulitan berjalan.


Yuna memandang saudara kembarnya itu," Emang kamu dan Satria belum melakukannya" Yuna malah balik bertanya.


Yura menggeleng.


" Jadi apa yang kalian lakukan semalaman?" tanya Yuna.

__ADS_1


" Tidur" jawab Yura.


Yuna mendekatkan mulutnya ke telinga Yura lalu membisikan sesuatu.


" Harus ya Kak?" tanya Yura sambil bergidik ngeri.


Yuna mengangguk.


Satria menghampiri Yura dan langsung mengajaknya pulang.


Di sepanjang perjalanan Yura lebih banyak diam memikirkan kata-kata yang di bisikkan Yuna padanya.


"kita sudah menikah dan rasanya tidak seperti yang kita bayangkan.Awalnya emang sakit tapi lama kelamaan jadi enak.Coba deh,lagian kita bisa dosa lo kalo menolak keinginan suami kita dan Satria juga sudah dewasa,pasti dia sangat menginginkannya.Kenzi yang belum genap berusia dua puluh tahun saja udah liar banget apalagi Satria"


Kata-kata Yuna terus terngiang di telinganya,sampai-sampai Yura tidak sadar kalo dia sudah sampai di rumah barunya.Satria menepuk bahu Yura dan Yura pun tersadar dari lamunannya.


" Kita sudah sampai" ujar Satria sambil tersenyum saat Yura menoleh ke arahnya.


Satria membukakan pintu untuk Yura lalu keduanya masuk ke dalam rumah.


" Bik apa ada seseorang yang datang mengantar pakaian milik Yura?" tanya Satria Bik Emi.


" Ada Mas dan pakaiannya sudah bibik susun di lemari" jawab Bik Emi.


Satria menggandeng tangan Yura sampai ke kamar yang mulai saat ini akan menjadi kamar mereka.


Yura masih hanyut dalam lamunannya.Satria memperhatikan wajah istrinya yang sedang melamun.


Cup


Satria mengecup bibir Yura sekilas.


Yura tersadar dari lamunannya dan memandang wajah Satria,melihat Yura diam saja Satria kembali mencium bibir ranum istrinya itu.


" Pejamkan mata saat dia menciummu dan biarkan dia melakukan apa yang seharusnya dia dapatkan.Nikmati saja permainannya"


Kata-kata Yuna terngiang di telinga Yura.


Yura pun memejamkan matanya saat Satria kembali menciumnya.Melihat Yura yang terlihat pasrah Satria pun melanjutkan aksinya,perlahan dia mulai menyesap bibir istrinya dengan lembut.Satria sedikit menggigit bibir Yura dan Yura pun membuka mata dan mulutnya secara bersamaan.Lidah Satriapun dengan leluasa bermain disana,Yura mulai terbuai.


" Mphhh"

__ADS_1


Satria melepaskan sesapannya saat melihat Yura kehabisan pasokan nafas.


" Adek mau mati rasanya" ujar Yura sambil terengah-engah.


" Tidak akan" kata Satria sambil menyibak rambut Yura lalu menyelipkannya di belakang telinga Yura.Matanya sudah berkabut karena menahan keinginannya yang menggebu.


Satria membelai rambut panjang Yura dengan lembut,dia tau Yura belum siap dan Satria juga tau jika Yura belum sepenuhnya mengerti tentang hubungan badan antara suami dan istri.


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu terdengar di pintu kamar mereka.Satria turun dari kasurnya lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.


" Ada apa Bik?" tanya Satria.


" Tadi ada kurir yang datang dan mengantarkan ini" jawab Bi Emi sambil menyerahkan sebuah amplop pada Satria.


Satria menerima amplop itu kemudian Bi Emi pun pergi.


" Tiket bulan madu,dari siapa?" tanya Satria saat melihat dua tiket yang ada di dalam amplop itu.


Yura melihat amplop yang di pegang oleh Satria lalu tersenyum," Itu dari Bang Revan dan teman-temannya" ujar Yura.


Satria mengerutkan keningnya," Darimana adek tau?" tanya Satria.


" Itu diamplopnya tertulis AB kuadrat,Adek suka panggil Bang Revan dan teman-temannya abang kuadrat" jawab Yura.


Satria manggut-manggut saja,lalu memandang wajah istri kecilnya.


" Apa kita akan pergi berbulan madu?" tanya Satria.


Yura menatap dua tiket di tangan Satria dan melihat tujuan dari tiket itu,Yura pun mengangguk.


Satria menaruh tiket itu ke dalam laci,kemudian merebahkan tubuhnya di kasur,di samping Yura yang sedang terduduk.Perlahan Satria memejamkan matanya yang sebenarnya tidak mengantuk sama sekali.Satria hanya sedang berusaha meredam segala keinginan yang membuncah dalam hatinya.Satria tidak mau membuat kesan buruk di depan Yura.


Yura berbaring dan meletakan kepalanya di lengan Satria dan itu membuat Satria semakin bertambah gelisah.


" Kakak kenapa?" tanya Yura sambil mengangkat kepalanya dan memandang wajah Satria.


" Kakak tidak apa-apa" jawab Satria seraya tersenyum.


" Beneran?" tanya Yura lagi dan Satria pun mengangguk.

__ADS_1


Yura kembali berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya,dia sedang memikirkan perkataan kakaknya.Jika seorang lelaki terlihat gelisah itu berarti dia sedang menginginkannya.


Yuna memang sudah tau banyak tentang hubungan yang biasa dilakukan oleh sepasang suami istri,bahkan sebelum nikah pun dia sudah tau.Yuna sering membaca artikel di internet sedangkan Yura lebih suka mendengar dari Yuna saja.


__ADS_2